
Alam semesta kerajaan beladiri.
Perguruan beladiri pedang semesta.
Sebuah tempat pelatihan bagi orang-orang wilayah alam semesta kerajaan beladiri yang tentunya memiliki nilai historis penuh kebanggaan.
Salah satunya adalah sang penguasa pedang, Loe Teu Yiu, karena dia pernah menjadi bagian dari perguruan beladiri pedang semesta.
Walau pun, Loe Teu Yiu mengakui bahwa pencapaian yang dia dapatkan selama ini, karena perjalanannya mengelilingi jagat raya untuk mencari kekuatan.
Tapi sepak terjang sebagai sang penguasa pedang, tentu tidak luput dari nama perguruan yang mengaku sebagai awal dia memulai nama besarnya.
Kejeniusan Loe Teu Yiu memang terlihat dari seorang guru yang menemukan dirinya dalam kehidupan sengsara di sebuah planet tempat orang-orang terbuang.
Kedua orang tua yang hidup tanpa status jelas di alam semesta kerajaan beladiri, membuat Loe Teu Yiu harus merasakan pahitnya kehidupan.
Di planet itu, mereka yang tidak memiliki bakat, atau pun di bawah rata-rata akan tersingkirkan, ini menjadi kebijakan yang diambil oleh penguasa kerajaan beladiri.
Hanya saja, dia tidak serta merta menyerah dalam nasib dan terus meningkat ke jurang kesengsaraan, hingga dia bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan.
Edurado de hores, ayah dari Varjo de hores, yang dimana sebelumnya dia adalah tuan dari perguruan beladiri pedang tanpa tanding.
Melihat bagaimana Loe Teu Yiu berlatih seorang diri, namun pahaman tentang sebuah pedang yang tidak sembarang orang mampu mencapainya, menjadikan Eduardo de hores tertarik.
Dan di situlah Loe Teu Yiu mengawali nama besarnya, sebagai murid Eduardo, hingga dia bisa membawa kedua orang tuanya keluar dari planet orang-orang yang terbuang.
Kisah ini sudah menjadi berita lama, dan Loe Teu Yiu pun melepaskan diri untuk terikat dengan alam semesta kerajaan beladiri, namun janji kepada gurunya masih dia patuhi.
Oleh sebab itu Loe Teu Yiu tidak bisa berbuat banyak untuk sekedar melawan Varjo de hores, dan permasalahan alam semesta kerajaan suci, dia tidak bisa ikut campur.
Tapi kini Loe Teu Yiu dengan sendirinya datang kembali setelah puluhan ribu tahun tidak berkunjung, ini pun karena satu alasan yaitu bertemu para tuan di perguruan beladiri pedang semesta.
__ADS_1
Saat Loe Teu Yiu menginjakkan kaki di pelataran perguruan beladiri pedang semesta setiap mata mengarah jelas kepadanya.
Tentu mereka kenal siapa sosok dari sang penguasa dari alam semesta pedang tanpa tanding, karena dia memang sangat terkenal, dimana Loe Teu Yiu saja yang mampu bersaing dengan penguasa naga, Long Wang.
"Bukankah itu penguasa pedang."
"Sungguh aku tidak percaya bisa melihat sang legenda datang."
"Aku bisa menyombongkan diri karena berlatih di sini."
Loe Teu Yiu benar-benar sosok terkenal yang sangat di kagumi oleh banyak orang, terlebih lagi bagi mereka di alam kerajaan beladiri.
"Anak muda, dimana si tua Gorongo." Ucap Loe Teu Yiu bertanya kepada salah satu murid yang ada di dekatnya.
"Tuan guru ada di kerajaan beladiri untuk pertemuan dengan penguasa Varjo." Jawabnya yang terlihat gugup bahkan gemetar ketakutan.
"Sepertinya aku tidak datang di waktu yang tepat." Gumam Loe Teu Yiu sendirian.
"Tapi sepertinya tuan guru, akan kembali satu atau dua hari lagi, jadi apa tuan Loe Teu Yiu akan menunggu."
Walau sebenarnya Loe Teu Yiu tidak senang untuk pergi ke kerajaan beladiri, tapi dia memiliki alasan menemui Gorongo, yaitu secara langsung ingin membicarakan tentang Askar.
