PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
delapan tingkat


__ADS_3

Ini menjadi lokasi terakhir yang membawa Askar menuju sarang Phoenix, panjang perjalanan mereka berempat tidaklah mudah, karena di semua titik arahan Davendra adalah lokasi para binatang-binatang iblis tingkat tinggi.


Diawali dengan melawan kadal merah berapi, raja kera, ular berkepala delapan, ras beast yang jauh lebih kuat daripada di dunia asal Askar, ras ular yang sudah berevolusi menjadi naga, dan masih banyak lagi.


Memang dari perlawanan itu, Askar memiliki banyak keuntungan yang dia dapat dengan batu kristal energi milik para binatang iblis dan juga pengalaman bertarung dengan berbagai jenis monster.


Tapi cukup tercengang Askar dengan apa yang dia temukan di lokasi terakhir, sebuah lembah, lebih tepatnya sebuah lubang besar yang mengarah ke wilayah pusat alam semesta awal penciptaan.


Apa yang Askar lihat dibawah, ada banyak keruntuhan candi-candi atau pun patung batu dan sudah usang penuh lumut karena termakan usia.


Lubang ini sangat dalam dan juga besar, sekitar 6.000 kilometer luas lingkaran, dan puluhan ribu kilometer untuk mencapai dasar.


Askar mengingat apa yang dikatakan oleh Davendra sebelumnya, jika lubang ini memiliki delapan tingkat dan di setiap tingkatan untuk masuk ke tempat paling dalam dari lokasi terakhir, ada bermacam kesulitan menanti mereka.


Tingkatan di seribu kilometer pertama, adalah reruntuhan, dimana ini pernah menjadi lokasi para manusia hidup, lebih seperti bencana besar membentuk lubang dan menghancurkan peradaban disini.


Manusia-manusia itu adalah makhluk pertama yang di ciptakan oleh tuhan sejati setelah para dewa awal penciptaan di turunkan dari surga.


"Dan untuk tingkatan selanjutnya, kau cari sendiri setelah masuk kedalamnya." Davendra tidak berniat memberikan spoiler bagi Askar.


Askar jelas mengkhawatirkan kondisi yang akan mereka alami setelah memasuki tingkatan kedua dan seterusnya.


'Re : pindai dengan zona persepsi untuk memastikan apa yang ada di dalam lubang ini.'


'Jawab : baik tuan.'


Lingkaran zona persepsi pun melebar hingga memasuki ruang, dimana segala macam bentuk gambaran terlihat jelas didalam pikiran Askar.

__ADS_1


Hanya saja, kemampuan Re cuma sebatas tingkatan empat, lebih dari itu, seakan ada kekuatan eksternal yang mengacaukan zona persepsi memasuki wilayah lebih dalam.


Tingkat kedua adalah sarang burung purba yang sangat kuat, setidaknya ada lebih dari tiga ribu ekor, sungguh mustahil untuk mereka melawan.


Tingkat ke tiga adalah tempat yang memiliki dua medan gravitasi berbeda awal masuk setiap benda akan melayang, namun ketika melewati pusat, tekanan besar akan mendorong jatuh.


Askar dan semua orang memang bisa terbang untuk turun ke bawah hingga dasar, tapi dengan banyaknya monster yang berlalu-lalang, keluar dan masuk dari dalam lubang ini jelas akan sangat berbahaya.


Sebuah pertarungan ketika mereka berada di udara, jauh lebih sulit daripada di atas tanah, dimana pijakan kaki tidak bisa mengambil posisi untuk bertahan.


'Re apa jika aku sudah mencapai dasar, dan membuat titik pembukaan gerbang dimensi, itu memukinkan Sina dan Rea ikut kedalam.'


'Jawab : negatif tuan, energi eksternal yang muncul di tingkat ke empat, tidak bisa ditembus oleh kekuatan energi.'


Hanya dengan tiga tingkat yang Askar ketahui tentang informasinya, kesulitan memang bisa dirasakan oleh siapa pun, dan Askar tidak ingin mengambil resiko.


