PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tidak ada hal baik


__ADS_3

Sejak awal Long Xia sudah menyadari jika Askar dari kejauhan memperhatikan dirinya, dan jelas saja, tanpa perlu terkejut, ketika askar muncul dengan posisi tengkurap di atas tanah.


Long Xia hanya perlu bersikap biasa, menyapanya dengan senyuman dan bertanya tentang apa yang sedang Askar lakukan.


Dari sudut mana pun, Long Xia cukup ahli untuk menipu setiap orang disekitarnya dengan senyuman lembut, tidak sombong dan kepribadian penuh budi pekerti.


Dan memang itu berpengaruh kepada para penduduk ras Dragonic dan juga termasuk kepada Askar, ditambah lagi, secara terang-terangan Askar berusaha mendekatinya.


Tertawa kecil, merasa malu atau pun senyuman menawan dari wajah cantik seorang putri penguasa para ras Dragonic yang terkenal akan kekuatannya.


Askar menyaksikan sendiri bagaimana long Xia menyapa penduduk di pemukiman sekitar istana naga langit, dia menunjukan bahwa statusnya sebagai seorang putri penguasa bukan sesuatu yang membuatnya bersikap sombong.


Bahkan para penduduk ras Dragonic pun membalas sapaan Long Xia penuh keramahan, dan sangat mengagumi sosok kecantikan yang mampu membuat iri jagat raya.


Askar terpesona, meski dia tidak kekurangan perihal kecantikan wanita yang selalu menemani kehidupannya, tapi tetap saja, long Xia sangatlah spesial.


"Tuan Asyura, dalam dua ratus ribu tahun terakhir apa yang anda lakukan, kenapa secara tiba-tiba hilang dari jagat raya ini." Bertanya long Xia.


"Hmmm bisa bisa aku katakan dalam waktu yang cukup lama itu, aku hilang ingatan, menjadi orang baru, di kehidupan baru dan menjalani masalah-masalah baru." Askar menjelaskan apa adanya.


"Lantas apa yang membuat anda kembali ingat dengan takdir sebagai dewa Asyura."


"Itu cukup panjang ceritanya, bahkan bisa bulan depan baru selesai, tapi aku tidak keberatan jika harus bercerita kepada anda." Balas Askar sembari tersenyum menggoda.


Sepintas ekspresi long Xia terlihat aneh saat harus mendengarkan cerita selama sebulan penuh...."Sepertinya itu tidak perlu."


"Memang kenapa, kita bisa menghabiskan waktu bersama sekaligus saling mengakrabkan diri." Jelas terlihat di wajah Askar ada niat lain dari tujuannya.


Dalam hati anak sang penguasa naga itu berkata.... 'Si*al untuk apa aku berlama-lama mendengarkan cerita tidak penting.'


"Aku tidak bisa meluangkan waktu sedemikian lama untuk sebuah cerita, karena banyak hal yang harus aku lakukan tuan Asyura." Long Xia beralasan untuk menolak secara lembut.


"Ah jadi begitu, memang tidak bisa aku memaksa anda." Tapi terlihat Askar merasa kecewa untuk hal ini.


Tidak banyak hal yang bisa mereka berdua lakukan di alam semesta penguasa naga, selain pemandangan alam yang memang indah, di setiap pemukiman hanya sekedar tempat hidup para penduduk ras Dragonic.

__ADS_1


Rumah-rumah yang terbuat dari batu dan kayu, hidup dalam ikatan adat istiadat yang kental, berbaur dengan alam dan melindungi apa tempat mereka tinggal.


Sangat disayangkan oleh Askar karena alam semesta penguasa naga tidak ada tempat hiburan, objek wisata, taman rekreasi atau pun kebun binatang, karena hutan sekitar dipenuhi para binatang iblis.


Cukup membosankan berjalan-jalan dengan wanita cantik seperti long Xia, hanya sekedar berkeliling desa untuk sekedar menyapa para penduduk sekitar.


"Tuan Askar, sampai berapa lama anda akan tinggal di tempat ini." Bertanya Long Xia.


"Kemungkinan besok aku akan pergi ke alam semesta kerajaan beladiri untuk menyelesaikan urusanku, tapi jika nona Xia ingin, aku bisa tinggal disini untuk menemani anda selamanya." Askar jelas menunjukan keahlian dalam menggoda wanita.


