PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
keseringan


__ADS_3

Sebuah rumah besar yang berdiri tegak lurus dipusat kota Loyi wilayah selatan, menjadi milik salah satu keluarga terpandang.


Terlebih disana pula tinggal seorang lelaki paruh baya yang menjadi salah satu wali kerajaan alam semesta kerajaan bawah.


Dia adalah Jaga salah satu yang terkuat di antara wali lain, bisa dikatakan bahwa dirinya setara dengan Virnda, dan tidak ada yang berani mengusik kekuasaannya.


Siapa pun tahu seberapa berpengaruh keluarga para wali kerajaan di kota Loyi, mereka adalah para pemilik, seorang tuan tanah yang menguasai wilayah kekuasaan di beberapa bagian.


Tapi kali ini kejadian yang cukup besar terjadi, dimana tuan muda dari kerabat seorang wali dan para pengawal pribadinya di hajar oleh seseorang.


Tentu bagi mereka yang menjunjung tinggi harga diri akan kekuatan dan kekuasaan hal sepele seperti ini menjadi coretan hitam di wajah.


Erdo menujukan wajah cukup sengit karena seorang lelaki yang datang tiba-tiba dan membuat masalah kepada dirinya.


"Ayah.... Ayah...." Berteriak Erdo yang berjalan masuk dengan seluruh emosi meluap-luap.


Hingga seketika itu, seorang lelaki yang terbilang cukup muda walau itu hanya karena dia menggunakan kekuatan energi untuk merawat diri, berjalan turun dengan tatapan mata tenang dan santai.


"Erdo, kenapa kau berteriak-teriak segala, bukankah ini sudah malam." Jawab ayah Erdo dengan kesal seakan kegiatannya terganggu.


Tapi dilihatnya Erdo yang terlihat lebab dan sangat kusut, tentu menjadi perhatian bagi sang ayah, merasa khawatir dengan kondisi anaknya.


"Katakan apa yang terjadi." Bertanya ayah Erdo.


"Ayah aku di pukuli oleh seseorang." Jawabnya dengan menujukan wajah seperti orang kesakitan.


"Siapa dia yang berani memukuli mu, biar nanti ayah kirimkan orang untuk memberikan perhitungan." Tegas ayah Erdo menujukan sikap dengan sombong.


"Entahlah ayah, aku lupa siapa namanya, tapi dia berhubungan dengan Razika." Balas Erdo.


"Baiklah biar ayah urus semua, keluarga mereka tidak tahu diri, harusnya mereka bangga karena akan menjadi besan keluarga terpandang seperti kita." Terlihat jika ayah Erdo sangat tidak menyukai sikap orang yang menginjak-injak harga diri keluarganya.


Hanya saja apa yang jelas dilihat oleh Ayah Erdo ini adalah seseorang mampu melukai anak lelakinya setingkat lord alam kaisar tahap akhir, menujukan seberapa besar kemampuan yang lawan miliki.

__ADS_1


"Ayah dia sepertinya bukan dari dunia ini, karena lelaki yang membawa Razika, seakan tidak mengenal siapa aku." Erdo mencoba membuat situasi seakan keluarganya sedang di rendahkan.


"Tenang saja, semua akan ayah atur, tidak ada orang yang bisa lolos setelah memberikan penghinaan kepada kita, bahkan jika memang dia bukan orang sembarangan, kita tinggal minta kepada paman Jaga untuk menghajarnya." Jawab sang ayah dengan serius.


"Tapi aku takut jika paman Jaga tahu aku sampai di hajar oleh seseorang dia akan melepaskan namaku dari calon pengganti lord."


"Itu tidak mungkin, kau Erdo, adalah keponakan kesayangan paman Jaga, jelas dia akan membelamu."


"Aku mengerti ayah." Erdo menujukan senyum karena rencananya untuk memberikan pelajaran kepada Razika dan lelaki entah siapa itu.


"Lekas kau bersihkan diri dan tidur, besok kau ada pertemuan di kerajaan, jangan sampai membuat para wali lain melihatmu dengan buruk." Kata Sang ayah.


