
Askar kembali mendapat kemenangan dengan cara mudah, tidak lebih dari lima gerakan dan semua selesai, tidak ada satu orang pun bisa bertahan, atau sekedar membalas serangan darinya.
Termasuk mengalahkan salah satu anak dari Varjo de hores, yang berasal dari murid istana beladiri surgawi, Jariko.
Apa yang dia janjikan kepada Gorongo, jika perguruan beladiri pedang semesta akan terbebas dari segala macam ikatan kerajaan.
Walau ada rasa kesal karena itu sama saja membuat dirinya kalah dengan Gorongo. Tapi janji adalah janji, mau tidak mau, Varjo memberikan keinginan Gorongo.
Hingga kini Askar masuk kedalam lima besar, tapi sayangnya itu hanya untuk Askar dan Fei sui sue, sedangkan Karlina dan Su yiu dikalahkan dalam pertandingan pertama.
Askar tidak merasa jika mereka kalah karena lawan yang kuat, tapi dengan sengaja Askar meminta untuk mereka tidak masuk kedalam seratus besar dan menjadi bagian dari pasukan bentukan varjo de hores.
Untuk Karlina dia tentu akan mengalami kesulitan dimana ketiga adiknya masih harus dia jaga saat berlatih di kerajaan beladiri, dan Su yiu, tempat ini tidak cocok dengan sifatnya.
Bukan berarti dia tidak mampu, tapi melihat bagaimana kepribadian Su yiu yang masih belum memahami kehidupan di alam semesta luar.
Askar tidak ingin dia mendapat masalah terlebih disini adalah wilayah kekuasaan dari Varjo de hores, Su yiu tidak memiliki alasan apa pun untuk tetap memasuki istana.
Secara khusus kelima orang yang tersisa dari seratus peserta pun dipanggil oleh Varjo kedalam istana, mereka-mereka adalah Askar, Fei sui sue, Le Wei, Asmi Tian, dan Dal mantilo.
Masing-masing dari mereka adalah murid terbaik yang sudah bertarung dalam semua seleksi awal hingga turnamen terakhir.
"Ada urusan apa orang itu memanggil kita kemari." Gumam Askar yang tidak nyaman harus dekat-dekat dengan Varjo de hores.
"Entahlah, kemungkinan ini hanya sekedar pemberitahuan saja." Ucap Fei sui sue yang memang hanya dia berada di dekat Askar.
Di ruangan itu atmosfer suasana tidak nyaman untuk Askar rasakan, ketiga orang yang menjadi lawan dalam turnamen, termasuk Le Wei mereka menujukan raut wajah permusuhan.
Terlebih lagi bagi Le Wei, sejak awal dia memang menaruh dendam kepada Askar, karena kejadian antara mereka berdua di dalam lembah hutan neraka hijau.
Salah satu masalahnya terletak kepada wanita yang bersama Askar sekarang, ya Fei sui sue menjadi penyebab utama kemarahan Le Wei, dianggapnya jika Askar merebut wanita itu.
__ADS_1
Sedangkan nyatanya Fei sui sue sendiri yang mengikuti Askar, tidak ada paksaan darinya, tapi tetap saja, wanita yang selalu menganggap setiap lelaki sebagai mainannya kini tidak pernah lepas dari samping Askar.
"Kenapa kau melihatku seperti itu." Bertanya Askar karena dia tidak menyukai cara le Wei melihat.
"Apa ?, Aku melihat kepada nona Fei sui sue, bukan kamu." Jawab Le Wei dengan kesal.
"Maaf kalau begitu, tapi aku merasa kau tidak tahu malu masih mengharapkan wanita yang jelas-jelas tidak menyukaimu." Balas Askar yang menyindir sikap Le Wei kepada Fei sui sue.
Hanya saja tidak ada tanggapan lebih lanjut untuk membalik ucapan Askar kepadanya, karena dia sendiri masih ingat kejadian-kejadian yang membuatnya harus pingsan berulang kali.
Askar pun tahu bahwa dia juga yang mengirimkan seratus orang petarung untuk melawan dirinya di malam terakhir dalam hutan neraka hijau.
Tapi sungguh sangat disayangkan, jika semua rencana yang sudah dilakukan oleh Le Wei tidak mendapatkan hasil apa pun.
