PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
beladiri pedang semesta


__ADS_3

Api merah berkobar besar membakar arena, suhu panas dirasakan semua orang, seakan menyamai nyala api dari binatang mistik Phoenix.


Tapi nyatanya kekuatan api Jariko tidak hanya dari energi elements saja, pedang yang dia miliki memiliki aura binatang kuno, dan itu sangat kuat.


"Kobaran api naga merah." Teriakan jurus bersiap menyerang su yiu.


Perwujudan sosok monster kadal bersayap tampak ganas saat ayunan pedang Jariko melepaskan serangan.


Su yiu tidak tinggal diam, dengan bersiap menggenggam pedang, sebuah aura abnormal muncul, gelombang energi hitam berkumpul di sekitar.


Askar menyaksikan sebuah perkembangan yang tampak jelas dari kekuatan dewa kematian didalam tubuh su yiu.


Energi kematian tanpa wujud itu membentur gelombang naga api dari Jariko, sedikit demi sedikit di tiadakan, dua kekuatan saling beradu, orang di sekitar terdorong mundur atas efek ledakan.


"Apa ini lelucon, mereka terlalu serius bertarung."


"Seorang lord alam kaisar, tidak mungkin memiliki kekuatan sebesar ini."


"Tapi nyatanya, dia mampu mengimbangi lord alam saint suci."


Tidak akan mereka percaya jika tidak melihatnya sendiri, karena Jariko bukan sembarangan, dan Su yiu menujukan seberapa besar kekuatan yang dia miliki.


Menahan nafas dan lupa untuk menghembuskan, retakan spasial terbentuk karena itensitas dua kekuatan melebihi batas yang diterima oleh ruang dimensi.


Walau begitu, Su yiu masih mampu melawan balik serangan api naga yang dia lawan dengan kekuatan penghancur realitas.


Selagi pertahanan Jariko terbuka, Su yiu bergerak maju dalam kecepatan tinggi, tidak ada kesempatan untuk lelaki ini pergi, dimana satu ayunan pedang datang dan mengarah langsung ke depan wajahnya.


"Jangan berpikir jika ini mudah nona Su yiu." Ucap Jariko dalam keadaan yang terdesak.


Dan saat pedang su yiu hanya berjarak beberapa centi, terbentuk lapisan api yang menutupi seluruh tubuh Jariko.


Tidak hanya itu, gerakan su yiu yang sudah terlalu dekat, terhentikan pula saat lapisan pelindung melepaskan energi pertahanan.


Tubuh su yiu terdorong mundur, sebuah luka bakar membekas di tangan, dan cukup berat rasa sakit harus di terima oleh Su Yiu.

__ADS_1


"Sungguh di sayangkan karena tubuh cantikmu harus terluka." Ucap Jariko dengan wajah menyesal.


"Terimakasih atas perhatiannya, tapi ini bukan masalah." Hanya saja Su yiu tidak berharap tanggapan apa pun dari lelaki ini.


Kekuatan dewa kematian yang su yiu miliki, jelas tidak hanya untuk menghancurkan sebuah serangan, melainkan semua realitas, termasuk luka pun dia lenyapkan tanpa bekas.


"Lihat, aku bisa melenyapkan luka yang aku terima." Ditunjukan tangannya kembali mulus tanpa cacat.


"Sebuah kekuatan yang sangat berguna." Jariko merasa kesal sendiri.


Jika orang lain membutuhkan waktu dalam proses regenerasi sel tubuh yang terluka, maka Su yiu dalam sekejap membuat realitas dirinya terluka di tiadakan.


Tapi sayangnya bukan berarti tidak ada efek bagi Su yiu, energi yang di butuhkan untuknya mengubah realitas, cukuplah besar, dalam beberapa kali penggunaan, dapat dengan mudah menghabiskan separuh kekuatan tanpa sisa.


"Baiklah ini cukup menyusahkan, tapi aku yakin anda pun memiliki batas penggunaan, jadi aku hanya perlu membuat anda kehabisan energi dengan kekuatan aneh itu." Berkata Jariko yang dianggapnya sebagai langkah tepat.


"Sebelum itu terjadi, kau sendiri yang akan kalah." Tapi jelas su yiu tidak berharap pertarungan ini akan berakhir lama sampai semua energi yang dia miliki habis.


