
Alam semesta penguasa naga.
Lelaki tua dengan perawakan tinggi dan kekar, janggut yang panjang lurus berujung lancip, serta dua buah tanduk di atas kepalanya.
Dia duduk di tengah-tengah hutan rimbun dan sebuah api unggun, menjaga satu sosok lelaki yang masih berbaring dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Setelah dua ratus ribu tahun anda lenyap dari jagat raya, dan kembali dipertemukan dengan orang tua ini." Gumamnya sendiri.
Mengusap janggut panjangnya dengan mata terpejam, sedikit menujukan hembusan nafas panjang dan membuka mata ketika lelaki yang dia selamatkan dalam pertempuran sebelumnya mulai bergerak.
Askar membuka mata, kesadarannya kembali, sisa-sisa ingatan dalam pertarungan energi melawan Suzong jelas masih terasa, termasuk efek samping penggunaan skill pemangsa yang cukup lama.
Tapi secara perlahan Askar memahami situasi sekarang, dimana tempat yang ada disekitar bukan ruang angkasa, melainkan sebuah hutan dengan api unggun dihadapannya.
Pandangan beranjak ke sisi seberang dari api unggun, Askar melihat jika sesosok lelaki tua memperhatikannya dengan wajah serius.
Ingatan Asyura jelas tahu siapa sosok itu, untuk waktu yang sangat lama wajahnya tidak berubah sedikit pun, masih sama seperti dulu.
"Long Wei.... Penguasa alam semesta Naga." Ucap Askar untuk nama lelaki disana.
"Untuk sekian ratus ribu tahun kau masih mengenalku, aku merasa sangat tersanjung." Balas Long Wei yang tersenyum dan sedikit tertawa.
"Tentu saja, karena para ras dragonic memiliki usia yang sangat panjang, dan tidak banyak mengubah penampilanmu." Asyura membalas perkataan Long Wei.
Tidak ada tanda-tanda permusuhan antara Askar atau pun Long Wei, karena sejak awal dia tidak termasuk dalam kelompok dari orang-orang yang ikut merusak tatanan jagat raya.
Sebaliknya, para ras dragonic di alam semesta penguasa naga, hanya mementingkan diri mereka sendiri, tidak perduli para manusia yang sibuk mencari kekuatan demi mencapai kasta tertinggi.
Sedangkan Long Wei sudah melepaskan keterikatannya terhadap urusan alam semesta atas, kecuali jika sejak awal mereka memang berniat mengganggu kehidupan para ras dragonic dibawah kekuasaannya.
"Bagaimana kondisi anda tuan Asyura." Bertanya long Wei yang khawatir namun sedikit pun terlihat tidak perduli.
"Aku hanya perlu beristirahat, karena terlalu banyak kekuatan yang keluar saat pertarungan tadi." Jawab Askar untuk tidak menujukan sisi lemahnya kepada long Wei.
"Tapi aku bertanya-tanya, apa anda ingin membalas dendam atas perbuatan Suzong karena masalah di masa lalu." Long Wei jelas tahu apa yang terjadi.
"Jika hanya itu, aku lebih memilih untuk menunggu hingga kekuatanku sepenuhnya mencapai tingkat dewa sejati, tapi ini berbeda." Jawab Askar cukup serius.
__ADS_1
"Apa yang berbeda ?." Kembali long Wei bertanya.
"Aku ingin menyelamatkan seseorang." Balas Askar yang merasa tidak nyaman untuk kegagalannya.
Jelas sekali long Wei tidak perduli siapa orang yang ingin diselamatkan olehnya, sedangkan tindakan penguasa naga ini membawa Askar karena mereka adalah seorang kenalan.
Lepas dari kesalahannya karena membuat Lelia harus mengalami kehidupan yang buruk. Sadar atau tidak bahwa perkelahian antara long Wei dan musuh-musuhnya, membuat banyak manusia menjadi korban.
Dia masih memiliki ikatan dengan Asyura, dimana salah satu dewa awal penciptaan berasal dari ras dragonic, yaitu Mahesa dewa bencana.
Selain itu, salah satu leluhur dari ras dragonic, Blackie atau dikenal oleh para naga sebagai Vonnir x'pander, jiwanya kini menjadi bagian dari skill pemangsa milik Asyura.
