
Sudah dua bulan ini Askar meninggalkan Rea di alam semesta awal penciptaan, hanya satu Minggu terakhir sebelum Rea melahirkan dan Askar berjanji untuk kembali.
Jika bukan karena keinginan Loe Teu Yiu untuk membawa Askar ke padepokan beladiri pedang semesta, Askar lebih memilih menemani Rea hingga waktu persalinan.
Tapi dengan adanya turnamen kerajaan beladiri, dan itu akan lebih memudahkan Askar dalam memasuki wilayah kerajaan dari Varjo de hores.
Askar pun tidak memiliki pilihan lain, karena pilihan ini adalah satu-satunya kesempatan yang tidak bisa datang dua kali demi mencapai tujuan menyelamatkan Silviana.
Kembalinya Askar ke padepokan beladiri pedang semesta, tentu disambut hangat oleh para master pengajar, dan staf guru lain yang merasa bangga atas pencapaian lelaki ini.
Tidak hanya menjadi lima besar top generasi muda, Askar juga memberikan hadiah atas kemenangannya melawan Jariko di turnamen kerajaan beladiri.
Bagaimana tidak, pembebasan padepokan beladiri pedang semesta atas ikatan dari kerajaan beladiri dalam kepemimpinan Varjo de hores, adalah sebuah hal yang sangat berarti.
Selama ini, bagi semua padepokan di alam semesta kerajaan beladiri, perintah dari Varjo de hores adalah mutlak, termasuk pungutan pajak dan segala macam keinginan yang penguasa itu ucapkan.
Tapi karena pembebasan ini, padepokan beladiri pedang semesta kini berdiri sendiri tanpa perlu takut akan ancaman dari Varjo yang mungkin bisa mencabut izin mengajar dan meratakan Padepokan saat mereka menolak perintah darinya.
"Askar apa kau akan segera pergi memasuki istana, atau beristirahat dulu di sini." Bertanya Gorongo untuk keinginan dari Askar.
"Aku akan kembali ke alam semesta awal penciptaan, ada suatu hal yang harus aku selesaikan dan ini tidak bisa aku abaikan." Jawab Askar.
"Aku ingin tahu, apa tuan Loe Teu Yiu menunggumu disana." Gorongo sedikit mempertanyakan tuan penguasa pedang yang memang masih memiliki hubungan dengan rencana ini.
"Entahlah, sejak dia membawaku kemari, kakek Loe Teu Yiu seperti menghilang entah kemana." Askar pun tidak tahu tentang segala sikap dari Loe Teu Yiu.
"Orang tua itu memang sulit ditebak, dia bisa muncul di mana pun dan kapan pun sesuka hatinya, bahkan aku sendiri selalu kesulitan untuk menemukannya di alam semesta pedang tanpa tanding." Ucap Gorongo sembari mengeluh.
Begitu juga dengan Su yiu, dia yang terbilang sangat dekat, bahkan diangkat menjadi Cucunya sendiri, tidak pernah paham apa yang dilakukan oleh Loe Teu Yiu saat pergi dari rumah.
__ADS_1
Lepas dari itu, kini Tisumi yang berjalan mendekat untuk membicarakan sesuatu kepada Askar. wajahnya cukup santai, tanpa senyum, tanpa ekspresi, hanya saja, dibalik itu semua, Tisumi termasuk wanita yang nekad dan berbahaya.
Askar bisa mengetahui apa tujuan Guru Tisumi itu, karena bagi dia, tidak ada hal yang lebih penting dari kedua putrinya, dan sekarang Askar menjalin hubungan pura-pura, tidak mungkin bisa lepas perhatian Tisumi.
"Beberapa hari lalu, aku bertemu dengan Varjo, menceritakan tentangmu dan Resya." Ucap Tisumi tanpa basa basi.
Askar terkejut, dia menelan ludah penuh rasa khawatir, jika saja ada yang tidak beres atas tanggapan Varjo tentang hubungan mereka berdua.
"Jadi bagaimana dengan tuan Varjo, guru Tisumi." Balik Askar bertanya secara hati-hati.
"Dia ingin kau datang secara pribadi dan menjelaskan tentang tujuanmu, apa kau memang berniat menikah dengan Resya atau tidak." Tisumi mengatakannya mudah saja, sedangkan Askar tersenyum lemas.
