PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tokoh tambahan


__ADS_3

Istana beladiri surgawi : 4 kali menang, 0 kalah


Perguruan Teratai hitam : 2 Menang, 2 kalah.


Akademi tujuh pedang : 1 Menang, 1 kalah.


Padepokan beladiri pedang semesta : 0 menang, 1 kalah.


Dalam posisi sekarang, padepokan beladiri pedang semesta berada di peringkat paling bawah, baru mengirimkan satu wakilnya, satu itu pula Fei sui sue dikalahkan oleh payou.


Istana beladiri surgawi menujukan sebuah perlawanan sebagai perguruan yang memiliki murid terkuat diantara perguruan lainnya.


Payou jelas bukan lawan mudah, biar pun Remure Tianmu ikut ambil bagian dalam pertandingan ini, tidak ada keyakinan dia bisa mengalahkan Payou.


Tapi diantara semua murid yang sedang murung menyaksikan kekalahan dari padepokan beladiri pedang semesta, guru besar Tisumi merasa paling bersalah.


"Apa karena kejadian semalam Askar tidak mau datang kemari." Gumamnya sendiri.


Jika saja Askar ada disini, kemungkinan untuk padepokan beladiri pedang semesta membalik keadaan bisa terjadi.


Karena sosok lelaki itu, adalah pembawa keajaiban yang mampu mengubah keadaan kalah menjadi memang, biar pun jauh jarak kekuatan setiap lawan.


Salah satu guru besar dari istana beladiri surgawi datang mendekat, dia tersenyum, merasa menang dan meremehkan para guru besar pedang semesta secara langsung.


"Guru Tisumi, ini adalah giliran kalian untuk melawan akademi tujuh pedang, jika kalian masih mengulur waktu lagi, tentu bukan satu hal yang baik." Ucapnya Serda melihat langsung kepada Tisumi penuh ejekan.


Melihat kedatangan Askar dan Karlina, wajah Tisumi yang sudah ditekuk kesal melihat tingkah Serda secara langsung, dan berniat memukulnya, kini tersenyum cerah.


"Ada apa ?, Kenapa kalian melihatku." Berkata Askar merasa tidak nyaman atas cara mereka melihat.


"Tidak bukan apa-apa."


Askar tidak paham dengan keadaan Tisumi, walau kejadian semalam bukan sesuatu yang baik untuk di ingat, tapi Askar tidak pernah mempermasalahkan tindakan Tisumi.


Selain itu, Tisumi hanya bertindak membela Resya, dan dialah sebagai pokok permasalahan yang menjadikan Askar sebagai kambing hitam.


"Jadi bagaimana apa anda akan mengutus Askar sebagai perwakilan pedang semesta."

__ADS_1


"Aku tidak berniat untuk bertarung, jika kau merasa yakin, biarkan su yiu yang maju." Balas Askar sembari menujuk kepada gadis di sebelah Tisumi.


Serda jelas sekali mengejek su yiu, dimana dia tidak sesuai harapan, sebagai lord alam kaisar tahap akhir, tentu tidak ada harapan untuknya bertarung melawan para lord alam setengah saint ke atas.


"Apa kau bercanda, wanita ini tidak akan mampu bertarung melawan perwakilan kami, jika dia mengalami kecelakaan itu membuat kami bersalah." Serda tidak menujukan minat.


"Anda terlalu meremehkan wanita ini." Tapi Askar kesal sendiri ketika ada orang yang merendahkan wanitanya.


"Aku tidak meremehkan, hanya memberi peringatan, dan juga pertandingan ini menyangkut harga diri padepokanmu."


"Itu benar Askar, aku lebih yakin jika kau yang bertarung Askar." Tisumi pun angkat bicara untuk pendapatan Serda.


Diarahkan pandangan kepada Su yiu, dia diam dan hanya menatap mata Askar.


"Su yiu, apa kau berani melawan mereka." Tunjuk Askar kepada para murid di tempat masing-masing.


"Jika kau menginginkannya, aku tidak keberatan." Singkat jawaban Su yiu.


"Baiklah, kau bertarung, jika kau menang aku akan memberikan sesuatu."


