
Dunia yang terang benderang kini berubah gelap sepi dan sunyi, dimana pemukiman penduduk ras Dragonic hanya memiliki penerangan secercah cahaya dari batu kristal.
Tidak ada keramaian diantara kehidupan para naga, semua yang terlihat begitu tenang, hanya suara jangkrik atau pun burung iblis mencari mangsa.
Mereka semua mungkin masih sibuk berkumpul dalam rumah dengan istri-istri mereka demi melanjutkan keturunan, karena memang tidak ada hiburan untuk menemani kegiatan malam para pria.
Terlebih lagi perkembangbiakan para ras Dragonic sangatlah lambat, jarang sekali mereka memiliki keturunan, dan juga tingkat keberhasilan dalam melahirkan pun sangat kecil.
Ini menjadi polemik bagi kehidupan para ras Dragonic, dalam kurun waktu seratus tahun terakhir kelahiran generasi penerus pun semakin menurun.
Karena tidak ada kegiatan apa pun untuk Askar, akhirnya hanya sekedar duduk bersila sembari memfokuskan diri dalam konsentrasi penuh memasuki alam bawah sadar.
Sisa-sisa pertarungan melawan Suzong masih dirasakan oleh Askar, aliran energi dalam tubuh Askar belum sepenuhnya stabil, meski pun untuk beberapa hari kemudian semua akan kembali normal.
Tapi Askar tidak bisa menunggu sampai tiga hari lagi, karena besok pagi, Askar akan segera beranjak pergi menuju alam semesta kerajaan beladiri untuk melanjutkan apa yang harus dia selesaikan.
Kini tiga makhluk muncul mengitari jiwa Askar dalam alam bawah sadarnya, tubuh besar seperti gunung tampak menakjubkan jika dilihat dari tempat Askar duduk.
Naga hitam, Garuda emas dan singa merah, mereka menjadi perwujudan dari skill pemangsa yang menemani kehidupan sang dewa Asyura untuk waktu panjang.
"Askar, aku selalu ingin bertanya, siapa kau sekarang adalah Asyura atau Askar." Blackie bertanya demikian.
"Aku tetap Askar, masa lalu tetaplah milikku sebagai Asyura, aku berada diantara mereka berdua, siapa aku sekarang adalah aku dan bukan siapa-siapa." Jawab Askar yang merasa bingung kenapa naga hitam bertanya tentang hal aneh.
"Itu terdengar rumit, tapi aku merasa paham atas jawabanmu." Balas blackie dengan mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kenapa kau bertanya hal aneh seperti itu."
"Bukan apa-apa, aku hanya sekedar bertanya, karena banyak hal telah terjadi selama kami memperhatikanmu."
"Tapi apa yang terjadi tidak akan mengubah sikapku sampai sekarang." Askar meyakini hal itu, karena dia sendiri memiliki alasan untuk tetap teguh dalam pendirian hidup yang selama ini menjadi tujuan.
__ADS_1
Sampai hari ini Askar berjalan seperti apa yang menjadi keinginan pribadi, ingatan masa lalu sebagai Asyura hanya sedikit sisa-sisa tentang perjalanan hidupnya seperti mimpi.
Hanya saja pertanyaan dari naga hitam itu memang berbekas dalam pikiran Askar, saat Askar masih sebagai Asyura, hampir sebagian besar hidupnya hanya mengurusi permasalahan kedamaian jagat raya.
Tanggung jawab yang sangat berat itu dipikul oleh Asyura sebagai seorang dewa awal penciptaan dan menjaga setiap alam semesta di dalam kekuasaannya.
Tapi saat ini, jangankan Askar memikirkan tentang kedamaian jagat raya, untuk membuat dimensi Noir dan dimensi mortal berdamai pun itu sangat lah panjang.
Hingga untuk sekarang Askar lebih memilih fokus menyelesaikan semua urusannya di alam semesta atas dan kembali ke rumah sehingga dia bisa beristirahat.
Untuk urusan di masa depan Askar akan pikirkan di masa depan nanti, termasuk janjinya kepada alam semesta kerajaan bawah.
Itu masih 16 tahun lagi, dan masih sangat lama untuk mempermasalahkan hal remah seperti menghadapi para petarung dalam turnamen kasta tertinggi, bagi seluruh wilayah alam semesta atas.
