
Satu persatu gunung-gunung yang berdiri kokoh seperti tiang itu runtuh, semua orang disekitar sangat terkejut, ketakutan sekaligus bingung.
Bagaimana tidak, di sekitar tempatnya ada seribu orang yang memang berniat mengambil pedang di atas puncak salah satu gunung, sedangkan belum mereka temukan, guncangan besar datang hingga tidak ada satu gunung pun berdiri.
Apa yang terjadi tentu tidak bisa diterima oleh isi pikiran mereka, sebab tempat ini sudah ada jauh sebelum alam semesta kerajaan beladiri terbentuk, dan secara tiba-tiba rusak.
"Ada apa ini, kenapa semua gunung runtuh."
"Bencana alam, atau memang pertanda."
"Kita tidak akan selamat jika tertimpa reruntuhannya."
Semua orang berhamburan pergi, tapi sebelum itu mereka jelas melihat ada sekelebat bayangan yang bergerak cepat diantara kaki-kaki gunung.
Memang benar adanya, saat itu juga satu sosok laki-laki yang datang membawa pedang besar ditangan dan menghancurkan apa pun dihadapannya.
Berdiri santai setelah menghancurkan semua gunung, dan beristirahat di sebelah lelaki yang melihatnya penuh kebingungan.
"Apa yang lu lakuin, taplak, tempat ini sangat bersejarah, dan lu ancurin begitu aja." Berteriak keras seorang peserta yang jelas terkejut melihat Askar.
"Salah mereka sendiri yang menaruh pedang itu di atas gunung, aku hanya melakukan apa yang bisa dilakukan." Askar pun menjawab seakan semua yang terjadi bukan hal penting.
Bagaimana tanggapan dari lelaki itu, raut wajah rumit dan tersenyum lemas dengan aura keputusasaan mengepul diatas kepala.
"Tapi gak gini juga kali, ahhhhh gunung ini adalah kekuasaan raja kera langit, kita tidak akan selamat." Ucapnya dengan wajah syok.
Askar pernah melihat sesosok penguasa kera di alam semesta awal penciptaan, memang mereka sangat kuat, lincah dan bertarung dengan kelompok besar yang main keroyokan.
Tentu bukan hal mudah untuk lepas dari kemarahan para kera di alam semesta awal penciptaan, sedangkan di hutan neraka hijau ini, mereka menyebutkan bahwa disini kekuasaan raja kera langit.
Sebuah nama yang benar-benar hebat, seakan bukan makhluk sembarangan, dan mungkin kekuatannya berada diatas para kera di jagat raya.
__ADS_1
Tapi Askar tidak perduli, karena tujuannya jelas untuk mendapatkan pedang emas, sedangkan pada pengawas mengatakan bahwa, siapa pun bisa menggunakan segala cara.
"Siapa orang yang merusak tempatku tinggal." Sebuah suara menggelegar diatas langit.
Satu sosok makhluk berdiri melayang diatas langit penuh kepulan debu sisa-sisa reruntuhan gunung, sebuah tongkat panjang dia bawa diatas pundak dan warna bulu emas memancarkan aura merah.
Satu orang, dua orang dan semua yang ada di sekitar pun menujuk ke arah Askar, bahkan termasuk juga dengan Su yiu dan Karlina.
Jelas mereka sudah memberi peringatan untuk Askar terbang ke atas dan mencari, tapi Askar lebih memilih cara termudah walau itu sama saja menghancurkan seluruh gunung.
"Kenapa kalian juga menunjukku." Ucap Askar dengan bingung.
"Itu salahmu sendiri karena tidak mendengarkan nasihatku." Jawab saja Karlina yang memang sudah tahu jika ini akan terjadi.
Sosok kera berbulu emas, yang berjuluk raja kera langit, turun dan mendekat, aura kemarahan jelas di tujukan kepada Askar.
Memang benar jika makhluk satu ini adalah seekor binatang iblis yang sudah membuka kecerdasan spiritual, terlebih lagi dia berevolusi menjadi setengah manusia.
"Aku yang sedang tertidur pulas untuk sekian ribu tahun harus terbangun karena perbuatan kalian semua." Ucap raja kera dengan menginjak-injak tanah hingga berguncang.
