PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
memiliki keluarga


__ADS_3

Seharusnya ini bukan hal yang aneh untuk bertemu dengan jiwa Dewi Sunawa di dalam ruang kehidupan milik Sphinx.


Karena sejak awal penciptaan sosok Sphinx sendiri berasal dari darah, daging dan tulang Dewi Sunawa yang di bentuk menggunakan kekuatan keajaiban hidup.


Biar pun begitu Askar benar-benar takjub atas kemunculan Dewi Sunawa yang sudah lama tidak dia lihat, bahkan sangat panjang jika dihitung dengan awal Asyura di renkarnasi.


Dan untuk kali ini, karena aura kehadiran Askar, tentu membuat serpihan jiwa itu membuka mata, walau sekedar menyapa kawan lama.


"Aku tidak pernah menyangka, jika aku akan bertemu denganmu disini Asyura." Ucap Dewi Sunawa yang menatap Askar dengan sayu.


"Untuk beberapa alasan aku memang harus memasuki ruang kehidupan milik Sphinx." Santai saja Askar menjawab.


Bagaimana pun juga, Askar memiliki ingatan Asyura, segala hal tentang Sunawa bukan sebatas kenangan yang di titipkan, tapi Askar adalah Asyura itu sendiri.


Karena itu, Askar menganggap Dewi Sunawa sebagai kawan, memang dia adalah seorang kawan seperjuangan, bahkan mungkin lebih dari itu.


Tatapan lembut dari mata yang biru, tersenyum perlahan seakan Sunawa benar-benar merindukan sosok Asyura dalam hidupnya.


"Dua ratus ribu tahun yang lalu, apa yang terjadi kepadamu, aku berusaha mencari ke seluruh alam semesta tapi keberadaanmu seakan lenyap dari jagat raya." Ucap Sunawa yang tidak bisa melupakan kejadian di masa lalu.


Antara tubuh nyata dari Dewi Sunawa, atau pun serpihan jiwa Dewi Sunawa yang dia simpan ke dalam ruang kehidupan Sphinx adalah satu, antara mereka saling berbagi ingatan, dan ketika Sunawa tiada ingatan itu masih dimiliki olehnya.


Jika tidak, maka serpihan jiwa Sunawa tidak mungkin tahu tentang semua yang terjadi, karena Sphinx tewas saat melawan kaisar akhir zaman untuk waktu terakhir.


"Aku berenkarnasi." Jawab Askar tanpa menyembunyikan apa pun.


"Renkarnasi ?, Jika memang begitu, harusnya aku bisa menemukan keberadaanmu." Balas Sunawa.


"Entahlah, tapi aku memang berenkarnasi ke dua ratus ribu tahun di masa depan, dan dalam beberapa tahun ini, adalah waktu aku kembali mendapatkan ingatan sebagai Asyura." Itu memang yang terjadi, dan Askar pun hanya bisa menjelaskan seperti apa adanya.


Askar mulai memahami semua itu, dimana saat dirinya terenkarnasi paksa oleh Davendra, dia di simpan dalam tempat persembunyian agar tidak di ketahui oleh Sunawa, dan orang lain.

__ADS_1


Kenapa dalam kurun waktu dua ratus ribu tahun itu, barulah Askar diberikan kepada Hana, harusnya Davendra memiliki alasan.


"Baiklah aku mengerti sekarang." Dewi Sunawa pun mencoba menerima.


Tidak ada yang bisa dia lakukan, semua sudah terjadi dan tidak mungkin Sunawa melakukan tindakan untuk menolak.


Ditambah lagi, dirinya sekarang tidak lebih dari sekedar sisa-sisa kepingan jiwa yang tertanam dalam ruang kehidupan milik Sphinx.


Askar merasa paham atas ekspresi yang ditunjukan oleh Sunawa, dan Askar pun ingin berbicara tentang banyak hal, salah satunya... "Nah Sunawa, maafkan aku untuk saat itu."


"Apa yang kau maksudkan Asyura ?." Balas Sunawa yang tidak memahami perkataan Askar.


"Kau memang benar, jika aku memang tidak berusaha menyelamatkan jagat raya dari kaisar akhir zaman, tapi aku ingin menyelamatkan As sa'ah dari takdir yang mengikat dirinya." Itu yang Askar ucapkan.


Ketika Askar menerima ingatan Asyura, salah satu gambaran kehidupan yang dia jalani, menujukan sebuah penyesalan atas tindakannya kepada semua dewa awal penciptaan lain.


