
Ini memang di luar dugaan, jika di alam semesta kerjaan suci masih ada orang jahat berkeliaran, terlebih lagi memasuki wilayah istana.
Terlebih lagi orang-orang itu menggunakan sebuah segel yang sangat kuno, bahkan tanpa bantuan kekuatan keajaiban hidup, Loe Teu Yiu akan merasakan efek negatifnya.
Tapi bagi Askar yang menjadi keanehan atas kejadian ini, hanya Asy dan Omen saja yang hilang dari ruangan para wanita beristirahat.
"Apa mereka itu adalah orang-orang yang mengambil jiwa para Phoenix sebelumnya." Gumam Askar memikirkan kemungkinan terburuk atas diambilnya Asy dan Omen.
Dan Askar pun menyadari, jika tujuan orang-orang itu, tentu jiwa mereka berdua, sebagai binatang iblis, terlebih lagi Asy sang Phoenix merah nyata.
"Jika memang begitu, kita harus cepat Askar, karena akan menjadi hal buruk kepada Asy." Sina jelas menujukan rasa khawatir.
Hubungan antara Sina dan Asy jelas seperti saudara kandung, karena mereka berdua saling membagi tubuh dan jiwa selama waktu yang tidak sebentar.
"Tapi kemana ?, Aku tidak bisa merasakan arah mereka pergi." Ucap Askar yang jelas bingung untuk menjawab pertanyaan Sina.
"Jadi apa yang akan kita lakukan, aku tidak ingin Asy di lenyapkan." Sina semakin bingung dan semakin khawatir dengan keadaan Asy.
"Aku juga begitu, tapi...." Lemas Askar memikirkan tindakan yang harus dia lakukan .
Semua orang tidak tahu harus berbuat apa, Sina jelas sangat khawatir atas keadaan sekarang, jika Asy lenyap tentu rasa kehilangan bagi Askar serta semuanya tidaklah mudah.
Lepas dari itu, Askar menujukan tatapan keras kepada Ke'su, dia yang berjanji atas dirinya sendiri untuk melindungi Asy, tapi pada saat dibutuhkan dia tidaklah berguna.
"Kalau saja aku tidak gegabah dalam melangkah, tentu aku tidak terjebak dalam segel ini, dan bisa mengejar para orang-orang itu." Berkata Ke'su yang merasa marah atas perbuatan mereka.
"Terus ?, Sekarang kau menyesal karena ketidak mampuanmu." Askar pun marah, tapi kepada Ke'su.
"Ya ini memang kegagalanku." Ucap Ke'su dengan suara lemas dan penuh penyesalan.
Tapi itu tidak membuat Askar tenang, karena.... "Dari awal harusnya aku tidak begitu saja menyerahkan keselamatan Asy kepadamu."
Askar pun sama dia menyesal, jika saat itu ada di tempat kejadian, dirinya masih mampu melenyapkan efek negatif dan melawan balik.
"Lupakan soal salah menyalahkan Askar, kita harus mencari kemana orang-orang itu membawa Asy." Berkata Sina dengan kesal.
__ADS_1
Rea pun demikian, dia sama seperti orang lain, sudah dianggap Asy seperti sosok keluarga, tidak perduli apa yang terjadi dia pun ikut khawatir.
Askar mencoba berpikir, dan menganalisis apa yang bisa diperhatikan oleh zona persepsi.
Tapi sayangnya, jejak energi atau pun arah sisa-sisa kehadiran dari semua orang seakan lenyap begitu saja dari sekitar tempat ini.
"Ke'su, kau pergi dan katakan kepada Ratu Azela untuk meminta bantuan." Perintah Askar.
"Aku tidak menerima perintah oleh siapa pun, kecuali Dewi Asy." Tapi Ke'su menolak patuh.
"Kenapa kau memikirkan harga dirimu sekarang, pengabdian mu akan percuma jika Asy di lenyapkan." Jawab Askar dengan kesal kepada sikap Ke'su.
Ke'su pun tahu untuk itu, dia segera pergi dengan kecepatan tinggi dan Askar memikirkan hal lain agar mempermudah menemukan keberadaan Asy.
"Apa yang mereka lakukan sangat direncanakan, tidak ada jejak apa pun yang bisa aku rasakan." Menggeleng Askar dengan pusing.
