
Zona persepsi Askar tidak salah, ketika dia menangkap sebuah aura yang sangat akrab dan jelas memiliki hubungan khusus dengannya.
"Ini milik Razika, dia ada disini." Cepat Askar berlari menuju arah dimana zona persepsi menujukan lokasi.
Askar jelas ingin bertemu dengan wanita satu ini, rasa bersalah yang pernah dia lakukan, tentu menjadi alasan karena situasi tidak terkendali hingga membuatnya hamil.
Terlebih lagi, ketika Razika pergi bersama bawahan Sam saat menjadi anggota kelompok matahari merah, dia sudah mengandung dan harusnya kini telah lahir anak dari Razika.
Tepat di salah satu ruangan bagian dalam istana, segera Askar membuka pintu, karena Razika ada disana.
Hanya saja, saat Askar membuka jelas pemandangan yang tidak biasa, ketika ada puluhan wanita berkumpul dalam satu ruangan dan sedang berganti pakaian.
Berteriak masing-masing wanita ketika melihat Askar membuka pintu dan mengarahkan pandangan dengan nekad ke semua orang.
"Hei apa yang kau lakukan, ini kamar mandi wanita, cepat kau keluar." Teriak salah satu wanita dengan keras.
"Tapi aku mencari seseorang." Balas Askar dengan tujuannya.
"Aku tidak perduli kau mencari seseorang, atau mencari masalah, jika kau tidak keluar maka aku akan menghajarmu." Hanya saja tidak ada yang mau tahu dengan alasan Askar.
"Tunggu sebentar, ini masalah penting."
"Yang penting saat ini, kau harus tahu kapan untuk berhenti berbicara dan pergi." Tegas salah satu wanita dengan suara keras penuh emosi.
"Baiklah, tapi katakan siapa disini yang bernama Razika." Bertanya Askar dengan nekad.
"PERGI !!!." dilempar sebuah lemari pakaian setinggi dua meter hingga menghantam tubuh Askar.
Di sisi lain ....
Satu sosok yang jelas Askar cari memang bersembunyi dibalik sekumpulan wanita didalam ruang ganti.
Hanya saja atas kehadiran lelaki tanpa moral itu, membuat semua yang sedang menikmati waktu istirahat sebagai pelayan istana terganggu.
"Apa-apaan lelaki itu, apa dia tidak tahu ajaran moral untuk bertata krama." Berkata salah satu wanita dengan wajah kesal.
Mendengar apa hal terakhir di ucapkan oleh Askar, menjadi perhatian untuk orang yang mengetahui nama Razika.
Dimana satu diantara puluhan wanita, jelas mengetahui, siapa yang dia maksud... "Ningsih kenapa lelaki itu tahu nama aslimu."
"Entahlah, mungkin dia salah orang." Jawab wanita yang bernama Ningsih, dengan nada suara tidak menyenangkan.
__ADS_1
"Hei apa dia memiliki hubungan denganmu." Goda wanita yang tahu siapa sosok Ningsih sebenarnya.
"Kenapa kau berpikiran seperti itu."
"Ya aku merasa kau sedang marah."
"Aku tidak marah." Tegas jawaban Ningsih.
"Gak usah ngegas juga kali bund."
Wanita bernama Ningsih jelaslah dia adalah Razika, dimana sekarang menjadi salah satu pelayan di istana kerajaan.
Ada banyak hal terjadi setelah kelompok matahari merah berakhir, dan ketika kembali ke alam semesta kerajaan bawah, siapa sangka Sam masih hidup.
Sam sadar akan keadaan yang dialami oleh Razika, dimana dirinya sedang mengandung anak dari anaknya, Askar, dan hidup menyendiri tanpa orang tua didalam kota Loyi.
Sam menawarkan kepada Razika untuk hidup dalam istana sebagai bagian keluarga kerajaan, semua itu agar dia tidak harus bersusah payah bekerja.
Hanya saja Razika menolak, dia tidak ingin lagi terlibat dalam kepentingan Sam yang jelas-jelas berhubungan dengan Askar. Walau pada akhirnya, Razika yang ingin mendapat pekerjaan untuk menjalani kehidupannya sendiri, dan Sam pun membawanya sebagai seorang pelayan istana dengan identitas baru sebagai Ningsih.
