
Pada akhirnya keduanya tetap ikut Askar untuk mencari informasi, dan Omen menjaga kamar, walau tidak ada barang berharga di sana.
Kota kerajaan Loyi yang menjadi pusat pemerintah bagi alam semesta kerajaan bawah, tentu terbilang ramai dengan semua orang dalam urusan mereka.
Tapi ini yang menjadi masalah bagi Askar, dua kecantikan di sisi kiri dan kanan saling berebut menggandeng tangan Askar mulai menarik perhatian semua orang.
"Hei apa kalian bisa bersikap tenang, semua orang melihat ke arah kita." Berkata Askar yang merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian.
Terlebih cara mereka menatap kedua istri Askar ini, menujukan seberapa bernafsu untuk memperhatikan bentuk tubuh yang aduhai milik Rea dan Sina.
"Katakan itu kepada gadis keras kepala yang disana." Ucap Rea seakan tidak perduli akan peringatan Askar.
"Siapa yang keras kepala, kau wanita dingin, sok kalem, padahal sang*ean." Balas Sian dengan sindiran tajam.
"Apa masalahmu dengan itu, kau juga sama saja." Rea tidak mau kalah untuk hal ini.
Askar semakin pusing memikirkan kedua wanitanya ini, jika mereka ada di rumah tentu tidak masalah, tapi sekarang keributan yang mereka berdua lakukan, bisa saja menjadi masalah.
"Bukankah sejak kemarin kalian cukup tenang." Ucap Askar karena semakin pusing.
"Jika bukan karena dia mengawali keributan, maka aku tidak akan memulainya." Balas Rea yang masih menyalahkan Sina.
"Kau seenaknya sendiri melemparkan kesalahan." Dan Sina pun membela diri.
Secara sengaja Askar mengunjungi sebuah rumah makan yang entah mereka menjual makanan seperti apa, tapi disini adalah ruang informasi dari berbagai sumber.
"Pelayan." Panggil Askar.
"Baik tuan." Lekas sosok lelaki berbaju rapi datang dengan senyuman terpaksa.
"Aku ingin bertanya."
"Maaf di sini tidak ada menu bertanya."
Askar merasa paham atas ucapan pelayan yang tidak ingin menjawab apa pun selain daftar untuk menu makanan.
Untungnya, putri Nanda memberikan sekantong uang berbentuk koin kristal ungu yang bisa Askar gunakan, entah nilai konversi antara nilai Kristal energi mentah dengan kristal sudah dibentuk menjadi koin ini.
Secara sadar mata pelayan segera berubah, dari awal malas melihat wajah para pelanggan yang datang, kini melotot dengan senyuman penuh makna, ketika satu koin kristal Askar letakan di atas meja.
__ADS_1
"Biar pun tidak ada menu bertanya, kita bisa usahakan." Berkata Pelayan itu dengan senyuman.
"Bagaimana kalau semua tentang alam semesta kerajaan bawah ini." Ucap Askar yang jelas meminta informasi penuh.
"Kalau soal itu, satu koin tidak cukup tuan." Balasnya dengan wajah seakan menyesal.
"Jadi..."
"Empat." Tawarnya.
"Dua atau aku cari tempat lain." Ancam Askar.
"Baiklah tuan." Dia tidak punya pilihan.
Dengan perlahan pelayan itu mulai bercerita....
Dari seluruh alam semesta yang tersebar di jagat raya, tidak hanya ada sepuluh, tapi ada ratusan wilayah alam semesta diluar daftar sebagai posisi kasta atas.
Para penguasa di masing-masing alam semesta selalu bersaing dalam pertarungan demi status penting di jagat raya ini.
Tapi sepuluh diantarnya adalah wilayah milik pada lord dengan kekuatan yang berdiri di puncak kasta tertinggi, termasuk alam semesta kerajaan bawah.
Jika orang lain menganggap bahwa kekuatan setingkat lord alam kaisar mampu menjadi penguasa alam semesta maka itu salah, karena kursi kekuasaan milik Sam bukan karena dia adalah yang terkuat.
