
Waktu malam di alam semesta kerajaan beladiri hampir tiga kali lipat lebih lama dari dunia asal Askar. Membuat dirinya lebih betah berlama-lama menemani Karlina yang masih hinggap dan tidak mau lepas.
Tapi siang datang dan sudah singgah menggantikan gelapnya malam dengan cepat, ini menjadi alasan untuk Askar bangun dari tempat tidurnya.
Karena seperti yang sudah di sekenariokan, bahwa hari ini Askar akan bertarung melawan Payou, sebagai bentuk janji karena dia tidak ingin Karlina atau pun Su yiu terluka.
Tidak ada ketakutan untuk Askar, dia cukup percaya diri dengan semua kekuatannya, akan mampu bersaing dan menang walau bermacam kemungkinan bisa saja terjadi.
"Lina, apa kau tidak mau bangun, aku harus segera pergi." Ucap Askar yang perlahan membangunkan Karlina dengan sedikit lembut.
"Sebentar lagi, aku masih lemas dan tidak bisa bergerak." Balasnya dengan menggunakan suara lembut.
"Itulah akibatnya karena kau terlalu bersemangat." Jawab Askar tanpa rasa bersalah.
"Kau juga tidak mau memberikan waktu untuk aku beristirahat." Karlina dengan kesal sendiri mengingat kejadian semalam.
"Hehehehe." Askar tidak bisa menjawab.
"Kenapa kau malah tertawa, apa kau tahu berapa kali aku merasa keram dibagian bawah." Karlina merasa tersinggung.
"Maafkan aku." Berkata Askar.
Hanya berselang beberapa menit untuk memberi waktu agar Karlina bisa bergeser dan membiarkan Askar pergi.
Setelah membersihkan diri dan membenahi pakaian yang berserakan di segala tempat, Askar keluar ruangan, namun saat itu dia sudah disambut oleh ketiga anak kecil di luar.
"Kakak Askar, kau sudah bangun lebih cepat." Panggil Lelia secara langsung saat melihat Askar keluar.
"Ya aku ada urusan penting jadi aku harus pergi segera." Jawab Askar.
"Tapi mana kak Lina." Itu dianggap aneh, karena Askar keluar sedangkan Karlina tidak terlihat.
"Dia masih di dalam, dan tidak bisa bergerak untuk beberapa saat, Jadi jangan di ganggu." Balas Askar dengan tersenyum.
"Memang apa yang terjadi ?." Lelia jelas bingung dan juga penasaran.
__ADS_1
"Hmmm ... Berolahraga terlalu keras sehingga tubuhnya sakit... Ya seperti itulah." Asal saja Askar memberikan alasan.
"Aku bertanya-tanya, olah raga seperti apa yang kakak lakukan malam-malam, kenapa setiap malam seperti rumah ini sedikit bergoyang." Cukup polos Lelia bertanya.
Walau usia yang sudah terbilang dewasa, tapi waktu saat dia terbaring dalam kondisi kritis menjadikan pengalaman hidupnya tidak lebih seperti anak kecil berusia 14 tahun.
"Aku rasa itu karena aku terlalu berlebihan, tapi jangan bertanya kenapa, kau akan tahu sendiri di masa depan nanti." Askar pun menjawab seadanya.
"Baiklah." Lelia tidak tahu harus berkata apa.
Tanpa perlu berbincang-bincang lebih lama, Askar pun beranjak pergi, karena waktu untuk pertandingan akan berlangsung dalam setengah jam lagi.
Akan tidak menyenangkan jika dirinya terlambat datang, karena guru besar Gorongo, dan lainnya pun menantikan pertarungan Askar.
Secara tidak sengaja ketika Askar membuka pintu, satu sosok wanita asing yang tidak dia kenal melihat dirinya keluar dari rumah Karlina.
Matanya terbuka lebar, wanita ini terkejut untuk beberapa alasan yang menang sudah Askar tahu, jika cukup aneh melihat lelaki keluar di wilayah asrama wanita.
"Ken.... Kenapa kau ada di wilayah asrama wanita Askar dan di rumah Karlina pula." Ucapnya dengan kebingungan.
"Soal itu.... Tunggu apa aku mengenalmu." Askar mempermasalahkan hal lain.