"Aku hanya melakukan tugas untuk mencari pedang di salah satu gunung, tidak tahu jika kau tertidur diatasnya, jika mau menyalahkan, salahkan orang-orang kerajaan yang menaruh pedang itu di tempatmu." Askar mencoba membela diri .
"Mungkin kau ada benarnya, tapi kau juga bisa mencari pedang itu tanpa harus menghancurkan tempat tinggalku." Raja kera masih belum bisa menerima jawaban Askar.
Di saat yang sama, satu tongkat melayang jatuh ke atas kepala Askar, dengan kekuatan setara lord alam awal keabadian tahap awal ini, raja kera langit menjadi penguasa terkuat di lembah neraka hijau.
Askar menangkap dengan satu tangan, ledakan gelombang energi pecah antara benturan dua kekuatan yang membuat tanah di sekitar tempat mereka berdiri runtuh.
Ini membuktikan bahwa kekuatan empat binatang iblis penguasa di lembah neraka hijau sangat di waspadai oleh Varjo dan membuatnya tidak ingin mengusik ketenangan mereka.
Semua orang berlarian pergi karena takut, dalam pertarungan ini, jelas hanya para ahli beladiri yang memiliki kekuatan dia atas saint suci tahap menengah saja bisa bertahan.
__ADS_1
Kaki kera yang lincah berputar dan menghantam pinggang kiri dari Askar, tubuhnya terlempar jauh, berguling-guling berpuluh kilometer, dan berhenti saat membentur dinding lembah.
"Bintang iblis ini sangat kuat." Gumam Askar.
Bahkan untuk saat ini Askar setara dengan lord alam awal keabadian, tapi raja kera langit mampu melampaui kekuatan milik Askar.
Tongkat kayu yang sebelumnya di pegang oleh raja kera, melayang lurus menuju tempatnya berhenti, Askar menghindar namun tidak dengan dinding lembah.
Satu tusukan tongkat itu menancap dan membuat retakan besar hingga berpuluh kilometer, tentu bukan hal menyenangkan saat Askar menerima tongkat raja kera untuk menghantam di tubuhnya.
Skill pemangsa gerbang kelima murka penguasa.
Kekuatan Askar semakin meningkat pesat lord alam awal keabadian tahap menengah dia capai, kehadiran raja kera yang sangat cepat disambut suka cita dengan sebuah pukulan lurus.
Saling menghantam, dan saling beradu kekuatan, dua energi yang bertemu melesat tinggi menuju atas langit, gemuruh keras kilatan menyambar ke segala arah.
Seakan langit akan runtuh, tapi itu memang karena dua kekuatan luar biasa dari makhluk yang berada di tingkat lord awal keabadian.
Perubahan besar dari langit biru, membuat mata semua orang di sekitar lembah dan penduduk kota kerajaan beladiri mengangkat kepala di atas langit.
Termasuk Varjo de hores, Suzong dan Sano, apa yang mereka saksikan bukan sekedar gumpalan awan badai yang siang hari, melainkan gelombang energi besar menjadikan langit berguncang.
"Ini adalah kekuatan raja kera, siapa yang berani melawan makhluk itu." Gumam Varjo de hores seakan tidak percaya bahwa ada seseorang yang mampu menyamai kekuatan raja kera langit.
Dia sendiri sudah pernah merasakan langsung pertarungan melawan raja kera langit, tanpa bisa menolak Varjo de hores pun dikalahkan.
Askar terpojok, cukup kesulitan untuk mengendalikan kekuatan lord awal keabadian, dia belum terbiasa akan kekuatan maha dahsyat yang keluar dari dalam tubuh.
Terlebih lagi perlawanan raja kera langit tidak memberi satu kesempatan untuk Askar pergi, hingga sebuah keberuntungan datang, saat ada sosok lain yang mendekat dan melemparkan raja jatuh.
"Tuan apa kau baik-baik saja." Seekor kucing belang-belang Oren putih memberi bantuan kepada Askar.
__ADS_1
"Omen kenapa kau datang kemari." Ucap Askar karena dia cukup terkejut untuk memunculkan kawan baiknya ini.