PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tidak normal


__ADS_3

Askar Kembali ke tempat pertarungan, di mana saat ini payou sedang berhadapan dengan murid-murid padepokan lain.


Semua orang terdiam saat menyaksikan apa yang terjadi di atas Arena, Askar sendiri merasa bingung, karena setiap guru besar pun tidak sampai berkomentar mengenai pertandingan kali ini.


"Tuan Gorongo apa yang terjadi ?." bertanya Askar dengan bingung.


"Kesombongan lelaki ini bisa di pertanggungjawabkan." Ucapnya dengan nada yang berbeda.


"Apa maksud anda tuan Gorongo." Askar merasa kurang jelas.


"Tiga murid yang sebelumnya dirasa mampu mengalahkan Payou, kini mereka semua berada di ruang perawatan dengan kondisi kritis." Gorongo pun kembali menjelaskan.


Askar tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut saat mendengar hal itu, karena secara pribadi dia mengakui seberapa kuat orang-orang dari akademi tujuh pedang dan padepokan teratai hitam.


Tapi mudah saja Gorongo mengatakan jika mereka semua kalah oleh payou, bahkan ini adalah murid terakhir yang berhadapan dengannya.


"Aku rasa murid dari padepokan teratai hitam ini pun akan kalah lagi." Ucap Gorongo


"Bukankah Anda terlalu cepat menyimpulkan bahwa Payou akan menang." Askar ragu untuk percaya atas ucapan Gorongo.


"Sejak awal Payou tidak pernah serius bertarung, dan semua lawannya kalah dalam lima gerakan." Ucap Gorongo yang menang melihatnya langsung.


Varjo de hores, benar-benar mengutus sesosok seorang pengawal terkuat yang dia miliki untuk bertugas menjaga Jariko.


Penilaian Askar tentang sosok payou jelas bertentangan, dia anggap jika lelaki itu hanya memiliki kesombongan selangit namun tidak ada kepastian.


Tapi sekarang Askar tahu, orang ini sangat kuat, berbahaya dan tidak bisa menahan diri. Jika saja su yiu bertarung melawan Payou jelas tidak ada kesempatan untuknya menang.


"Empat kali kemenangan secara berturut-turut, payou dari istana beladiri surgawi tidak terkalahkan."


"Lelaki ini bukan manusia, dia terlalu kuat."


"Tidak mungkin perguruan lain bisa mengalahkannya."


Komentar semuanya jelas sulit percaya atas kekuatan yang dimiliki oleh satu orang ini, begitu juga dengan para guru besar mengakui jika Payou sangat berbahaya.


Askar memperhatikan dengan seksama setiap kemampuan bertarung yang dia miliki, seakan bukan masalah besar untuk dia membalas serangan demi serangan.


"Siapa lelaki ini sebenarnya." Askar bertanya-tanya tentang asal usul Payou.


"Askar kau tahu, jika varjo tidak akan membawa orang luar kedalam istana." Ucap Gorongo.

__ADS_1


"Ya aku tahu."


"Tapi Payou berbeda, dia bukan berasal dari alam semesta kerajaan beladiri."


"Jadi maksud anda adalah dia berasal dari alam semesta lain." Askar menyimpulkan.


Varjo tentu memiliki alasan kenapa dia hanya menerima orang-orang dari alam semesta kerajaan beladiri, dimana tidak ingin ada musuh dalam selimut.


Tapi atas penjelasan dari Gorongo, ini bertentangan dengan keinginan varjo yang menerima seseorang dari luar wilayah kekuasaannya.


"Payou berasal dari alam semesta keabadian." Ucap Tisumi yang secara tiba-tiba datang untuk bicara.


Sebagai salah satu istri dari Varjo de hores, Tisumi tentu mengetahui setiap kejadian yang bersangkutan dengan suaminya itu.


"Tapi kenapa dia menjadi pengawal pribadi Jariko." Askar lebih merasa aneh dengan itu.


"Aku pun tidak tahu pasti, tapi penguasa alam semesta keabadian sendiri yang memberikan Payou kepada Varjo." Tisumi tidak merahasiakan apa pun.


Tapi dengan kemampuan bertarung yang sangat luar biasa itu, posisi Payou sebagai pengawal pribadi, terlalu rendah, dimana dia bisa saja mendapat hal yang lebih tinggi.


"Aku merasa ini akan menjadi masalah di masa depan nanti." Gumam Askar sendiri.


