PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
bekerjasama


__ADS_3

Dari enam ribu peserta yang mengikuti turnamen kerajaan beladiri ini, hanya ada tiga ribu berhasil lolos seleksi, itu pun sudah di hitung dari mereka-mereka yang menggunakan jalur orang dalam.


Sungguh mengecewakan, mereka berharap menang hanya karena mampu melewati seleksi kekuatan, sedangkan itu tidak berguna dalam pertarungan.


Dan untuk kali ini, lima kelompok dikumpulkan dalam satu arena, termasuk juga dengan Fei sui sue yang bertemu dalam seleksi tahap kedua.


"Tuan Askar, aku merasa senang karena bisa satu kelompok bersama dengan anda."


"Tentu, aku pun merasa senang , apa lagi satu ranjang dan bisa tidur dengan anda." Askar sedikit menujukan sikap humoris untuk menggoda Fei sui sue.


"Aku tidak keberatan." Jawabnya tanpa ragu.


Hanya saja wanita satu ini, tidak memenuhi kriteria untuk Askar, bukan soal kecantikan, karena dia memang tidak kalah dengan Karlina atau pun Su yiu.


Tapi ini soal Askar tidak bisa menerima seorang wanita yang menyukai banyak lelaki dan menjadi mainan untuk sebuah kesenangan.


"Maaf soal itu cuma bercanda." Askar segera saja meralat apa yang dia ucapkan.


"Tidak perlu malu-malu begitu, aku menyukai lelaki yang kuat, terlebih lagi diatas ranjang." Terlihat jelas jika Fei sui sue menggoda Askar.


"Aku benar-benar bercanda soal itu, jadi jangan dianggap serius." Jawab Askar dengan tersenyum kecut.


"Apa karena aku memiliki banyak teman lelaki yang aku ajak bermain." Itu menjawab isi pikiran Askar.


"Kurang lebih." Askar pun tidak bisa membantah hal itu.


Tapi Fei sui sue tidak merasa tersinggung untuk tanggapan Askar mengenai dirinya, karena semua orang pun sudah tahu seperti apa dirinya.


"Harusnya kau pun bercermin Askar, kau memiliki banyak wanita yang kau permainkan." Fei sui sue pun menyindir Askar atas sikap Askar itu sendiri.


"Jangan salah sangka, aku tidak pernah bermain-main dengan semua wanitaku." Tegas jawaban Askar.


"Terserah kau saja, tapi jika kau berubah pikiran aku tidak akan menolak." Berkedip mata Fei sui sue menujukan godaan kepada Askar.

__ADS_1


Lepas dari itu, setiap percakapan mereka berdua jelas di dengar oleh para peserta lain yang ada disekitarnya, tentu membuat siapa pun merasa malu.


Tapi jelas jika ada perasaan iri pada kedekatan Askar dan juga Fei sui sue, dimana hampir sebagian besar dari mereka merasa tertarik dengan wanita satu ini.


"Hei kalian, jika kalian masih mau bicara silakan keluar arena, karena seleksi tahap kedua akan dimulai." Satu penguji itu menujuk kearah Askar dan Fei sui sue dengan tegas dan tatapan melotot.


Bisa dipastikan bahwa dia termasuk dari salah satu orang yang merasa terganggu atas kedekatan mereka berdua.


"Ya baiklah, silakan dilanjut." Jawab Askar yang tidak nyaman melihat ekspresi dari lelaki pengawas itu.


Sang pengawas pun menjelaskan tentang segala sesuatu yang ditetapkan dalam peraturan seleksi tahap kedua.


Dimana kali ini adalah pertarungan berjamaah, ada tiga ratus orang dalam satu arena yang harus bertarung entah dengan siapa pun hanya perlu bertahan hingga tersisa 100 orang saja.


"Askar apa kita bisa saling membantu." Fei sui sue pun bertanya kepada pengawas.


"Terserah kalian mau menggunakan cara apa pun, bekerja sama, saling tipu atau saling memanfaatkan, selama itu bisa membuat kalian menang, maka lakukan saja." Jawab pengawas tanpa perlu menjelaskan panjang lebar.