Jelas Askar tahu, saat dia mengatakan 'bersedia' itu akan ada masalah, dan saat mengatakan 'tidak' pun menjadi masalah pula.
Dua pertanyaan dari jawaban, entah Askar memilih yang mana, hasil pertanyaan itu seakan merugikan dirinya sendiri.
"Ya itu ada baiknya, aku tidak ingin kau asal saja menjawab, pikirkan baik-baik, dia adalah putriku yang cantik, jadi kau harus benar-benar bertanggung jawab." Terdengar ancaman dari Tisumi.
"Aku mengerti, tenang saja, aku sangat mengerti, aku tidak akan mengecewakan anda guru Tisumi." Jawab Askar walau sedikit terpaksa.
Askar memberi sapaan kepada Lelia dan dua adik Karlina, sedikit hal membuat mereka cukup akrab karena sebuah alasan.
Lelia sudah mencapai pertumbuhan yang sangat pesat, dan dalam beberapa Minggu berlalu, tubuh, sirkuit energi dan sistem syaraf sudah kembali normal.
Walau tubuhnya menjadi besar, bertubuh langsing namun menonjol, bahkan lebih menakjubkan jika harus di sandingkan dengan Karlina, sifatnya masihlah seorang anak usia tiga belas tahun.
Sepanjang hidup Lelia di atas ranjang energi demi bertahan dari kematian, membuat dirinya hanya mengenal dirinya di usia 13 tahun dan tidak berubah meski tubuh itu kembali normal.
"Kakak Askar, apa kau akan kembali lagi." Mengeluh Lelia dengan niat Askar untuk pergi.
__ADS_1
"Aku akan kembali setelah urusanku selesai, jadi jangan khawatir."
"Sebenarnya aku lebih mengkhawatirkan kak Lina, yang mungkin kesepian jika kakak pergi dan tidak menemaninya tidur." Balas Lelia karena paham tentang Karlina.
Askar mengarahkan pandangan kepada Karlina, dimana wajah merah merona ditunjukan saat mendengar ucapan Lelia.
"Benarkah begitu." Bertanya askar sembari tersenyum menggoda.
"Itu... Itu tidak benar, biar pun kau pergi sampai berpuluh-puluh tahun aku tidak akan kesepian." Karena malu dengan Lelia, Karlina jelas berusaha membantahnya.
Tentu Askar paham bahwa Karlina hanya berpura-pura, dan menyembunyikan diri agar Lelia tidak tahu.
"Jika kakak Lina tidak kesepian, aku pasti sangat kesepian kalau kakak tidak kembali." Kini Lelia secara terang-terangan menggoda Askar dengan cara yang cukup bersemangat.
"Tenang saja adik kecil, jika kau kesepian, sebut saja nama kakak tiga kali." Jawab Askar.
"Apa kakak akan datang."
"Tidak juga, tapi itu bisa membuatmu tahu kakak tidak akan pergi dan melupakanmu Lelia." Balas Askar sembari mengusap rambut gadis besar bersifat anak kecil itu.
Sebuah senyum polos yang jelas sangat menggoda, tentu membuat Askar gelisah sendiri, hanya meyakinkan diri, bahwa gadis ini belum dewasa, biar pun dua benda di balik pakaian itu bisa bergoyang-goyang mengikuti irama tubuhnya.
Bersama dengan su yiu, Askar beranjak pergi dari alam semesta kerajaan beladiri menuju alam semesta awal penciptaan, dimana dia harus melalui satu lubang hitam sebagai jalan khusus.
Jika mereka tidak melewati lubang hitam, perjalanan menuju alam semesta awal penciptaan yang berada di pusat jagat raya, akan memakan waktu hingga satu tahun perjalanan.
Tapi dengan lorong lubang hitam itu, tidak lebih dari enam jam saja, walau untuk beberapa orang dibawah lord alam guru hampir mustahil untuk masuk tanpa menggunakan bahtera angkasa.
Askar tidak ingin membuang waktunya terlalu lama, karena memang tidak ada barang bawaan yang harus mereka persiapkan, kedua segera beranjak pergi melewati atmosfer di atas padepokan beladiri pedang semesta.
__ADS_1