"Jadi apa yang akan kita lakukan dengan ini Askar." Ucap Rea dengan khawatir.


"Untuk kali ini, biar aku masuk sendirian, dan apa pun yang ada di dalam sarang Phoenix, akan aku bawa ke atas." Askar tidak mungkin pergi begitu saja.


"Tapi ini sangat berbahaya jika kau turun sendirian Askar." Balas Asy dengan jelas tidak ingin Askar turun.


"Akan lebih berbahaya lagi jika kita berempat yang turun."


Ini sudah Askar pikirkan, dalam kondisi yang serba sulit, Askar bersama Ke'su jelas sudah susah untuk melindungi diri mereka sendiri, apa lagi bersama Sina dan Asy, tentu kesempatan untuk selamat jauh lebih kecil.


Askar segera saja melompat, untuk tingkat pertama dalam lubang ini tidak ada yang perlu di khawatirkan, sebab monster-monster di dalamnya tidaklah ganas dan lemah.

__ADS_1


Hanya saja, setelah melewati 8000 kilometer ke bawah, dan akar akan sampai di tingkat yang kedua, itu adalah sarang burung purba yang jumlahnya ada ribuan.


Satu ekor dari burung purba itu, paling tidak setingkat dengan lord alam yang nyata, dan lebih dari seratus ekor memiliki kekuatan setara lord alam kaisar.


Tapi sebelum Askar memasuki tingkat yang kedua, dia sejenak berhenti dan mengambil tempat di pinggiran tebing.


Terbang melewati tingkat yang kedua adalah kesalahan, dimana saat itu juga, dia bisa menjadi mangsa dari semua burung yang hidup didalamnya.


Askar pun mengalirkan energi iblis yang sudah lama dia simpan, karena ada kesamaan energi dari binatang iblis dan ras iblis, tentu penyamaran Askar tidak akan terlalu menonjol.


Perubahan terlihat jelas dalam tubuh Askar, dimana postur tubuh kini menjadi lebih besar dan berotot, kuku-kuku jari pun meruncing tajam, taring, tanduk ekor dan sayap.


Ini cukup berbeda dari terakhir Askar membangkitkan energi iblis di dalam tubuhnya sekarang dia benar-benar menyerupai iblis sejati tanpa memperlihatkan Sisi manusia


Kemungkinan besar setiap hari Askar naik tingkat energi iblis pun akan revolusi semakin sempurna, ditambah lagi ketahanan tubuh akan racun dan senjata tajam semakin kuat.


Jika bukan karena pendapat orang yang tidak menyukai ras iblis, tertentu lebih sering menggunakan energi iblis ketimbang membuka gerbang murka penguasa.


Karena dalam menggunakan mode iblis secara instan Askar akan mendapat peningkatan satu tahap, dan itu sangat berarti ketika dia melawan musuh yang lebih kuat.


Seperti yang Askar ketahui dari ingatan Asyura, bahwa status sebagai seorang lord iblis, bukan sekedar pajangan, karena saat berada di alam semesta dunia gelap, Askar memiliki hak untuk menantang penguasa di sana dan merebut kekuasaan dunia gelap.


Askar kini kembali bergerak turun, dimana semua burung purba berparuh besar itu menatap dari kejauhan namun tidak ada niat untuk memangsanya.


"Sepertinya ini berhasil, tanpa perlu menarik perhatian mereka." Pikir Askar sembari melirik ke kiri dan ke kanan.


"Tidak aku sangka, tempat ini kedatangan seorang tamu terhormat, lord iblis..." Saut sebuah suara yang sengaja di tunjukan kepada Askar.

__ADS_1


Sekilas dua mata bercahaya terbuka dari bayang-bayang kegelapan di dasar tingkat ke dua, tapi bisa Askar mengira jika makhluk itu sangatlah besar penguasa kelompok burung purba yang membuat sarang di tempat ini.


__ADS_2