PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
satu syarat


__ADS_3

Keesokan paginya, Askar menghadap kepada penguasa naga, long Wei secara langsung bersama dengan Silviana dan Omen, ini adalah menyangkut kepergiannya ke alam semesta kerajaan beladiri.


Askar tentu memikirkan tentang kondisi Silviana, dimana dia cukup sulit untuk bepergian ke berbagai macam tempat, karena Varjo de hores sudah menyebar puluhan juta pasukan ke delapan penjuru jagat raya.


Kepergian Silviana memberi dampak besar kepada sang penguasa alam semesta kerajaan beladiri itu, keberuntungannya mendapat seorang Silviana yang memiliki kecantikan luar biasa dan kekuatan keajaiban hidup dari dewi sunawa, jelas menjadi kesombongan tersendiri.


Meskipun sejak awal cara yang dia lakukan adalah salah, tapi itu tidak Varjo pikirkan, selama tujuannya tercapai tentu akan melakukan segala cara.


Dan sekarang lepasnya Silviana dari genggaman tangan Varjo membuatnya harus menahan malu, dan karena itu pula dia mengirimkan banyak pasukan demi mendapatkan Silviana kembali.


Askar jelas merasa was-was untuk membawa Silviana pergi dari alam semesta penguasa naga, disini sangat aman sebab tidak ada yang berani mendekat, bahkan jika itu adalah Suzong.


"Nona Silviana apa kau ingin tetap disini atau ke alam semesta awal penciptaan, di sana dewa Davendra akan melindungi mu." Askar memberi pilihan kepada Silviana.


Sepintas raut wajah gadis cantik tiada tara itu berubah drastis saat nama Davendra disebutkan oleh Askar, Askar sendiri tahu kenapa sikap Silviana seperti itu.


Perasaan kesal jelas masih menyelimuti hati Silviana, dimana kondisi alam semesta kerajaan suci benar-benar diabaikan oleh Dewa Davendra, dan itu pula membuat Silviana enggan untuk hadir di tempatnya tinggal.


Menginat bagaimana alam semesta kerajaan suci dihancurkan oleh Varjo, dan Davendra tidak memberi bantuan apa pun, Silviana dengan jelas menunjukan perasaan benci, meski dia adalah leluhur buyut dan suami Dewi sunawa.


"Heh, leluhur Davendra kah, aku rasa lebih baik aku tinggal di dalam gua daripada harus mencari perlindungan kepadanya." Jawab Silviana.


"Nona tolong jangan membawa masalah itu sekarang, aku hanya berharap, sampai nanti aku kembali anda tetap dalam keadaan aman." Askar berusaha menenangkan hati Silviana.


"Kalau begitu, bawa saja aku kembali ke alam semesta kerajaan suci." Silviana memberikan pendapatnya sendiri.


"Itu pilihan yang buruk nona, aku yakin jika sekarang Varjo sudah mengirimkan banyak pasukan untuk kembali menyandera alam semesta kerajaan suci." Askar sudah memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi.


Termasuk tindakan Varjo de hores untuk menjadikan alam semesta kerajaan suci sebagai ancaman bagi Silviana, dia tidak akan ragu melakukan kejahatan berulang kali demi mendapatkan wanita itu.


"Aku rasa itu memang benar nona Silviana, sebaiknya untuk kali ini anda menyimpan kemarahan kepada Davendra." Omen pun angkat bicara soal masalah kerajaan suci.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti." Dengan berat hati Silviana mencoba memahami tindakan Askar.


Askar pun ingin mengatasi masalah Silviana, alasannya jelas, tidak lain dan tidak bukan, karena Davendra adalah dirinya sendiri, di masa lalu memang Askar tidak berhubungan, tapi sama saja jika Silviana marah kepadanya.


Saat itu juga long Wei berjalan maju dari kursi singgasana yang menjadi tempah duduknya saat mendengar perdebatan dari Askar dan putri kerajaan suci.


"Tuan Asyura, aku tidak keberatan untuk menjaga Nona silviana, aku menjamin keselamatannya sampai anda kembali." Long Wei pun memberi pengertian tanpa harus Askar meminta.