Hanya sosok guru bernama Gorongo itu saja yang Loe Teu Yiu percaya untuk bisa dia percayakan menjaga Askar dan Su Yiu.
Bukan berarti Loe Teu Yiu meragukan Askar, tapi sang penguasa pedang pun tidak bisa menutupi rasa khawatir karena baginya mereka berdua adalah orang spesial.
Tanpa perlu menggunakan bahtera, tubuh Loe Teu Yiu sudah sangat kuat melintasi angkasa dengan kecepatan tinggi, bahkan tidak khawatir akan tekanan hampa udara yang bisa melepuhkan kulit.
*******
Istana beladiri.
__ADS_1
Didalam ruangan pertemuan itu, sudah hadir ribuan orang yang sengaja Varjo undang untuk sebuah acara khusus, yaitu membahas tentang turnamen kerajaan beladiri.
Dimana ada ribuan perguruan yang tersebar di seluruh planet dalam wilayah kekuasaan Varjo de hores akan menjadi peserta turnamen nanti.
Satu orang yang berdiri penuh wibawa diatas altar kekuasaan, perut buncit dan kumis melintang tidak lepas sebagai bentuk karakter dirinya, dia adalah Varjo de hores
"Tuan-tuan guru terhormat yang ada di alam semesta kerajaan beladiri." Ucap Varjo mengawali pidatonya.
Semua orang memperhatikan dengan seksama, mereka jelas masih memberi wajah karena dia adalah penguasa yang memang sangat kuat.
Terlebih lagi, pengangkatan seorang penguasa di alam semesta kerajaan beladiri adalah dengan pertarungan, dimana siapa pun yang memang mampu mengalahkan Varjo dia bisa mengambil kursi istana.
"Tentu kalian tahu alasan kenapa aku memanggil tuan-tuan semua kemari, ini adalah tentang turnamen kerajaan beladiri yang akan dimulai dalam dua bulan lagi." Lanjut Varjo berpidato.
"Jadi untuk apa kau memanggil kami hanya sekedar memberi tahu hal yang tidak penting seperti ini." Salah satu orang dengan tegas membalas ucapan Varjo.
Dia seorang lelaki tua yang berdiri dengan satu kaki pincang, berkalung tasbih besar dan kepala botak, tapi dibelakang punggung lelaki itu, sebilah pedang besar yang menyamai tingginya sendiri, ditujukan sebagai senjata utama.
Menunjukan raut wajah tegas, namun kepada Varjo sedikit tersirat rasa kesal, seakan antara mereka memiliki satu hubungan yang rumit.
"Tuan Gorongo ini bukan sekedar turnamen, secara khusus aku ingin mencari para petarung terbaik untuk menambah kekuatan kerajaan beladiri." Berkata Varjo untuk membalas pertanyaan Gorongo.
"Aku tahu, kau hanya ingin memulai sebuah permusuhan dengan alam semesta lain, karena hal itu, kau ingin menambah pasukan." Gorongo cukup paham atas karakteristik Varjo.
"Apa salahnya, jika alam semesta kerajaan beladiri ini menjadi sosok kuat hingga mampu bersaing dengan alam semesta penguasa naga, tentu kalian juga akan mendapat keuntungan juga." Varjo membalas dengan senyum puas.
Semua orang tidak ada yang menolak perkataan varjo, bagi siapa pun mereka, kekuatan, kekuasaan dan kekayaan adalah tiga hasrat yang di cari walau mengorbankan nyawa sekalipun.
Tapi tidak untuk Gorongo, sejak awal dia menujukan permusuhan kepada Varjo, dan menolak mengikuti keinginannya, sebab keduanya adalah rival, mereka bertentangan satu sama lain.
"Jika memang kau tidak mau ambil bagian dalam rencana ku, maka kau tidak perlu banyak bicara." Varjo menujukan keseriusan melawan Gorongo.
__ADS_1
"Sadar diri kau Varjo, jika tidak bisa menujukan rasa hormat kepada sesama saudara seperguruanmu, kau tidak pantas menyandang status penguasa." Tapi Gorongo pun tidak begitu saja diam.
Permusuhan yang tersirat jelas dari tatapan mereka, kini menjadi lebih kuat, ketika masing-masing mengeluarkan aura membunuh.