PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
kau adalah milikku


__ADS_3

Askar kini duduk saling berhadapan dengan salah satu pasukan khusus yang dia panggil, dia adalah orang ke sembilan puluh delapan dari semua anggota dibawah kepemimpinannya.


Ekspresi wajah kosong, mulut terbuka, dan air liur mulai menetes membasahi bajunya, sedangkan mata Askar menyala merah dengan sedikit kekuatan abu-abu yang keluar.


Seketika satu ketukan jadi di atasnya meja membangunkan lelaki yang Askar tatap dari lamunannya, seakan kebingungan saat tahu bahwa sekarang dia terduduk di bangku dan saling menghadap kepada Askar.


"Tuan Askar kenapa aku ada di sini." Ucap lelaki itu dengan ingatan samar-samar yang menggantikan ingatan sebelumnya.


"Kawan, apa kau tidak ingat, kita habis main catur dan kau kalah taruhan, cepat berikan 50 koin kristal energi yang kau janjikan." Askar benar-benar tidak perduli dengan siapa dia bicara.


Sekedar mengingat nama setiap anggota dari pasukannya, itu tidaklah penting, kecuali untuk beberapa anggota wanita, yang jelas harus Askar kenal.


"Ah itu benar, kenapa aku bisa lupa." Ucapnya yang baru saja mendapat informasi baru dalam ingatannya.


Segera saja lelaki itu memberikan lima puluh koin dan Askar mengambilnya dengan cepat, hal ini tidak akan mengurangi penghasilan mereka.


Sebab Varjo setiap bulan memberikan lima puluh koin kristal pula untuk mereka sebagai bentuk kompensasi atas pekerjaan sekarang.


"Jadi tuan apa aku bisa keluar sekarang." Berkata lelaki ini yang merasa sudah menyelesaikan urusan dengan Askar.


"Tentu, tentu saja, silakan."


Jelas Askar menggunakan kemampuan khusus dari skill Kematian, pengikat jiwa milik Dewi lutos, segala informasi, atau ingatan yang dia miliki dikendalikan oleh Askar.


Bahkan segala hal dalam perintah Askar akan menjadi peraturan mutlak yang harus dia penuhi, jika pun Askar meminta dirinya untuk mati, itu pasti akan dilakukan oleh mereka.


Tapi Askar tidak sekejam itu, meski kematian adalah hal wajar bagi setiap manusia, terlebih lagi untuk para ahli beladiri yang setiap hari selalu bersanding dengan pertarungan, dan hanya menunggu waktu.


Tujuan Askar sendiri mengendalikan sembilan puluh sembilan orang yang memiliki bakat terbaik di alam semesta kerajaan beladiri adalah untuk melawan sepuluh juta Varjo yang siap menyerang alam semesta kerajaan suci.


Jika Askar harus bertarung sendirian jelas sangat sulit untuk dirinya menang, ditambah lagi pasukan tambahan dari alam semesta keabadian, yang membawa ratusan bahtera bersenjata lengkap.


Sungguh pertempuran kali ini sudah mendekati mustahil bagi Askar, meski dia memiliki tiga nyawa tambahan dari Rudolfo, itu belum cukup.

__ADS_1


Dan sekarang Askar cukup siap dengan sembilan puluh sembilan orang dengan bakat terbaik, latihan serangan energi gabungan pun semakin baik, ini akan cukup mengurangi separuh pasukan yang ada.


Masalah selanjutnya adalah Suzong, dan Varjo, atas gabungan kekuatan mereka berdua saja sudah seperti melawan sepuluh juta pasukan itu sendiri, Askar tidak akan menahan diri di pembalasan dendam kepada mereka.


Pilihan selanjutnya adalah meminta bantuan kepada alam semesta kerajaan bawah, klan Phoenix, Omen, penguasa pedang Loe teu yiu dan dewa Davendra.


Pengecualian untuk Davendra, dan Loe teu yiu, entah dia mau ikut campur untuk urusan alam semesta kerajaan suci atau tidak, Askar tidak bisa memastikan hal itu.


Saat Askar ingin beranjak pergi, pintu ruangannya pun terbuka, seorang wanita yang jelas tidak dia panggil memaksa masuk untuk bertemu.


"Askar kenapa semua orang kau panggil masuk, tapi aku tidak." Ucap wanita itu yang ternyata adalah Fei sui sue.


