
Untuk saat ini Askar dan Su yiu akan kembali ke alam semesta kerajaan beladiri, walau pun berbeda tujuan, dimana Su yiu akan berada di padepokan beladiri pedang semesta, dan Askar pergi ke istana kerajaan beladiri.
Begitu juga untuk Sina, Asy dan Ke'su, mereka bertiga akan kembali ke alam semesta api mulia, dan tinggal di klan Phoenix.
Sampai nanti untuk Askar menyelesaikan urusannya, Sina akan tinggal di sana sembari menjaga Hara.
Askar tidak akan membuang waktu berlama-lama di istana kerajaan, setelah membereskan pembalasan dendam kepada Sirjo, dan membawa kembali Silviana.
Tentu Askar lebih memilih untuk pulang ke dunia asal secepat mungkin, karena memang janjinya kepada Elica, bukan sesuatu yang bisa dia ingkari dengan mudah.
Tapi siapa sangka, baru saja Askar dan Su yiu akan beranjak pergi, seekor kucing putih oren belang-belang datang dalam kecepatan tinggi.
Sedikit hal Askar tidak ingin mengharapkan sebuah masalah atas kehadiran Omen yang datang secara tiba-tiba untuk menghadap Askar.
"Tuanku, ada gajah makan kawat." Teriak Omen dari kejauhan.
"Hei, bukankah itu tidak aneh." Balas Askar.
"Maksudku gawat tuan."
"Memang apa yang menjadi hal gawat Omen."
"Ada orang lain yang membawa Silviana pergi." Itu yang Omen katakan secara langsung.
Mata Askar terangkat, ini sebuah kejutan besar yang bisa rasakan setelah melihat sesosok makhluk dari alam surga.
Bagi Askar sendiri menyelinap masuk tanpa diketahui oleh para penjaga hampir lah mustahil, ditambah lagi Varjo de hores benar-benar menjaga keamanan di sekitar tempat Silviana.
"Bagaimana mungkin itu terjadi, lantas kenapa kau tidak menghentikan mereka membawa Silviana." Terlihat jelas bahwa Askar memerintahkan omen untuk menjaga Silviana.
"Mereka ada lima orang, masing-masing kekuatan mereka mendekati lord awal keabadian, dan salah satunya adalah lord keabadian tertinggi." Jawab omen yang memang sangat beresiko untuk melawan orang-orang sekelas mereka.
"Jadi siapa yang terkuat itu Omen." Bertanya Askar dengan ragu-ragu.
"Dia adalah orang yang duduk bersama Varjo de hores di turnamen sebelumnya." Jawab Omen cukup memperhatikan.
__ADS_1
"Suzong.... Sejak awal aku memang merasa dia memiliki maksud tersembunyi di balik aliansi dengan Varjo." Gumam Askar memikirkan satu nama yang disebutkan oleh Omen.
Karena di jagat raya ini, hanya sedikit orang-orang yang mampu mencapai lord keabadian tertinggi, semua itu bisa dihitung dengan jari tangan.
"Lantas kemana mereka pergi Omen." Bertanya Askar yang siap mengejar mereka.
"Menuju barat daya dari alam semesta kerajaan beladiri...." Jawab Omen.
Askar terpikir kemana tujuan dari Suzong membawa Silviana ke barat daya, karena disana bukanlah lokasi dari alam semesta keabadian.
Kalau begitu, ada hubungan dibalik tindakan Suzong membawa Silviana ke arah yang lain, dan Askar tentu tidak bisa membiarkan mereka pergi begitu saja.
Membuka kekuatan skill pemangsa gerbang ketiga Penghakiman neraka, dan lapisan pelindung dari wujud transformasi hukum kegelapan dan cahaya golden darkness, Askar melompat terbang dalam kecepatan tinggi menembus atmosfer.
Askar tidak bisa membantah jika Suzong yang menjadi lawan, nyawanya bisa terancam, kekuatan manusia itu sudah hampir menyamai dewa sejati.
Meski masih sebanding dengan Loe Teu Yiu dan penguasa naga, tapi saat ini Askar secara maksimal hanya mampu mengimbangi di lord alam keabadian tertinggi tahap awal.
Memang bagi Askar hampirlah mendekati mustahil untuk menang, tapi melawan balik, masih ada kemungkinan bersaing.
Keributan terjadi di dalam istana kerajaan beladiri.