Siapa pun yang melihat, tentu tidak akan menyangka jika Askar benar-benar menyerahkan pertandingan ini kepada Su yiu, sebagai seorang Lord alam kaisar tahap akhir.


"Askar apa kau tidak memiliki hati membiarkan gadis cantik ini bertarung."


"Kau berpikirlah sedikit Askar, jika dia terluka apa kau tidak merasa bersalah."


"Mana masih muda lagi."


Semua komentar hanya menyalahkan Askar atas tindakannya membiarkan su yiu bertarung, sedangkan dia berdiri santai di samping arena tanpa mau terluka.


Tidak lama untuk su yiu menunggu, salah satu lawan dari perguruan teratai hitam ikut melompat naik ke atas arena.


Lord alam setengah saint tahap akhir, menjadi lawan pertama untuk Su yiu hadapi, jarak tingkat kekuatan ibarat langit dan bumi, menjadi masalah disini.


Walau soal bakat Su yiu menjadi orang yang melangkah melampaui batas Loe Teu Yiu, tapi ini adalah pertarungan nyata, bukan sebagai tolak ukur kemampuan bakat.


"Nona aku benar-benar tidak tega harus memukul seorang wanita, terlebih lagi anda sangat cantik." Sosok lelaki yang hanya berperan sebagai tokoh tambahan, mencoba berlagak jago.

__ADS_1


"Kau bicara kepadaku ?." Tapi su yiu tetap tidak berniat menganggap penting lelaki ini.


"Memangnya siapa lagi."


"Ya aku tidak tahu jika cantik atau tidaknya seseorang menjadi alasan untuk dia menang dalam bertarung." Jawab Su Yiu.


"Karena itu, aku merasa kasihan untuk melukai wajah cantikmu Nona."


"Jangan khawatir, aku tidak perduli jika kau beranggapan begitu." Berkata Su Yiu dengan tatapan mata tenang.


Dimana sebilah pedang tipis yang biasa dia gunakan dalam pertarungan muncul ditangan, tidak ada satu orang di tempat ini melihat cara Su yiu bertarung.


Satu langkah maju membawa mereka berdua berlari saling mendekat, dan senjata milik Su yiu pun sudah siap berayun.


"Nona maafkan aku jika kau terluka." Masih sempat tokoh tambahan itu berbicara.


Dan nyatanya tidak perduli orang lain melihat, sebuah keanehan terjadi saat senjata lawan Su yiu, terpecah menjadi tiga bagian.


Gorongo jelas mengetahui teknik seperti apa yang Su yiu gunakan, karena dia sendiri pun melihat langsung bagaimana saudara seperguruannya, Loe Teu Yiu melakukan hal yang sama.


"Aku mengerti sekarang, kenapa kau ingin su yiu bertarung." Ucap Gorongo sembari tersenyum.


"Kemampuan pedang su yiu sudah melampaui para master, walau belum setingkat tuan penguasa pedang, tapi gadis ini sangatlah kuat... Selain itu."


Ada banyak hal yang bisa dia lakukan, pengajaran dari kakek Loe Teu Yiu tidak di sia-siakan oleh Su Yiu, biar pun berulang kali lelaki tokoh tambahan itu mengambil pedang lain, semua hancur oleh Su Yiu.


"Jangan bercanda, semua senjata lord yang aku simpan kau hancurkan begitu saja, hanya mengalahkanmu tidak cukup mengganti kerugian ku." Dia marah untuk perbuatan Su yiu.


Dengan kekuatan energi yang dia kumpulkan di telapak tangan, serangan kuat datang tanpa terhenti, perwujudan bayangan tangan besar mengarah kepada Su yiu.


"Askar, Su yiu tidak mungkin melawan serangan ini." Gorongo panik, dia beranggapan jika kekuatan su yiu masih belum cukup untuk melawan.


Tapi Askar menujukan senyum mengejek... "Tuan Gorongo, tenang lah."


"Bagaimana bisa aku untuk tenang, jika dia terluka, apa yang harus aku katakan kepada tuan Loe Teu Yiu." Gorongo berniat pergi menghentikan serangan tangan itu.


Dan Askar menghentikan langkah Gorongo, tentu bukan tanpa alasan, karena su yiu masih memiliki kemampuan khusus yang tidak biasa.

__ADS_1


__ADS_2