"Tidak, bukan masalah besar guru Tisumi."


Jika memang benar, hubungan antara alam semesta kerajaan beladiri dan alam semesta keabadian cukup dekat, hingga Suzong mempercayakan orangnya kepada Varjo.


Masalah untuk Askar, andaikan alam semesta keabadian ikut membantu saat dirinya berusaha menjadikan Varjo sebagai musuh.


Satu orang terakhir pun dikalahkan telak oleh payou, dia berdiri dengan kokoh tidak tergoyahkan setelah mengalahkan empat orang sekaligus.


Jelas sekali jika dia sangat kuat, bahkan terlalu kuat untuk tingkat kekuatan sebagai lord alam saint suci, bahkan melampaui batas seperti Askar sendiri.


Dan kini, setelah dia menyelesaikan pertarungan ke empat melawan orang dari teratai hitam, ditatapnya langsung kepada Askar.


"Askar cepat kau bawa wanita su yiu itu kemari, biar aku kalahkan dan kau bisa bertarung melawanku." Ucapnya dengan keras dan tegas.


"Itu tidak bisa aku lakukan, kondisi Su yiu kurang baik." Askar menjawab.


"Kau selalu beralasan Askar, kalau begitu kau saja datanglah kemari." Payou bersikeras.


Secara khusus Payou melayangkan tantangan kepada askar, dimana niat awalnya memanglah menjadikan Askar sebagai lawan bertarung.

__ADS_1


Bukan berarti Askar merasa kalah, tapi Askar sudah beralasan untuk tidak ikut campur dalam pertandingan kali ini.


"Kalau begitu bagaimana jika aku yang melawanmu." Karlina secara tiba-tiba mengajukan diri.


"Hei wanita aku tidak mengharapkan kau berbicara, karena sudah banyak sampah yang sudah aku kalahkan, jadi untuk apa aku harus menyingkir sampah yang lain." Payou tidak segan-segan menghujat Karlina.


Askar tidak menyukai cara bikin Payou... "Bukankah kau tidak sopan menganggap seorang wanita sebagai sampah."


"Aku tidak tertarik." Tegasnya.


"Jangan-jangan kau...." Askar beranggapan tentang hal lain.


"Apa ?, Aku juga tidak tertarik dengan lelaki, karena mereka yang kuat saja mampu membuatku tertarik." Jawab Payou.


"Kau itu tidak normal ." Sindir Askar dengan tatapan jijik.


Langkah Karlina di hentikan oleh Askar, ya lelaki ini terlalu kuat jika harus menjadi lawan Karlina, dan tidak ragu-ragu melukai lawan hingga berakibat fatal.


"Baiklah, aku yang akan melawanmu." Askar pun menerima.


Askar tidak menginginkan hal yang tidak baik menimpa Karlina atau pun Su yiu, karena hal itu, dia sendirilah yang akan maju.


Melompat tinggi dan berpijak kaki kokoh dihadapan Payou, Askar tidak ragu lagi untuk bertarung dengan sosok lelaki yang memiliki potensi sebagai lawan tangguh.


Dia pernah mempecundangi Remure Tianmu, Askar sendiri cukup kesulitan bertarung dengannya, tapi kini berbeda.


Peningkatan saat setelah berolah raga dengan Karlina, membawa dirinya memasuki lord alam setengah saint suci tahap awal, ini menjadi tolak ukur bahwa dia jauh lebih kuat dari kemarin.


"Aku tahu kau ingin bertarung denganku askar." Penuh percaya diri Payou mengatakan hal itu.


"Jika bisa aku katakan, aku tidak ingin bertarung melawanmu, tapi kau memaksa, dan aku pusing saat kau mengatakannya terus menerus." Balas Askar dengan hembusan nafas berat.


"Jadi apa yang kau inginkan."


"Aku akan membungkam mulutmu yang mudah saja menghina orang lain." Seketika tatapan Askar berubah tajam.


Sebilah pedang perak yang Askar keluarkan adalah pedang dewa pemangsa kematian. Melawan lelaki ini dia tidak bisa setengah-setengah.


Skill pemangsa gerbang ke lima murka penguasa.


"tunggu, pertandingan di hari ini sudah selesai, kalian berdua turun lah." ucap wasit yang secara tiba-tiba menghentikan mereka bertarung.

__ADS_1


__ADS_2