PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
kebijakan


__ADS_3

Askar sudah siap dengan pedang dewa pemangsa kematian ditangan, pembukaan skill pemangsa gerbang kelima murka penguasa pun tidak ragu dia gunakan.


Kekuatan Askar melonjak naik hingga melampaui tiga tingkat diatasnya, kesetaraan sebagai lord alam saint suci tahap awal.


Ini pun masih belum dia keluarkan semua kekuatan secara penuh, dimana perubahan transformasi hukum kegelapan dan cahaya golden darkness, masih bisa mengangkat dua tingkat lagi.


Tapi dia tidak ingin membuka semua kekuatan rahasianya, karena tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, jika informasi tentang dirinya diketahui secara lengkap.


"Ini dia, kau mungkin bisa membuang kebosananku karena lawan lemah seperti mereka semua." Senyum penuh semangat di tunjukan oleh payou.


Dia tidak mengada-ada soal kekuatan miliknya itu, sebagai orang yang gila akan bertarung, menemukan seseorang untuk menjadi lawan sepadan, adalah sebuah keinginan untuk Payou.


Pedang yang dia genggam erat, aliran energi pun sudah memenuhi seluruh tubuh, satu langkah dia ambil.


"Tunggu sebentar, kalian berdua berhenti, pertandingan hari ini sudah berakhir." Tegas ucapan wasit yang membuat keduanya diam.


Tidak menyenangkan wajah Payou, dia yang menantikan Askar untuk bertarung, kini harus terhenti karena wasit.


"Sit, tolong satu pertandingan ini saja." Berkata Jariko dengan nada kecewa atas keputusan wasit, dan dia pun meminta.


"Tidak bisa, peraturan tetap peraturan, jika kau mau bertarung, besok saja di lanjutkan." Tapi wasit tetap kukuh untuk tetap menghentikan pertandingan ini.


"Apa tidak ada kebijakan." Payou pun meminta dengan memelas.


"Apanya yang kebijakan ?, Aku saja tidak menerima gaji lembur untuk pertandingan di luar jam kerja, jadi kenapa aku harus membuang waktu untuk mengurus kalian berdua."


Payou seakan tidak bisa membantah perkataan wasit, dimana dia pun mematuhi apa yang dikatakan dan menaruh kembali pedang kedalam ruang penyimpanan.


Begitu juga dengan Askar, dia cukup lega karena wasit menghentikan pertarungannya dengan Payou.


"Sungguh sangat disayangkan kita tidak bisa melanjutkan ini askar." Payou masih belum melepaskan pandangan tatapan mata tajam kepada Askar.


"Aku tidak masalah dengan ini." Tapi santai Askar menjawab.


"Besok, ingat kau harus siap bertarung."


"Jangan khawatir, aku sudah memutuskan, dan aku tidak akan pergi." Balas Askar.

__ADS_1


Askar beranjak turun dari atas arena, Gorongo secara langsung menunggu Askar dibawah, wajah rumit tidak bisa dijelaskan secara mudah, seakan dia ingin mempertanyakan tindakan Askar.


Sebagai orang yang bertanggung jawab atas keselamatan Askar dan Su yiu, dia tidak ingin terjadi hal buruk kepada mereka berdua.


Terlebih lagi, Askar adalah orang yang akan menjadi pemeran penting dalam rencana menghancurkan tujuan varjo.


Semua yang sudah di persiapkan tentu akan menjadi percuma, jika pertarungan melawan Payou membuatnya terluka dan berakibat buruk terhadap Askar.


"Kau tahu seberapa besar pengeluaranku untuk membuat dokumen palsu agar kau bisa memasuki turnamen nanti." Berkata Gorongo sedikit berbisik agar tidak ada yang mengetahui tentang percakapan mereka.


"Tenang saja tuan guru, aku tahu apa yang aku lakukan, jika pun aku tidak bisa mengalahkan Payou, aku siap untuk menyerah." Askar menjawab seakan itu tidak menjadi hal penting.


"Tapi ini jelas sangat buruk, lawanmu seperti ingin bertarung dengan niat membunuh." Gorongo tidak bisa lepas rasa khawatirnya.


"Aku pun bisa merasakannya, tapi bukan berarti aku akan kalah dengan mudah." Askar cukup percaya diri dengan kekuatan sekarang.


Jelas Askar sudah memperhitungkan langkah-langkah dan berbagai metode yang bisa dia gunakan untuk melawan Payou.


