PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
memilih diam


__ADS_3

Askar melesat dalam kecepatan tinggi dari alam semesta penguasa naga, menuju alam semesta kerajaan beladiri, selama lebih dari tiga hari, Askar sudah melewati tiga lubang hitam dan tiga alam semesta lain.


Jelas perjanjian Askar dan Varjo de hores untuk sekedar meminta penangguhan waktu selama satu bulan sudah terlewati, tapi Askar tidak bisa melepaskan kesempatan ini, meski harus mencari-cari alasan atas keterlambatannya.


Tapi saat Askar memasuki atmosfer planet utama dari alam semesta kerajaan beladiri, semua tampak ramai, dimana ada banyak bahtera angkasa bersenjata lengkap terbang di atas langit.


Sebagian besar dari bahtera angkasa di sana, terdapat sebuah simbol yang jelas-jelas bukan milik kerajaan beladiri, melainkan alam semesta keabadian.


"Apa yang terjadi selama aku pergi." Gumam Askar menyaksikan pemandangan ke segala penjuru kota kerajaan.


Tapi jelas ada suatu tujuan yang ingin Varjo lakukan bersama dengan Suzong, dimana Askar merasakan jika ini bukan sesuatu hal baik.


Demi mendapatkan informasi tentang keadaan yang terjadi saat sekarang, Askar beranjak turun dan mencari seseorang dimana dia menjadi tempat Askar mendapatkan informasi.


Askar membuka zona persepsi dalam jangkauan luas, semua itu hanya untuk menemukan satu orang itu, terlebih lagi ada penanda yang Askar pasang untuk mengetahui keberadaannya.


Saat target di temukan Askar bergegas pergi ke sebuah penginapan yang menjadi lokasi orang itu tinggal, nyatanya memang tepat keputusan Askar membiarkan orang itu tetap hidup.


Dari tempat iblis suras man tinggal.


Ketukan pintu terdengar ditelinga kedua iblis yang hidup bersama dengan Suras man, tapi mereka tidak merasa aneh.


"Tuan siapa yang datang itu." Bertanya kawan itu.


"Mungkin penagihan uang sewa bulanan." Jawab Suras yang memang memiliki masalah dengan sang pemilik.


"Ya kalau tidak salah kita telat bayar sudah tiga bulan." Bawahan pun tahu tentang permasalahan uang sewa, di tambah lagi uang akomodasi dari lord iblis Radullu dooma.


"Kenapa harus perduli, jika orang itu ngotot kita tinggal bunuh dan pergi mencari tempat tinggal yang lain." Suras memberi nasihat yang cukup sederhana.


Tapi tidak perduli suras man mengabaikan hal itu, suara ketukan pintu masih terdengar, bahkan semakin keras hingga membuat dirinya kesal.

__ADS_1


Menunjukan wajah dalam bentuk manusia berekspresi marah, berjalan dengan langkah tegas sambil berteriak... "Hei apa kau tidak bisa diam, kami disini sedang sibuk."


Tidak ada jawaban, ketukan semakin kencang, dan saat Suras man membuka pintu, satu sosok lelaki berdiri tepat dihadapannya.


"Kau....." Iblis Suras man diam seketika, matanya terbuka lebar seakan isi pikirannya kosong.


Dia adalah Askar dimana ingatan Suras seakan sudah di edit dan tertanam sebuah perintah yang secara otomatis aktif setiap kali melihat Askar.


Dalam pandangan mata kosong itu, Suras mencoba berontak tapi isi pikiran terkurung oleh kekuatan abnormal yang memaksa Suras tetap patuh dalam perintah Askar.


Hanya perlu menatap mata Suras man, segala informasi tersalin ke dalam pikiran Askar, tentang kerja sama dengan alam semesta keabadian yang bertujuan menyerang Alam semesta kerajaan suci.


Ini mengejutkan Askar tentunya, hanya menggunakan seluruh pasukan Varjo de hores sudah cukup melawan orang-orang dari alam semesta kerajaan suci.


Dan sekarang keikutsertaan Suzong dalam menyerang alam semesta kerajaan suci, tentu adalah masalah besar, dimana mereka berdua bisa membawa bencana besar.


