
Saat wali Jaga muncul, saat itu pula semua orang terdiam, jelas sekali dia menujukan sikap tegas dalam kewibawaan sebagai sosok terhormat.
Bahkan seorang ponakan yang sudah dilatihnya sejak kecil hingga dewasa tidak lepas dari kemarahan Jaga, ketika Erdo melakukan hal yang sembrono dan salah.
"Tuan Askar, maaf atas kelancangan keponakanku, anda bisa saja menolak keputusan tentang pertarungan ini, karena kami bersepuluh jelas menginginkan anda menjabat posisi Lord." Berkata Jaga yang menunduk hormat karena dia masih memegang teguh tanggung jawab.
"Itu tidak perlu, tuan Jaga, aku merasa kagum karena anda masih bersikap penuh dalam tanggung jawab sebagai seorang wali... tapi seorang yang tidak bisa mendapat kepercayaan dari rakyatnya, maka dia tidak bisa menjadi seorang pemimpin." Ucap Askar dengan sebuah niat untuk mengikuti keinginan Erdo serta orang lain.
Tentunya Askar tidak ingin melepaskan kesempatan untuk menghajar Erdo dalam pertandingan yang resmi, jika hanya asal pukul saja, pasti Askar dilihat sebagai sosok bersalah.
"Jika itu keinginan tuan Askar, kami para wali akan berunding untuk memutuskan apa keinginan anda bisa kami penuhi." Jawab Tuan Jaga yang segera melirik ke arah para wali lain.
Mereka bersepuluh saling tentu memiliki pendapat lain atas kejadian ini, tapi mendapat keputusan secara musyawarah tentu akan menjadi solusi tanpa adanya masalah.
Perbincangan yang terlihat rumit, karena kejadian ini akan menentukan masa depan alam semesta kerajaan bawah, dan pastinya para wali akan bertanggung jawab jika salah pilih.
Wali Jaga pun berjalan kembali ke hadapan semua orang dengan keputusan yang sudah dibuat secara bersama-sama.
"Baiklah, karena ini untuk menghindari masalah lain dan menjalin kepercayaan akan sosok pemimpin yang pantas menggantikan lord Sam, kami akan melakukan pertandingan." Ucapan Jaga tentu menjadi angin segar bagi semua orang.
Karena bagi mereka yang menentang keputusan Sam, kini masih memiliki kesempatan untuk membuktikan diri sebagai kandidat penerus kekuasaan alam semesta kerajaan bawah.
Dilihat oleh Jaga kepada Askar, dimana perasaan kuat dan hormat ditunjukan, Askar menganggap jika wali satu ini, memang menginginkan dirinya.
"Tuan Askar semoga anda beruntung." Ucap Tuan Jaga.
"Tidak ada kata beruntung, karena aku tidak percaya sebuah keberuntungan, melainkan kerja kerasku sendiri." Jawab Askar membalas perkataan Jaga dengan sopan dan hormat.
"Itu kalimat yang cukup bagus tuan Askar, tapi ingat, lawan anda bukan sosok sembarangan, karena masing-masing adalah murid dari para wali lain, termasuk juga Erdo, dia adalah muridku." Balas kembali tuan Jaga.
"Tentu saja, karena ini juga mempertaruhkan harga diriku."
__ADS_1
Mereka berlima adalah Erdo, Safir, Sagna, Resla, dan Klpan, lima kandidat yang sebelumnya ingin kesepuluh wali kerajaan alam semesta kerajaan bawah ambil sebagai pengganti lord Sam.
Dilihat dari aura yang keluar ditubuh mereka berlima, memang masing-masing adalah para jenius-jenius sejati dan jelas tidak lebih lemah dari Askar.
Walau itu masih belum bisa dibandingkan jika Askar menggunakan kekuatan skill pemangsa di pembukaan ketiga gerbang pertama.
Jika saat sekarang Askar hanya perlu menggunakan gerbang kedua keruntuhan surga itu lebih dari cukup untuk mengangkat dirinya hingga melampaui batas maksimal kekuatan para kandidat lain.
Tidak perlu repot-repot mencari hari lain untuk Askar bertarung dengan mereka berlima, karena setiap keluarga kandidat sangat percaya diri jika Askar bukan lawan yang serius.
