
Di seluruh alam semesta hanya ada lima wanita yang menjadi kecantikan terbaik, dimana tidak ada mampu membandingkan satu dengan lainnya.
Hingga diyakini keindahan seluruh jagat raya akan merasa malu dan juga iri saat menyaksikan masing-masing dari mereka.
Seorang wanita rambut pirang dan mata biru, Putri Silviana dari alam semesta kerajaan suci, sang pemilik kekuatan keajaiban hidup.
Wanita putri dari penguasa naga, kecantikan dan kekuatan yang tidak terkalahkan, mata merah ibarat batu Ruby dan rambut hitam panjang lebih gelap dari malam di angkasa, Long Xia.
Seorang gadis ajaib dimana usia muda sudah menujukan kekuatan diatas rata-rata, pemilik tubuh ilahi langit ke lima, dari alam semesta samudera bintang, gugusan bintang utama Virgo.
Istri dari seorang penguasa besar di alam semesta atas, satu kehadiran yang pernah mengguncangkan jagat raya dengan prestasi besar membawa alam semesta keabadian melampaui kasta tertinggi, permaisuri kecantikan abadi, istri Suzong, Remistara Sansamesra.
Dan yang terakhir memang tidak pernah menampakkan diri di muka publik, bahkan sangat sedikit orang-orang bisa melihat kecantikannya, karena dunia antara mereka sangatlah berbeda, ratu dari dunia kerajaan Roh, di alam semesta kerajaan gelap. Sea sou selia.
Tapi untuk kali ini sudut pandang menuju kepada putri Long Xia, kecantikan tidak terbayang membuat Askar lupa bernafas, meski ada dua tanduk kecil di atas kepalanya, itu lebih seperti keunikan yang membuat long Xia semkain indah.
Askar pun mengakui hal itu, walau kriteria kecantikan yang Askar miliki benar-benar tidak bisa di ukur, mungkin jika seekor kera bisa bermake-up Askar akan menganggapnya sangat menawan.
Tapi kali ini melihat long Xia tertawa kecil sembari tersipu malu, membuat Askar semakin semangat untuk melayangkan jurus-jurus jitu dalam buku yang di pelajari, berjudul 'Tips sukses mendapat pasangan walau wajah dibawah standar.'
Di sisi lain Silviana terlihat cemberut, dimana dirinya merasa terabaikan oleh Askar, dan lebih sibuk mendekati long Xia.
Memang benar Silviana sama indahnya dalam segi kecantikan, hanya saja Askar sangatlah sulit untuk mendekati Silviana, dan juga long Xia memberi wajah baru yang jarang ditemui oleh Askar.
"Nona long Xia, aku ingin tahu, apa yang menjadi makanan kesukaanmu." Bertanya Askar untuk memperbanyak alasan mereka bicara.
"Coba aku pikir dulu."
"Kenapa harus berpikir."
"Karena aku tipe orang yang tidak pilih-pilih soal makanan, bahkan aku sedikit senang dengan daging manusia."
__ADS_1
"Oh begitu.... Baiklah, hmmm ini cukup berbahaya untukku." Lemas Askar yang memang mengerti tentang kebiasaan seekor naga.
Silviana semakin kesal dengan sikap Askar yang menggoda Long Xia tanpa perduli siapa pun, dia segera saja berdiri dan mendekati Askar.
"Apa kau tidak pernah berpikir untuk sedikit mengubah sikap." Ucap Silviana memotong pembicaraan Askar.
"Aku hanya menjadi diriku apa adanya, tidak mencoba menipu siapa pun." Santai saja Askar menjawab.
"Jika memang begitu, aku sedikit berharap untuk kau bisa menahan diri, jangan setiap wanita kau embat." Silviana tahu bagaimana sikap Askar kepada setiap wanita.
Memang harus diakui bahwa lelaki ini memiliki pesona sendiri dalam mengekspresikan perasaan kepada masing-masing kekasihnya.
Hanya saja, sepak terjang Askar untuk mencari pasangan benar-benar tidak pernah ada habisnya, dan itu membuat Silviana kesal sendiri.
