
Hari yang di tunggu oleh semua murid-murid dan para guru dari padepokan di alam semesta kerajaan beladiri akhirnya datang.
Ada enam ribu tubuh ratus dua puluh lima peserta dari masing-masing padepokan beladiri yang mengutus lima murid terkuat mereka.
Tapi hanya seratus orang terpilih dari sekian ribu murid, ini menjadi rencana besar untuk membentuk pasukan khusus yang terdiri dari bakat terbaik alam semesta kerajaan beladiri.
Bersama Karlina, Su yiu, Fei sui sue dan satu orang tambahan, Gorongo, serta guru besar Watoi membawa mereka bertiga untuk memasuki stadion tempat turnamen di selenggarakan.
Dan siapa sangka, baru mereka memasuki stadion, seorang lelaki bertubuh buntal datang menujukan senyum sombong di wajah berkumis tebal itu.
"Oh, oh, oh, lihat siapa yang pada akhirnya datang untuk mengikuti turnamen ini." Cara bicara tidak menyenangkan terdengar di telinga Gorongo.
"Cih ... Varjo, kau harus tahu, aku melakukan ini karena para guru lain memintaku agar tidak terbawa masalah pribadi dan mengorbankan kepentingan padepokan."
"Ya kau harus begitu, karena aku akan mencabut izin semua padepokan yang tidak mau mematuhi peraturanku." Varjo de hores bersiap dengan kesombongan yang menjadi ciri khasnya.
"Bahkan jika padepokan itu adalah milik ayahmu sendiri."
"Ayahku sudah lama mati, dan itu hanya sisa-sisa masa lalu, jadi untuk apa aku perduli." Varjo jelas-jelas tidak memiliki ketertarikan dengan padepokan itu.
"Kau ...." Keras wajah gorongo yang berniat melepaskan sebuah serangan kepada Varjo.
Karena memang terlihat ada aura permusuhan diantara mereka berdua, dan Varjo seakan siap membalas tindakan Gorongo jika diperlukan.
Tapi tidak Gorongo lanjutkan apa yang ingin dilakukan kepada Varjo, dia berusaha bersabar karena tahu jika saat ini akan percuma saja.
"Bagaimana jika begini Gorongo." Varjo pun bicara untuk hal lain.
"Apa ?, Apa yang kau inginkan."
"Mari kita bertaruh, aku akan membiarkan anak tertuaku untuk ikut kedalam turnamen, dan jika satu muridmu bisa mengalahkan anakku, aku akan mengabulkan satu permintaanmu." Dengan mudahnya Varjo mengajukan sebuah tantangan.
"Kalau begitu..."
__ADS_1
"Kecuali kau menginginkan aku untuk turun kekuasaan dan mati, itu tidak bisa aku kabulkan." Sebelum Gorongo bicara Varjo seakan tahu isi pikiran dari rivalnya.
"Cih." Gorongo kecewa.
"Kenapa kau tidak menyukai ini, aku bisa saja memberikan seperempat wilayah kekuasaanku kalau kau mau." Tapi varjo mengajukan harga yang lebih besar.
Bagi siapa pun dengan tawaran penguasa alam semesta kerajaan beladiri adalah sebuah hal yang fantastis, karena besar wilayah kekuasaan Varjo sangatlah besar.
Walau itu sekedar seperempat, maka tidak bisa dibayangkan saat mereka menjualnya kepada penguasa lain.
"Itu tidak perlu, aku hanya ingin padepokan beladiri pedang semesta, berdiri sendiri tanpa ada lagi campur tangan darimu." Gorongo mengajukan tawaran lain.
"Murah sekali, bahkan jika kau menang suit saja, aku akan melepaskan padepokan itu tanpa perlu berpikir." Varjo menujukan senyum mengejek atas pilihan Gorongo.
Kesepakatan pun mereka terima, bagi Gorongo padepokan beladiri pedang semesta jauh lebih berharga dari semua hal, karena di tempat itulah dia mengawali hidup dari ajaran ayah varjo.
Dan tidak ingin ada orang lain mencoba merusak rumah yang telah membesarkan dirinya hingga sekarang.
