
Askar di bawa masuk oleh Varjo de hores ke dalam istana kerajaan beladiri, lebih tepatnya ke belakang, di sebuah tempat khusus yang dibentuk sebagai lokasi pelatihan para prajurit khusus.
Terdiri dari sembilan puluh sembilan prajurit terkuat dan bertahan dalam turnamen kerajaan beladiri satu bulan kemarin, ditambah nama Askar maka semua berjumlah seratus orang.
Para bakat terbaik dari ribuan padepokan ilmu beladiri di alam semesta ini, dan di sisihkan melalui proses yang sangat ketat, hingga seratus orang itu diyakini memiliki bakat di atas rata-rata murid biasa.
Dan ada lima orang yang mampu bertahan hingga akhir yaitu Askar, Fei sui sue, Le Wei, Asmi Tian, dan Dal mantilo, lima orang itulah sosok terkuat dari mereka semua.
Tapi secara khusus perhatian Varjo de hores, atau pun sang penguasa alam semesta keabadian, Suzong, sangat tertarik kepada Askar.
Untuk Varjo jelas dia mengakui tentang kemampuan Askar yang jauh melampaui batas, termasuk anggapan tentang potensi masa depan nanti, kemungkinan Askar akan menjadi sosok di atas sang penguasa pedang, Loe teu yiu.
Sedangkan Suzong menginginkan Askar adalah tentang ramalan masa depan yang menunjukan bencana besar di jagat raya, tapi menurut leluhur abadi, akan hadir satu orang yang akan menjadi penyelamat.
Suzong menganggap bahwa Askar lah orang terpilih yang di ramalkan oleh leluhurnya itu, tentu dia tidak akan melepaskan Askar, karena ini menyangkut keselamatan alam semesta keabadian.
"Tuan Askar apa kau percaya jika di masa depan nanti jagat raya ini akan kiamat." Suzong secara khusus bicara kepada Askar.
Meskipun Varjo de hores ikut mendengar perkataan Suzong, dia hanya menganggap bahwa penguasa alam semesta keabadian itu hanya sekedar mengakrabkan diri kepada Askar.
"Kenapa tuan Suzong memikirkan hal itu." Balas Askar kembali bertanya.
Perkataan Suzong mendapat perhatian langsung dari Askar, ucapannya mengarah ke bencana besar yang akan terjadi di jagat raya.
Entah kemungkinan itu adalah anggapan tentang kehadiran kaisar akhir zaman, atau bencana lain yang hanya dia karang sendiri.
Tapi entah Suzong, hydra atau pun Varjo de hores, jelas menganggap bahwa kaisar akhir zaman hanya sebuah mitos belaka, seperti yang dia katakan sendiri kepada Asyura.
"Dulu, dewa Asyura pernah mengatakan jika bahwa akan ada hari dimana kami akan menyaksikan sendiri kehancuran jagat raya karena perbuatan yang kami lakukan, dan sampai hari ini, itu membuatku tidak nyaman." Suzong menginat dengan jelas kejadian dua ratus ribu tahun silam.
__ADS_1
"Kalau itu yang dikatakan oleh seorang dewa, aku merasa memang akan terjadi demikian." Balas Askar yang tidak ingin terlalu membuka rahasia mengenai kaisar akhir zaman.
"Hmmm kau pun berpikir begitu." Suzong menunjukan wajah yang tenang namun mengangguk perlahan untuk memikirkannya.
Askar merasa aneh, kenapa secara tiba-tiba Suzong menyangkutkan percakapan ini mengenai masa depan dan bencana besar.
Sedangkan itu masih belum terjadi, kemungkinannya pun kecil, jika Suzong menyadari bahwa kekuatan Dewi kematian sudah mengubah realitas jagat raya dan mengubah segala ingatan mengenai kaisar akhir zaman.
Tidak ada pertanyaan lain, dan Askar pun tidak ingin bertanya lebih lanjut, semakin banyak Suzong mendapat informasi, semakin dekat dia menyadari bahwa identitas Askar adalah seorang dewa, dewa pemangsa, Asyura.
Di dalam ruangan itu, seratus orang prajurit pilihan khusus Varjo, sedang melakukan meditasi, arus kekuatan gabungan antara mereka semua saling bertemu dalam satu ruangan.