"Nona Silviana, aku tidak keberatan untuk mengakrabkan diri kepada tuan Asyura." Long Xia pun membalas ucapan Silviana dengan tersenyum lembut.
"Xia, kau belum tahu apa pun tentang lelaki ini, dan dia akan membuatmu menyesal karena sudah memberikan kesempatan." Tapi tegas Silviana menjawab anggapan Putri naga.
Meski begitu Askar melihat bagaimana cara long Xia menujukan sikap kepadanya, seakan ada rasa tertarik dari putri penguasa naga ini kepadanya.
Askar adalah tipe dimana tidak akan menyia-nyiakan sebuah kesempatan yang ada di depan mata, tanpa perlu basa basi, banyak berpikir atau sekedar memastikan jika long Xia tidak rabun dekat, Askar sudah mengambil posisi.
"Jadi bagaimana denganku, apa aku sekarang hanya sebagai tokoh pembantu saja disini." Suara lain pun datang.
Sang penguasa naga jelas diabaikan oleh mereka semua karena Askar lebih tertarik kepada Putrinya, lebih tepatnya, Askar lebih memilih memperhatikan seorang wanita dari pada lelaki tua berjenggot, kekar pula.
"Maaf tuan long Wei, karena kecantikan putri anda aku sampai melupakan segalanya, termasuk anda."
"Aku bisa mengerti itu, tapi kenapa aku merasa kesal mendengarnya."
"Jangan terlalu terbawa suasana long Wei, ngomong-ngomong apa benar nona Xia ini anak anda."
__ADS_1
"Bagaimana bisa anda ragu tentang hal itu."
"Lihat nona Xia....." Askar menggelengkan kepala perlahan sembari melihat wujud long Xia dari atas hingga bawah.
"Kenapa dia memang sangat mirip dengan ibunya."
"Itu dia, aku tidak merasa jika ada bagian dari gen anda yang mengalir di dalam diri nona Xia." Askar benar-benar berani menanggapi perkataan Long Wei dengan cara tidak menyenangkan.
"Aku anggap itu hanya sebuah lelucon, karena jika diteruskan aku bisa emosi." Long Wei memberi isyarat karena wajahnya sudah merah menahan diri.
"Tentu saja ini hanya lelucon, jadi jangan diambil hati." Balas Askar sembari tertawa terbahak-bahak.
Long Wei jelas merasa tersinggung dari setiap ucapan Askar sebelumnya, tapi dia adalah Asyura, dewa pemangsa dan kehadiran dari zaman kuno yang masih hidup.
Berselang pergi long Xia meninggalkan semua orang dan kembali masuk kedalam kamarnya.
Wajah cantik yang memiliki senyuman indah tidak terperi itu, turun hingga berbalik arah, tatapan mata tajam dan ditunjukan ekspresi benci.
Itu mencari wajah asli dari wanita cantik yang mampu membuat iri jagat raya, ada kebencian tersirat ketika long Xia sendirian.
"Si*al lelaki itu memegang tanganku seenaknya sendiri, dasar manusia rendahan, meski dia seorang dewa, mereka harusnya tahu kepada siapa berhadapan." Gumam long Xia sembari menggerutu mengingat jika Askar berjabatan tangan dengannya.
Long Xia mencoba membasuh tangan berulang kali, tapi perasaan jijik dan marah, dia tunjukan langsung didepan cermin.
"Aku pikir jika dewa Asyura yang sangat hebat dalam cerita itu benar-benar luar biasa, tapi nyatanya Heh.... Biasa saja, bahkan dibawah standar."
"Kenapa ayah sampai harus menjadikannya tamu terhormat dalam kerajaan, mereka lebih seperti seorang pembantu untukku."
"Dan juga wanita itu... Silviana, jangan harap bisa menyaingiku dengan wajah polos yang penuh kepura-puraan."
Long Xia, menujukan jati diri tanpa orang lain ketahui bahwa dibalik wajah cantik itu tersimpan kepribadian yang jauh dari kata anggun, sikap kasar, sombong dan tidak menganggap siapa pun layak kecuali dirinya sendiri.
__ADS_1