Askar mulai mengangguk paham, ya dia memikirkan tentang rencana penyerangan Varjo dan Suzong itu, jika Askar tidak menghentikan mereka berdua, bisa dipastikan alam semesta kerajaan suci akan lenyap dari jagat raya.


Bawahan Suras merasa aneh dengan kesunyian yang terjadi, dia mengenal Suras dimana ketika marah tentang uang dan mungkin segera menghabisi siapa pun yang ada di hadapannya.


Tapi sekarang, tidak ada suara dari Suras man, hingga membuat bawahannya itu berjalan pergi untuk memastikan keadaan dari kesunyian yang memang aneh ini.


"Tuan Suras, apa yang terjadi." Ucapnya selagi melihat Suras berdiri di depan pintu.


Saat itu juga, sosok lain pun terlihat meski dia tidak kenal tapi aura berbahaya dirasakan jelas, dimana kekuatan abnormal yang keluar dari tubuhnya itu membuat jiwa iblis nya bergetar hebat.


"Siapa kau !!?." Iblis itu bersiap menyerang dengan sebuah pedang ditangan.


"Kau mengganggu saja." Askar kesal ketika kegiatannya ada yang mengusik.


Tidak perlu Askar turun tangan, hanya sekedar perintah kepada Suras man, dia segera saja bergerak seperti keinginan Askar untuk menyingkirkan satu iblis yang menjadi bawahannya itu.

__ADS_1


Tatapan kosong dan tidak bisa menolak, segera saja Suras mengalirkan energi kuat untuk menyerang iblis yang datang.


"Tuan Suras ini aku, kenapa kau ingin menyerang ku." Suras tidak memberi jawaban.


Dan dalam beberapa gerakan kepala iblis itu pun terpisah dengan tubuhnya, kendali dari kekuatan Dewi kematian memaksa Suras melakukan apa pun seperti keinginan Askar.


Mustahil untuk di lepaskan, karena energi kekuatan kematian itu tertanam permanen dalam isi pikiran Suras, hanya dengan kematian saja Suras bisa melepaskan diri.


"Kau urus tubuh kawanmu itu, aku akan pergi." Ucap Askar memberi perintah.


Setelah kepergian Askar, Suras menyingkirkan sisa-sisa jazad itu dengan menelannya bulat-bulat ke dalam mulut. Kembali mendapat kesadaran atas kendali tubuhnya sendiri, menyaksikan bahwa darah berceceran di seluruh ruangan.


Meski pun begitu ingatan tentang kejadian yang dia alami lenyap seketika, tergantikan dengan ingatan lain untuk menyamarkan segala hal mengenai tindakan Askar sebelumnya.


Askar kini beranjak ke istana kerajaan, melihat sosok Varjo yang sedang mengobrol dengan Suzong, segera saja Askar turun.


Cukup yakin bahwa Suzong tidak akan menyadari bahwa dirinya adalah sosok yang menyerang saat itu, karena aliran aura Askar tercampur dengan Hukum kegelapan.


Tapi bukan berarti Askar bisa santai tanpa mewaspadai kemungkinan jika Suzong tahu tentang dirinya saat itu.


"Tuan Varjo maaf aku baru saja kembali." Askar menyembunyikan diri sebagai orang lain.


"Kenapa kau baru datang Askar." Varjo bertanya dengan suara cukup berat.


"Ada banyak urusan yang harus aku selesaikan, tuan." Tentu Askar beralasan mengenai hal ini.


Perhatian Suzong jelas tertuju kepadanya, ini dirasakan tidak nyaman, jika memang penguasa alam semesta keabadian itu menyerangnya, mau tidak mau Askar harus membela diri.


Sedangkan Askar bisa saja membongkar kedok dari Suzong dimana dia adalah dalang utama kepergian Silviana, jika itu dilakukan akan terjadi perang besar yang bisa menghancurkan aliansi mereka.


Tapi sayangnya, Askar tidak memiliki bukti atas pengkhianatan Suzong, terlebih lagi, dari mana Askar tahu, sedangkan saat itu hanya satu orang yang mencoba berontak melawan, dia adalah Asyura.

__ADS_1


Dalam hal ini Askar jelas lebih memilih diam, walau akan sangat menarik jika harus mengadu domba mereka berdua.


__ADS_2