Erdo yang memiliki bakat sangat menjanjikan tentu mendapat perhatian dari para wali, sehingga beberapa orang mereka pilih untuk melihat siapa yang pantas menjadi pengganti lord Sam.


Hanya saja keputusan Sam sebagai penguasa mutlak karena garis keturunan, tidak menginginkan orang lain mendapat kursi kekuasaan dan itu sengaja dia beri kepada Askar.


Walau begitu, mereka juga memastikan seberapa pantas sosok Askar untuk menjadi seorang lord alam semesta kerajaan beladiri.


*******


Kembali ke istana kerajaan.


Dimana saat ini Askar, Sina, Rea, dan Omen berada di istana kerajaan untuk tinggal sampai kepergian mereka ke alam semesta api mulia.


Askar tidak merasa risih, karena kehadiran Razika tidaklah menjadi hal aneh bagi ke dua istrinya itu, sebab jauh sebelum kepulangan Razika, keduanya sudah saling mengenal, dan memahami keadaan Razika yang mengandung anak dari Askar.


Bahkan dengan adanya Xiza yang sudah lahir, Sina tidak mungkin membiarkan Razika untuk keluar dari kamarnya.


"Seharusnya kau cerita kepada kami Askar, kalau kau menemukan Razika." Berkata Rea yang memang akrab karena beberapa kejadian di istana Zilogia dulu.


"Ya aku awalnya merasa ragu, jadi aku tidak ingin mengatakan apa pun." Jawab Askar dengan tersenyum masam.


"Sudahlah, yang jelas Razika masih sehat dan sekarang memiliki seorang anak, siapa namanya." Sina pun dengan senangnya menggendong anak Razika.

__ADS_1


"Dia bernama Xiza, paling tidak untuk saat ini." Jawab Razika yang tersenyum cerah karena merasakan sendiri bagaimana suasana nyaman saat berbicara dengan Sina dan Rea.


Untuk beberapa hari ini, Sina pun tidak menjumpai Syfa dan rasa rindu sangat dirasakan olehnya, bahkan saat menggendong Xiza terlihat betapa sina bahagia.


"Razika, aku tidak meminta kamu untuk memaafkan aku, ya aku salah, saat itu aku benar-benar khilaf." Berkata Askar menujukan wajah menyesal.


"Khilaf kok keseringan." Sindir Sina yang paham atas perilaku Askar.


"Askar jelas aku belum bisa memaafkanmu, mungkin Xiza sesekali harus bersama ayahnya." Razika pun sedikit membuka hati.


Walau begitu apa yang Askar lakukan dulu tentu menjadi sakit hati yang sangat kuat, dan tidak akan hilang hanya karena satu tindakan saja.


Jika dibandingkan dengan Erdo, Askar sedikit lebih baik, dan banyak mesumnya, tapi Erdo bukan orang baik, sepak terjangnya di kota Loyi sangatlah terkenal.


Sebagai lelaki dari keluarga kaya raya, Erdo selalu bertindak seenaknya sendiri, tidak ada yang berani mengusik dia, terlebih saat dia diberikan kabar menjadi salah satu calon pengganti lord semakin besar kepalanya.


"Askar aku bertanya-tanya kenapa kau ada di sini." Bertanya Razika.


"Ya aku bertemu dengan Sam untuk beberapa alasan."


"Apa itu."


"Dia ingin aku menggantikan posisinya sebagai lord kerajaan." Jawab Askar seakan tidak menujukan minat sedikit pun.


Razika tidak pernah menyangka kalau Askar yang dulu pernah menjadi lawan kini akan memimpin alam semesta kerajaan bawah.


"Askar sebaiknya kau menolak." Berkata Razika keras menginginkan Askar mundur.


"Kenapa ?, Apa ada masalah dengan itu." Askar merasa aneh akan sikap Razika.


"Kau sudah membuat Erdo tersinggung, akan buruk jika dia tahu kau mengambil alih posisinya sebagai calon penerus...." Siapa pun melihat Razika khawatir dengan Askar.


"Tapi bagaimana kalau sepuluh wali kerajaan sudah menunjukku dan tidak ada yang menolak." Jawab Askar menghentikan perkataan Razika.

__ADS_1


__ADS_2