
Dua pengawal yang baru saja lewat dari kamar Askar dan Resya saling berbisik untuk membicarakan tentang dua pengantin baru.
"Ini sudah hari ke tujuh tuan Askar dan nona Resya tidak keluar kamar, apa mungkin mereka masih melanjutkan pertarungan."
"Aku pikir itu mungkin saja, karena jika aku jadi tuan Askar, aku pun akan mengurung nona Resya untuk terus merasakan tubuh indahnya."
"Jangan bayangkan yang tidak-tidak, jika tuan Askar tahu kau akan di bunuh."
"Ini hanya sekedar menunjukan bahwa kecantikan nona Resya memang pantas untuk tuan Askar bersemangat sampai tujuh hari bercinta."
Dan saat itu juga sebuah lolongan wanita mendesah penuh semangat dengan nada panjang tiba-tiba terdengar.
Tentu kedua penjaga terkejut dan segera saja pergi, padahal itu adalah suara Resya yang sudah mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian kali, dan berkali-kali hingga tidak terbayang seberapa basah ranjang tempat mereka bermain.
Hanya saja untuk kali ini Askar menyudahi semua permainan bersama Resya, bukan karena Askar sudah bosan, tapi ada tugas lain yang harus dia lakukan sekarang.
Penyerangan ke alam semesta kerajaan suci akan dilancarkan oleh Varjo de hores besok, tentu Askar tidak akan melewatkan hari itu, dimana pembalasan dendam kepada Varjo akan di selesaikan.
Melihat tubuh Resya tergeletak lemas tidak berdaya, dia sudah mencapai batas sejak lama, tapi Askar terus mengalirkan energi penyembuhan dari keajaiban hidup untuk memperkuat daya tahan Resya.
Jika tidak dalam satu hari tentu Resya tidak akan bisa sadarkan diri atau pun bergerak setelah menerima serangan Askar yang begitu ganas berulang kali untuk waktu panjang.
Mata Resya masih terbuka, dia pun memiliki kesadaran untuk berbicara, dan Askar yang duduk di sebelahnya saat berbaring, membelai lembut dua daging segar terpampang jelas tanpa perlawanan.
Sungguh Askar sangat menyayangkan jika tubuh indah dari wanita cantik ini akan pergi, Askar tidak akan puas hanya dengan tujuh hari ini untuk mereka terus bersama.
"Aku sudah selesai, kau bisa melakukan apa pun yang kau mau Resya." Ucap Askar dengan lembut.
Diciptakan sebuah gaun baru yang sengaja dia berikan untuk mengganti gaun rusak karena banyak hal telah mereka berdua lakukan.
Segera Askar membenahi diri dan bersiap untuk keluar, tapi sebelum itu satu kali kesempatan Askar mencium bibir Resya tepat sebelum dirinya pergi, tidak ada ucapan, tidak ada penolakan, atau pun sekedar tersenyum dari keduanya.
Askar melangkahkan kaki keluar dan bersiap untuk menyelesaikan tugas dalam penyerangan ke alam semesta kerajaan suci, dengan membawa pasukan khusus yang dilatihnya selama satu bulan lebih ini.
__ADS_1
Ada tiga belas juta pasukan kerajaan beladiri, dan 3.456 bahtera angkasa yang memiliki persenjataan lengkap serta sangat kuat, ditambah alam semesta keabadian memberi bantuan kepada Varjo.
Jelas kekuatan tempur yang Varjo bawa ke alam semesta kerajaan suci tidaklah main-main, karena Silviana pergi, lelaki itu akan melakukan segala cara demi mendapatkannya kembali.
Askar sudah mempersiapkan rencananya, dimana Omen secara khusus akan datang dan sudah bersiap ke perbatasan alam semesta kerajaan suci untuk menghadang Varjo dan Suzong.
Jika hanya Varjo Askar masih memiliki kesempatan untuk menang, tapi ini menjadi berbeda karena kehadiran Suzong sebagai aliansi, bahkan Askar tidak berharap banyak kepada Omen untuk menghadapi Suzong.
Meski pun begitu, Askar mempersiapkan rencananya matang-matang, dan jika ini gagal maka satu kesempatan lain adalah nekad mengerahkan segala kekuatan dan bertarung melawan semuanya.
*******
Alam semesta kerajaan suci, kota kerajaan suci.
