PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
pertemuan tidak terduga


__ADS_3

Kota kerajaan beladiri, dikejutkan oleh sebuah berita.....


Perbincangan tentang kekalahan Le Wei mulai tersebar luas dengan kecepatan mengerikan, dan itu sudah diketahui hampir semua orang di kota kerajaan.


Banyak yang menyesal, sebab mereka mempercayai bahwa Le Wei adalah orang dengan pastinya memenangkan seleksi.


"Hei apa kau sudah mendengarnya."


"Apa ?."


"Le Wei dikalahkan oleh seseorang."


"Benarkah seperti itu."


"Tentu saja, aku mendengar berita ini kemarin, seseorang yang keluar dari hutan neraka hijau menceritakan kalau Le Wei kalah hanya dengan satu serangan."


"Sial."


"Kenapa kau kesal begitu, kan dia yang kalah."


"Aku memasang taruhan atas nama Le Wei, aku kira dia benar-benar hebat seperti yang di bicarakan oleh orang-orang."


"Kau salah, dia memang sangat kuat, bahkan Le Wei menjadi tiga orang yang di gadang-gadang akan memenangkan turnamen kali ini, tapi lawannya itu jauh lebih kuat darinya."


"Kalah tetaplah kalah, tidak ada seorang pecundang yang mendapatkan mendali."


Tapi diatas langit masih ada langit, biar pun dia adalah yang terkuat di generasi muda tetap saja kalah, bahkan oleh seseorang tanpa di ketahui darimana asalnya.


Tidak ada yang mengetahui siapa nama lelaki itu, membayangkan bahwa dia mampu mengalahkan satu generasi muda terbaik hanya dengan satu serangan, bukanlah tidak mungkin di masa depan nanti dia akan mendapatkan takhta alam semesta kerajaan beladiri.


Bagaimana pun juga, penobatan penguasa alam semesta kerajaan beladiri dilakukan dengan sebuah pertarungan, bagi mereka yang di rasa cukup mampu mengalahkan Varjo de hores.


Maka secara otomatis, dia akan menjadi seorang penguasa selanjutnya dari alam semesta kerajaan beladiri, tapi jika tidak, kekuasan itu akan di turunkan dari garis keturunan keluarganya.


Tidak jauh dari obrolan kedua orang itu, dua sosok jelas mendengar segala percakapan yang mereka ucapkan.


Dia adalah Payou, dan satu orang lelaki muda yang dengan kemampuan khusus menyembunyikan diri atas kekuatan besar sebagai seorang penguasa alam semesta keabadian.


Payou cukup akrab untuk sekedar menemani tuannya makan dan berkeliling kota, tapi siapa sangka banyak berita tentang kekalahan Le Wei dari setiap mulut.

__ADS_1


Payou tersenyum, Suzong merasa aneh, tapi seakan tahu alasan dibalik wajah lelaki yang dia serahkan ke alam semesta kerajaan beladiri untuk suatu tujuan.


"Tuanku, aku merasa jika lelaki yang mengalahkan Le Wei itu adalah Askar." Ucap Payou.


"Darimana kau yakin tentang dia." Suzong pun balik bertanya.


"Aku pernah sekali bertarung dengan Le Wei dia menang kuat, tapi belum mampu mengalahkan ku, karena aku sendiri belum serius dalam menggunakan kekuatan penuh." Terdengar sombong namun itu kenyataan.


"Lantas bagaimana mungkin Askar bisa mengalahkannya."


"Karena hanya dia yang aku akui dan mungkin memenangkan turnamen kali ini."


Suzong pun mengangguk paham untuk cara berpikir salah satu bawahan yang sangat dia percaya, saat menunjuk Askar sebagai anak lelaki dalam ramalan seperti perkiraan leluhur mereka.


"Ngomong-ngomong, apa kau tahu siapa lelaki besar disana." Bertanya Suzong atas seseorang yang duduk di ujung.


"Dia ?, Kenapa dengan dia tuan." Payou masih belum bisa memahami.


"Aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat dan juga aura yang dikeluarkan oleh lelaki itu sangatlah tidak biasa." Suzong jelas memperhatikan.


"Anda benar, aku bisa merasakan ada energi dari kekuatan yang menyerupai energi bintang." Itu yang Payou ketahui.