Memang jelas takdir seperti mempermainkan dirinya, dia yang merasa tenang dalam kehidupan baru, terlebih kehadiran sosok anak lelaki sebagai alasan Razika harus berjuang keras, kini Askar muncul kembali.
Askar datang di kerajaan ini tanpa diketahui olehnya, dia yang telah menodai harga dirinya dan menanggung kebencian kepada Askar, kembali di pertemukan oleh takdir.
Cukup mengejutkan, ketika dia mendengar suara keras seperti benda besar jatuh dan menghancurkan dinding, padahal dinding itu adalah batu adamantium yang sangat kuat.
Tapi dari apa yang mereka temukan adalah seorang lelaki dan sebuah lemari, entah kejadian seperti apa sehingga lelaki ini tertimpa sebuah lemari.
"Tuan apa yang anda lakukan." Berkata seorang penjaga dengan mendekat kepada Askar.
Askar berdiri dan meletakan lemari ke posisi semula...."Bukan masalah besar tuan, aku hanya salah masuk ruangan."
Jelas itu tidaklah memberikan luka di tubuh Askar, tapi tetap saja kekuatan para pelayan di sini pun hampir sama kuatnya dengan Sina dan juga Rea, sehingga mampu mendorong Askar jatuh.
"Dan juga jelas-jelas disana tertulis ruang ganti wanita, besar pula, kenapa tuan sampai salah masuk." Ucap penjaga itu yang sedikit curiga dengan Askar.
"Ya, aku adalah tamu dari alam semesta lain, jadi aku tidak tahu arti tulisan ini." Asakr mencari-cari alasan yang cukup wajar.
"Ah jadi begitu." Mereka menerima dengan mudah.
Padahal jelas Askar tahu dalam ingatan Asyura, kalau bahasa, tulisan dan logat bicara hampir sebagian besar alam semesta atas sama semua.
__ADS_1
Dia merasakan langsung jika kehadiran Razika tepat didalam ruang ganti wanita ini, hanya saja, sekarang mustahil untuk dia masuk.
Mengarahkan pandangan kepada dua penjaga yang tidak dia tahu nama mereka.
"Apa boleh aku bertanya tuan.... Tuan siapa ?."
"Aku selamet."
'alien kok namanya selamet.'
"Baiklah tuan selamet, apa di istana ini ada yang bernama Razika." Itu pertanyaan Askar.
Walau dia sangat percaya terhadap zona persepsi yang menangkap kehadiran Razika, tapi untuk memastikan lebih lanjut, tentunya penjaga ini tahu akan sesuatu.
"Sepertinya tidak ada, tapi kalo Ningsih ada." Itu jawabnya.
'ini lagi, alien kok namanya Ningsih, harusnya kau tahu aku tidak sedang mencari Ningsih.'.
"Aku mengerti, dan aku tidak bertanya tentang Ningsih." Balas Askar dengan sopan.
"Siapa tahu kau ingin berkenalan dengan Ningsih, janda loh." Ucap penjaga.
"Kalau cantik tidak apa-apa."
"Jelas luar biasa kecantikannya."
Terlepas dari pembicaraan tentang Ningsih...
Askar benar-benar menunggu semua wanita keluar dari dalam ruang ganti, tapi jelas tidak terlihat sosok Razika.
Walau pun semua wanita melihat kearah Askar dengan tatapan sinis, bagaimana tidak, karena kejadian sebelumnya dia menjadi perhatian bagi mereka.
"Hei kenapa lelaki itu masih disini."
"Mungkin dia lelaki mesum yang berniat mengintip kita ganti."
"Aku harus berhati-hati."
Semua bisikkan itu jelas terdengar di telinga Askar, bahkan tidak perlu berbisik, keras suara mereka untuk membicarakan tentang dirinya.
Kehadiran Razika di dalam zona persepsi pun lenyap, ini menujukan jika sekarang dia menghindarinya untuk beberapa alasan.
__ADS_1
Sejak awal kemampuan Razika untuk memanipulasi ruang memang bisa mengelabui zona persepsi, sehingga Askar yakin jika dia berada didalam istana ini. Bagaimana pun juga Askar merasa bersalah karena melakukan hal yang tidak seharusnya.