"Semoga saja kau memiliki keberuntungan Gorongo, karena anakku bukan orang yang akan bersikap lunak." Varjo jelas membanggakan anak tertuanya, sebagai calon penerus dari kekuasan Varjo di alam semesta kerajaan beladiri.
*******
Kini.... kelompok yang Askar tempati terdiri dari bakat-bakat setingkat lord alam monarch tahap akhir hingga lord alam saint tahap awal.
Askar jelas berada di atas angin dan tidak menganggap mereka semua sebagai saingan, karena Askar berada ditingkat lord alam saint suci tahap menengah.
Hanya saja, Askar menyembunyikan kekuatan sejatinya itu dengan sengaja, karena akan sangat tidak menyenangkan jika mereka semua menyerah diawal saat tahu kekuatan Askar.
Tapi untuk seleksi awal adalah sebuah pengukuran tingkat kekuatan yang memang harus mencapai batas minimum, sebagai syarat awal mereka memasuki turnamen.
Di kelompok Askar sekarang, terdapat tiga puluh orang yang didampingi oleh satu orang penguji.
"Baiklah, perhatikan untuk semuanya, aku akan bertindak sebagai penguji kalian, batas kekuatan yang harus dicapai adalah tiga juta Joule." Perjelas satu penguji itu dengan wajah malas.
__ADS_1
(Batasan kekuatan ini di ukur karena perbandingan antara dunia Askar yang memang sangat tipis, dan alam semesta atas memiliki tekanan yang lebih tebal.)
"Bagaimana jika kekuatan kami ada dibawah itu." Satu pertanyaan bodoh ou terdengar.
"Tentu kalian akan tersingkir." Jawaban yang memang pasti akan terjadi.
"Apa tidak ada tawar menawar untuk hal ini." Sekali lagi orang bodoh mana yang bertanya demikian.
"Kau bisa menawar, selama tahu harga yang pantas, dan jangan sampai ada yang tahu." Jawab penguji itu dengan cara sederhana.
Terlihat jelas bahwa siapa pun orangnya, selama ada kesempatan untuk mencari uang, itu akan mereka lakukan demi keuntungan pribadi.
"Baiklah mari kita mulai dari absen pertama, Askar silakan maju." Panggil penguji dengan malas.
Nama Askar di panggil, beberapa orang dari padepokan beladiri yang pernah menyaksikan pertarungan Askar dan Payou tentu tahu seberapa kuat lelaki satu ini.
Dua orang dari kelompok itu adalah seorang murid di perguruan teratai hitam, dan istana beladiri surgawi, cukup bersemangat untuk siapa pun menyaksikan seseorang yang mampu bersaing dengan Payou.
Sebuah tiang dengan bola kristal putih yang digunakan oleh penguji dalam menilai jumlah kekuatan dari tubuh seseorang.
Askar hanya perlu mengalirkan energinya itu ke satu titik tempat dan menunggu hasil dari pengukuran di dalam bola kristal.
Angka mulai bergerak naik, Askar sudah sangat ahli dalam mengatur seberapa banyak nilai energi yang dia miliki, bahkan jika semua kekuatan itu dia keluarkan, hampir tidak mungkin di hitung lagi.
Tapi secara sengaja Askar tidak menujukan semua kekuatan yang ada dalam tubuhnya, nilai pun sudah tertulis jelas didalam bola kristal.
"Baik, cukup... Tiga juta satu Joule, kau lulus." Ucap penguji itu dengan tidak perduli memerintahkan Askar untuk segera pergi.
Semua ini memang sudah Askar ukur, dia tidak ingin membuat orang lain kehilangan semangat, tapi dengan hasil yang bisa dianggap wajar, maka mereka tahu bahwa Askar bukan orang spesial.
"Apa kau yakin jika lelaki itu yang mampu bersaing dengan Payou."
"Yang aku tahu jika Payou memiliki kekuatan di atas delapan juta Joule."
__ADS_1
"Lelaki ini tidak mungkin bisa melawan Payou dengan kekuatannya."
Satu persatu orang yang melihat pun meragukan kekuatan Askar, di anggap bahwa berita itu hanya berlebihan, atau mungkin Payou sendiri tidak serius bertarung.