
Askar tidak bisa berbuat banyak dalam pertarungan melawan Quan Qian, dia terlalu kuat, sangat mustahil untuk dikalahkan bagi Askar di tingkatan yang sekarang.
Bahkan jika harus membuka gerbang ke enam raja penguasa, itu hanya setara sebagai lord alam setengah saint tahap akhir, sedangkan batas waktu selama tiga menit tidak mungkin cukup membuat Quan Qian kalah.
Saat ini pun, jika bukan karena penciptaan ruang dalam akselerasi penuh, dan penglihatan masa depan, tidak ada satu kesempatan pun untuk Askar bertahan untuk menangkis serangannya.
"Si*al hanya karena mencari mangga muda saja, aku mendapat masalah seperti ini, apa lagi kalau mencari istri baru." Gumam Askar yang kesal dan kesulitan melawan Quan Qian.
Askar dengan sadar tahu, jika sampai sekarang, lelaki berjuluk pendekar mata api itu belum menunjukkan kekuatan secara penuh.
Tapi tetap saja, Askar tidak bisa lepas konsentrasi dan kontrol terhadap penglihatan masa depan demi menjaga kepalanya agar tetap utuh.
"Kau mampu bertahan dalam serangan ke delapan puluh tujuh ku, itu menujukan seberapa tangguh kekuatan yang kau miliki." Ucap Quan menujukan pujian kepada Askar.
"Jangan bercanda tuan, itu karena anda masih menahan diri, jika memang dari awal Anda menujukan kekuatan penuh, sudah pasti hanya tersisa namaku saja." Balas Askar dengan senyuman terpaksa, sangat terpaksa.
"Oh, kau bisa tahu kalau aku hanya menggunakan setengah dari kekuatan penuh."
"Itu sudah jelas terlihat." Jawab Askar dengan wajah datar .... "Huuhh padahal awalnya aku hanya berniat mencari mangga muda tapi kenapa harus bertarung, apa tidak ada hari lain, lusa depan misalkan."
Askar mengeluhkan hal itu, jelas dia tidak menyangka kalau semua berakhir dengan posisi yang tidak pernah dibayangkan.
Terlebih lagi dengan kemampuan mata api yang meniadakan kehadiran Quan Qian, jelas kalau tidak akan ada bantuan dari para wali kerajaan untuk datang menyelamatkan dirinya.
"Aku tidak bisa melakukan itu, karena tujuanku adalah menyingkirkan mu hari ini juga." Jawab Quan Qian dengan santai.
"Sudah pasti begitu." Askar memang tahu, jika tidak mungkin dia melakukan tawar menawar untuk nyawa yang sudah dipastikan tewas.
"Aku pun tahu, jika kau masih menyimpan kekuatan lain, aku bisa melihat semuanya." Ucap Quan Qian dan menujukan senyum penuh makna.
Segera Askar menutupi selang*kangan dengan kedua tangan, mencari posisi agar tidak dilihat oleh mata milik Quan.
"Kenapa kau bersikap seakan aku sedang mengintipmu telan*jang." Lemas Quan yang melihat kelakuan Askar.
__ADS_1
"Hei ini memalukan anda tahu, aku merasa risih jika auratku terlihat orang lain." Balas Askar dengan kesal.
Seketika Askar berusaha menutupi auratnya, sosok Quan lenyap, mata Askar melihat semua gerakan yang menjadi arah serangannya, dan sangat berbahaya.
Satu gerakan salah, maka cakar tangan itu sudah menembus dada Askar dan menghancurkan jantungnya, Askar jelas berada dalam posisi tidak menguntungkan.
"Sungguh sangat membingungkan, aku merasa yakin jika kecepatanku tidak bisa diikuti oleh seorang setengah saint sekali pun, tapi kenapa kau yang hanya lord alam kaisar, masih bisa bertahan." Berkata Quan yang sangat heran.
"Sebuah keberuntungan mungkin." Santai saja Askar menjawab.
"Tidak ada sebuah keberuntungan yang datang sebanyak delapan puluh delapan kali."
"Kali aja aku sedang mujur."
"Kalau begitu, kita uji, apa kemujuranmu datang untuk ke delapan puluh sembilan kali." Tegas perkataan Quan yang mulai mengalirkan energi lebih besar dari biasanya.