"Ya itu lebih baik, aku lebih senang ada disini dari pada pergi ke alam semesta awal penciptaan untuk bertemu dewa Davendra." Silviana langsung saja setuju tanpa sedikitpun pertimbangan.


Askar memang merencanakan hal ini, dia akan meminta kepada Long Wei memberi tempat perlindungan kepada Silviana, meskipun akan meminta imbalan kembali.


"Kalau begitu aku sangat berterimakasih untuk kebaikan anda long Wei." Askar sedikit menunjukan penghormatan.


"Sudahlah, ini bukan hal penting, dan juga siapa yang berani mengusik alam semesta penguasa naga, kecuali jika mereka siap menerima konsekuensinya." Long Wei menjawab lantang sembari tertawa terbahak-bahak.


Askar cukup lega, dengan ini, dia akan lebih fokus menyelesaikan pembalasan dendam kepada Varjo de hores dan Sirjo atas kematian bawahannya.


Setelah semua selesai, Askar pun melompat tinggi dan keluar dari atmosfer Alam semesta penguasa naga menuju alam semesta kerajaan beladiri.


*******


Di dalam istana kerajaan beladiri Varjo de hores sedang melakukan perbincangan dengan salah satu penguasa alam semesta atas yaitu Suzong.


Sebagai aliansi dari Varjo de hores tentu Suzong mengetahui apa yang terjadi, di mana Silviana berhasil pergi dari pengawasan para penjaga.


Meski pun tidak ada yang tahu, bahwa lelaki yang kini berada di hadapan Varjo de hores adalah alasan kenapa Silviana bisa melarikan diri.


"Tuan Suzong, apa bisa aku meminta bantuan anda." Ucap Varjo de hores untuk tujuan khusus.


"Katakan saja Varjo, jika memang aku mampu tentu untuk apa aku menolak permintaan dari aliansi kita." Suzong pun tidak segan-segan memberi lampu hijau kepada Varjo.

__ADS_1


Ini jelas membuat Varjo sumringah penuh kebahagiaan, karena menganggap bahwa kerjasama antara alam semesta kerajaan beladiri dan alam semesta keabadian memberi sebuah keuntungan.


"Aku ingin anda membantu dalam penyerangan ke alam semesta kerajaan suci." Tegas Varjo untuk keinginannya.


"Itu mudah untukku, tapi kenapa sekarang kau merasa ragu menyerang kerajaan suci."


Suzong jelas berusaha menyembunyikan diri agar Varjo tidak tahu tentang siasatnya saat membantu Sano untuk membawa Silviana kepada Hydra.


"Hilangnya Silviana jelas berhubungan dengan kerajaan suci, dan aku merasa ada sosok tersembunyi yang kini membantunya."


"Apa kau menganggap dewa Davendra turun tangan."


"Aku rasa begitu, sebab tidak ada satu orang pun bisa lolos saat membawa Silviana pergi tanpa diketahui, kecuali dia adalah orang yang sangat kuat."


"Sehingga kau merasa bahwa dewa Davendra lah orang itu." Suzong bisa memahami anggapan varjo.


Walau sekarang Suzong hanya tertawa dalam hati menyaksikan Varjo kebingungan atas hilangnya Silviana.


"Tapi aku memiliki satu syarat." Suzong mengangkat satu jari dihadapan Varjo.


"Apa itu."


"Biarkan aku membawa Askar ke alam semesta keabadian." Suzong tidak berniat memberi bantuan secara cuma-cuma.


Varjo tidak keberatan untuk hal itu, selama dia bisa mendapatkan kembali Silviana, Varjo akan memberi segala yang Suzong inginkan, selama itu tidak berlebihan.


"Baiklah, hanya saja, biarkan Resya menikah dengan Askar terlebih dahulu, karena aku sangat menyangkan jika putriku harus kehilangan lelaki yang dia cintai." Varjo meminta penangguhan waktu dalam batas tertentu.


"Itu tidak masalah, bahkan jika mau, Askar bisa membawa Resya bersamanya." Suzong pun memberi inisiatif lain.


"Aku merasa itu cukup baik untuk mereka berdua." Varjo mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2