
Askar tidak tahu kenapa Suzong tidak menghentikan Omen untuk mengejar Sano, meski begitu, dia masih berdiri menghadang Askar yang berada dalam mode transformasi hukum kegelapan dan cahaya golden darkness.
Tapi ada maksud tertentu kenapa Suzong menghentikan Askar, meski wajahnya tertutup oleh pelindung kepala namun sedikit hal membuatnya tahu tentang siapa di balik itu.
"Dua ratus ribu tahun yang telah berlalu, aku akhirnya bertemu denganmu lagi, Asyura." Nama itu terucap dari mulut Suzong.
Payou yang berada di samping Suzong jelas bertanya-tanya dari mana datangnya spekulasi mengenai sosok Asyura yang kini datang.
"Tuan, apa anda yakin jika dia adalah Asyura." Bertanya Payou yang ragu-ragu untuk memastikan ucapan tuannya.
"Tentu saja, karena aku sudah pernah berhadapan langsung melawan dewa pemangsa." Jawab Suzong penuh keyakinan.
"Tapi kenapa baru sekarang dia menampakkan diri, kemana saja Asyura selama ini."
"Entahlah, mungkin dia pergi berlibur atau sekedar mengambil cuti." Asal saja jawaban Suzong.
Sebuah serangan besar akan kekuatan dewa pemangsa rising dragon road, membuat Suzong paham siapa yang mampu mengeluarkan kekuatan ini.
Dia adalah Asyura, dewa pemangsa yang pernah dihadapi olehnya di masa lalu, sedangkan dalam dua ratus ribu tahun terakhir kehadiran dari Asyura lenyap dari jagat raya.
Tidak ada satu pun berita tentang Asyura, beberapa orang menganggap jika dewa pemangsa telah lenyap, tapi para pemuja Asyura mempercayai bahwa dia belum tewas, dan masih bersembunyi di suatu tempat.
Dan saat ini, Suzong melihat sendiri dihadapannya adalah Asyura, dia sangat yakin, bahwa tidak ada satu orang pun selain dewa pemangsa yang mampu mengeluarkan kekuatan energi tingkat tinggi, berupa serangan berwujud naga hitam.
"Aku tidak akan memperkenalkan diri, tapi jika kau menganggap aku adalah Asyura, jadilah seperti yang kau kira." Balas Askar yang jelas masih merahasiakan identitas sejatinya.
"Terserah apa yang kau bicarakan Asyura, aku akan menyelesaikan urusan kita di masa lalu." Suzong pun menujukan ancaman dari sebuah tongkat pendek bertakhtakan berlian merah.
Askar tidak bisa bermain-main menghadapi makhluk satu ini, dia adalah lord alam keabadian tertinggi, dalam perbandingan yang nyata jelas kekuatan mereka seperti langit bumi dan jagat raya.
Satu ayunan tongkat membentur kekosongan angkasa, dimana energi yang keluar dari mata berlian merah mengalir kekuatan besar.
__ADS_1
Daya gravitasi membentur tubuh Askar, tubuhnya ditarik paksa, dan mendekat ke arah Suzong, saat itu juga sudah disiapkan sebuah serangan lain berupa elements api.
Jelas bukan elements api biasa, ini sudah masuk kedalam tingkat ke tiga, api biru. Ditambah lagi energi yang sejak awal memiliki konsentrasi kekuatan sebagai lord keabadian tertinggi.
Bola api biru membengkak sebesar gunung, dan siap membenturkan tubuh Askar ke arah serangan itu.
Tidak mungkin Askar hanya pasrah, pedang dewa pemangsa kematian berayun dan memotong energi tarik gravitasi yang mengikat tubuhnya.
Tapi serangan Suzong masih berlanjut, dan Askar hanya memiliki kesempatan untuk melawan balik bola api itu dengan kekuatan yang sama.
Askar menggunakan skill penciptaan elements api Phoenix.
Sun collapse, bola api merah darah membengkak besar menyamai kekuatan serangan Suzong, dimana benturan dua energi itu membuat angkasa bergetar hebat.
Tentu Askar merasakan bahwa kekuatan lawan satu ini benar-benar berniat untuk membunuhnya, jika saja dia tidak mengeluarkan seluruh kemampuan maka dia sendiri yang akan terbunuh.
