
Su yiu memahami apa yang dikatakan oleh kedua teman A dan juga B, mereka dengan jelas menceritakan segala macam hal tentang lelaki dan juga wanita.
Sedangkan Su yiu merasa bingung, kepada dirinya sendiri, kepada Askar dan kepada dua wanita yang begitu bersemangat, bercerita tentang sebuah hubungan yang harusnya tidak perlu mereka ikut campur.
"Tapi aku tidak tahu, apa Askar benar-benar cinta kepadaku atau tidak." Berkata Su yiu dengan ekspresi datar dan terlihat begitu polos.
Secara tiba-tiba ekspresi dua teman wanita itu berubah terkejut, mereka bingung, sekaligus tidak menyangka, bahwa wanita ini hampir tidak mengenal tunangannya sendiri.
"Hei gadis muda, memang seberapa banyak lelaki yang pernah kau ajak berhubungan." Bertanya satu temannya.
"Hanya Askar, tidak pernah ada lelaki lain." Jawab Su Yiu dengan singkat.
"Jadi, sampai sekarang kau tidak pernah melakukan ini itu."
Su yiu hanya menjawab dengan anggukan kepala, dan itu membuktikan bahwa dia tidak hanya sebagai gadis muda, cantik dan seksi, tapi juga tidak berpengalaman.
"Jika terus begini aku yakin Askar akan meninggalkanmu."
"Bagaimana mungkin."
"Kau tahu, lelaki menyukai wanita yang mudah diajak terbuka."
"Aku selalu terbuka untuk bicara dengan Askar."
"Bukan begitu, terbuka yang aku maksudkan...." Bisik teman wanita A di telinga Su yiu.
Perasaan malu, terkejut, bingung dan juga geli, membuat wajah Su Yiu berubah menjadi merah merona, karena penjelasan Temannya itu berhubungan kepada satu hal yang sangat khusus.
"Lihat, hanya dengan menceritakan sedikit kau merasa malu untuk mendengarnya."
"Jadi aku harus bagaimana, karena aku tidak pernah melakukan hal-hal yang seperti itu." Kini su yiu menjadi khawatir.
"Sebenarnya kau tidak perlu berbuat apa pun Su yiu, tapi kau harus menjadi lebih penurut, lakukan apa yang Askar inginkan."
"Jika perlu, sebelum sebelum askar meminta, kau sudah berinisiatif membuat serangan yang agresif." Tambah teman wanita B dengan cara penjelasan yang terlihat aneh.
__ADS_1
Su yiu mengangguk paham, sebagai wanita yang lebih banyak berlatih, jarang berkomunikasi, dan menghindari hubungan dengan lelaki lain, karena kakek loe teu yiu sendiri menyingkirkan mereka.
Kini Su yiu merasa paham untuk hal yang harus dia lakukan, karena memang benar, jika dibandingkan dengan wanita-wanita Askar, Su yiu tidaklah berpengalaman .
*******
Malam semakin larut, perbincangan dengan dua teman wanitanya membuat isi pikiran Su yiu mulai terbayang-bayang kepada sosok Askar.
Su yiu sendiri hanya mengenal Askar untuk beberapa hal, dia adalah lelaki baik, kuat dan sangat perhatian kepada dirinya, tidak perduli apa, Su yiu merasa yakin jika Askar adalah orang yang bertanggung jawab.
Tapi semua yang berawal sebagai hubungan keterpaksaan karena perintah dari dewa Davendra dan kakek Loe Teu Yiu, lambat laun Su Yiu memberi Askar kesempatan untuk menjadi lebih dekat.
Perasaan resah dan gelisah memikirkan cerita dua teman itu, Su yiu tidak bisa memejamkan matanya untuk beristirahat, isi pikiran tentang bertumpuk menjadi kekhawatiran.
Dan selagi su yiu melamun, jendela kamar pun terbuka dengan perlahan, ada sebuah kehadiran datang tanpa dirasa aura dari tubuhnnya.
Suasana gelap dan juga sepi memang menjadi satu kesempatan orang lain untuk berbuat jahat, pedang di tangan su yiu sudah siap menyerang.
Tanpa keraguan ayunan lembut tidak bersuara dia lepaskan kearah sosok yang baru saja masuk dan berjalan menuju ke sebelah tempat tidur.