Hilangnya Silviana dari dalam ruangan berpenjagaan ketat adalah sebuah kejadian yang hampir tidak mungkin terjadi.
Kemarahan Varjo jelas ditunjukan kepada para penjaga yang bertugas, karena tidak ada siapa pun diantara mereka yang menyadari akan kepergian Silviana.
"Sirjo, kau bawa satu juta pasukan sebarkan ke segala arah untuk mencari Silviana." Tegas perintah varjo.
"Baik tuan." Tegas jawaban Sirjo yang segera beranjak untuk pergi.
Jelas Varjo begitu panik, karena Silviana bukan orang yang mudah untuk dia lepaskan, kekuatan keajaiban hidup sangatlah berharga, dan jika itu diambil oleh orang lain maka semua yang menjadi keinginan Varjo akan hancur.
Beranjak pergi membawa lima puluh bahtera angkasa dengan persenjataan lengkap, melesat ke segala penjuru arah ke setiap masing-masing lubang hitam.
Nyatanya memang lima sosok itu adalah Suzong, Payou, Sano, Aquarius dan Scorpio, mereka beranjak dalam kecepatan tinggi melewati lubang hitam dari perbatasan antara alam semesta kerajaan beladiri dan alam semesta bulan terbakar.
__ADS_1
Membawa sebuah bola cahaya yang berisi seorang wanita terkurung di dalamnya, itu adalah Silviana digenggaman Suzong.
Dua orang yang bersama Sano, pemimpin bintang Aquarius dan Scorpio masih menaruh waspada kepada penguasa alam semesta keabadian.
Antara mereka alam semesta samudera bintang dan alam semesta keabadian tidaklah terlalu akrab, biar pun bukan sebuah permusuhan tapi tetap saja mereka tidak nyaman jika harus bekerja sama dengan Suzong.
"Baiklah, aku hanya akan membantumu sampai di sini Sano, dimasa depan nanti aku mengharapkan pembalasan hutang ini." Ucap Suzong yang memberikan bola itu kepada Sano.
"Selama aku masih memiliki kekuasaan dan kekuatan di alam semesta samudera bintang aku tidak akan melupakannya." Jawab Sano.
Tapi belum selesai mereka menyelesaikan urusan, sebuah kekuatan besar dalam kecepatan tinggi datang dan melepaskan serangan berskala besar.
Perwujudan seekor naga hitam menyerang mereka semua sekaligus, dan secara cepat membentuk sebuah lapisan pelindung untuk berhadapan dengan serangan dari lawan.
Benturan dua kekuatan itu sangat tidak biasa, namun di sisi lain Suzong merasakan adanya keakraban dari jenis energi yang dia terima.
Sesosok wujud berzirah hitam keemasan dan seekor kucing belang-belang Oren putih menampakan diri untuk menghadang mereka.
Tidak menunggu waktu, Sano melepaskan serangan balasan yang membentuk bayangan lembu bertanduk sebagai kekuatan bintang Taurus.
Melaju lurus membawa kekuatan skala besar dan menggetarkan angkasa, kilauan pedang perak ditangan lelaki berzirah emas membelah kekuatan Sano menjadi dua.
Sebuah kejutan karena kehadiran orang yang tidak diharapkan itu, jauh lebih kuat dari dugaan mereka, karena dia mampu bertahan dalam serangan seorang pemimpin bintang penjaga.
"Siapa kau." Ucap Sano yang merasa marah karena dia menganggu tujuan mereka.
"Itu bukan urusanmu, yang jelas wanita yang kau bawa dalam bola emas itu, bukan milikmu." Tegas jawaban Askar sembari mengacungkan pedang di hadapan Sano.
Tapi siapa sangka, saat Sano sudah mempersiapkan diri dalam perlawanan terhadap satu orang yang baru saja datang.
Suzong mengambil alih tujuan Sano untuk melawan... "Kau pergilah, biar ini aku yang akan mengurusnya."
"Terimakasih, aku akan pergi sekarang." Sano cepat melesat bersama Scorpio dan Aquarius melewati lubang hitam.
Askar tidak bisa membiarkan mereka lolos... "Omen kejar mereka, jangan biarkan Silviana diambil."
__ADS_1
Tanpa perlu menjawab, Omen segera beranjak pergi dan mengikuti Sano, sedangkan untuk Suzong, dia tidak mencoba mencegah kepergian omen.