Setelah cukup lama Askar memulihkan kondisi dalam tubuh yang masih tidak stabil, kemampuan telepati skala besar dia gunakan untuk jangkauan luas.
Dimana tujuan Askar adalah menghubungi Omen untuk memastikan bagiamana keadaannya saat melakukan pengejaran kepada tiga orang itu.
'Omen... Omen...'
'Ya tuan.' jawaban pun Askar dapatkan.
'Aku sudah mendapatkan bola emas berisi Nona Silviana, tapi...'
'Tapi apa Omen, apa terjadi sesuatu kepada Silviana.'
'Tidak, nona silviana dalam keadaan baik, hanya saja, ketiga orang itu masih mengejar ku.'
Askar tidak tahu pasti siapa tiga orang yang membawa Silviana sebelumnya, tapi dirasakan dari tingkat kekuatan mereka, tentu bukan orang sembarangan.
Biar pun Omen memiliki jiwa binatang suci Sphinx, tapi menghadapi dua orang dalam tingkat lord alam awal keabadian, bukanlah hal mudah.
Ditambah lagi dengan membawa Silviana dalam perkelahiannya, Omen jelas mengkhawatirkan jika terjadi sesuatu kepada Silviana.
'Aku akan kirimkan koordinat ke tempatku.'
'Baik tuan.'
Memang sangat jauh, antara lokasi Omen saat ini, dan tempat Askar berada terlampau tiga wilayah alam semesta dan waktu perjalanan tidak sebentar.
__ADS_1
Tapi Askar sedikit melirik kepada Long Wei, dalam hal ini, dia adalah satu-satunya makhluk yang bisa memberikan bantuan kepadanya.
Untuk sekarang, jelas Askar masih belum bisa bertarung, perlawanan terhadap Suzong menghabiskan kekuatannya, termasuk dirinya hampir terbunuh.
Hanya saja.....
"Long Wei, apa kau bisa membantuku." Ucap Askar yang mencoba meminta bantuan.
"Tidak, jika anda menginginkan aku ikut campur terhadap masalah anda, aku menolak hal ini."
Askar tahu bahwa ras dragonic memiliki sikap yang sama entah di alam semesta atas atau pun dunia asalnya, meski begitu, saat ini dia tidak bisa memikirkan tentang hal lain.
"Bagaimana jika aku memberikanmu sebuah penawaran." Balas Askar yang masih mencoba merayu long Wei.
"Apa yang ingin anda berikan." long Wei mulai tertarik setelah mendengar niat Askar.
"Sepuluh tetes air bunga keabadian." Jawabnya dengan mengeluarkan sebuah kendi kecil.
"Ini memang tawaran menarik, tapi masalah yang mungkin anda miliki cukup rumit, ditambah lagi salah satu orang itu adalah Suzong." Long Wei mempermasalahkan tentang penguasa alam semesta keabadian.
"Jika begitu..." Askar mencoba kembali memberi penawaran lain.
Tapi belum sempat Askar mengucapkannya, long Wei segera saja berdiri.... "Aku tidak terlalu tertarik untuk tawar menawar dengan sebuah barang, tapi.... Ya jika nanti aku mendapat masalah, dan anda bisa membantu, aku lebih tertarik."
Memang tahu bahwa itu adalah hal wajar, terlebih lagi, soal kekayaan long Wei sebagai lord dari alam semesta penguasa naga tidak lagi terhitung jumlahnya.
Berharap tengang sebuah dukungan dari orang lain, dan orang itu adalah seorang dewa awal penciptaan, Asyura, tentu menjadi hal yang sangat dia inginkan.
"Baiklah aku setuju." Jawab Askar dengan tegas.
"Aku merasa senang jika itu adalah anda, tuan Asyura." Balas Long Wei tidak sedikit pun menyembunyikan perasaan senangnya.
Long wei berdiri dengan tubuh kekar yang tersenyum lebar, rajah di tubuhnya itu mulai menyebar membentuk wujud nyata dari seorang ras dragonic dalam perubahan transformasi.
Makhluk naga merah dengan wujud luar biasa besar melompat terbang dalam kecepatan tinggi, menembus atmosfer untuk waktu singkat.
Askar tidak perlu khawatir, jika terjadi perkelahian antara long Wei dan ketiga orang itu, karena dia adalah makhluk terkuat yang bisa di andalkan.
__ADS_1