
Lawan Askar kali ini tidak memberikan sedikit pun celah, dimana segala macam skill, teknik kemampuan khusus atau tipuan-tipuan receh semua percuma saja dan terbaca tanpa memberi kesempatan.
Karena memang sosok yang dia hadapi bukanlah sembarangan, yaitu dirinya sendiri dan tahu segala hal tentang isi pikiran seorang Askar.
Skill penciptaan ruang : akselerasi penuh dan mata masa depan.
Skill pemangsa gerbang kelima : murka penguasa.
Mode transformasi hukum kegelapan dan cahaya : golden darkness.
Seni beladiri pernafasan.
Teknik tempur skill pemangsa.
Semua yang Askar gunakan sebagai kartu andalan diketahui dan dimiliki olehnya, bahkan pedang dewa pemangsa kematian dimana itu adalah benda mati pun ada, hanya saja pedang lawan tidak mendesah.
Satu ayunan pedang dewa pemangsa kematian mengarah cepat dengan energi penuh dan tidak main-main.
"Lihat disana ada kucing kawin." Ucap Askar sebelum pedang beradu.
"Mana ?." Seketika menoleh ke arah yang di tujukan Askar.
Tapi tetap saja, tipuan seperti itu bukan masalah, karena bagi sosok Askar akselerasi penuh dalam perbandingan 1: 10 mampu membuatnya menoleh sejenak dan kembali bertarung.
Terlebih lagi mata masa depan yang melihat bermacam prediksi akan segala kemungkinan kemana arah Askar akan menyerang, hingga lawan pun bisa saja menghindar atau bersiap menangkisnya.
Sebuah kemampuan gila yang tentunya digunakan oleh Askar dalam pertarungan jarak dekat, dan ketika lawan berkali-kali lipat lebih kuat, cukup efektif bahkan kepada dirinya sendiri.
Satu serangan tipuan gagal, Askar yang asli pun bergerak mundur demi menghindari balasan dari lawan, tapi bagiamana pun Askar berusaha menjauh, lima pedang dari skill penciptaan melesat lurus menuju ke arahnya.
Ini masih mudah untuk Askar hindari, hanya saja dia merasa kesal ketika melihat senyuman mengejek dari wajahnya sendiri sebagai lawan.
"Kini aku tahu perasaan lawan-lawan ku sebelumnya ketika aku tersenyum mengejek kepada mereka." Itu yang Askar gumamkan saat musuh berjalan mendekat.
"Jika kau ingin main tipu-tipu, harusnya kau sadar siapa yang kau tipu." Berkata sosok Askar itu dengan suara keras.
__ADS_1
"Aku hanya sedikit mencari celah agar bisa mengalahkanmu." Askar memang melakukannya.
"Jadi apa yang kau dapatkan dari semua itu."
"Menghindari keburukan diri sendiri adalah satu hal yang tidak mungkin." Ucap Askar penuh makna.
"Sungguh tidak berguna." Balasnya kembali dengan cara menatap yang tidak menyenangkan.
Kini kedua Askar saling mendekat dalam kecepatan tinggi, dimana dua pedang dalam jenis yang sama saling beradu kekuatan.
Ledakan besar menyala terang warna keperakan dengan kilat menyambar ke segala arah, satu-satunya keuntungan adalah pedang milik Askar palsu tidak bisa mendesah.
Hanya itu, tidak lebih, karena dalam segi kekuatan dan kualitas semuanya sama, hanya suaranya saja yang berbeda.
"Kenapa pedangku tidak bisa mendesah seperti milikmu." Ucap Askar satunya dengan bingung.
"Entahlah, mungkin pedangmu sedang masuk angin dan malas untuk bersuara." Jawab Askar dengan asal.
Biarpun begitu, akselerasi penuh yang membawa pergerakan Askar berkecepatan tinggi, semua serangan saling tangkis menangkis, tanpa celah, tanpa kesempatan.
Arah gerakan Askar terbaca sempurna, hingga dirinya dipukul mundur oleh kekuatan gerbang ke enam raja penguasa yang dikeluarkan oleh lawan.
Tubuh makhluk yang menyerupai dirinya ini, tidaklah terbuat dari daging dan inti kehidupan, melainkan sekumpulan energi dari salian milik Askar.