Fei sui sue pun mengarahkan pandangan kepada Askar, dia sendiri ingin memanfaatkan sistem pertarungan untuk saling bekerja sama.


"Askar bisa kita bertarung bersama." Berkata Fei sui sue sekedar ingin mencari bantuan agar saling menguntungkan.


"Tentu saja, aku tidak menolak." Askar pun menjawab dengan yakin.


"Terimakasih, karena aku merasa lawan di tempat ini benar-benar ingin membunuh kita." Balas Fei sui sue saat melihat orang-orang sekitar.


Askar pun merasakan hal itu, hampir sebagian besar dari semua orang ingin melawan mereka berdua, kemungkinan karena merasa cemburu untuk kedekatan Askar dan Fei sui sue.


Bagaimana pun juga ini tidak terlihat baik-baik saja, lawan-lawan yang harus Askar hadapi ingin main keroyokan demi membalas dendam.


Tanpa perlu menunggu aba-aba pengawas lagi, semua orang mulai bergerak secara bersamaan, tapi nyatanya bukan Fei sui yang mereka incar, melainkan Askar benar-benar harus melawan dua puluh orang sekaligus.


"Oi bagaimana ini, kenapa kalian hanya mengincarku." Askar merasa keberatan.

__ADS_1


"Bukan urusanmu, lebih baik kau cepat pergi dan jangan datang lagi."


"Fei, kau harus membantuku." Askar berteriak karena semua kerumunan itu membuatnya sulit bergerak.


"Aku disini juga terlalu sibuk dengan urusanku sendiri." Jawab Fei sui sue yang memang sedang bertarung dengan orang lain.


Askar kesulitan, bukan karena mereka terlalu kuat, tapi karena terlalu banyak orang yang mengelilingi dirinya hingga bingung untuk membalas serangan mereka.


Tapi Askar tidak bisa lagi menahan diri, dengan sedikit kekuatan dan rasa marah yang sudah menumpuk, hanya perlu satu pukulan ke depan, ada sepuluh orang terbang bebas keluar arena.


"Baik, aku sudah kehilangan kesabaran, jadi silakan kalian maju satu satu." Tanpa takut Askar siap dalam posisi bertarung.


Dalam kecepatan tinggi, dan skill penciptaan ruang akselerasi penuh, mudah bagi Askar melihat arah serangan mereka semua.


Dan nyatanya dengan satu ayunan tangan tidak lagi bisa ditahan, karena kekuatan Askar dengan tangan kosong, sudah cukup untuk menyingkirkan semua orang sendirian.


Melihat apa yang Askar lakukan sangatlah luar biasa, satu persatu dilempar ke segala arah, tanpa bisa melawan, atau sekedar mengayunkan sebuah serangan, mereka sudah berada di luar arena.


"Apa-apaan lelaki ini, dia bertarung melawan tiga puluh orang, dan semuanya dia lempar seperti batu kerikil."


"Dia bukan manusia, dia monster."


"Lebih baik aku mencari lawan yang lain."


Semua orang itu jelas merasakan kengerian hingga ke belakang punggung, dimana lawan-lawan yang notabenenya sebagai lord alam setengah saint suci dan para saint suci mudah saja bagi Askar.


Tapi siapa sangka diantara semua lawan keroco itu, satu orang datang melayangkan sebuah pukulan kuat hingga mendorong Askar satu langkah.


Seorang lelaki kurus yang hampir tidak diperhitungkan sebagai lawan kuat, menujukan diri dengan menghadapi Askar secara langsung.


"Oh ternyata ada juga orang yang bisa melawanku dengan serius." Ucap Askar seakan tidak perduli.


"Apa kau pikir sejak awal kami hanya bermain-main." Orang lain membalas perkataan Askar merasa kesal.

__ADS_1


Askar menujukan senyum untuk satu orang yang mampu membuatnya bertahan, dia adalah seorang lord alam saint suci tahap menengah.


Jelas bahwa lelaki itu adalah yang terkuat diantara tiga ratus peserta dari semua murid padepokan lain.


__ADS_2