Askar terkejut bukan main, dia tahu batasannya, biar pun mata penglihatan masa depan bisa membaca gerakan Quan, tapi hampir mustahil menahan dampak serangan itu.
Transformasi hukum kegelapan dan cahaya : golden darkness.
Pecah amor hitam transformasi kegelapan, walau tidak sampai menembus dada tapi kekuatan itu benar-benar luar biasa, gunung pun akan terbelah hanya dengan satu jari.
"Aku belum siap." Teriak Askar melakukan komplain.
"Untuk apa kau bersiap, jika pada akhirnya, kau akan mati." Balas Quan dengan nada suara serius.
Sekali lagi Quan Qian datang dengan kekuatan yang lebih tinggi dari sebelumnya, dirasakan oleh Askar, itu tidak hanya akan menghancurkan amor transformasi, tapi membunuhnya seketika.
Tanpa ragu lagi, Askar melompat jauh menghindar dari kerumunan, karena benturan serangan Quan Qian akan berdampak besar bagi orang-orang di sekitar.
Dan diatas langit itu, konsentrasi Askar semakin tinggi, berpusat dalam satu titik untuk menggunakan kekuatan terakhir sebagai penentuan.
Skill pemangsa gerbang ke enam raja penguasa.
__ADS_1
Ledakan besar membengkak hebat diatas langit malam kota Loyi, luapan aura merah, hitam dan emas menyebar ke seluruh penjuru.
Kekuatan Askar pun semakin meningkat menjadi setara seorang lord alam setengah saint tahap akhir, sama seperti Quan Qian, hanya saja, Askar tidak bisa bertahan lama.
'Peringatan : penggunakan skill pemangsa gerbang ke enam dibuka, batas waktu tiga menit, secara paksa akan di nonaktifkan demi meminimalisir terjadinya kerusakan.'
Suara Re bergema didalam pikiran Askar, dia tentu masih menjadi asisten pribadi Askar yang memantau setiap kondisi tubuh jika ada kesalahan.
Cakar Quan Qian menyala biru tua datang cepat menuju Askar, kekuatan yang dia gunakan sangat besar dan Askar tidak mungkin ragu saat mengambil keputusan.
Pedang dewa pemangsa kematian datang ditangan, kuat Askar bersiap dalam satu teknik yang menjadi andalan.
Teknik raja naga hitam : lintasan naga hitam.
Satu ayunan pedang diarahkan kepada Quan Qian, wujud naga sebesar gunung muncul saat garis lurus melintas.
Benturan besar terjadi, langit gelap gulita pecah dalam empat warna yang mengguncang angkasa, gelombang kejut kedua serangan mengguncang tanah hingga terangkat ke atas.
Askar tidak mungkin mempertahankan serangan lintasan naga hitam untuk waktu yang lama, dalam sepuluh nafas sudah dirasakan tekanan kuat yang menjalar ke seluruh tubuh.
Tapi sepintas tepat disebelah Askar, sosok lelaki yang dipenuhi luka segar dan bersimbah darah muncul.
Dia tampak amburadul, kacau balau dan sangat berantakan, tapi tetap cakar ditangan siap menyerang Askar.
"Sedikit lagi Askar, jika kau lebih kuat sedikit lagi, kau pasti akan membunuhku." Ucap Quan Qian dengan niat jelas.
Saat cakar itu datang, dan Askar hanya diam karena tidak memiliki kesempatan untuk pergi, satu kakek tua menunjukan diri, dimana sebuah pedang ditangan melintas cepat melewati leher Quan Qian.
"Loe teu yiu." Suara Quan Qian terdengar menyebutkan sebuah nama dan tiba-tiba lepas kepala itu dari tubuhnya.
(Note : untuk hari Minggu, kita libur dulu ya kakak.... kemunculan kakek loe teu yiu, adalah titik balik dimana Askar akan memahami segala alur cerita dan tujuan Dewa Davendra.
Termasuk juga kitab mukjizat yang diturunkan itu akan menjawab semua pertanyaan Askar mengenai tindakan dewa Davendra akan rencana masa depan nanti.
__ADS_1
Walau beberapa diantaranya masih menjadi misteri tapi semua alur cerita untuk Askar akan di ceritakan oleh Loe Teu yiu, sedangkan siapa kakek loe teu yiu ?, Apa hubungannya dengan Davendra itu ?.)