"Bukannya aku tidak ingin memanggilmu, tapi kau tidak ada urusan dengan hal ini." Askar menjelaskan.


"Kenapa begitu, apa karena kau sudah memiliki posisi yang tinggi, kau melupakanku." Fei sui sue merasa kesal untuk penjelasan itu.


Meski secara langsung Fei sui sue memiliki hubungan dekat dengan Askar, tapi mereka berdua bukan sepasang kekasih, hanya sekedar dua orang yang saling membutuhkan kepuasan.


Seperti ilmu alam yang bernama simbiosis mutualisme, dimana dua subjek untuk saling memberi bantuan dan saling memberi menguntungkan antara dua belah pihak tanpa satu pun dirugikan.


"Tidak juga, tapi... Hmmm bagaimana aku menjelaskannya, anggap saja kau jauh lebih khusus dari pada pertemuan dengan mereka." Ucap Askar agar Fei sui sue mengerti.


Sikap Fei sui sue segera berubah saat mendengar kata khusus dari ungkapan Askar, isi pikirannya jelas menuju ke segala hal yang melampaui batas anggota dan pemimpin.


Senyum lain tersirat di wajah cantik Fei sui sue, berjalan lembut dan duduk di atas meja Askar, sembari mengelus pipinya.


"Oh, secara khusus apa yang ingin kau bicarakan Askar." Ucap Fei sui sue dengan bisikan perlahan.


"Bisa kita bicarakan ini nanti di dalam kamar saat malam." Balas Askar yang sebenarnya tidak bisa menahan diri.


"Memang kenapa ?."


"Aku tidak ingin suaramu mengganggu orang di luar." Itu yang Askar takutkan.

__ADS_1


Jika ada yang mengetahui hubungan dengan Fei sui sue, tentu akan tersirat pemikiran seperti melihat seorang sekertaris yang menjadi selingkuhan sang bos.


"Tenang saja, aku bisa menahannya." Secara terang-terangan Fei sui sue seperti seekor rubah yang merayu Askar.


Memang benar saja, setelah satu bulan dia tidak berjumpa dengan Askar, hasrat akan kebutuhan batin milik Fei sui sue sudah terlampau tinggi dan tidak bisa dia tahan.


Beranjak turun dari atas meja, Fei sui sue segera saja duduk di atas pangkuan Askar, dan bermain-main dengan pan*tat yang kenyal kepada Askar.


Tangan Askar seperti memiliki kesadaran sendiri dan mulai bergerak memasuki gaun Fei sui sue untuk menjamah dua daging empuk yang sangat dia banggakan itu.


Sentuhan Askar menggelitik dan membuat wajah wanita di atas pangkuannya merah merona, perasaan geli membuat semua menjadi tegang, termasuk untuk Askar sendiri.


Tangan beranjak turun dan memasuki bagian khusus yang sudah basah, permainan jari-jemari Askar semakin membuat Fei sui sue gemetar, menghimpit dan semakin panas.


"Kenapa aku merasa jika kau semakin bersemangat sekarang Fei." Bisik Askar sembari mengarahkan senjata pusaka ke tempat yang seharusnya.


"Apa kau tahu, aku sudah menahan ini sejak kau pergi." Balas Fei sui sue sembari menikmati proses masuknya senjata Askar.


"Bukankah banyak lelaki disini."


"Tidak ada yang sepertimu Askar, dan aku sudah tidak melakukan dengan lelaki lain lagi." Jawab Fei sui sue sembari malu-malu.


"Kenapa tidak." Bertanya Askar yang tidak berhenti bermain-main dengan tubuh Fei sui sue.


Hanya saja dia jelas diam, seakan enggan mengatakan apa yang harusnya dia jawab, tapi Askar menginginkan jawaban itu langsung dari mulut Fei sui sue.


"Jika kau tidak mengatakannya, aku tidak melakukan apa pun denganmu Fei." Ancam Askar yang berhenti seketika.


"Tidak, jangan, baiklah."


"Jadi ?."


"Karena aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman, jika kau tahu aku bermain dengan lelaki lain lagi." Itu yang Fei sui sue sebagai bentuk ungkapan bahwa dia hanya menginginkan kepada Askar.

__ADS_1


"Kau adalah milikku sekarang Fei." Tegas bisikan Askar di telinganya.


__ADS_2