Satu tangan kosong menangkap mata pedang, dirasakan jelas bahwa dia terluka karena tebasan memasuk kedalam kulit.
Berniat su yiu melakukan serangan lain, pedang yang ada di tangan lawan sangat sulit untuk dia tarik kembali, dan juga satu tangan bergerak maju memaksa mulut Su yiu agar diam.
"Su yiu ini aku, Askar..." Ucap Askar yang bersuara lembut agar tidak membuat gaduh.
Dia segera saja menarik kembali pedang tipis yang akan memotong leher Askar, walau itu bisa di hentikan oleh tangannya itu.
"Askar apa kau terluka." Bertanya su yiu dirasakan khawatir.
"Sedikit, tapi jangan khawatir, ini akan sembuh besok." Cukup santai Askar menjawab.
Su yiu mengalirkan energi kedalam batu cahaya sebagai penerangan, dan dilihat luka cukup dalam hingga mengeluarkan darah.
Dia cepat menarik tangan Askar dan dialirkan energi penyembuh, walau luka kecil akibat pedang Su yiu tidak menjadi masalah, tapi jelas terlihat wanita ini sangat serius menyembuhkannya.
__ADS_1
"Sudah aku katakan ini bukan masalah besar Su yiu." Gumam Askar yang menujukan sedikit senyum karena Su yiu menjadi perhatian.
"Apa yang kau lakukan tengah malam begini dengan menyelinap ke kamarku." Bertanya Su yiu.
"Aku ingat jika beberapa hari lalu, aku berjanji akan membuka kekuatanmu agar bisa berkembang lebih besar." Jawab Askar untuk suatu hal yang pernah mereka rencanakan.
"Tapi kau bisa bicara dulu sebelum masuk kemari." Su yiu merasa bersalah untuk kejadian ini.
Sedikit Askar memperhatikan wajah Su yiu yang masih khawatir, jelas dia sudah berubah dari awal mereka bertemu.
Jika awal dia masih tidak perduli, dan meragukan kepantasan Askar sebagai tunangannya, kini Su Yiu dengan sadar memberi perhatian khusus.
Askar tidak menolak hal ini, dimana hubungan mereka semakin berkembang untuk menjadi lebih dekat.
Setelah Su yiu selesai menutup luka di tangan Askar, ada sebuah perasaan yang aneh atas sikap Su yiu, karena saat Askar mencoba menatap mata wanita ini, dia memalingkan wajah dengan cepat.
"Apa ada yang salah denganku Su yiu ?." Bertanya Askar sembari mencari arah pandangan dari Su yiu.
"Tidak ada Askar, aku hanya merasa ada yang membuatku tidak nyaman." Jawab Su Yiu dengan ragu-ragu.
"Apa itu ?, Katakan kepadaku, jika memang ada yang menggangu pikiranmu." Askar tentu tidak ingin melihat wanitanya murung atau terganggu dengan hal lain.
"Ini tentang hubungan kita." Singkat saja Su yiu menjawab.
"Hmmm jarang sekali kau menanyakan hal ini, biasanya kau tidak perduli sama sekali." Askar jelas tidak memahami sikap Su yiu sekarang.
Banyak hal terjadi untuk waktu yang sudah mereka lalui, bagi Su Yiu ini menjadi hal baru dalam kehidupannya sekarang.
Bertemu dengan lelaki yang sudah di takdirkan sebagai pasangannya, menjalani kehidupan baru di luar pengawasan kakek Loe Teu Yiu, mendapat pengalaman tentang dunia luar.
Tapi yang jauh lebih penting adalah, dia merasakan ada kegelisahan dalam hatinya, dan ini adalah kali pertama Su yiu bingung mengartikan kondisi yang dia alami.
"Sampai sekarang aku masih ragu Askar, apa benar kau menginginkan aku sebagai pasanganmu, atau hanya sekedar menjalankan keinginan dari dewa Davendra, sedangkan kau memiliki wanita lain yang mungkin jauh lebih baik dari pada wanita polos sepertiku." Ucap Su yiu mengatakan isi hatinya.
(Note : untuk besok kita libur dulu kakak, karena ada keperluan keluarga yang tidak bisa di lewatkan.
__ADS_1
maaf terlambat, minal aidzin wallfaidzin, mohon maaf lahir dan batin, selamat hari raya idul Fitri, bagi yang menjalankan.
dan untuk semuanya semoga sehat selalu.)