PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
Dora.....


__ADS_3

Sisa-sisa pertarungan antara Askar dan Loe Teu Yiu masih jelas di terlihat di sekitar tempat mereka berdiri.


Dalam radius puluhan kilometer rata dengan tanah, pepohonan besar yang menjulang tinggi bagikan gedung pencakar langit, tumbang dan para monster sudah mengungsi ketakutan.


Askar dan semua orang mulai beranjak menuju tempat dewa Davendra tinggal.


Biarpun untuk Askar pertarungan melawan Sang Penguasa pedang adalah pertaruhan nyawa, tapi dilihat dengan jelas, senyum di wajah kakek Loe Teu Yiu menujukan kalau dia tidaklah serius dalam bertarung.


Jika sejak awal kakek Loe Teu Yiu berniat untuk membunuh Askar baginya itu sangat mudah, bahkan jauh lebih sulit membalikan telapak tangan, daripada melayangkan sebuah pedang ke lehernya.


"Meski kekuatanmu sangat lemah dan tidak ada satu luka pun yang kau berikan, tapi aku cukup kagum, kau mampu bertahan." Ucap Loe Teu Yiu dengan santai, bahkan dia tersenyum tanpa dosa dihadapan Askar.


"Apa kakek tahu, aku bertahan pun ini sama saja mempertaruhkan nyawa, jika aku nekad dan membuka gerbang ke tujuh secara paksa, akibatnya adalah kematian." Askar menujukan kekesalannya kepada Loe Teu Yiu.


Askar tidak menyalahkan dia karena menguji tentang kepantasan untuk memiliki Su Yiu, hanya saja, karena cara yang Loe Teu Yiu gunakan, Askar hampir tewas.


"Jadi untuk apa kakek mengujiku sekarang ?, jika ini seperti keinginan Su yiu agar lelaki yang dia pilih jauh lebih kuat daripada anda, tentu aku sekarang tidak lebih seujung kaki." Askar masih bertanya akan tindakan sang penguasa pedang.


"Itu memang benar Askar, tapi aku pun memiliki tujuan sendiri melakukannya." Balas Loe Teu Yiu.


"Apa yang kakek inginkan ?." Askar kembali bertanya.


"Aku ingin kau membawa Su yiu untuk melihat dunia luar, dia masih muda, dan jika sebagian besar waktu dihabiskan di alam semesta pedang tanpa tanding, maka kemampuannya itu akan sia-sia." Itu menjadi alasan tepat untuk Askar terima.


Jika menunggu sampai Askar melampaui kekuatan kakek Loe Teu Yiu, itu bisa menghabiskan waktu yang tidak sebentar, karena perjalanan Askar di alam semesta atas pun tidaklah lama.


Setidaknya, Askar harus pulang dulu ke dunianya untuk menunjukkan diri agar semua orang tidak khawatir, sesuai janji bahwa dia hanya akan pergi ke alam semesta atas dalam kurun waktu 5 tahun.


Alasan lain, Askar tidak ingin Elica marah dan pergi meninggalkannya saat dia tidak menepati janji, itu sebuah ultimatum keras kepada dirinya tanpa terkecuali.


Dan kini hampir satu tahun Askar pergi ke alam semesta atas, walau terbilang cepat karena dia mendapatkan bantuan untuk mengatasi banyak masalah, tapi perjalanan sesungguhnya adalah di alam semesta kerajaan beladiri.

__ADS_1


"Aku mengerti kakek." Askar mengangguk paham.


"Kalau begitu aku titipkan su yiu dan Kau jaga dia di alam semesta kerajaan beladiri."


"Tunggu, bagaimana denganmu kakek, apa kau akan pergi begitu saja."


"Memang mau apa lagi, aku tidak mungkin mengikuti kalian terus."


"Tapi...." Askar masih belum mengakrabkan diri dengan Su yiu, biar pun wanita ini cukup menyenangkan untuk di ajak bicara, khusus dengan sesama wanita.


Bahkan dari awal Askar kenal Su yiu, semua percakapan yang mereka lakukan bisa dihitung, cukup sulit mendekati wanita satu ini, karena dia sesekali menjaga jarak.


