PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
meminta baik-baik


__ADS_3

Sekembalinya Askar setelah membersihkan diri di sungai kecil yang tidak jauh dari sarang binatang iblis.


Askar tidak benar-benar memperhatikan, jika saat ini ada seorang tamu yang datang sebelum dirinya keluar dari dalam lubang.


Lelaki tampan dengan rambut hitam terkuncir panjang, tatapan mata tajam dan alis tegas, siapa pun wanita itu akan tertarik untuk mengenal siapa sosoknya.


Tapi Askar benci dengan lelaki model begini, mereka yang jauh lebih kompeten dari tokoh utama, seakan menyingkirkan dirinya dari jalan cerita.


"Siapa dia ?." Bisik Askar kepada Su yiu sembari memperhatikan lelaki yang sibuk mencari perhatian Fei sui sue.


"Dia... Hmmm lelaki yang pernah dipermainkan oleh kakak Fei ?, Sepertinya itu." Jawab Su Yiu yang sama-sama berbisik.


"Kenapa jawabanmu meragukan."


"Aku tidak terlalu memperhatikannya, jadi jika kau penasaran tanyakan langsung kepadanya." Balas Su yiu.


Bagi wanita seperti Su yiu, Le Wei tidak membuatnya tertarik sedikit pun, tapi karena hal itu juga, ucapan dari Su Yiu membuat telinga Le Wei terangkat.


Hanya saja, bukan dia yang membalas perkataan Su Yiu, melainkan para wanita dibelakang Le Wei berjalan maju karena merasa risih untuk percakapan Askar.


"Aku penasaran, kenapa masih ada orang yang tidak mengenal sosok tuan Le Wei." Sindir wanita yang menjadi bagian kelompok secara langsung.


"Maaf, aku juga tidak kenal." Karlina angkat tangan.


"Kemana saja kalian selama ini, nama tuan Le Wei sangat terkenal di alam semesta kerajaan beladiri, tapi kalian bertiga tidak tahu."


"Ya dia bukan orang yang berkontribusi dalam hidupku jadi untuk apa aku mengenalnya." Jawab saja Askar dengan mudah.


Sebenarnya Askar pun tidak terlalu perduli dengan Le Wei, tapi dia adalah satu dari dua puluh orang yang dirasakan oleh Askar sebagai bakat terkuat di turnamen kali ini.


Hanya itu saja, tidak lebih.


Di sisi lain pula, urusannya dengan Fei sui sue jelas bukan sesuatu yang penting bagi Askar, entah dia adalah kenalan, atau lebih seperti langganan.

__ADS_1


Selama tidak membuat masalah dengannya, Askar lebih memilih tidak mencampuri urusan mereka berdua.


"Nona Fei, apa dia lelaki bersamamu sekarang." Suara le wei itu terdengar seperti mengejek.


"Ya, dia adalah lelaki yang aku ikuti." Jawaban Fei sui sue pun jelas.


"Bukankah lebih baik jika kau bersamaku, aku pastikan kau bisa melewati seleksi ini dengan mudah." Balas Le Wei sebagai bentuk perbandingan antara dia dan Askar.


Askar mulai terusik untuk percakapan mereka berdua, seperti ingin menjatuhkan Askar di hadapan para wanita-wanita yang dia miliki.


"Jangan bercanda Le Wei, aku bisa pastikan bahwa Askar jauh lebih baik dari pada dirimu." Tegas jawaban Fei sui sue agar lelaki satu ini menyerah.


Tapi bagi Askar, dia benar-benar tidak menyukai cara Fei sui sue, jika namanya dibawa-bawa, sedangkan jelas sekali Le Wei mulai menaruh perhatian dengan cara tidak menyenangkan.


"Memang apa yang bisa kau banggakan dengan lelaki kampungan ini." Le Wei berucap nada mengejek sembari menujuk.


"Paling tidak, dia jauh lebih besar, dan tahan lama." Entah apa yang dipikirkan Fei sui sue dari perkataannya itu.


Jawaban Fei sui sue membuat Le Wei tersinggung, karena memang bagi para lelaki, ungkapan seorang wanita tentang sesuatu yang intim menjadi taruhan harga diri.


