PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
satu tamparan


__ADS_3

Askar masih berdiri diatas arena, belum dikalahkan oleh siapa pun, bahkan untuk sekedar terluka, bagi beberapa orang itu sudah menujukan ketangguhan sosok yang dinyatakan sebagai anak dari lord Sam.


"Askar jangan senang dulu, karena aku yang akan melawanmu sekarang." Suara itu datang dan sosok Erdo melompat tinggi, koprol lima kali kemudian berhenti tepat lima meter dihadapan Askar.


Hanya saja, wajah Askar ditujukan senyum kecewa karena melihat Erdo datang, seperti mengejek, dan jelas-jelas tidak mengira lelaki itu masih berani melawannya.


"Apa-apaan ekspresi mu itu." Ucap Erdo yang merasa kesal melihat senyuman Askar.


"Hanya saja aku pikir kau akan datang terakhir, ketika aku sudah mengalahkan semua kandidat." Berkata Askar seperti yang biasa terjadi dalam pertarungan dalam cerita novel.


"Tidak perlu bertele-tele, aku datang dan aku akan mengalahkan mu sekarang." Tegas Erdo dengan kesombongan di kepala.


"Baiklah, kau jual, aku buat kau gulung tikar, tidak ada kata takut hanya melawan orang sepertimu." Balas Askar dengan tatapan serius.


Erdo, jelas dia memiliki kekuatan yang sama dengan Kalpan, Resla atau pun Sagna, hanya Safir saja kandidat termuda dan yang paling lemah.


Memang Askar belum melihat seberapa tinggi kemampuan yang Erdo miliki, sampai saat ini, kepercayaan diri untuk mengalahkan dia tetaplah ada.


"Jangan anggap remeh anakku Askar, sebelum kau menyesal lebih baik menyerah saat ini juga." Saut Satya dari bangku penonton dan tentunya memberikan semangat untuk Erdo.


"Menganggap remeh, aku tidak pernah meremehkan siapa pun, hanya saja aku memiliki keyakinan, jika satu tamparan saja cukup membuat otaknya pindah ke dengkul." Balas Askar dengan tersenyum.


Perkataan Askar memberikan dampak besar bagi pendapat semua orang, tentunya mereka menganggap Askar sangat gegabah dalam bicara.


Tapi mereka tidak pernah menyaksikan secara langsung, kekuatan Askar dalam kondisi penuh, walau saat Askar melawan Kalpan, masih belum cukup memberikan bukti tentang kemampuannya.


"Jika memang itu benar, lakukan, satu tamparan tidak lebih, aku kalah, aku akui kau yang pantas menjadi lord." Tegas ucapan Erdo mengacungkan satu jari ke arah Askar.


"Itu tidak masalah, tapi jangan salahkan aku, kalau kau menyesal karena hal ini." Balas Askar.


"Aku tidak pernah menyesal."


Askar bukan orang yang sesumbar dalam hal bicara, dia akan mengatakan sesuai dengan kemampuannya, tidak berlebihan, hanya melakukan apa yang bisa dia lakukan.


Terlebih lagi, hanya satu-satunya orang yang melihat kekuatan Askar secara penuh, dia adalah Virnda, dan tampak senyum jelas melengkung diwajahnya.


Skill pemangsa gerbang ketiga Penghakiman neraka.


Ledakan energi mulai bangkit didalam tubuh Askar, biar pun orang lain hanya melihat kekuatannya sebagai seorang lord alam kaisar tahap akhir, tapi kesetaraannya sama dengan lord alam guru tahap menengah.


Ini lebih dari cukup untuk membungkam mulut Erdo yang merasa mampu melawan satu tamparan Askar dan menghajarnya hingga kalah.

__ADS_1


Gerakan cepat Erdo lenyap dari pandangan semua orang, secara tiba-tiba muncul dihadapan Askar dan bersiap melayangkan serangan energi.


Tapi seperti perjanjiannya, satu tamparan melayang ke pipi Erdo, ledakan kuat menggema ke seluruh ruangan,


Seketika tubuh Erdo jatuh, kejang-kejang dan ngelag, Askar benar-benar mengalahkannya dalam satu tamparan.


Semua orang terkejut, bahkan nafas Satya berhenti sejenak karena menyaksikan sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam hidupnya.


*******


Lepas dari kekalahan Erdo, kini dua sosok yang menjadi penantang bagi Askar tidak memberikan sedikit pun waktu untuknya beristirahat.


