
Askar tidak tahu pasti siapa sosok ibu dari Nanda ini, tapi yang jelas dia adalah salah satu wali di kerajaan bawah, dan kekuatannya bukan sembarangan.
"Apa aku punya pilihan untuk bicara baik-baik saja." Bertanya Askar yang merasa enggan bertemu para wali dari kerajaan bawah.
"Ya jika tuan merasa urusan dengan lord Sam tidak terlalu penting, maka itu tidak perlu, bahkan aku berharap tuan Askar tidak melakukannya." Sedikit Nanda memberi peringatan.
"Kenapa memang ?." Tapi Askar penasaran.
"Ibu ku, bukan orang yang lemah lembut, beliau selalu menguji orang dengan kekuatannya dan tidak main-main untuk menghajar orang lain." Berkata Nanda dengan senyuman lemas.
Dari ucapan Nanda, entah kenapa Askar merasa tidak nyaman, mungkin jika dia seorang lord alam monarch, Askar masih bisa bertahan, tapi tidak jika dia adalah lord alam setengah saint.
Kekuatan Askar masih belum cukup mampu mengatasi dua tingkatan lebih kuat diatasnya, apa lagi sampai ke tingkat lord alam saint suci, Askar bisa tewas karena kentutnya saja.
( Lord dibawah surga.
Lord yang nyata.
Lord diatas surga.
Lord alam Raja.
Lord alam kaisar.
Lord alam guru.
Lord alam monarch.
Lord setengah saint.
Lord saint suci.
Lord awal keabadian.
Lord abadi tertinggi.
Note : misal ada yang lupa urutannya.)
Sungguh Askar menghindari perdebatan dengan sosok yang hampir mustahil dia kalahkan.
"Jadi Putri Nanda, seberapa tinggi kekuatan ibu anda." Bertanya Askar sebagai perbandingan.
"Ibuku adalah lord setengah saint tahap menengah." Ucap Nanda menjawab pertanyaan Askar.
"Si*al."
"Tapi itu dulu saat aku berusia sepuluh tahun." Tambahnya dengan serius.
"Ampun dah."
Semakin Askar sakit kepala mendengar ucapan dari Nanda yang jelas-jelas memberi kejutan kepadanya.
"Memang berapa usia nona sekarang." Tapi Askar ingin mengetahui lebih lanjut.
"Hmmm tiga puluh tahun mungkin." Jawab Nanda dengan ragu-ragu.
__ADS_1
Jelas sekali putri Nanda berbohong dan menyembunyikan usia sesungguhnya, seorang wanita memang tidak suka membicarakan perihal usia.
Sejenak Askar berpikir, dia benar-benar tidak memiliki kesempatan lain, jika ingin bertemu Sam dengan cepat dan segera menyelesaikan urusannya kemudian pergi.
"Jika pada akhirnya ibu nona ingin menghajar ku, apa ada niatan nanti aku akan dibunuh." Askar bertanya tentang kemungkinan terburuk.
"Sesekali."
"Kenapa sesekali, jadi bisa saja aku dibunuh."
"Selama tuan Askar tidak menyingung beberapa hal penting."
"Seperti."
"Usia."
"Aku mengerti, itu wajar."
"Panggilan."
"Maksudnya ?."
"Jangan panggil dengan sebutan 'ibu' oleh orang lain, ibuku, tidak senang dipandang tua."
"Aku merasa ibu nona cukup unik." Dalam artian tertentu.
"Selain itu."
"Gaji."
"Huh ?, Jelas aku tidak digaji oleh ibu nona."
"Hutang."
"Sepertinya ibu nona cukup merepotkan dalam urusan ekonomi."
"Dan satu lagi, ini yang terpenting."
"Apa itu ?."
"Ibuku tidak pernah mau mengakui orang lemah."
"Aku merasa jika ini akan sangat dan sangat berat." Gumam Askar yang sudah membayangkan seberapa sulit untuk sekedar berbincang dengan wali kerajaan.
Hanya saja Askar sudah membulatkan tekad, untuk saat sekarang hanya satu ini kesempatan Askar, cukup lama mungkin dia harus menunggu Sam datang dengan sendirinya.
"Askar jangan paksakan dirimu, kita bisa cari cara lain." Rea pun merasa khawatir jika terjadi sesuatu kepada Askar.
"Itu benar Askar, ini sangat beresiko." Sina pun ikut memberikan pendapat.