Sehingga pengaruh dari pembukaan gerbang ke enam tidak dirasakan olehnya. Dia yang harus mati-matian menahan sakit setelah membuka murka penguasa, Askar jelas iri melihat hal ini.
Belum sempat Askar bersiap, sebuah garis lurus tercipta dan Askar sangat paham kemampuan satu ini, teknik rahasia naga hitam, lintasan naga.
"Si*al." Berteriak Askar yang tanpa ragu membuka gerbang ke enam raja penguasa agar bisa bersaing melawan Askar satunya itu.
Teknik pertahanan singa merah : singa perkasa.
Lapisan kubah berwarna merah terbentuk, dua kekuatan yang jelas bukan sembarangan pun saling beradu, gelombang energi pecah dan menghancurkan taman bunga menjadi debu.
Sebuah keajaiban untuk Askar bisa lepas dari teknik andalannya sendiri, lintasan naga, tanpa pertahanan singa merah, bisa dipastikan cerita tamat hari ini.
__ADS_1
Askar tidak bisa membuka gerbang ke enam terus menerus, dimana tubuhnya merasakan efek samping saat kelebihan muatan energi.
Tapi satu hal yang sudah Askar ketahui dari beberapa pertarungan sebelumnya, sosok lawan dengan semua kemampuan dan isi pikiran sama, hanya menyalin informasi Askar.
Hanya saja, tidak jika Askar mendapatkan informasi baru, kekuatan baru atau pun sebuah kemampuan yang belum pernah dia gunakan.
Dua hal yang sampai saat ini belum pernah Askar gunakan adalah skill pemangsa gerbang ke tujuh penguasa tertinggi, dan skill penciptaan ultimate kenyataan dan ilusi.
Tentu ini bukan satu hal yang mudah untuk Askar gunakan, dimana resikonya terlalu besar, gerbang ke enam akan merusak tubuhnya, dan secara khusus skill penciptaan ultimate dia simpan untuk kemungkinan terburuk.
Biar pun begitu, sekarang Askar benar-benar tidak memiliki pilihan lain, antara dua kekuatan itu yang paling minim resiko adalah skill penciptaan ultimate.
Selama Askar tidak menggunakan kekuatan terakhir skill penciptaan ini dalam kurun waktu dua tahun, itu akan baik-baik saja.
Satu kemungkinan terburuk adalah ketika dia harus menggunakannya untuk kedua kali di alam semesta kerajaan beladiri, maka separuh tingkat kekuatannya akan dilenyapkan.
"Oi apa yang kau pikirkan ?." Ucap sosok Askar lain itu.
"Tidak, bukan apa-apa, karena sekarang aku harus menentukan pilihan yang cukup rumit." Balas Askar.
"Apa kau akan melanjutkannya satu hal percuma ini." Bertanya dia yang cukup menyombongkan diri dengan kekuatannya.
"Tidak ada yang percuma, karena aku sudah menetapkan pilihan." Berkata Askar dengan tegas.
"Oh, biar aku lihat apa yang akan kau lakukan."
Satu tangan mengarah ke atas, dimana setitik cahaya merah tua menyebar ke seluruh ruangan, tidak ada yang bisa menghindar, atau pun menolak satu kemampuan ini.
Skill penciptaan ultimate : kenyataan dan ilusi.
Radius kekuatan penciptaan ultimate adalah dunia yang Askar pijak, dimana waktu akan berhenti, segala kenyataan mampu di ubahnya menjadi ilusi, dan setiap ilusi dari Askar dapat di jadikannya nyata.
Jika dibandingkan dengan skill kematian dari dewa Lutos yang mampu mengubah realitas jagat raya dan mengendalikan kematian.
Skill ultimate penciptaan jauh lebih kecil, tapi untuk menyelamatkan nyawa, selama jiwa belum terlepas dari tubuh maka rasa sakitnya bisa Askar ubah menjadi ilusi.
__ADS_1
"Memang sesuai dengan namanya, kemampuan ultimate ini menyerap energi sangat banyak." Gumam Askar yang jatuh bersimpuh lutut untuk menjaga pijakan.
Tapi dalam zona waktu yang berhenti, Askar mengunci tubuh lawan tanpa mampu bergerak.