"Jangan bercanda, karena sampai sekarang aku belum terkalahkan." Cukup sombong Jariko menujukan diri.


Hanya saja lawan yang kali ini adalah wanita tanpa tahu apa pun soal Jariko, dan tidak perduli dia anak siapa, tidak ada kata mengalah.


Dari tempat Askar, Gorongo mengkhawatirkan ketika Dia harus bertanggung jawab atas segala kejadian yang menimpa Su Yiu kepada Loe Teu Yiu.


"Askar bagaimana menurutmu ?, Apa su yiu bisa menang melawan Jariko." Gorongo bertanya dengan wajah cemas.


"Kenapa tuan guru bertanya kepadaku, bukankah soal pengalaman, anda jauh lebih banyak memakan asam garam cuka gula kehidupan ini." Jawab Askar dengan asal.


"Sayangnya aku tidak tahu apa pun soal Su yiu, jadi aku tidak bisa menerka-nerka seberapa besar kemungkinan dia akan menang." Tuan Gorongo membalas kembali pertanyaan Askar.


"Kalau begitu, apa Jariko memiliki serangan lain yang jauh lebih kuat."


Pertanyaan Askar adalah untuk mengukur seberapa besar kemampuan Jariko saat melawan Su yiu, dan Askar pun bisa memperkirakan sebesar apa peluang kemenangan su yiu.


"Kemungkin ada tiga serangan yang jauh lebih kuat dia miliki." Jawab Gorongo dengan paham.

__ADS_1


"Ini cukup mengkhawatirkan." Gumam Askar.


"Bukan hanya cukup, tapi sangat menghawatirkan, bahkan berbahaya." Terlihat ekspresi Gorongo benar-benar serius.


"Tapi apa itu tuan guru." Balik Askar bertanya.


"Dan itu adalah kekuatan serangan andalan dari Varjo de hores yang diajarkan kepada keturunannya." Perjelas Gorongo.


"Baiklah, ternyata serangan ini tidak berguna." Asal saja Askar menjawab.


"Jangan kau anggap kekuatan di tua Varjo itu biasa-biasa saja, ketiga serangan itu adalah tiga teknik membunuh yang sangat di takuti dari padepokan beladiri pedang semesta." Terlihat kesal karena Askar meremehkan Varjo.


Sosok ayah dari Varjo de hores sendiri adalah salah satu yang memang di akui oleh jagat raya sebagai ahli beladiri.


Dia pun menciptakan tiga teknik serangan yang mematikan, dan itu menjadi keahlian khusus diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya.


Tentu sebagai anak dari Varjo, Jariko mendapatkan hak untuk berlatih tiga serangan ini, dan dia pun menyimpan sebagai kartu As penentu kemenangan.


"Bagiku sendiri saat melawan Varjo, aku kalah karena tiga teknik membunuh ini, ya .... Hanya tuan Loe Teu Yiu saja yang bisa mematahkannya." Perjelas kembali Gorongo yang merasa kesal.


"Aku ingin tahu, seperti apa gerakan yang dia tunjukan." Ucap Askar dengan penasaran.


Jariko tidak lagi memiliki kesempatan menyerang, energi abnormal su yiu selalu mematahkan serangannya.


Bisa dikatakan kekalahan Jariko sudah didepan mata, itu akan membuat dirinya menanggung rasa malu, dimana satu orang yang mengalahkannya adalah seorang lord alam kaisar, wanita pula.


"Saat aku menggunakan teknik keluargaku ini, siapa sangka andalah yang akan merasakannya pertama kali." Jariko tidak lagi menyembunyikan teknik yang sengaja dia simpan.


Dan kini adalah saat yang tepat untuk dirinya menujukan satu dari ketiga teknik membunuh dari ajaran ayahnya.


Satu kaki maju menjadi awal pijakan, pedang yang dia tarik ke belakang, aliran energi berpusat di empat bagian, siku dan lutut.


"Beladiri Pedang semesta: teknik pertama, debu angkasa."


Secara tiba-tiba tubuh Jariko lenyap tanpa bekas, dalam ruang lingkup yang mengelilingi su yiu, tebasan pedang tidak terlihat mengarah cepat kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2