Bagi mereka berdua, kehadiran seseorang dari alam semesta samudera bintang terbilang sangat aneh, dimana tidak ada kabar apa pun jika mereka akan datang.


Baik Suzong atau pun Payou jelas waspada, sebab mereka sangat paham atas seluk beluk tentang ketua dari 88 rasi bintang, Hydra.


"Tuan, apa perlu aku menghampirinya dan bertanya." Payou mengajukan diri.


"Itu lebih baik, aku hanya tidak ingin dia mengganggu urusan kita disini."


"Baik tuanku."


Di sisi lain... lelaki bertubuh tinggi besar sedikit gemuk, duduk dengan raut wajah serius, dia yang sibuk menghabiskan makanan di mulutnya, secara multitalenta mendengar perkataan semua orang.


Tapi tidak perduli atas semua berita itu, dia memiliki tujuannya sendiri untuk datang ke alam semesta kerajaan beladiri.


Sebagai tugas dalam penebusan dosa yang telah dia lakukan karena menyerang Alam semesta awal penciptaan dan membuat Davendra marah.


Tentu itu bukan hal sepele, sebab Hydra sendiri tidak ingin membuat masalah dengan satu dewa awal penciptaan yang tersisa.

__ADS_1


Merebut Silviana dari tangan varjo de hores, namun tidak diperbolehkan oleh Hydra menujukan identitas diri sebagai penguasa bintang Taurus.


Secara mengejutkan dia yang masih sibuk menikmati sarapan pagi di rumah makan tengah kota, kedatangan seorang tamu yang tidak di kenal.


"Tuan, tempat ini sudah aku pesan untukku seorang, jadi bisa anda pergi dari sini." Berkata Sano dengan nada tidak menyenangkan.


"Kau terlalu berlebihan, aku hanya sekedar menyapa, tuan." Tersenyum Payou sekedar berbasa basi.


"Aku tidak mengenalmu, jadi atas dasar apa ku menyapaku."


"Bisa aku katakan, jika aku tahu siapa kau sebenarnya, tuan dari alam semesta samudera bintang." Senyum dari Payou membuka semua hal yang di sembunyikan oleh Sano.


Satu sendok sudah masuk kedalam mulut Sano, sekalian saja dia kunyah dan menelannya, karena ucapan Payou sendiri sudah mengetahui tentang energi yang sengaja dia sembunyikan.


Kini Payou mendapat perhatian dari Sano, atas perintah yang diberikan oleh Hydra untuk tidak mengekspose jati dirinya, ada niat membunuh kepadanya.


"Siapa kau sebenarnya." Sano menjadi waspada.


"Aku ?, Aku hanya kaki tangan dari penguasa alam semesta keabadian."


"Jadi begitu, karena kau sudah tahu maka...." Mengepal tangan Sano dan bisa saja dia melepaskan satu pukulan kepada Payou.


"Santai saja tuan, aku sadar kau memiliki urusan di tempat ini, dan aku tidak ada niat untuk menganggu, tapi tuanku ingin tahu apa tujuanmu."


Payou tidak ingin menggunakan kekerasan terhadap Sano, dimana perbandingan kekuatan pun Sano masihlah setara.


"Tuanmu." Sano pun mengarahkan pandangannya kepada seseorang yang ditunjuk oleh payou.


Sontak saja, rasa terkejut ketika tahu siapa lelaki muda yang duduk diam dengan tatapan serius dan sebuah senyuman.


"Suzong, penguasa alam semesta keabadian." Gumamnya dengan wajah terkejut.


"Itu benar."


"Jadi apa kau sedang mengancam ku." Sano paham jika Suzong bukan lawan yang bisa dia kalahkan.


"Tidak, tidak, aku tidak mengancam, hanya saja tuanku tidak ingin kau menganggu tujuan kami, karena itu dia ingin tahu apa yang kau lakukan disini."


"Baiklah.... Ini tentang Silviana." Mulai bercerita tentang maksud dan tujuannya.

__ADS_1


Walau tidak semua hal diceritakan oleh Sano, tapi beberapa poin penting seperti dia ditugaskan untuk mengambil Silviana dari Varjo dengan jujur dia katakan.


__ADS_2