PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
Kobaran api naga merah


__ADS_3

Dia adalah lelaki yang segalanya didapatkan dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah, tanpa perlu membanting tulang demi memikirkan kebutuhan.


Jariko sudah memiliki semua yang dia butuhkan sebagai seorang pangeran, kecuali satu, wanita yang tidak pernah menjilat demi mencari perhatian.


Tapi siapa sangka, ketika Jariko menemukan wanita itu, dia sudah menjadi milik orang lain, dan tidak ada kesempatan bagi dirinya mendekat.


"Aku seperti seorang pecundang." Ucap Jariko sendiri.


"Lah sejak awal apa kau tidak sadar." Askar bergumam sendiri dengan sebuah sindiran.


"Aku sudah lama mencari wanita yang tidak melihatku sebagai pangeran atau pun status bangsawan demi mencari perhatian." Jariko merasa terhina dengan semua ini.


"Apa yang sedang kau katakan.... ah jadi selama ini kau berpikir jika Su Yiu ini belum memiliki pasangan, tapi maaf, dia adalah milikku." Jawab Askar dengan wajah tersenyum.


Atas kejadian ini, Jariko tidak lagi di tunjukan kepada Askar senyum sopan yang biasa tunjukan. Sikapnya berubah, aura marah dan niat membunuh cukup jelas terlihat.


Dia adalah putra Varjo de hores, dan Askar secara sengaja membuat lelaki ini kesal, karena tidak ada alasan untuk Askar bersikap sopan kepada Jariko.


"Jadi apa anda masih menginginkan pertandingan ini, atau pergi turun sembari menyesali hidup anda." Berkata Askar tanpa kasihan.


"Tidak.... tidak ada yang perlu aku sesali, tapi aku akan membuktikan, jika aku lebih layak disini." Jariko masih keras kepala.


"Kini aku tahu, kau bukan orang baik, kau hanya orang yang kehilangan obsesi, dan saat kau memiliki alasan untuk bertarung, sifat aslimu keluar." Askar dengan jelas menyindir Jariko.


"Ya, karena selama ini, tidak ada satu orang pun yang bisa menolak keinginan ku." Balas Jariko.


Askar beranjak turun, dia cukup percaya dengan kemampuan su yiu walau kini lawan yang dia hadapi adalah seorang lord alam saint suci tahap awal.


Walau belum secara penuh su yiu mengendalikan kekuatan dewa kematian, tapi itu masihlah cukup untuk bertarung melampaui batas tingkatan yang lebih tinggi.


Kini mereka berdua saling berhadapan dengan tatapan tidak sederhana, Jariko menujukan rasa marah karena penghinaan, dan Su yiu penuh semangat demi mendapatkan hadiah yang di janjikan olehnya.


"Nona Su yiu apa kau tidak mau berpikir ulang." Berkata Jariko sebelum bertarung.


"Untuk apa ?."

__ADS_1


"Lelaki seperti Askar itu, tidak cocok untuk bersanding dengan anda nona." Jelas Jariko berubah pendapat menjadikan Askar sebagai saingan.


"Mungkin kau memang benar." Jawab Su yiu tanpa ragu.


Mendengar itu, Askar merasa lemas..."Kenapa kau membenarkan ucapannya."


Askar tidak percaya jika perkataan Su yiu malah berbalik menyudutkan tunangannya ke dalam rasa malu.


Karlina bisa memahami ekspresi yang di tunjukan oleh Askar, dia tertawa sembari menutupi mulutnya.


"Tidak aku sangka, Su yiu tahu mana barang bagus dan barang bajakan." Balas Karlina yang mengejek Askar.


"Hei, aku tidak mau di bandingkan dengan lelaki itu." Askar pun menanggapi perkataan Karlina.


Dan dengan perasaan kesal, Askar memeras pan*tat molek Karlina hingga membuatnya terkejut, dimana tangan itu sedikit bergoyang di tempat yang salah.


Kembali ke Jariko dan Su yiu.


"Kalau begitu, pergilah bersamaku, dan aku akan berikan segala yang kau inginkan." Rayu Jariko merasa tahu apa keinginan Su yiu.


