
Secara jelas satu murid dari istana beladiri surgawi mengajukan sebuah tantangan kepada Askar.
"Untuk sekarang aku tidak bisa." Singkat saja Askar menjawab.
"Oh apa kau merasa takut melawanku." Terdengar sombong dan tertawa mengejek.
"Apa kau bodoh, pertarungan melawan Tianmu sudah menghabiskan lebih dari separuh kekuatan yang aku miliki, jika aku terima tantangan darimu aku sama saja bunuh diri." Ucap Askar dengan keras.
Tapi ini memang sudah Askar perhitungkan, dalam dua hingga tiga hari kondisi aliran energi yang dia miliki tidaklah stabil.
Pembukaan gerbang ke enam raja penguasa, memang tidak lagi berbahaya, tapi itu masih memberikan efek samping yang sangat besar.
Ditambah lagi, setiap orang yang dibawa oleh guru besar dari masing-masing padepokan beladiri, bukan lawan mudah. Tiga orang memiliki kekuatan diatas Remure Tianmu, dan sisanya mungkin hanya pelengkap.
"Tidak sekarang, kau bisa memulainya besok, atau lusa." Dia masih menginginkan Askar untuk bertarung.
"Aku tetap menolaknya, karena dalam tiga hari aku akan menyetabilkan kekuatan." Balasnya dengan tegas.
"Ayolah, harusnya kau sedikit bersemangat, karena lawan yang akan kau hadapi adalah aku, Payou orang yang mengalahkan Remure Tianmu dua tahun lalu." Dia menyebutkan namanya dan Askar tidak merasa tertarik walau pun kemampuannya diatas Remure Tianmu.
"Tidak tertarik, tapi maaf saja bukan karena aku takut."
"Kau banyak beralasan Askar." Jirosou benar-benar ingin bertarung melawan Askar.
Lelaki satu ini merasa tertantang melawan seseorang yang kuat, terlebih setelah melihat pertarungan Askar dan berhasil mengalahkan Tianmu.
Dia hanya ingin membuktikan diri bahwa tidak ada satu orang pun bisa mengalahkannya, bahkan oleh orang yang melampaui bakat Loe Teu Yiu.
"Baiklah jika kau memaksa, aku akan menyerahkan pertarungan atas namaku kepada Su yiu." Askar hanya memberi alasan agar lelaki ini tidak banyak bicara.
"Kau membosankan Askar."
Askar cukup tersinggung atas sikap yang Payou tunjukan, dia merasa paling kuat sendiri hingga lupa kakinya masih berpijak di tanah.
Sedangkan orang ini tidak tahu seberapa mengerikan untuk melawan su yiu, bahkan untuk Askar sekarang, masih belum yakin bisa mengalahkan telak Su yiu.
__ADS_1
Kekuatan dewa kematian Lutos, adalah kemampuan yang dia miliki, walau belum sempurna, tapi keahlian dalam pertarungan Su yiu sangatlah kuat.
Dan satu orang yang berada tepat di samping Payou pun berjalan maju, dia lelaki dengan senyuman lain, terlihat tulus dan menujukan diri sebagai orang baik.
"Senior Payou, jangan kau memaksa Askar untuk bertarung denganmu, harusnya senior mendengar sendiri, jika dalam tiga hari nanti kekuatannya masih belum stabil." Ucapnya dengan sopan kepada Askar dan Payou.
Hanya dengan ucapan lelaki satu ini katakan, sosok Payou diam, dia patuh untuk seseorang yang berada satu tingkat di bawah statusnya ini.
"Tapi tuan Jariko."
"Sudah aku katakan jangan panggil aku tuan, kau lebih senior di istana beladiri surgawi." Lelaki bernama Jariko itu seakan memiliki hubungan lebih dari senior dan junior.
"Maafkan aku." Dari cara Payou meminta maaf pun bisa dipastikan bahwa Jariko adalah tuan untuk beberapa alasan.
Payou melihat kearah Askar dengan cara berbeda, tidak ditunjukan lagi wajah sombong yang penuh semangat untuk bertarung.