Walau tidak seratus persen memberi Askar kemenangan, tapi dia cukup yakin dengan keputusan yang sudah dia pilih.


"Terserah kau saja Askar, yang jelas jika memang Payou itu terlalu kuat, kau harus menyerah." Gorongo memberi peringatan.


"Sudahlah jangan banyak alasan, lakukan saja apa yang aku katakan." Tegas Gorongo memotong ucapan Askar.


"Aku mengerti."


*******


Dari sudut pandang Payou...


Perlahan dirinya melangkah turun, Payou menyaksikan tatapan semua orang dan para guru besar dari masing-masing murid yang sudah dia kalahkan.


Tidak ada orang yang tahu tentang asal usulnya, mereka hanya mengira jika dia tidak lebih seorang pengawal Jariko dan bertindak seperti keinginan sang tuan.


Payou tidak perduli jika orang lain tidak menyukai sikap yang dia gunakan, kecuali kepada Jariko, karena sejak awal, tugasnya hanya mematuhi keinginan keluarga kerajaan beladiri saja.


Semua bukan tanpa alasan, dimana ini menjadi penebusan dosa atas perbuatannya terhadap alam semesta keabadian dan janji kepada suzong.

__ADS_1


Jariko berjalan dengan pasti mendekati Payou, wajah tidak berubah untuk tetap tersenyum, walau kekesalan saat kalah menawan Su yiu bisa dilihat oleh siapa pun.


"Tuan apa kau sudah baikan." Bertanya Payou kepada Jariko.


"Baikan apa ?, Aku tidak mungkin bisa membuang rasa malu karena kekalahan ini."


"Kalau begitu apa perlu aku bantu menyingkirkan ******** anda."


Sejenak senyum palsu Jariko berubah terkejut karena ucapan Payou, sembari menutupi apa yang tersimpan di balik celana, tidak ditunjukan jika pengawalnya ini sedang bercanda.


"Itu... Tidak perlu, aku masih membutuhkannya."


"Apa anda tahu tuan, aku mengikuti anda adalah karena perintah dari tuan Varjo, tapi aku tidak menyangka, jika anda bisa dikalahkan oleh wanita yang lebih lemah." Berkata Payou secara halus dia menyindir Jariko.


Bagaimana pun Payou masih bisa tersenyum dan berbicara sopan, walau dari cara dia mengungkapkan isi pikirannya, tidak ada satu pun alasan, untuk lelaki ini menghormati sosok Jariko, selain tugas yang di berikan untuk Suzou.


Tapi siapa sangka, hanya karena satu kondisi, menujukan sikap yang berbeda dari biasa, tentu ini membuat Jariko gagal paham.


Melangkah pergi meninggalkan Jariko yang masih syok atas ucapan Payou, selama ini apa yang dia ketahui bahwa pengawal itu sangat patuh untuk setiap perintah darinya.


"Selama ini aku mengira jika Jariko adalah orang yang di ramalkan oleh leluhur, nyatanya bukan." Gumam Payou sendirian.


Saat merasakan ada sesuatu yang membuat Payou pikirannya terganggu, Kini dia bersembunyi di balik semak-semak dan mengeluarkan sebuah bola kristal.


Aliran energi dari Payou memunculkan sebuah gambar wajah lelaki muda yang berkisar belasan tahun menuju dewasa.


Berubah wajah Payou menjadi patuh, sikapnya tenang dan menujukan rasa hormat tinggi atas perwujudan gambar sosok didalam bola kristal.


"Payou apa yang membuatmu menghubungi ku." Berkata sosok yang Payou hubungi dengan item komunikasi khusus.


"Tuan Suzou ini tentang orang yang anda perintahkan untuk mencarinya." Ucap Payou dengan sikap sopan kepada lord alam keabadian.


"Oh, jadi bagaimana, apa Jariko adalah orang seperti yang dikatakan leluhur." bertanya sosok itu atas nama Jariko.


"Bukan dia tuan, memang orang itu ada di alam semesta kerajaan beladiri, tapi atas urusan lain."


"Itu tidak masalah, awasi dia, saat turnamen di mulai aku akan datang sebagai tamu." Berkata Suzou yang memberi perintah lain.

__ADS_1


Dan kenyatannya ada alasan dibalik tujuan Payou yang di bawa oleh sang penguasa alam semesta keabadian ini, hingga kini tidak ada yang menyadari tindakan lelaki itu dalam berpura-pura patuh.


__ADS_2