Dua orang lain tentu sudah melihat apa yang terjadi diatas arena saat pertandingan duel Askar dengan petarung lain, tidak ada keraguan bahwa lelaki itu adalah sosok terkuat diantara mereka semua.
Tidak lama berselang, lelaki bertubuh besar, buntal berkumis melintang datang bersama dua pengawal pribadi mereka.
Ingatan Askar terjun bebas ke masa lalu, dimana menjadi awal kehancuran diri dari kekuasaan Zilogia, kematian para bawahannya, dan juga harga yang harus dia tanggung mengingat Sirjo menghancurkan istana Zilogia.
Dendam itu tidak akan hilang, kematian setiap bawahan yang dianggapnya keluarga, tubuh-tubuh mereka hancur, terpenggal, Blue, Samxel, Aslasa, dan banyak lagi, semuanya tewas ditangan Sirjo.
"Askar ada apa ?." Bertanya Fei sui sue membangunkan Askar dari bayang-bayang masa lalu.
"Tidak bukan apa-apa." Jawab Askar yang segera mengikuti Fei sui sue dan semua orang untuk menunduk.
Itu adalah penghormatan kepada Varjo de hores, sedangkan Askar tidak akan mau melakukan hal ini jika bukan karena posisinya sekarang dalam berpura-pura.
Tatapan mata Varjo de hores pun mengarah kepada Askar, ada alasan penguasa alam semesta kerajaan beladiri memperhatikan dirinya.
Askar waspada, dia sadar bahwa bisa saja Sirjo menceritakan tentangnya, dan berniat menyerang, untuk sekarang Askar cukup mampu bertarung seimbang.
__ADS_1
Tapi tidak jika harus menang, karena satu sosok lain yang berdiri dibalik bayangan Varjo de hores, yaitu penguasa alam semesta keabadian, Suzong.
"Secara khusus aku memanggil kalian semua, adalah untuk membicarakan tentang rencana ku." Ucap Varjo mengawali percakapan kepada mereka berlima.
"Siap." Serentak mereka menjawab, terkecuali Askar.
"Kalian berlima adalah bakat terbaik yang telah mengalahkan semua murid dari berbagai macam perguruan di alam semesta kerajaan beladiri ini."
Varjo de hores pun berjalan dengan tangan kebelakang, sikap angkuh itu, cukup menujukan bahwa dia adalah penguasa dihadapan mereka.
"Dalam hal ini aku ingin kalian berlima menjadi pemimpin dari masing-masing kelompok."
Seratus orang yang Varjo pilih dalam turnamen akan dibagi menjadi lima, satu dari mereka bertanggung jawab sebagai pemimpin yang membawahi Dua puluh prajurit.
Untuk saat ini, para prajurit kerajaan beladiri memang memiliki jumlah hingga ratusan juta prajurit, tapi sedikit dari mereka adalah orang-orang berbakat.
Karena hal itu, tujuan dari turnamen inilah Varjo menginginkan seratus bakat terbaik di alam semesta kerajaan beladiri sebagai pasukan khusus dibawah kekuasaannya.
Usia mereka tidak lebih dari lima ratus tahun, tapi tingkat kekuatan yang mereka miliki berada di lord alam saint suci, tentu dalam pembinaan, pelatihan dan segala sumber daya milik alam semesta kerajaan beladiri akan menjadikan mereka jauh lebih kuat lagi.
Askar tidak menolak hal ini, karena tujuannya adalah memasuki istana kerajaan beladiri demi menyelamatkan Silviana.
Menggunakan cara kasar seperti pertarungan akan beresiko buruk, tapi lain ceritanya jika dia bisa bertindak sebagai orang dalam.
"Apa kalian ada pertanyaan." Bertanya Varjo.
Askar pun mengangkat tangan.... "Apa boleh aku pergi sebentar, karena ada hal penting yang harus aku lakukan."
"Kau...." Sirjo tidak menyukai ucapan Askar, tombak ditangan berniat dilepaskan kepadanya.... "Baru kerja, sudah mau cuti, memang tempat ini punya bapak kau."
"Tahan." Perintah varjo...."Aku tidak masalah, tapi ingat, dalam satu bulan kau harus segera kembali kemari."
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Askar.