PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
uang saku


__ADS_3

Tepat setelah Davendra lenyap dari hadapan Zilogia, sosok Askar berjalan menuju balkon istana dengan Sina, Rea, Xixi dan Omen yang mengikuti.


Zilogia menenangkan dirinya sendiri, agar tidak terlihat gugup karena kedatangan Askar yang terlalu mendadak, bahkan setelah dirinya muncul dalam wujud sebagai dewa penciptaan, Davendra.


Salah-salah dia akan keceplosan mengenai takdir perjalanan waktu yang akan dilalui di masa depannya, dan itu sangat penting.


Zilogia harus berusaha merahasiakan semua yang akan terjadi, tentang perjalanan waktu Askar dimana dirinya menjadi dewa Davendra.


"Askar apa yang kau lakukan di sini." Sapa Zilogia dengan ekspresi santai seakan tidak ada kejadian yang aneh.


"Apa terlalu aneh jika aku datang kemari." Jawab Askar secara biasa saja.


"Ya tidak juga." Tawa Zilogia yang terlihat sedikit memaksakan diri.


Askar melirik ke sekitar, tapi seakan tidak menemukan apa pun, dan Zilogia tahu kenapa Askar terlihat kebingungan.


Sedikit Askar merasa aneh, dimana sebelumnya zona persepsi menangkap aura cukup akrab dalam wilayahnya, hanya saja, tidak ada gambaran lebih lanjut, dan seketika pun hilang.


"Hei apa yang kau cari Askar." Bertanya Zilogia.


"Tidak, hanya saja aku seperti.... Sudahlah lupakan." Askar pun tidak ingin membuang waktu mengurus satu hal yang tidak pasti.


"Baiklah." Zilogia sedikit merasa lega.


Karena dia pun menyadari, jika Askar tentu merasakan kehadiran Davendra dari zona persepsi yang dia miliki.


Terlebih lagi kekuatan Askar saat ini sudah meningkatkan efek akurasi dari pendeteksi kehadiran di sekitarnya.


"Jadi apa yang menjadi tujuanmu Askar." Kembali Ziloga bertanya.


"Aku hanya ingin berpamitan, karena untuk kali ini cukup lama aku akan pergi." Jawab Askar.


"Oh jadi keputusan mu melangkah ke alam semesta atas sudah dipastikan." Tanggapan Zilogia biasa saja.


"Tentu saja, karena sejak awal ini adalah tujuanku."


"Kalau begitu pergilah." Santai dia menjawab tanpa basa basi.

__ADS_1


"Mudah sekali kau mengatakannya." Sedikit Askar menggerutu atas sikap pak tua satu ini.


"Memang apa lagi yang kau harapkan Askar, apa kau ingin minta uang saku ?, Atau bekal untuk perjalananmu."


Askar merasa kesal karena isi pikiran Zilogia yang terkadang tidak lurus dalam pembicaraan, bahkan untuk hal penting mengenai kepergiannya ke q semesta atas.


"Paling tidak kau harusnya khawatir dengan ku pak tua." Berkata Askar walau itu bukan alasan sebenarnya.


"Kenapa aku harus mengkhawatirkan mu, sedangkan kekuatanmu sudah mampu menghancurkan dunia ini dengan satu tepukan tangan, jadi siapa yang sebenarnya harus khawatir disini..." tapi jelas Zilogia menyadari akan kekuatan Askar saat ini.


"Terserah kau saja lah." Pasrah saja Askar.


Tidak ada yang bisa Askar harapkan kepada Zilogia selain sebagai penyelamat bagi kedua dimensi selagi Askar tidak berada di dunia ini.


Terlebih lagi, hubungan dari pihak manusia dan ras iblis mulai terlihat, walau belum semua menyetujui tengang perdamaian, tapi satu langkah kecil adalah hal baik dari pada tidak sama sekali.


Titik terang yang suatu hari nanti akan mempersatukan kedua dimensi dalam kehidupan damai, itu memang menjadi impian Askar.


"Lima tahun, ya memang bukan waktu yang lama, tapi segala hal bisa terjadi, aku harap semua akan baik-baik saja."


"Kau terlalu berlebihan memikirkan hal itu Askar, aku yakin jika kau pasti bisa melakukannya."