Melainkan sebuah warisan penguasa sebelumnya, dimana itu adalah ayah dari Sam, dan secara otomatis memberikan kursi kepemimpinan kerajaan bawah kepada Sam.
Dan orang-orang yang ada di balik bayang-bayang kerajan alam semesta ada sepuluh orang terkuat, mereka adalah para wali kerajaan.
"Itu informasi yang bisa aku berikan tuan, soal informasi pribadi para wali kerajaan, itu memang bukan hal umum, tapi jika aku ketahuan memberikannya kepada orang asing, maka sepuluh koin kristal pun aku tidak ingin terima." Ucap Askar setelah berkeliling.
"Baiklah, aku tambah satu koin, katakan padaku, seberapa kuat semua wali itu." Pinta Askar dengan tujuan sebagai perbandingan.
"Yang paling lemah saja adalah lord alam monarch, dan yang terkuat lord alam saint suci." Ucap pelayan itu setelah mengambil koin dan lekas pergi.
Jarak antara kekuatan Askar dan para wali jelas sangat jauh, lord alam kaisar, lebih tinggi satu tingkat melampaui lord alam guru.
Jika nyatanya Askar harus bertarung, maka pilihan satu-satunya adalah kabur, bahkan itu kesempatan melarikan diri dari kejaran lord alam monarch hampir mustahil.
Setelah memikirkan semua hal yang mungkin terjadi, kini Askar menyadari akan sikap merendah diri di alam semesta atas ini.
__ADS_1
"Kalau begitu, kenapa kita harus duduk santai di rumah makan ini, jika penguasa alam semesta kerajaan bawah adalah ayahmu, harusnya kita mendapat sambutan saat datang." Balas Sina yang tidak sabaran.
"Dia bukan ayahku." Tegas Askar menjawab dengan cepat.
Sampai hari ini Askar masih belum mengakui, kalau Sam adalah ayahnya, karena memang mereka dua orang berbeda.
"Baiklah, baiklah, tapi kita mendapatkan undangan dari Sam, jadi kita segera pergi ke istana kerajaan bawah, untuk bertemu dengannya."
"Itu tidak mudah, aku yakin jika orang asing seperti kita, hanya akan di singkirkan tanpa bisa masuk kedalam istana, bahkan sekedar membuat percaya mereka kalau kita adalah tamu Sam." Askar pun menjelaskan.
"Jadi bagiamana kita akan bertemu dengan Sam itu Askar." Rea yang berusaha tenang pun ikut bertanya.
Sedikit Askar berpikir, dan menemukan sebuah ide yang mungkin bisa membantu mereka untuk mengirim pesan kepada Sam.
"Putri Nanda adalah anak bangsawan kota, paling tidak dia punya nama didalam kerajaan." Ucap Askar atas isi pikirannya.
"Jadi kita harus meminta bantuannya." Sina seakan enggan untuk meminta bantuan kepada gadis itu.
"Memang apa lagi yang bisa kita lakukan." Ucap Askar dengan senyuman terpaksa.
"Ya.... Baiklah."
Tanpa menunggu lama, segera Askar pergi, biar pun para pelayan melihat bingung karena Askar dan dua wanita itu tidak memesan apa pun.
"Aku yakin lelaki itu tidak bawa uang untuk makan."
"Atau mungkin, beralasan kalau uangnya ketinggalan."
"Cih... Apa kedua wanita itu buta karena mau dengan lelaki kere seperti dia."
Semua komentar hanya beranggapan tentang alasan Askar dan dua wanitanya pergi, tertawa-tawa dengan jelas menghina.
Tapi Askar yang mendengar perkataan mereka tentu merasa kesal, walau dia tidak bisa melabrak mereka langsung, Askar memiliki cara sendiri untuk membalasnya.
Skill penciptaan dimensi : ingatan marmer.
Dimana sekitar rumah makan itu, sengaja Askar lenyapkan dengan ingatan marmer agar semua orang tidak bisa melihat lokasinya.
"Apa yang kau lakukan Askar." Bertanya Sina karena perbuatan Askar.
__ADS_1
"Aku hanya memberi balasan karena sudah menghinaku." Santai saja Askar menjawab dan kembali berjalan pergi.