Bagaimana tidak, saat itu Asyura tidak benar-benar ingin membunuh As sa'ah ketika kekuatan kaisar akhir zaman baru saja bangkit dan masih belum stabil.


"Paling tidak aku tidak ingin itu menjadi penyelasan." Singkat saja jawaban Askar.


Tanpa perlu basa basi, walau sulit dia mengakui sebuah kesalahan atas perbuatan yang dia lakukan di masa lalu sebagai Asyura, karena As sa'ah adalah kawannya pula.


Tapi atas keputusan Asyura ini, banyak hal yang dia korbankan, yaitu kematian Lutos dan tugas pahit untuk Mahesa serta Yusita, dimana mereka berdua harus bertarung dalam dimensi kekosongan, sampai segel kaisar akhir zaman terlepas.


"Baiklah." Lemas Sunawa menjawab... "Karena sekarang aku tidak bisa memukul kepalamu, jadi lupakan saja hal itu."


Dari cara Sunawa menjawab, jelas sekali terlihat kalau dia hanya bisa pasrah untuk semua hal yang telah terjadi.


"Ini juga alasannya, kalau aku tidak mengatakannya dari dulu, karana aku tentu sudah kena pukul olehmu." Berkata Askar dengan suara lirih.


Sunawa tentu mendengar ucapan Askar itu, tapi apa yang bisa dia lakukan, sebagai serpihan jiwa, Sunawa tidak bisa memukul Askar.

__ADS_1


Satu tarikan nafas panjang dan terhembus berat untuk melepaskan semua beban di hati sunawa memperhatikan secara seksama wajah Askar.


Hubungan mereka berdua memanglah rumit, Sunawa jelas menyukai Asyura, tapi Asyura adalah milik Lutos, tidak bisa melawan, Asyura hanya setia kepada istrinya seorang.


Tapi dalam diam, Asyura pun memahami jiwa Sunawa menaruh perasaan kepadanya, sekedar teman yang mesra, tidak lebih, walau itu cukup membuat Sunawa bahagia.


"Dan satu hal .... Maaf aku tidak sempat mengatakan hal ini kepadamu Asyura." Terdengar suara lirih penuh kebingungan untuk Suanawa berbicara.


"Memangnya tentang apa ?." Balas Askar yang merasa penasaran.


"Aku menikah dan memiliki keluarga tanpa mengatakan apa pun kepadamu." Jawab Sunawa yang cukup berat mengatakan kejadian dalam hubungan antara mereka berdua.


Askar tersenyum, kemudian tertawa terbahak-bahak, cukup sulit untuk menjelaskan keadaan yang dirinya alami tentang kisah asmara mereka.


"Ya itu sudah sangat lama, jadi untuk apa kau mengatakan semua ini sekarang, santai saja." Balas Askar yang cukup menikmatinya.


"Ini tidak sederhana Asyura, aku sangat mencintaimu, tapi pada akhirnya aku kesepian, dan memutuskan untuk mencari penggantimu."


"Baiklah, baiklah, aku tidak pernah memaksamu untuk tetap mencintaiku, terlebih lagi, selama ratusan ribu tahun, Lutos adalah istriku, dan aku akan merasa bersalah jika kau tetap menunggu, sedangkan hidup yang kau jalani sangat kesepian." Askar memahami apa yang Sunawa rasakan.


"Terimakasih Asyura, akhirnya aku bisa mengatakan semua kepadamu, untuk waktu yang lama, aku tidak bisa melepaskan beban ini." Sunawa tersenyum dengan lega.


"Ngomong-ngomong, siapa yang bisa membuatmu jatuh cinta dan menjadi suamimu." Berkata Askar yang penasaran dengan sosok lelaki beruntung itu.


"Dia Davendra." Jawab Sunawa sembari tersenyum manis.


"Huh ?." Askar merasa ada yang aneh untuk hal ini.... "Tunggu .... Huh !?."


Dia berpikir keras untuk mengartikan semua yang terjadi pada lika-liku kehidupan dirinya sebagai Askar.


Jika memang Davendra dan Sunawa adalah suami istri, keturunan demi keturunan, lintas waktu, alur cerita, ikatan darah, hubungan kekerabatan, kejadian tidak terduga, mengejutkan, sebuah sebab akibat dan rumit untuk semua itu dipikirkan dalam kepada Askar.

__ADS_1


"Eeeeeeeeeehhhhhhhhh." Askar benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut yang datang seketika.


__ADS_2