"Katakan padaku, apa itu." Jariko tidak mau kalah .


"Eeeee.... Hmmm, itu... Hmmm, intinya Askar lebih baik." Jawab Su Yiu bingung sendiri.


Siapa pun bisa menyadari jika Su Yiu tidak memiliki alasan untuk membela Askar, karena dia sendiri belum mengenalnya begitu intim.


"Kenapa aku merasa tidak ada hal baik yang aku miliki." Semakin lemas Askar bergumam.


Karlina semakin jelas tertawa, hingga dia kesulitan menahan suaranya dan terdengar langsung oleh Askar.


Askar berbisik ke telinga Karlina... "Aku akan memberikan hukuman kepadamu nanti."


Bisikan Askar itu membuat Karlina diam, wajah memerah dan melihat Askar dengan bingung.


Kini pertarungan Jariko dan Su yiu sudah dimulai, dimana serangan cepat membawa tubuh keduanya lenyap dari pandangan mata semua orang.

__ADS_1


Hanya beberapa orang bisa mengikuti gerakan mereka berdua, karena masing-masing adalah sosok ahli beladiri yang memiliki kemampuan bertarung tingkat tinggi.


Askar tahu jika Jariko bukan lawan yang mudah, tapi siapa sangka, itu membuat Su yiu terpojok, dia tidak bisa membalas, atau pun melayangkan satu serangan untuk memotong pedang Jariko.


Walau begitu su yiu masih mampu mengikuti setiap gerakan Jariko, tangkis demi tangkisan serangan membentuk gelombang energi yang meledak di sekitar arena.


Jika lawan sebelumnya tidak bisa berkutik untuk melawan Su yiu, tapi berbeda dengan Jariko yang nyatanya ada di tingkat berbeda.


Gelombang energi membentuk sayatan melengkung menuju ke arah su yiu, langkahnya terhenti, dia tidak bisa menghindar, atau mencari kesempatan melawan.


Semua orang sudah beranggapan ini adalah langkah akhir yang membuatnya kalah, tapi seketika, gelombang serangan Jariko pecah dan lenyap.


"Aku tidak mengerti, apa yang dilakukan oleh su yiu, kenapa semua serangan energi hancur sebelum mengenai tubuhnya." Satu orang bertanya bingung.


"Apa dia memiliki sebuah perisai energi untuk menahan serangan."


"Aku rasa tidak, jika memang ada, harusnya dia hanya berdiri diam dan tidak perlu menangkis pedang Jariko."


Tidak ada satu orang pun bisa menjelaskan tentang kemampuan abnormal yang dimiliki oleh Su Yiu, kecuali Askar.


Bagi siapa pun, kekuatan dewa kematian Lutos, adalah satu eksistensi diluar akal sehat mereka, dan itu sudah lenyap ratusan ribu tahun lalu.


Sekali pun mereka memiliki informasi tentang kekuatan penghancur realitas, tidak akan mengira jika su yiu adalah orang yang membawa takdir dari dewa Lutos.


Jariko menghentikan serangannya, dia berdiri beberapa meter dari tempat Su yiu, saling berhadapan, dan memberi waktu sebelum kembali bertarung.


"Aku memang pernah melihat sebuah kemampuan untuk mematahkan segala serangan, dan semua itu harus membutuhkan energi yang sangat besar, tapi anda tidak, apa itu sebenarnya ?." Bertanya Jariko merasa penasaran.


"Aku sendiri belum memahami kekuatan apa ini, yang pasti adalah aku bisa menggunakannya untuk mengalahkan mu." Balas Su yiu cukup percaya diri kepada kekuatannya.


"Baiklah, tapi bagaimana dengan ini." Jariko bersiap dalam kuda-kuda serangan dan pedang ditariknya kebelakang.


Kobaran api biru menyala di seluruh tubuh, pedang ditangan pun terbakar dengan panas luar biasa, siapa pun sadar, jika satu serangan ini, memiliki konsentrasi energi tingkat tinggi, dan mungkin mampu bersaing melawan para guru besar.


"Kobaran api naga merah." Itu nama jurus yang Jariko ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2