
Siapa cepat dia dapat, apa yang mereka dapatkan karena memiliki kecepatan adalah sebuah kesempatan untuk siapa pun mengalahkan lawan.
Dan ini berlaku antara Askar dan Loe Teu Yiu, tapi sayangnya kecepatan penguasa pedang jauh lebih tinggi, hingga kepala Askar hampir terlepas dari tubuh, jika dia tidak sempat menghindar.
"Sejak awal kemampuan gerakanmu sangat aneh Askar, kau bisa melihat kemana arah serangan ku, tapi kau tidak membalasnya."
"Jadi apa yang itu adalah sebuah masalah, sedangkan aku sudah berusaha keras demi menyelamatkan diri, jika tidak, sejak awal kepalaku sudah terpotong."
"Tebasan ku bisa memotong tiga ratus kali dalam satu detik, tapi kau tahu kemana langkah terakhir harus diambil."
"Aku tidak ingin mendengar kesombonganmu kakek, soal kecepatan kau memotong, itu akan lebih baik jika berguna di dapur."
Askar mulai khawatir, jika saat ini kemampuan tersembunyi untuk menjadi andalan dalam pertarungan jarak dekat diketahui lawan.
Penglihatan masa depan dan akselerasi penuh adalah satu yang sangat penting untuk Askar jaga rahasianya, karena saat lawan menemukan metode yang tepat, Askar sudah tidak memiliki kesempatan.
"Jadi.... kau sebenarnya...."
"......" Askar diam dan satu teguk air ludah di tenggorokan menunggu kelanjutan dari spekulasi Loe Teu Yiu.
"Memiliki masalah di leher." Entah apa yang Loe Teu Yiu pikirkan, dan Askar hampir jatuh, dia merasa bodoh sendiri mengkhawatirkan kakek Loe Teu Yiu.
Tapi Askar lega karena dua kemampuan itu masih belum diketahui. sekali pun sosoknya adalah sang penguasa pedang, tapi pemahamannya untuk menganalisis lawan terlalu lemah.
Askar mengakui hal ini, bahkan penglihatan masa depan yang digabungkan dalam akselerasi penuh, masih belum mampu menebak setiap gerakan dari Loe Teu Yiu.
"Terserah kakek mau menganggap ini masalah sakit leher, sakit sendi, atau sakit panu, tidak mungkin aku pasrah saja ketika kakek ingin membunuhku." Balas Askar dan bersiap untuk kuda-kuda pertahanannya.
Jika dalam penglihatan masa depan, otak Askar akan membaca segala kemungkinan yang digunakan oleh lawan memilih arah serangannya.
Lawan Askar kali ini, dia menciptakan tiga ratus serangan dalam satu detik, itu artinya Askar harus mampu memilih gerakan yang tepat demi menghindari tiga ratus serangan Loe Teu Yiu.
Karena biar pun dia mengetahui langkah akhir dari kakek Loe Teu Yiu menyerang, tubuhnya tidak mau bergerak, tidak.... lebih tepatnya, tubuh Askar tidak bisa mengikuti kecepatan kerja otaknya.
"Kalau begitu....." Ucap kakek Loe Teu Yiu yang secara tiba-tiba hilang.
Secara otomatis ketika langkah kaki kakek loe teu yiu menginjak zona wilayah dari skill penciptaan ruang : akselerasi penuh.
Askar bisa melihat satu serangan datang tapi tubuh Askar masih diam di tempat, penglihatan masa depan pun sudah menganalisis jika ada tiga serangan yang datang.
Luar biasa bukan buatan, jika Askar bisa bergerak dalam akselerasi satu detik berbanding sepuluh detik, maka kecepatan serangan Loe Teu Yiu jauh lebih cepat lagi.
"Mustahil, aku tidak bisa mengikuti gerakannya." Gumam Askar yang hanya diam ketika tiga pedang berayun di masing-masing bagian tubuh dan tidak terhindarkan.
Dalam gerak lambat yang jelas dia lihat sangat horor, terlebih ketika pedang menyentuh permukaan lapisan zirah mode transformasi, Askar tidak bisa bergerak hanya melihat dan menunggu sampai kepalanya terputus.
__ADS_1
"Mana mungkin aku hanya pasrah." Tegas dia menguatkan tubuh.
Skill pemangsa gerbang ke enam : raja penguasa.
Saat ledakan besar dari pembukaan skill pemangsa gerbang keenam datang, tubuh kakek Loe Teu Yiu beranjak mundur beberapa langkah ke belakang.
"Itu benar Askar, gunakan kekuatan penuhmu, lawan aku sampai batasnya." Kakek loe teu yiu dengan jelas menujukan senyum penuh semangat.
Dia menikmati pertarungan ini, dimana Askar bisa membalas setiap serangannya menujukan bahwa dia tidak lah menyerah karena lawan jauh lebih kuat.
Kakek loe teu yiu datang dalam kekuatan besar, tapi kini Askar siap, paling tidak mampu melawan balik biar pun kesempatan untuk dirinya menang adalah mustahil.
Hanya saja, Askar lebih memilih bertarung dan kalah, dari pada pasrah tapi tetap kalah, karena segala kemungkinan bisa terjadi, asalkan tidak menyerah.
Peningkatan yang signifikan ini membuat Askar bisa mengikuti kecepatan pedang milik Loe Teu Yiu, dengan akselerasi penuh dan penglihatan masa depan menjadi lebih kuat.
Askar tidak mungkin bertahan lebih dari satu menit, dan kesempatan ini adalah keputusan yang sudah Askar buat.
Teknik Garuda emas : sepuluh langkah.