Askar bisa memastikan jika mereka semua melakukan serangan dalam skala luar biasa besar, mungkin juga setara dengan serangan Suzong yang hampir membuatnya tewas.
Ini jelas sangat mengerikan, Askar menyaksikan pemandangan sekumpulan energi itu membentuk bola besar dalam konsentrasi tinggi.
Tapi seketika sekumpulan energi yang sudah terbentuk itu pecah, dan lenyap menjadi kepingan-kepingan cahaya ke langit, dimana ada satu kekuatan tidak stabil hingga membuat energi gabungan terganggu.
Dalam sekejap para pengawas latihan segera mengambil tandu untuk membawa satu orang itu ke tempat perawatan, dan latihan gabungan pun dihentikan sementara.
Semua perhatian tertuju kepada tiga sosok yang datang dari gerbang masuk, dimana mereka segera membungkuk hormat karena mereka adalah orang penting.
"Tuan Varjo de hores, dan tuan Suzong selamat datang." Mereka jelas memberi hormat tinggi kepada Varjo secara dia adalah lord alam semesta kerajaan beladiri.
Ditambah dengan orang-orang yang Askar kenal, diantaranya adalah Le Wei dan Fei sui sue, paling tidak hanya mereka yang Askar kenal saat ini.
Apa yang bisa dia harapkan setelah mengambil libur satu bulan, sedangkan pelatihan para prajurit sudah berlangsung cukup lama.
Hanya saja posisi Askar yang bukan siapa-siapa sekarang, lekas berubah drastis, ketika Varjo de hores berjalan maju untuk mengumumkan sesuatu.
__ADS_1
"Mulai hari ini, kalian semua akan berada di bawah kepemimpinan dari Askar, dia adalah ketua kalian, semua perintah dan arahan yang Askar lakukan menjadi perintah mutlak." Tegas suara Varjo menggema menjadi perintah bagi semua prajurit.
"Baik tuanku." Serentak mereka menjawab dengan tegas.
"Apa dari kalian ada yang keberatan." Varjo bertanya kepada semua orang, sedangkan tujuannya bukan mencari mereka yang keberatan, tapi menyingkirkan orang yang tidak suka atas keputusannya.
"Tidak, tuan."
Askar pun berjalan maju, secara langsung Varjo menunjukkan kepada mereka sosok yang akan menjadi pemimpin.
Memang Askar tidak menduga jika Varjo de hores memberikan jabatan tinggi untuk memerintahkan semua orang yang menjadi prajurit khusus.
Awalnya Askar hanya menganggap bahwa dirinya tidak lebih dari seorang bawahan, dan itu pun dia harus terima karena ini akan menjadi jalan pembalasan dendam.
Sebuah senyum penuh makna tersirat jelas di wajah Askar, kekuatan gabungan mereka terbukti sangat mengerikan dan Askar tidak keberatan, karena dia kini memiliki rencana sendiri kepada sembilan puluh sembilan bawahan yang akan menjadi sebuah alat.
"Terimakasih tuan Varjo, aku akan membuktikan jika dibawah kepemimpinanku ini, mereka akan menjadi pasukan paling mengerikan yang anda ketahui." Ucap Askar penuh keyakinan.
"Itu sebuah janji yang sangat berat, tapi aku berharap banyak kepadamu, dan juga jangan sampai kau mengabaikan Resya." Varjo secara langsung membawa nama anaknya dengan tisumi itu.
"Tenang saja tuan, aku pasti akan meluangkan waktu untuk menemani Resya."
"Kalau begitu, mulai sekarang sebaiknya kau berusaha memanggilku dengan sebutan ayah." Ucap Varjo dengan santai, bahkan dia tersenyum lepas seakan tidak memiliki dosa.
Askar terkejut, menelan air ludah di tenggorokan karena merasa tidak Sudi memanggil lelaki ini sebagai ayah.
"Baiklah... A... A... A 'njing.' itu yang Askar pikirkan.
"Tidak perlu dipaksakan, biar waktu yang akan membuatmu memanggilku sebagai Ayah." Ucap Varjo sembari menepuk pundak Askar.
__ADS_1
Jelas Askar menolak itu, bahkan jika harus mencium pan*tat Omen, masih lebih baik daripada memanggil Varjo sebagai ayah.