Hanya saja ekspresi wajah Zilogia menujukan raut orang terkejut.... "Hei apa kau sedang sakit Askar, aku panggilkan perawat, wajahmu juga pucat."


"Aku tidak sakit, dan juga apa seaneh itu jika aku berterimakasih." Berkata Askar dengan emosi yang tertahan.


"Bagiku itu sangat aneh, bahkan aku mengira jika dunia akan kiamat besok." Asal saja Zilogia menjawab.


"Kalau begitu lupakan saja." Semakin kesal Askar oleh Zilogia.


Di sisi lain, Rea dan Sina yang baru pertama kali melihat Zilogia cukup terkejut, tidak... Mereka benar-benar terkejut, sekaligus binggung, atas sikap dari sosok legenda yang berbeda jauh akan gambaran mengenai sepak terjangnya.


Rea mengarahkan pandangan kepada Omen yang tidak perduli, bahkan sangat santai melihat Askar dan Zilogia saling berbicara tanpa arah.


"Tuan Omen, apa mereka baik-baik saja." Cukup khawatir Rea dengan sikap dua orang itu.


"Nona Rea, biarkan saja tuan Askar dan tuan Zilogia, ini sudah biasa, jadi jangan heran." Tapi Omen hanya menjawab sembari sibuk menjilati kakinya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu." Merasa paham dan mencoba mengerti tanpa banyak pertanyaan.


Tidak lama sosok wanita datang mendekat, dia adalah istri dari Zilogia, Zahra, secara sadar dia merasakan kehadiran Askar sehingga membuatnya ingin berbicara.


Walau Askar sendiri memiliki ingatan Asyura, tapi semua itu adalah masa lalu, untuk delapan puluh ribu tahun terakhir, informasi mengenai alam semesta atas cukup berbeda.


Dan nyatanya, Zahra memang memberitahu Askar tentang beberapa poin penting yang harus dia ketahui mengenai alam semesta atas.


Salah satunya adalah masa-masa peperangan antara alam semesta lain demi mendapatkan kedudukan di alam semesta atas.


Di zaman ketika Asyura masih menjadi pelindung jagat raya, setiap alam semesta selalu menaati peraturan untuk tidak bermusuhan satu sama lain.


Akan tetapi, masa dewa awal penciptaan berakhir dan sistem kasta diberlakukan, dimana sepuluh penyandang kedudukan sebagai alam semesta atas bisa tergantikan ketika alam semesta yang lebih rendah memenangkan pertarungan.


Ini masih berlaku hingga sekarang, hanya beberapa wilayah yang jelas tidak bisa di usik, alam semesta penguasa naga dan alam awal penciptaan.


Kedua alam semesta yang jelas-jelas memiliki kekuasaan mutlak dan tidak ikut serta dalam sistem kasta saat ini.


"Askar jika nanti kau merasa kesulitan dan menemui masalah..."


"Aku berharap itu tidak terjadi." Berkata Askar memotong perkataan Zahra.


"... Aku juga tidak ingin kau mendapatkan masalah Askar, ini hanya misalkan. Kau bawalah ini." Zahra menyerahkan sebuah lencana bintang dalam bentuk yang cukup rumit.


"Apa ini." Binggung saat Askar melihat pemberian Zahra.


"Itu adalah barang berharga milikku, jika nanti kau mengalami kesulitan, maka kau bisa..."


"Menjualnya." Ucap saja Askar memotong perkataannya.


"Jangan asal bicara, itu adalah peninggalan keluargaku." Kesal Zahra dengan ucapan askar.


"Lantas apa ini bisa membantuku ketika ada masalah."


"Kau bisa bisa datang ke alam semesta samudera bintang dan ke wilayah bintang Aries, cari keluargaku disana, paling tidak mereka bisa memberikan bantuan kecil kepadamu." Perjelas Zahra dengan alasan sendiri.


"Terimakasih nona Zahra, aku akan mengingat bantuan ini." Askar memberikan hormat.

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lama, tujuan Askar adalah ke lembah naga, kamar tersembunyi, itu menjadi portal untuk dia dan semua orang berangkat menuju alam semesta atas.


__ADS_2