Mereka sudah berdiri bersama, dua sosok lelaki dan perempuan yang secara tangguh dengan aura kuat tidak biasa, Sagna dan Resla.


"Aku yang pertama kali melompat ke atas sini, jadi seharusnya kau turun Sagna." Wanita itu, Resla berbicara kepada lelaki tepat di sampingnya.


"Tidak ada peraturan siapa yang pertama kali melompat untuk bertarung, jadi siapa pun bisa melawan Askar saat ini juga." Balas Sagna dengan nada tidak menyenangkan.


"Tapi ini pertarungan satu lawan satu, jadi harusnya siapa cepat dia dapat." Resla tidak mau kalah.


"Memangnya ini pertandingan kuis."


"Kau turun cepat."


"Udah salah, sombong pula."


"Itu lebih baik, daripada kau, udah benar, gak mau sombong pula, salah sendiri."


Askar tidak tahu harus berkata apa, mereka berdua saling sibuk dalam urusan masing-masing, bahkan kehadiran Askar yang menjadi lawan pun seakan tidak diperdulikan.


Akan tetapi di lihat ke sekeliling, orang-orang terlihat santai melihat keributan mereka berdua, seakan bukan hal yang aneh dan biasa terjadi.


"Kalau begitu bagaimana kalau aku yang turun, sampai kalian berdua menyelesaikan masalah ini." Saut Askar ditengah-tengah dua orang yang saling berbicara dengan sengit.


"Kau tetap disini."


"kau tetap disini."


Jawab keduanya dengan keras dan bersamaan, hingga Askar terkejut sendiri pula.


"Kalau kalian bisa kompak begitu, kenapa harus ribut." Balas Askar karena tidak nyaman melihat mereka saling beradu mulut.

__ADS_1


"Apa kau memiliki cara yang lebih baik." Bertanya Sagna dengan tenang.


"Baiklah, untuk mempersingkat waktu dan menghindari keributan berlebih, bagiamana kalau kalian berdua lawan aku bersama-sama."


"Oh, oh, oh, ternyata kau memiliki kepercayaan diri tinggi untuk melawan kami berdua sekaligus."


"Aku hanya menghindari kalian dari permasalahan yang tidak perlu."


"Apa kau tahu Askar, melawan satu dari kami memang pilihan baik, tapi jika kami berdua yang melawanmu, itu adalah pilihan yang buruk, sangat buruk."


"Hmm bagaimana bisa."


"Karena kami berdua adalah satu pasangan bertarung, harimau dan phoenix, dari satu guru, master Esa."


Askar memang terkejut, tapi tetap berada dalam kondisi tenang, walau keduanya adalah satu pasangan bertarung, ini jelas menjadi masalah cukup besar.


Terlebih lagi guru mereka berdua adalah kakek Esa, sosok terkuat diantara sepuluh wali lain, tentu kemampuan Resla dan Sagna sangat luar biasa.


"Jadi apa masalahnya, aku tidak terlalu memikirkan hal itu."


"Jika kami berdua sama dengan seorang lord alam kaisar tahap akhir, tapi jika kami bertarung bersama, bahkan lord alam guru tahap akhir sekali pun akan kesulitan."


"Tenang saja, jangan khawatir, aku pasti memberi perlawanan yang sengit."


"Kalau begitu, kami tidak akan ragu."


Sagna pemilik gara bertarung pukulan Harimau dan Resla dengan gaya bertarung sebagai tarian Phoenix, setiap orang di alam semesta kerajaan bawah tentu tahu seberapa kuat mereka.


Askar yang berdiri sendirian tentu menjadi bahan tertawaan untuk semua orang, karena bagi mereka kepercayaan diri itu sampai menyumbat otaknya.


"Dia terlalu meremehkan Sagna dan Resla."


"Kasih dia tahu, seberapa mengerikan seni beladiri harimau dan phoenix."


"Semoga kau sadar Askar, biar pun kepala kau diatas langit, tapi kakimu masih berpijak di tanah."


"Biar pun kau mampu mengalahkan Kalpan dan safir, Sagna dan Resla adalah pasangan yang tidak mungkin bisa kau kalahkan."


Dan nyatanya semua komentar dari para penonton adalah bukti, bahwa mereka mengejek keputusan Askar untuk melawan keduanya seorang diri.


"Biar pun kau sendirian, kami tidak akan segan Askar."

__ADS_1


"Siapa yang bilang aku sendirian, Aza El haramale keluarlah."


__ADS_2