"Aku tidak perduli, kau harus menemukan Asy." Sina tegas meminta, tidak, dia memaksa Askar untuk bertindak.
"Sina tenanglah, jangan khawatir, aku akan menemukan Asy." Askar berusaha menenangkan Sina.
Ini menujukan jika hilangnya Asy sangat berhubungan dengan ketidakadanya Azela di istana.
"Jadi pemikiran Asy tentang Azela memang benar." Askar tidak habis pikir.
"Askar jangan berpikiran buruk, aku kenal Azela, dia bukan orang yang akan merugikan penyelamat cucunya dengan cara yang tidak baik." Jelas Loe Teu Yiu masih menujukan wajah kepada Azela.
"Tapi jika kita pikirkan tentang segala cerita yang dikatakan oleh Ke'su, bahwa Jiwa Phoenix digunakan untuk membangkitkan sesosok makhluk kuno, maka Azela memiliki alasannya." Askar pun membuka keinginan dari Azela.
"Dia ingin membalas alam semesta kerajaan beladiri." Berkata Loe Teu Yiu dengan jawaban pasti.
"Itu benar sekali." Askar pun memikirkan hal yang sama.
Loe Teu Yiu memang mengenal sosok Azela jauh lebih lama dari pada Askar, tapi seharusnya dia menyadari, jika tujuan Azela membutuhkan pengorbanan besar dan dia rela melakukan apa pun demi mencapai itu.
"Baiklah, kita tahan dulu anggapan itu, aku akan membantumu mencari Asy." Loe Teu Yiu tidak ingin Azela berbuat kesalahan.
__ADS_1
"Terimakasih kakek Yiu."
Membawa su yiu, Loe Teu Yiu melompat jauh untuk mencari keberadaan Asy dan juga Omen dengan cepat.
Ketika Askar berdiam diri... "Tuan, tuan apa anda mendengar suaraku."
Suara Omen terdengar samar di dalam pikiran Askar, dan itu menujukan jika Omen berada di dekat Asy, tanpa terpengaruh efek negatif dan memiliki kesadarannya.
"Omen, iya... Kau ada dimana." Askar merasa lega jika Omen masih sadar.
"Aku sedang mengikuti orang-orang yang membawa Asy."
"Jadi kau baik-baik saja."
"Begitulah, tuan, tapi maaf saat Asy dibawa pergi aku tidak bisa melawan, karena mereka sangatlah kuat, aku hanya bisa bersembunyi."
"Itu tidak masalah, cepat kau gunakan penghubung, agar aku bisa mengikuti tujuanmu." Perintah Askar yang memiliki cara untuk menemukan arah mereka pergi.
"Baik tuan."
Walau Askar tidak bisa mengarahkan zona persepsi untuk menemukan keberadaan Asy, tapi dia lupa jika memiliki penghubung kepada Omen.
Arah tujuan yang ditempatkan oleh Omen, mengarah ke Utara, jauh ke Utara, melewati barisan bukit yang mengitari kota kerajaan Suci, berlawanan dari arah kakek loe teu yiu.
"Aku dan Ke'su yang akan pergi mengejar Omen, Sina dan Rea, kalian kejar kakek loe teu yiu untuk mengikuti petunjuk arah ini." Askar memberikan bola kristal kepada Asy.
Itu menjadi petunjuk arah yang sudah Askar salin atas penghubung kepada Omen, jika lawan Askar sangatlah kuat dan juga banyak, biar pun bersama Ke'su, itu akan sulit.
Sehingga Askar mengharapkan Loe Teu Yiu ambil bagian dalam penyelamatan Asy yang berhubungan dengan Azela.
Askar memahami kenapa Azela berbuat nekad dengan tindakan yang mengorbankan jiwa Phoenix, karena hanya kekuatan binatang kuno saja yang bisa membuat tujuannya tercapai.
Bahkan saat ini, dimana Askar memang berada dalam posisi Azela, dia mungkin akan melakukan hal yang sama, tapi tidak untuk mengorbankan orang lain.
Dia lebih memilih berjuang mati-matian demi melawan varjo dan menghancurkan alam semesta kerajaan beladiri dengan tangannya.
__ADS_1