"Ah aku ingat, kau itu... Kau yang itu yah... Ya orang itu.... Hmmm benar itu kau." Jelas terlihat jika dia tidak tahu siapa wanita ini.
"Apa kau benar-benar tahu siapa aku." Fei sui sue merasa tersinggung dengan cara Askar menjawab.
"Maaf, aku tidak tahu." Pada akhirnya Askar pun mengakui.
"Sudahlah, anggap saja kita baru kenal."
"Itu tidak masalah, aku selalu terbuka untuk sebuah perkenalan, secara khusus dengan seorang wanita." Askar tersenyum cerah karena dia bisa diajak kompromi.
"Kalau begitu kau cepat pergi, akan jadi masalah jika ada yang melihatmu disini." Ucap Fei sui sue memberi peringatan.
Tapi ini memang menjadi masalah andaikata para penjaga atau pun seorang guru besar melihat Askar, karena hal itu, segera saja Askar pergi dengan kecepatan tinggi dan lenyap dari hadapan Fei sui sue.
__ADS_1
Berdiri di luar gerbang masuk asrama wanita, Askar secara sengaja menunggu Fei sui sue,
Askar pun berjalan bersama dengan Fei sui sue, karena tujuan mereka berdua adalah ke tempat acara pertandingan berlangsung.
Wanita ini termasuk dalam murid-murid berbakat yang sama dengan Remure Tianmu, Karlina dan Resya, biar begitu, saat pertandingan sebelumnya, Fei sui sue melawan Payou dan dia dikalahkan langsung tanpa perlawanan.
"Jadi kenapa kau keluar dari rumah Karlina." Dia masih ingin mempertahankan alasan Askar.
"Ah kau masih memikirkan soal itu."
"Tentu saja, karena aku tidak tahu jika kau memiliki hubungan dengan Karlina, sedangkan kau sendiri datang ke padepokan beladiri pedang semesta ini baru kemarin." Wanita memang selalu penasaran untuk urusan berbau skandal.
"Terkadang, sebuah hubungan tidak memandang seberapa lama mereka datang, dia bisa datang secara tiba-tiba dan tidak disangka-sangka." Jawabnya dengan tersenyum penuh arti.
"Aku menyukai kata-katamu, tapi apa kau tahu, memasuki wilayah asrama wanita adalah pelanggaran." Kata Fei sui sue.
"Aku tahu." Askar tidak bisa membantah perkataan wanita satu ini.
Berbeda dengan Remure Tianmu, atau pun Resya de hores, Fei sui sue cukup bersahabat untuk berbincang-bincang dengan Askar .
Dia bukan orang yang sombong, dan menjunjung tinggi rasa hormat akan status sebagai murid terbaik atau pun seorang senior.
Jika Askar menggambarkan, wanita bernama Fei sui sue ini mengingatkan dirinya kepada senior Silsi, entah kenapa terlintas dalam pikiran Askar, tengang kabar yang sudah ratusan chapter tidak ada kabar.
Terakhir kali Askar mendengar berita tentang senior Silsi dari Dillia, jika dia mengikuti seorang guru dari kota yang ingin menjadikan dirinya sebagai murid.
Ya mungkin ketika Askar kembali dia akan mencari tahu keberadaan Sisli, karena tidak menyenangkan jika wanita kenalannya hilang begitu saja.
Lepas dari itu.... Ada hal lain yang harusnya dia khawatirkan oleh Askar.
"Jadi Askar, apa kau yakin untuk melawan Payou." Bertanya Fei sui sue kepada Askar.
"Kenapa kau bertanya seperti meragukan kemampuanku." Askar balik bertanya.
"Melihatmu bertarung dengan Remure Tianmu dan menang, aku jelas cukup terkejut, tapi itu masih belum cukup membuktikan bahwa kau bisa mengalahkan Payou, karena dia berkali-kali lipat lebih kuat dari Remure." Itu memang alasan yang wajar.
__ADS_1
Askar pun bisa merasakan kekuatan milik Payou tidak sesederhana itu, dia yang berasal dari alam semesta keabadian, jelas berbeda tingkat dalam standar kualitas dengan alam semesta kerajaan beladiri.
"Kita lihat saja nanti, karena ada banyak hal yang bisa terjadi dalam pertandingan." Santai saja Askar menjawab.