"Aku tidak membutuhkan apa pun, karena aku sendiri sudah memiliki semuanya, dan kau tidak berhak memaksakan keinginanmu itu." Tapi tetap saja Fei sui sue menolak.


Karlina mulai mengkhawatirkan posisi fei sui sue, lelaki bernama Le Wei itu bisa melakukan segala cara demi mendapat tujuannya.


"Askar tolong bantu Saudari Fei." Pinta Karlina karena takut jika Fei sui sue diperlakukan tidak baik.


"Itu adalah urusannya, aku tidak berhak melakukan apa pun." Jawab Askar.


Biar pun Askar tidak membantu Fei sui sue mengatasi Le Wei, kekuatannya saat ini cukup, bahkan lebih dari kata mampu melawan balik dalam perkelahian.


Hanya saja Karlina yang sebagai sesama wanita tentu merasa kasihan, di dapati saudara seperguruannya dalam posisi terdesak.


"Tapi...." Karlina menjadi ragu.

__ADS_1


"Sebaiknya kita pergi lina."


Dengan jawaban Askar yang memang tidak mau membantu, Karlina segera saja berjalan maju demi membawa Fei sui sue pergi.


Askar menarik tangan Karlina, dan tidak membiarkan dia ikut campur untuk urusan dengan Fei sui sue.


"Baiklah, aku melakukan ini karena kau yang memintanya." Askar dengan tegas tidak ingin ikut campur masalah Fei sui sue atas keinginannya sendiri.


Dengan perasaan yang campur aduk, antara kesal dan malas, Askar kini berdiri di sebelah Fei sui sue untuk berhadapan langsung kepada Le Wei.


"Saudara Wei kami masih harus menyelesaikan seleksi ini, jadi biarkan kami pergi." Tegas ucapan Askar yang menghentikan sikap Le Wei untuk memaksa Fei sui sue.


Dan pada akhirnya keikutsertaan Askar yang menganggu Le Wei itu, membuat dia tersinggung, cara menatap kepada Askar tidaklah menyenangkan.


Seorang lelaki yang tidak tahu asal usulnya, datang untuk membawa wanita pujaan hati, tentu Le Wei menolak dan tanpa segan-segan melepaskan sebuah serangan tangan kosong.


Askar menghentikan satu pukulan itu dengan mudah, memang benar jika lelaki ini adalah orang yang sangat kuat, hanya saja Askar berada jauh diatasnya.


"Saudara Wei, aku tidak ingin membuang waktu untuk sebuah pertarungan." Askar sedikit menujukan tatapan serius.


"Apa masalahmu, kau hanya mengangguku, pergi kau sendiri, kalau tidak kau akan menerima akibatnya." Ucap Le Wei serius.


"Aku sudah meminta kepadamu dengan baik-baik dan juga wanitaku sendiri yang meminta untuk membawa Fei sui sue pergi darimu." Jawab Askar tanpa takut atas ancaman Le Wei.


"Dan kau tidak pantas untuk menjadi apa pun bagi Fei sui sue." Tegasnya dalam ucapan mengejek.


Dia tipe lelaki yang tidak mau mendengarkan penjelasan orang lain dibawahnya, sedangkan Askar masih menyembunyikan kekuatan dari siapa pun.


Sikap keras kepala lelaki tampan satu ini, semakin membuat Askar kesal, dia yang sebenarnya tidak ingin ikut campur, harus mendapat masalah karena Fei sui sue.


"Sekali lagi, aku katakan, apa kau bisa membiarkan kami pergi." Askar masih mencoba bicara.


"Tentu saja tidak." Tegas jawaban Le Wei dan menarik pedang yang tersimpan dibelakang baju.

__ADS_1


Askar menganggap tindakan itu adalah menjadikan Askar sebagai musuh, dan berusaha membunuhnya, satu ayunan tangan kosong dari Askar melempar tubuh Le Wei terdorong mundur.


Dan tidak perlu menunggu Le Wei bersiap membalas, Askar melayangkan satu pukulan telak di perut, hingga lelaki itu pingsan seketika.


__ADS_2