Setiap titik langkah dan jalur serangan terbuka, gerakan Loe Teu Yiu pun jadi lebih lambat, Askar tidak melepaskan kesempatan ini.
Hanya saja, jelas dari mata Askar, saat teknik serangan jarak dekat terkuat milik Asyura mengayunkan pedangnya, tubuh Loe Teu Yiu merespon.
Baru pertama kali Askar melihat ada yang lepas dalam teknik sepuluh langkah Garuda emas, dan saat itu juga, maka Loe Teu Yiu menyala terang.
Ini diluar dugaan, tapi Askar tidak mungkin membatalkan serangan sepuluh langkah, dan satu demi satu langkah mampu dia tangkis.
Askar menerima balasan telak yang secara langsung di terima oleh tubuh, kekuatan seorang penguasa pedang memang jauh diatas langit.
Hingga dia sadar, hanya saat dia menjadi dewa Davendra Askar mampu mengalahkan kakek Loe Teu Yiu, dan itu bukan sekarang.
"Aku kalah..." Askar sudah mencapai batasnya, seluruh kekuatan di nonaktifkan oleh Re demi menjaga kondisi tubuh agar tidak menerima beban berat.
Biar pun begitu, antara Askar tewas karena penggunakan gerbang ke enam, atau pun terpenggal pedang kakek loe teu yiu, keduanya adalah akhir untuk Askar.
"Kakek berhenti....." Saut seorang wanita yang kini berdiri di sebelah tubuh Askar.
Su yiu, datang untuk menghentikan langkah terakhir tepat sebelum kakeknya itu melepaskan ayunan pembunuh.
Kakek loe teu yiu berhenti, dan menatap su yiu dengan tajam, ketika dirinya datang untuk menyelamatkan Askar.
"Jadi apa keputusanmu su yiu." Ucap Loe Teu Yiu kepada cucunya.
"Iya kakek, aku ingin mengikuti Askar." Balas Su yiu membalas tatapan mata kakek dengan tegas.
__ADS_1
"Apa kau sudah yakin, atau hanya merasa kasihan melihat Askar yang berjuang mati-matian." Bertanya Loe Teu Yiu atas alasan dari su yiu.
"Aku merasa yakin jika hanya Askar saja yang pantas untuk aku terima sebagai seorang suami." Jawab Su Yiu tanpa ragu.
"Jadi begitu, baiklah."
Kini Askar mengerti apa yang sudah kakek Loe Teu Yiu perbuat adalah sebagai bentuk ujian.
Tapi atas dasar ini, Loe Teu Yiu bertarung secara serius, dia ingin melihat seberapa banyak potensi Askar di masa depan, terlebih lagi dia akan menjadi lelaki dari cucunya Su Yiu.
Sebagai seorang yang sudah merawat su yiu sejak kecil, tentu dirinya tidak ingin menyerahkan cucunya itu kepada lelaki sembarangan, biar pun Davendra sudah membicarakan bahwa Su yiu dipastikan sebagai istri untuk Askar.
"Jadi... Aku titipkan su yiu kepadamu." Ucap Kakek loe teu yiu kepada Askar yang masih berbaring lemas sembari memikirkan tentang semua ini.
"Tapi bukankah ini terlalu berlebihan, kalau aku sampai tewas bagaimana kakek tua." Ucap Askar dengan kesal.
"Kau berani mengatakan aku kakek tua." Itu dipermasalahkan oleh Loe Teu Yiu.
"Memang anda itu sudah tua, jadi jangan tersinggung." Balas Askar.
"Jika aku tidak menujukan niat membunuh, maka kau tidak akan bertarung dengan serius." Beralasan Loe Teu Yiu dan Askar paham atas ucapannya.
(Note ini diambil untuk menjawab spekulasi dari pembaca bernama Shin :
Terimakasih atas pendapat nya.
memang sulit untuk dijelaskan, karena jalan cerita untuk menjelaskan aliran waktu atau Time Traveler yang menguras logika.
Tapi ini akan dijelaskan saat kita Mengikuti alur ceritanya, di mana dunia dibalik batas menggunakan sistem hukum sebab dan akibat.
Hanya saja perlu diingat jika ini cerita fantasi, bukan fiksi ilmiah, berarti kita tidak menggunakan teknologi modern atau logika modern.
Karena itu author menciptakan sebuah karakter dengan kekuatan yang mampu mengendalikan realitas, dari itulah, saat Askar membalikan waktu, dia mengubah aliran realitas di jagat raya untuk menerima dirinya sebagai Davendra, bukan Askar.
Biar begitu, apa Davendra bisa seenak hati mengubah takdir dan menghentikan kehancuran jagat raya dari kaisar akhir zaman, tentu tidak.
Sebab putaran waktu di masa lalu masih berada dalam alur cerita menuju kehancuran jagat raya, dan para dewa mencari cara agar tidak terjadi demikian.
Jika Davendra adalah Askar, Asyura adalah Askar, sedangkan Askar adalah Davendra sebagai Askar di masa depan dan Asyura di masa lalu.
Maka poin misterinya adalah siapa penyebab ini semua, dan hingga mengakibatkan perputaran takdir beruang kali dan memutar balikan waktu tanpa henti.
Sedangkan semua tercatat dalam buku aneh dari masa lalu, dan jalan cerita dunia Dibalik balas sekarang, adalah kunci dari segala kesimpulan yang diambil oleh Davendra.
Ingat.... saat ini, Davendra sudah menemukan kunci atas kesimpulan yang dia dapat.
__ADS_1
Maaf... ini memang sangat membingungkan, tapi author berusaha agar semua orang bisa memahaminya.)