Meskipun apa yang di dapatkan oleh Askar sebagai balasan dari Long Xia adalah sebuah tawa, tawa kecil yang dia tutupi dengan gaun di lengannya.


"Tolong jangan bercanda tuan Asyura." Ucap Long Xia tidak menganggap apa pun kepada Askar.


"Tidak ada kata bercanda kepada wanita cantik seperti anda." Perjelas Askar .


"Aku anggap itu sebagai pujian." Long Xia membalas perkataan Askar dengan tersenyum manis.


Meskipun hatinya berkata... 'kenapa harus besok, sekarang saja pergi, biar aku antar kau keluar.'


Di tempat lain, Askar meninggalkan Silviana bersama dengan Omen, Silviana tidak banyak bicara untuk sekarang, hanya merebahkan diri dan melepas lelah di atas ranjangnya.


Begitu juga untuk Omen, dia ikut pula berbaring di samping Silviana sembari menikmati belaian lembut, dari tangan gadis cantik yang membuat jagat raya iri itu.


"Tidak aku sangka, dalam tiga tahun terakhir, semua seakan berubah drastis, Askar mampu mencapai lord alam saint suci, dan kau memiliki jiwa binatang suci sphinx, apa ada kejutan lain." Berasa lemas Silviana menginat kondisinya sekarang.


"Tentu saja ada nona, tuan Askar kini memiliki lima anak, termasuk putri Si, Sina dan Rea." Jawab Omen sembari menceritakan tentang mereka berlima, Arya, Aryana, Syfa, Lotus (anak dari putri Si) dan Hara.


"Itu tidak mengejutkan, tapi apa dia bisa bertanggung jawab kepada anak-anaknya." Tanggapan Silviana jelas sangat biasa saja, tapi dia merasa tidak nyaman saat tahu bahwa Askar masih berniat untuk menyelamatkannya.


Sedangkan nasib ke lima anak-anaknya itu harus jauh dari ayah mereka dalam waktu yang lama, tentu Silviana merasa bersalah.


"Aku yakin tuan Askar bisa bertanggung jawab, tapi beberapa waktu lalu, kami menyempatkan diri untuk bertemu nenek anda nona." Omen tentu mempercayai tuan Askar.


"Oh, bagaimana keadaan nenek Azela."

__ADS_1


"Dia masih sehat, bahkan mungkin sphinx sudah mengatakan kalau asal dari jiwa yang aku miliki, berasal dari rencana nenek Azela dan di gagalkan oleh Askar." Jawab Omen seperti apa yang terjadi demikian.


Kembali Silviana sedikit merenung, isi kepalanya sekarang adalah tentang Askar, hanya Askar, dan semua itu karena Askar, lelaki yang dia kenal dengan sangat dekat.


"Apa yang Askar lakukan dengan long Xia." Gumam Silviana dengan hembusan nafas panjang.


"Nona, apa yang sebenarnya anda pikirkan tentang tuan Askar." Omen pun bertanya.


"Dia lelaki yang tidak tahu diri."


"Aku tidak menyangkal itu, ada yang lain."


"Tidak tahu malu."


"Selain itu."


"Tukang selingkuh, nekad, dan terlalu percaya diri."


"Apa tidak ada hal baik yang bisa menggambarkan tuan Askar." Lemas Omen memikirkan bayangan Silviana mengenai Askar.


Omen sendiri sebenarnya sadar, jika gadis ini memiliki sikap lain yang harusnya bisa ditujukan kepada Askar, tapi dia masih bersembunyi, dan tidak mau mengungkapkan itu.


"Dia sangat tidak berguna, sungguh, tidak berguna." Jawab Silviana dengan ekspresi lain.


"Tapi ini tentang perasaan anda nona." Omen pun memberi isyarat.


"Aku kesal." Begitu perasaan Silviana sekarang.


"Apa tidak ada hal lain." Omen pun mendorong Silviana jauh lebih dalam.


"Aku ingin dia melihatku seperti wanita lainnya." Dan Silviana pun tahu itu.


Jika selama ini Askar tidak pernah menganggap apa pun kepada Silviana, bagi Askar, dia hanya seorang anak kecil yang dipertemukan tanpa sengaja.


Silviana tidak menyukai itu, ditambah lagi dia lebih memilih long Xia tanpa pernah memperhatikan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2