Azela mengumpulkan ketujuh pilar leluhur suci untuk membicarakan sesuatu yang memang sangat penting bagi masa depan tempat tinggal mereka.
Tujuh hari sebelumnya, Azela sang ratu penguasa alam semesta kerajaan suci mendapatkan kabar dari Askar tentang keadaan Silviana dan rencana penyerangan Varjo de hores.
Tentu keadaan Azela memiliki dua posisi yang saling bertentangan, dimana di satu sisi silviana selamat dan di sisi lain bencana yang jauh lebih besar datang dengan cepat.
"Ratu kita sudah menerima pernyataan dari tiga alam semesta untuk membantu kita, alam semesta kerajaan bawah, alam semesta api mulia dari klan Phoenix dan alam semesta negeri hujan." Lapor salah satu pilar leluhur suci dengan pasti.
"Baiklah, meski kita masih kalah jumlah dan kekuatan mereka akan cukup membantu kita." Azela mengangguk paham dan merasa senang mendengar itu.
"Kalau begitu bagaimana soal Suzong, jika hanya Varjo de hores saja kita masih memiliki kesempatan, tapi alam semesta keabadian pun ikut campur dalam hal ini." Leluhur lain pun angkat bicara tentang kenyataan yang harus mereka hadapi.
"Kita memiliki jiwa sphinx di dalam tubuh peliharaan Askar." Azela tahu bahwa Sphinx akan membantu.
"Aku tidak yakin jika kekuatan Sphinx sekarang, itu cukup mengatasi kekuatan penguasa keabadian." Keraguan pun datang menyelimuti hati mereka.
Jika sejak awal Varjo tidak melakukan hal licik kepada mereka, berpura-pura menjalin aliansi, namun berakhir pengkhianatan, tentu kekalahan alam semesta kerajaan suci tidak akan terjadi.
Dalam status kasta sekali pun alam semesta kerajaan suci berada satu tingkat di atas alam semesta kerajaan beladiri, tapi cara yang Varjo lakukan menghancurkan semua itu dengan mudah.
__ADS_1
Dan sekarang semua menjadi berbeda dengan kehadiran Suzong, beban berat harus ditanggung Azela karena peperangan kali ini bisa menghancurkan seluruh alam semesta kerajaan suci.
"Ratu Azela, ini jelas sangat berat untuk kita semua, aku benar-benar berharap jika anda mau bicara dengan dewa Davendra." Salah satu leluhur memberi pendapat.
"Soal itu.... Aku tidak tahu, entah kakek mau membantu kita atau tidak." Bingung Azela untuk menjelaskan.
"Ratu bukan anda tidak tahu atau tidak mau tahu, tapi karena anda masih menaruh dendam kepada tuan Davendra." Seakan leluhur yang sedang bicara dengan Azela bisa membaca hatinya.
Dan saat Azela merasa terpojok untuk perkataan itu, sebuah lingkaran dimensi terbuka, dan satu orang yang menggunakan jubah hitam bergaris emas menampakan diri.
"Kalian tidak perlu kalian pergi menemui ku karena aku ada disini." Ucap sosok itu penuh keagungan.
"Tuan Davendra."
"Sang lord."
"Tuanku."
"Dewa Davendra."
"Kakek."
Semua orang tampak terkejut hanya karena kehadiran sosok Davendra, termasuk untuk Azela, setelah kesenjangan hubungan antara mereka, dia melihat kakek itu muncul.
"Azela aku senang kau baik-baik saja." Ucap Davendra mengusap kepala Azela, meski usia sudah puluhan ribu tahun tapi tetap dia adalah cucu dari Davendra.
"Aku tahu kalian bertanya-tanya apa kau bisa membantu melawan Varjo atau tidak." Ucap Davendra untuk pertanyaan semua orang.
"Tentu saja tuan, karena ini menyangkut keselamatan alam semesta kerajaan suci."
"Aku tetap tidak bisa membantu kalian, tapi ... Aku bisa pastikan alam semesta kerajaan suci akan mampu menang." Tapi jawaban Davendra membuat semuanya kecewa.
"Kenapa tuan yakin akan hal itu."
__ADS_1
"Karena Askar pasti melakukannya." Satu nama itu diucapkan oleh Davendra.
Meski tidak mau percaya, tapi dia adalah leluhur mereka, sang dewa penciptaan, dan apa yang dia katakan tentu memiliki alasan tersendiri.