"Paling tidak aku ingin tahu seberapa kuat sosok lord alam setengah saint itu." Jelas Askar merasa penasaran.
Jika saat ini Askar mampu menyamai sosok lord alam monarch, tapi bagaimana dengan lord alam setengah saint.
Andai kata dia harus bertarung melawan mereka, siasat seperti apa yang harus Askar gunakan untuk bisa menyelamatkan hidup, setidaknya Askar ingin mencobanya.
__ADS_1
"Kau terlalu nekad Askar." Rea kesal karena sikap Askar.
"Tenang saja Rea, aku tidak akan mengungkit kemarahan ibu Nanda, dan tetap hidup walau harus dihajar habis-habisan." Askar pun merasa yakin.
Hanya saja, seketika itu, sebuah aura kuat yang bahkan membuat tubuh Askar bergetar hebat menjadi sebuah ketakutan, bahwa sosok yang sedang mereka bicarakan datang.
"Kau berani sekali anak muda, merasa mampu bertahan melawanku." Suara itu datang entah dari mana.
Tapi Askar menyadari dengan zona persepsi, ketika dia mengarahkan pandangan ke tangga, dan sosok wanita bercadar berjalan turun.
Putri Nanda membuka mata, dan segera memberi hormat ketika ibunya datang, termasuk juga untuk Askar yang sudah berdiri untuk menyambut sosoknya.
"Tidak perlu repot-repot, duduk saja."
"Baiklah, I...." Cepat Askar berhenti.
Karena seketika tatapan mata mengarah tajam dengan niat membunuh, bahkan putri Nanda sudah terkejut karena hampir Askar melakukan kesalahan fatal.
"Nona Virnda." Lepas Askar dari maut karena meralat perkataannya.
"Kalau begitu ikut aku." Ucap Virnda ibu dari putri Nanda tanpa berbasa-basi.
Selama Askar berjalan mengikuti Virnda, sebagai salah satu wali kerajaan yang terkenal akan kekuatannya, memang jelas dia adalah sosok lord alam setengah saint, tahap akhir.
Dari awal usia putri Nanda sepuluh tahun saja, dia sudah berada di tahap menengah, jika itu berselang lima puluh tahun, tentu menujukan bakat luar biasa dari Virnda.
"Nona Virnda, aku hanya ingin meminta bantuan untuk menyampaikan pesan ke lord Sam, jadi..." ucap Askar dengan ragu-ragu.
"Jangan katakan itu sekarang, aku hanya ingin mendengar ketika kau mendapat pengakuanku." Potong Virnda yang memang memiliki niat untuk menguji Askar.
"Baiklah." Pasrah Askar menerima keputusan Virnda.
Dari kesepuluh wali kerajaan, Virnda menjadi salah satunya, dan nyatanya memang kekuatan Virnda bukan main-main, hingga membawa alam semesta kerajaan bawah ke dalam sepuluh kasta tertinggi.
Entah Askar bisa bertahan atau tidak, tapi selama tidak sampai dia dibunuh, Askar setidaknya merasa tenang.
Di ruangan latihan serba putih, Askar dibawa oleh Virnda demi mendapat pengakuan, dimana Askar merasakan senyum penuh semangat dari balik cadar itu.
"Tidak perlu menahan diri, keluarkan semua kemampuanmu, serang aku jangan ragu-ragu." Ucap Virda dengan keras.
"Baiklah kalau begitu." Tegas Askar menjawab.
Skill pemangsa gerbang kelima : murka penguasa.
Ledakan energi super kuat membawa Askar ke tingkat lord alam monarch tahap awal, terlampau satu tingkatan yang membuat Virnda semakin bersemangat.
"Hebat sekali, kau memiliki kekuatan untuk meningkatkan kekuatan sedemikian besar." Puji Virnda yang mengangguk perlahan.
"Terimakasih, jadi apa kita bisa bicara baik-baik saja, tanpa bertarung nona Virnda." Sedikit Askar meminta pertimbangan.
"Itu masalah lain, jadi cepat serang aku."
"Baik."
Sebilah pedang besar dengan bobot hampir 100 ton digenggam Askar yang secara langsung ditancapkan di lantai, seketika retak dan bergetar.
__ADS_1
"Senjata lord, ini semakin menarik, kau jelas-jelas buka orang biasa." Ucap Virnda yang bersiap menyerang.
Dalam satu gerakan, tanpa bisa siapa pun lihat, tiba-tiba saja ledakan gelombang energi membuat seluruh ruangan retak.