"Apa kau sudah terlalu lemah Asyura." Ucap Suzong yang menujukan senyum mengejek kepada Askar.
"Aku tidak menyalahkan ucapanmu, tapi dengan kekuatanku sekarang, masihlah cukup untuk mengalahkan mu Suzong." Tegas jawaban Askar.
"Biar aku buktikan kepadamu." Askar tidak lagi menahan diri.
Skill pemangsa gerbang ke enam raja penguasa.
Ledakan energi membawa kekuatan semakin meningkat secara signifikan, dan Suzong pun terlihat semakin bersemangat untuk memberi perlawanan.
Askar beranjak maju dalam kecepatan tinggi, pedang dewa pemangsa kematian di tangan dia ayunkan dalam kekuatan maksimal.
Suzong pun memberi balasan yang menangkis pedang Askar, tongkat ditangan penguasa alam semesta keabadian jelas bukan senjata lord biasa.
Saling serang dan saling menangkis, gerakan yang mereka lakukan menjadi pertarungan antara dua lord alam keabadian tertinggi.
__ADS_1
Payou tidak bisa mengikuti setiap gerakan yang dilepaskan oleh Asyura, hanya Suzong masih terlihat santai tanpa merasa kesulitan untuk melawan balik.
"Kau harus tahu kebenarannya Asyura, bahwa kejadian saat itu adalah sebuah tujuan dari orang lain." Ucap sang penguasa alam semesta keabadian.
"Apa maksudmu...." Balik Askar bertanya.
"Saat kematian Dewi Lutos, atau pun penyerangan besar kediaman Dewi Sunawa, semua itu adalah rencana seseorang yang memerintah kami." Jawab Suzong.
Apa yang dibahas oleh Suzong adalah kejadian penyerangan terhadap alam semesta kerajaan suci, kampung halaman dari Dewi Sunawa.
Dan juga alasan kenapa mereka menjadikan Lutos sebagai musuh hingga tragedi akan akhir dari Dewi kematian.
"Jadi apa kau menganggap dengan menceritakan semua ini, namamu akan bersih tanpa dosa, sedangkan aku yang melihat perbuatanmu, bersama para penguasa alam semesta lain." Balas Askar yang tidak perduli untuk penjelasan Suzong.
"Hmmm aku tidak membantah hal itu dan aku pun ikut bersalah, tapi ingat Asyura, ada seseorang yang harus bertanggung jawab atas kesalahan kami." Suzong tidak membela diri, tapi dia mengikutsertakan seseorang yang jelas menjadi dalang dibalik tindakan mereka.
Biar pun Askar mencoba untuk menolak, dan tidak terpengaruh oleh perkataan Suzong, tapi jika kenyataan jauh lebih dalam dari dugaannya.
Maka untuk Askar, dia memiliki seorang musuh yang sejak awal sudah mengatur segala hal tanpa disadari, sedangkan apa yang diinginkan dari semua itu.
"Katakan kepadaku siapa orang yang kau maksudkan." Askar kini merasa tidak nyaman untuk tetap berpura-pura tidak perduli.
"Apa semudah itu, tentu tidak, jika kau bisa mengalahkanku, aku akan katakan siapa orang yang mengawali kehancuran para dewa awal penciptaan." Dengan jelas Suzong tidak berniat untuk menceritakan segalanya.
Ini terlalu mendadak, dimana perubahan alur yang tidak pernah dia ketahui muncul dan membuatnya bertanya-tanya.
Sedangkan sejak awal dia sudah memastikan bahwa para penguasa alam semesta adalah orang-orang yang memang berniat merebut kekuatan para dewa.
Tapi dibalik itu semua, tindakan mereka sangatlah rumit, apa yang disembunyikan oleh Suzong selama dua ratus ribu tahun terakhir.
"Apa kau pikir kami bisa mengalahkan Dewi Lutos, dia sangatlah kuat, bahkan untuk mengalahkan kami bukan hal sulit." Suzong mulai banyak bicara membuka kejadian masa lalu.
__ADS_1
Askar memang mengakui bahwa kematian Lutos sangatlah mustahil, biar pun saat itu dia telah menghabiskan kekuatan Dewi kematian, Lutos masih terlalu kuat bagi mereka.
kecuali.... "Dia adalah orang yang memiliki kekuatan melebihi Lutos."