"Kalau aku berada di samping kalian setiap saat, orang-orang hanya akan tahu bahwa sang penguasa pedang melindungi kalian, tapi berbeda ceritanya jika kalian sudah menjalani hidup mandiri." Berkata Kakek Loe Teu Yiu.


"Baiklah aku akan berusaha keras untuk menjaga su yiu."


"Itu yang aku harapkan darimu Askar." Loe Teu Yiu pun menepuk pundak Askar penuh keyakinan.


Cukup jauh Loe Teu Yiu membawa semua orang memasuki hutan di alam semesta awal penciptaan, hingga mencapai tengah-tengah wilayah.


Askar tidak perlu turun tangan, Ke'su sudah siap sedia sebagai penjaga keamanan dari serangan para binatang iblis yang datang.


Hingga Askar menemukan danau luas yang sangat jernih membentang di tengah-tengah hutan alam semesta awal penciptaan.


Sebuah pemandangan menakjubkan untuk mereka lihat, dimana tepat mata terangkat ke atas langit, jutaan kerlip bintang dan dua buah planet asing tidak berpenghuni menyalakan cahaya lembut di angkasa.


Di alam semesta awal penciptaan tidak ada bintang yang memiliki sumber panas seperti matahari, hingga cahaya untuk menyinari seluruh wilayah dari kegelapan berasal dari planet diatasnya.


Seorang lelaki dengan wajah tertutup jubah terduduk santai, dan melambaikan tangan sebagai tanda agar Askar datang mendekat.


"Apa semua sudah selesai ?." Ucap lelaki yang tentunya mereka tahu dia sebagai dewa penciptaan, Davendra.

__ADS_1


"Jika kau dari awal tahu, seharusnya kau datang untuk menghentikan kakek Loe Teu Yiu." Balas Askar dengan lemas.


"Untuk apa ?, Itu urusanmu Askar, jika aku ikut campur maka akan beda lagi ceritanya." Secara logika perkataan Davendra memang masuk di akal.


Seekor kucing hitam abu-abu pun turun dari pangkuan, Rea dan Sina cukup memperhatikan bahwa kehadiran peliharaan lelaki satu ini mirip dengan Omen.


Hanya warnanya saja berbeda dan dia tidak berbicara, sekedar mengeong kemudian menempel di kaki Rea yang meminta untuk dibelai.


Rea tidak menolak, dia pun menyukai seekor kucing khususnya kucing normal, bukan seperti peliharaan yang mereka bawa, dimana omen akan mengeluh ketika tidak diberimakan dengan kepala ikan kakap dan empal daging.


Omen merasa aneh, sekaligus risih, dia tidak menyukai sifat kucing hitam abu-abu itu, secara alami Omen menganggapnya sebagai saingan untuk mengancam posisi maskot di novel ini.


"Hei kucing, kau sadar diri baru kenal, baru tampil, langsung minta bermanja-manja, cih." Berkata Omen dengan nada kesal.


"Meeowww." Itu jawabannya.


"Baru pertama kali aku melihat kucing teriak kucing." Ucap Askar yang ikut merasa aneh atas sikap Omen.


"Jadi Omen itu kucing." Su yiu bertanya dengan wajah terkejut.


"Kenapa anda mengatakan itu nona Su yiu, apa sejak awal jiwa jantan kucing dalam diriku masih kurang." Seakan sombong, tapi Omen tidak sadar diri jika dia hanya seekor kucing.


"Tidak-tidak, aku mengira kau itu rakun." Su yiu menganggap Omen sebagai sepesies lain.


"Jangan samakan aku dengan kucing robot dari masa depan yang membawa kantong aneh di perutnya itu." Omen kesal sendiri atas tanggapan su yiu.


"Siapa yang kau maksud ?." Askar ikut bertanya.


"Dora.... Dora the Explorer." Jawab Omen tanpa ragu.


"Salah film dasar kucing udik." Balas kucing hitam abu-abu dipelukan Rea.

__ADS_1


Semua orang terkejut, mereka menatap langsung ke arah kucing hitam abu-abu, karena jelas terdengar ditelinga, jika kucing ini pun berbicara.


"Meowwwww."


__ADS_2