Karena hal itu, sepuluh wali membawa semua orang ke ruang pelatihan istana, dimana tempah inilah Askar dan kelima kandidat lain akan bertarung.
Biar begitu, pertandingan kali ini adalah mereka berlima secara sepihak menguji Askar dalam satu pertarungan, sehingga Askar akan melawan lima jenius satu demi satu.
Memang ini seakan memberatkan Askar, tapi Askar santai saja menerima itu semua tanpa memikirkan konsekuensi, jika secara sengaja membuat Askar dalam posisi sulit.
"Tuan anda bisa menolak hal ini, karena akan merugikan anda." Ucap kembali tuan Jaga untuk meyakinkan Askar.
"Baiklah karena anda bilang begitu."
Bagi siapa pun yang mendengar pernyataan Askar, tentu seakan menyombongkan diri dengan cara salah, karena dia tidak tahu apa pun mengenai kelima kandidat.
Hanya Virnda saja yang pernah mencoba bertarung melawan Askar secara serius, dan nyatanya semua ucapan Askar bukan sekedar omong kosong belaka.
Dia yang seorang lord alam setengah saint suci tahap akhir, mampu di imbangi oleh Askar, itu sudah membuktikan seberapa besar kemampuan Askar di masa depan nanti.
Melihat Sam berjalan mendekat kepada Askar, dia cukup santai saat akan melihat Askar bertarung mempertaruhkan reputasi dirinya.
"Baiklah Askar, jangan mengkhawatirkan apa pun soal aku, kalahkan saja mereka." Berkata Sam yang mencoba menenangkan Askar.
"Aku tidak mengkhawatirkan mu, bahkan aku tidak perduli denganmu." Berkata Askar yang memang begitu adanya.
__ADS_1
Askar berjalan ke tengah area latihan, dimana lawannya pertama adalah kalpan, sosok lelaki bertubuh gemuk buntal dengan kekuatan sama sebagai lord alam kaisar.
Bersiap dalam kuda-kuda kemampuan beladiri pernafasan, tapi kini Askar pun memperkuat tubuh dengan aliran energi sehingga gabungan antara keduanya, menjadi serangan yang sangat kuat.
Terlebih untuk orang buntal seperti Kalpan, dimana ketebalan kulitnya itu ibarat dinding besi berjalan yang hampir mustahil di lukai oleh senjata.
Tapi tidak jika Askar menggunakan serangan seni beladiri pernafasan bukan bagian luar yang akan terluka, melainkan serangan untuk menghancurkan organ dalam.
Saat wasit pertandingan memulai...
Satu langkah cepat Askar lakukan, untuk awal Askar tidak menggunakan kekuatan pernafasan, hanya satu serangan pukulan biasa yang dilapisi oleh energi.
Dan memang benar, saat pukulan Askar menghantam tumpukan lemak itu, suara dentingan keras seakan dipukulnya dinding besi.
Ditambah lagi, energi yang ada ditangan Askar pun tidak sampai menyentuh permukaan kulit, karena ada penghalang untuk menghancurkan energi.
Askar sadar jika para kandidat bukan orang lemah, mereka juga pemilik kemampuan khusus yang sangat sulit dilawan.
"Aku rasa bocah Askar itu terkejut merasakan langsung kekuatan Kalpan."
"Ya dia bukan hanya pemilik bakat jenius, tapi juga tubuh ilahi yang mampu mendorong mundur kekuatan energi."
"Aku ingin tahu apa dia masih bisa menujukan kesombongannya saat berhadapan dengan lawan seperti Kalpan."
Hampir semua orang bisa mengerti bagaimana Askar terkejut karena bertarung dengan sosok tidak biasa.
Tapi saat mereka bisa tertawa-tawa ledakan besar meletus dari tubuh Kalpan hingga secara tiba-tiba dia jatuh ke lantai.
(Note : seperti biasa kakak, hari Minggu kita libur dulu ya, untuk rehat sejenak, refreshing otak dan mengisi kotak imajinasi... Hahaha.
Dan memang musim penghujan yang terus menerus datang, terkadang membuat kita tidak enak badan, jadi untuk para pembaca semua jaga kesehatan ok.)
__ADS_1