*******
Di luar alam bawah sadar....
Jika ada yang menganggap bahwa istana naga langit sebagai rumah angker, itu memang demikian, Karena sejak awal para pendahulu ras Dragonic di ciptakan oleh tuhan sejati, tempat ini sudah di dirikan oleh dewa bencana Mahesa dan leluhur awal, Vonnir x'pander.
Tapi perasaan ngeri dari dalam istana naga langit itu tidaklah berarti bagi Silviana, kekuatan keajaiban hidup sendiri sebagai kemampuan menyingkirkan aura negatif dari kehadiran abnormal.
Dan Silviana adalah penerus takdirdewi sunawa yang memiliki keajaiban hidup mendekati sempurna, tentu ini sangat berguna dalam segala kemungkinan menghadapi ancaman.
Tujuan Silviana adalah ruangan yang ditempati oleh Askar, dia sebenarnya merasa bingung untuk menghadapi Askar secara langsung dalam posisi dia sendiri tidak tahu harus beralasan apa.
Hanya saja keyakinan saat menggambarkan perasaan untuk tetap dekat dengan satu lelaki ini masih tertutupi oleh rasa gelisah, dimana Askar belum tentu menganggap silviana dalam artian khusus.
Meskipun silviana merasa kesal ketika harus melihat Askar berdekatan dengan Long Xia, sedangkan cukup lama untuk mereka berdua saling bertemu.
Tepat di depan pintu ruangan, Silviana berhenti, dia kembali ragu untuk masuk, beranjak mundur dan ingin pergi.
__ADS_1
"Nona apa yang kau lakukan cepat masuk saja." Dari kejauhan suara Omen bersaut kepada silviana.
"Tapi..." Jelas bahwa Silviana masih belum bisa memastikan keinginannya sendiri.
"Jika nona hanya diam ditempat, tuan Askar tidak akan pernah membuka hati kepada anda." Jawab kembali Omen dengan memberi semangat.
Silviana menjadi bingung, dia harus memilih untuk diam ditempat, hanya melihat Askar dengan wanita lain sedangkan dirinya bukan siapa-siapa.
Atau bergerak maju melawan diri sendiri demi mendapatkan keinginannya, meskipun dia tidak tahu apa Askar akan menerima sebagai seorang wanita atau bersikap seperti biasa.
"Baiklah kalau begitu." Silviana pun tegas kepada dirinya.
"Itu bagus nona, majulah, aku akan ada disini." Balas Omen semakin memberi semangat kepada Silviana.
Sejak awal omen lah yang membuat gadis ini untuk mengungkapkan perasaan kepada Askar, seekor kucing penuh siasat dalam hal percintaan, julukan sebagai kucing jantan pemangsa betina menang pantas dinobatkan.
Tanpa memikirkan tentang jawaban yang akan dia terima, pintu ruangan Askar pun dibuka, detak jantung deg deg ser tidak pernah dirasakan hanya karena seorang lelaki.
Meski pun saat Silviana melihat ke dalam, Askar sedang duduk bersila dan melakukan konsentrasi penuh untuk bermeditasi. Merasa bodoh, saat dia kebingungan untuk seorang lelaki, tapi orang itu hanya sibuk dengan kegiatannya.
Silviana berniat kembali, karena jelas tidak ingin mengganggu waktu Askar dalam bermeditasi, tapi saat silviana sudah memegang pintu.
"Nona silviana ada apa ?." Siapa sangka Askar memanggil dan berjalan mendekat.
Silviana tidak berani berbalik, hanya mendengar suara Askar kakinya terasa berat dan gemetar, semua itu tidaklah seperti biasa yang mudah bagi Silviana menanggapi perkataan Askar dan selalu memukulnya.
"Tidak bukan apa-apa, aku hanya ingin melihat keadaanmu." Jawab saja Silviana dengan alasan lain.
"Seperti yang anda lihat, aku cukup baik sekarang, jadi nona tidak perlu khawatir saat aku kembali ke alam semesta kerajaan beladiri." Askar pun menjawab seperti yang Silviana tanyakan.
Dan secara tidak terduga, Silviana berbalik untuk memeluk Askar dengan tiba-tiba.
__ADS_1
"Heh kenapa ?, Apa ini termasuk pertanda buruk ?." Jelas akar bingung saat Silviana bersikap tidak biasa.