"Baiklah, tapi berjanjilah satu hal, jika aku bisa mengalahkan Su yiu itu, kau harus melawanku." Tetap saja tujuannya tidak berubah.
"Itu jika kau menang, dan aku akan memikirkannya." Askar menjawab dan tidak perduli dengan hasilnya.
*******
Beranjak malam, padepokan beladiri pedang semesta mengadakan sebuah acara suguhan kepada para guru besar akademi lain.
Awalnya Askar memang berniat menyetabilkan kondisi tubuhnya, tapi berhubung acara ini menyediakan makanan dan beberapa hal yang menarik, Askar tidak ingin melewatkannya.
Dan satu orang yang bersemangat untuk hal-hal seperti ini sudah datang terlebih dahulu, membawa dua piring penuh makanan di antara ramainya para murid.
Askar berjalan mendekati Su yiu, dimana dia sedang kesulitan karena sibuk membawa piring ditangan.
"Askar apa ini pesta ?, Aku harus mengambil lebih banyak lagi untukmu." Ucap Su yiu dengan menyerahkan kedua ****** kepada Askar.
"Su yiu apa kau tidak bisa menahan diri, aku bahkan masih bingung kemana perginya semua makanan ini saat kau telan." Askar menggeleng tidak jelas atas sikap Su Yiu.
Hanya saja ucapan Askar seperti angin lalu, dan dia masih belum puas atas dua piring ini.
__ADS_1
Dengan nafsu makan yang sedemikian besar, tapi tubuh wanita ini sangat langsing, bahkan terbentuk sempurna seperti Sina.
"Untuk apa kau bingung ?, makanan ini disediakan dan aku hanya melaksanakan tanggung jawab." Jawab Su Yiu tidak perduli.
"Jika ada sepuluh orang sepertimu, aku yakin semua makanan ini tidak akan cukup." Gumam Askar sendiri.
Biar pun begitu ini memang sosok Su yiu sebenarnya, entah seperti apa sikap yang dia tujukan, tapi Askar merasa paham dan hanya tersenyum melihat Su yiu.
Tapi tidak lama saat Askar mengambil tempat duduk, satu lelaki yang tidak pernah Askar harapkan untuk datang kini berjalan mendekat.
Jariko datang sendiri untuk satu alasan yang tidak Askar ketahui, sedangkan dia sendiri merasa tidak nyaman berdekatan dengan lelaki ini.
Bahkan su yiu yang biasanya fokus menikmati setiap makanan di atas piringnya, kini berhenti saat dia sadar, jika Jariko memandangi sejak awal.
"Askar siapa lelaki ini, apa kau memiliki masalah dengannya." Entah dari mana isi pikiran Su yiu, menganggap setiap lelaki yang datang hanya mencari masalah kepadanya.
"Aku tidak sedang mencari masalah dengan siapa pun, dan juga, tapi aku tidak tahu siapa dia sebenarnya." Jawab Askar.
"Tuan Askar, aku hanya seorang murid biasa." Jariko menjawab dengan tersenyum cerah.
"Tidak ada murid biasa yang memiliki ucapan di patuhi oleh orang seperti Payou." Askar tahu bahwa Jariko tidak sesederhana itu.
"Anda terlalu berlebihan, memang benar, Payou adalah pengawal ku, tapi bagaimana pun juga, di sini aku hanya seorang murid biasa." Berkata Jariko merendah diri.
Su yiu jelas tidak merasa nyaman atas tatapan dari Jariko, secara spontan dia menarik semua piring diatas meja dengan sikap waspada.
"Nona aku tidak berniat mengambil makananmu." Itu yang terpikirkan oleh Jariko.
"Tidak apa Su yiu, dia adalah orang kaya, tentu makanan ini cukup murah untuk uang sakunya, jadi jangan khawatir." Askar pun menjelaskan.
Tapi Su yiu tetap tidak bisa bersikap tenang, karena jarang baginya untuk berbincang dengan lelaki selain Askar.
"Jadi apa yang anda inginkan tuan Jariko." Askar tidak ingin berbasa-basi .
"Bukan masalah besar, aku hanya ingin tentang wanita ini." Tunjuk Jariko kepada Su yiu.
__ADS_1