
Percaya atau tidak percaya jika mereka di alam semesta kerajaan suci masih satu garis darah dari keturunan devendra, Tapi itu semua dikatakan langsung oleh Dewi Sunawa, sehingga Askar hanya bisa menerima kenyataan.
Sebenarnya bagi Askar ini sangat disayangkan saat dia tahu bahwa Silviana adalah salah satu dari keturunannya.
Sebuah kecantikan yang membuat jagat raya iri tentu menginginkan Silviana menjadi salah satu dari wanitanya tapi apa daya, hukum karma berlaku bagi orang yang menikah dalam satu garis darah.
Saat ini Askar duduk dengan tenang, walau pun isi pikirannya rumit untuk menjelaskan segala hal yang terjadi dalam hidup.
Tapi beberapa saat kemudian satu sosok datang tanpa alasan, dimana dia adalah sang penguasa pedang, kakek Loe Teu Yiu.
"Askar apa yang membuatmu duduk di sini sendirian." Ucap kakek Loe Teu Yiu dan ikut duduk di sebelahnya.
"Bukan apa-apa, aku hanya sedang memikirkan kerumitan yang terjadi dalam hidup ku." Balas Askar dengan tersenyum lemas.
"Kenapa begitu, di dalam sana tiga wanita dan satu ekor binatang peliharaan bisa menemani untuk menyelesaikan masalahmu." Berkata Loe Teu Yiu yang kesal sendiri melihat sikap Askar.
"Tidak, ini sedikit pribadi kakek." Tapi jawaban Askar membuat Loe Teu Yiu pemasaran.
"Apa ini tentang sesuatu yang berbau perselingkuhan." Itu yang dikatakan oleh sang penguasa pedang.
Askar mengangkat kepalanya, melihat aneh kepada kakek Loe Teu Yiu dari jawaban yang dia katakan..."Bagaimana bisa Kakek mengarahkan masalah pribadi ke perihal selingkuh."
"Ya... Beberapa hal ketika seorang lelaki merenung sendiri tanpa membicarakan kepada istrinya, itu hanya tentang selingkuhan hamil dan ketahuan selingkuh." Seakan paham kakek loe teu yiu dengan isi pikiran yang aneh.
Tapi jelas balasan Askar hanya sebuah senyum lemas dan pijatan kening penuh kebingungan terhadap sosok kakek tua yang di takuti oleh bermacam alam semesta.
"Kenapa dua-duanya mengarah ke permasalahan selingkuh." Ucap Askar lemas.
"Mau bagaimana lagi, lelaki adalah orang yang berantusias memiliki wanita cantik, dan tidak luput untuk berselingkuh, asal tidak ketahuan." Sepertinya memang ungkapan Loe Teu Yiu berasal dari pengalaman pribadi.
__ADS_1
"Aku rasa itu memang benar, tapi ini bukan seperti yang kau pikirkan." Askar tidak membantahnya pula.
Kakek Loe Teu Yiu tidak memberikan pendapat yang lain, karena seperti pengalaman pribadi, dan melihat ekspresi Askar, hanya itu yang ada dalam pikiran sang penguasa pedang.
"Baiklah, Coba kau bicara kepadaku apa yang sedang kau pikirkan, Siapa tahu aku bisa membantumu." Cukup mengejutkan jika secara langsung memberi bantuan kepada Askar tanpa alasan khusus.
"Aku tidak yakin jika kakek akan memahaminya." Askar ragu-ragu.
"Ini tentang pengalaman hidup, aku sudah ratusan ribu tahun menjelajahi alam semesta, banyak hal yang aku alami, soal bisa atau tidak, akan aku jawab saat kau mengatakan masalahmu." Berkata Loe Teu Yiu sembari menepuk dada.
Apa yang dikatakan oleh Sang Penguasa pedang memang benar, terlebih lagi membicarakan sesuatu dengan orang lain mungkin bisa meringankan beban pikiran.
Askar pun cukup jika dibandingkan dengan pengalamannya, kakek loe teu yiu jauh lebih banyak, dan tidak mungkin hanya mengurusi tentang pertarungan saja.
"Ini tentang Dewi sunawa." Singkat Askar mengatakan isi pikirannya.
"Oh, istri dari dewa Davendra kah." Jawabnya dengan santai.
Jelas-jelas kakek Loe Teu Yiu mengetahui tentang hubungan yang terjalin antara Dewi Sunawa dan dewa Davendra, tapi karena itulah Askar merasa terkejut.
"Itu bukan hal mengejutkan, karena semua orang di alam semesta ini tahu, jika Dewi sunawa itu istri dari dewa davendra." Balas Loe Teu Yiu tanpa merasa berdosa karena menyembunyikan rahasia besar.
"Tapi aku baru tahu kemarin, dan kenapa kau tidak mengatakannya sejak dulu, kakek tua." Askar kesal dan sekaligus malu secara bersamaan.
"Untuk apa ?, Aku menganggap jika kau sudah mengetahui semua tentang dewa Davendra, dan juga kau sudah berani mengatakan aku kakek tua."Loe Teu Yiu merasa tersinggung atas ucapan Askar.
"Ya maaf.... tapi kakek harusnya tahu jika Davendra itu aku, dan Azela tentu sebagai keturunanku." Perjelas Askar, sekaligus meminta maaf.
"Aku mengerti."
__ADS_1
"Yang jadi masalah, aku mungkin sudah membunuh Azela, jika saat itu aku tidak mengetahui tentang keturunan Davendra." Askar akan merasa bersalah saat dia melakukan hal yang tidak seharusnya.
Loe Teu Yiu mengangguk perlahan, memang dia paham atas tindakan Askar, melihat wanitanya dalam masalah tentu secara pribadi akan membunuh siapa pun yang berbuat.
Tapi nyatanya Askar tahu jika Azela termasuk salah satu keturunan Davendra, alasan itu cukup untuk Askar mengampuni perbuatan azlea.
"Askar kau mengatakan untuk menyelamatkan Silviana, jadi kau akan pergi ke alam semesta kerajaan beladiri ?." Loe Teu Yiu pun mendengar setiap hal yang di katakan oleh Askar.
"Itu memang rencana ku, tapi sebelumnya aku ingin mengantarkan rea menuju alam semesta awal penciptaan untuk bertemu Dewa davendra." Sejak awal tujuan Rea memang salah satu rencana Askar.
"Jadi bagaimana dengan Sina, Ke'su, Omen, dan Asy, apa kau akan membawa mereka."
"Aku tidak perduli dengan Ke'su, aku akan pergi dengan Omen saja, Rea akan tetap tinggal bersama Davendra untuk menerima pencernaan. Sina dan Asy mungkin akan aku kirim kembali ke klan Phoenix." Itu keputusan Askar.
Bagiamana pun juga, Askar pergi ke alam semesta kerajaan beladiri bukan untuk berlibur, dia tidak bisa membawa banyak orang, sedangkan disana adalah sarang musuh yang berbahaya.
"Aku mengerti, tapi aku tidak bisa menjagamu di alam semesta kerajaan beladiri, terlebih... setelah memasuki wilayah alam semesta awal penciptaan aku akan pergi, karena hanya sebatas itu perjanjian kepada dewa Davendra." Loe Teu Yiu mengatakan kondisi yang harus Askar ketahui.
"Jika memang seperti itu aku tidak bisa berbuat apa pun, tapi aku berterimakasih karena telah menyelamatkan ku." Askar bukanlah orang yang tidak tahu balas budi, walau sekarang dia hanya bisa berterima kasih.
Kakek Loe Teu Yiu pun berdiri, dia menatap Askar tajam, tapi Askar tidak bisa memahami apa makna yang tersirat dalam mata sang penguasa pedang.
"Ini soal su yiu..." Nama cucunya dia sebutkan.
"Memang kenapa dengan nona Su yiu ?." Balas Askar mempertanyakan ucapan Loe Teu Yiu.
Tapi ada keraguan untuk sang penguasa pedang melanjutkan ucapannya, Askar bingung atas sikap Loe Teu Yiu.
"Lupakan... Ini bukan saat yang tepat." Hanya saja Loe Teu Yiu menggeleng tidak jelas.
__ADS_1
"Tunggu, apa yang ingin anda bicarakan kakek." Askar penasaran.
"Tidak sekarang, setelah kita memasuki alam semesta awal penciptaan aku akan katakan." Balas sang penguasa pedang yang seketika dia beranjak pergi dan tidak mengatakan hal lain.