
Jiwa Feng Tianmu memasuki ruangan gelap dari dalam tubuh Askar, syarat untuk teknik penguncian roh berhasil mengendalikan lawan adalah dia harus mencampur energinya ke dalam jiwa orang itu.
Tapi gelap ruangan sangat pekat, jelas berbeda dari apa yang biasa dia temui, mencari ke segala arah semua tidak bisa dia lihat.
"Dimana letak jiwa anak ini, kenapa semuanya begitu gelap." Gumam Feng Tianmu sendirian.
Sepintas sebuah perasaan tidak nyaman datang dari belakang, Feng Tianmu merasakan kehadiran seseorang namun dia melihat tidak ada siapa pun disekitarnya.
"Apa yang terjadi." Kini dia pun sudah tidak nyaman untuk berlama-lama di dalam jiwa Askar.
Hanya saja, ini menjadi satu-satunya kesempatan yang bisa dia ambil untuk mendapatkan roh unik bernama Aza El halmare.
Coba berlari untuk bergegas memasuki ruang jiwa semakin dalam dan mencari kehadiran titik utama dari jiwa Askar berada.
"Dari mana datangnya makhluk kecil ini." Suara itu terdengar dari atas, tapi Feng Tianmu melihat tidak ada siapa pun nampak.
"Mungkin dia adalah orang yang memaksa masuk kedalam tubuh Askar." Jawab pula suara lain.
"Apa perlu kita singkirkan saja makhluk ini, dia mengganggu saja." Nyatanya ada tiga suara yang saling berbincang membahas tentang kehadiran Feng Tianmu.
Tentu siapa yang tidak takut untuk mendengar suara tanpa tahu asalnya di tempat uang jelas-jelas sangat gelap dan misterius.
"Siapa kalian, jangan beraninya main gelap-gelapan."
"Oh, kau bisa mendengar perkataan kami."
"Aku tahu kalau kalian sedang membicarakan ku, jadi tidak perlu bersembunyi." Teriakan Feng Tianmu membuat satu suara tertawa terbahak-bahak.
Dan lima titik cahaya berbagai macam warna menyala terang di langit-langit ruang serba gelap, memunculkan tiga pasang mata dan mengarahkan pandangan kepada Feng Tianmu.
Seketika jiwa Feng Tianmu jatuh, menggigil ketakutan saat menyaksikan tiga sosok makhluk sebesar gunung, dimana sejak awal sudah berdiri mengitari dirinya di dalam ruang jiwa milik Askar.
Naga hitam, Garuda emas dan singa merah, ketiga makhluk berdiri kokoh, bagi mereka Feng Tianmu hanya seperti kutu yang bisa hancur karena senggolan ujung jari.
"Siapa kalian." Gemetar suara Feng Tianmu yang mentalnya di tekan habis-habisan hingga tidak mampu berdiri.
__ADS_1
"Aku adalah blackie, dan dua makhluk bodoh yang tidak perlulah aku sebutkan namanya."
"Hei... Apa kau memiliki masalah denganku, sampai tidak mau memperkenalkan namaku ini." Singa merah jelas saja mengkomplain perkataan naga hitam.
"Baiklah, baiklah, dia pusycat, dan Lovebird." Terdengar blackie memperkenalkan kawannya dengan malas.
"Aku merasa kau tidak berniat memperkenalkan kami."
"Sudahlah, sudahlah jangan mempermasalahkan hal yang sepele." Tapi garuda emas mencoba bersikap bijak agar tidak ada pertengkaran antara dua sahabatnya.
"Padahal nama itu adalah persembahan dari Asyura, dan kau asal saja menganggap kami bodoh." Gumam singa merah yang sedikit menggerutu atas sikap Blackie.
Feng Tianmu entah harus bingung, takut, atau terkejut karena percakapan mereka bertiga benar-benar seperti sebuah lelucon.
Hanya saja rasa tidak percaya bahwa tiga makhluk yang sangat besar dan mengerikan itu menempati ruang jiwa dari tubuh milik Askar.
Tidak hanya itu, mereka memiliki kesadaran sendiri untuk bercakap-cakap ria tanpa terkekang oleh kekuatan dari pemilik tubuhnya.
"Jadi manusia apa kau mau pergi sendiri atau aku singkirkan dengan cara kasar." Ucap naga hitam memberi pilihan.
"Itu tidak bisa, karena aku harus melakukannya." Jawab Feng Tianmu untuk tetap bertindak atas tujuan yang diinginkan.
"Oh jadi kau masih ingin melawan." Tegas jawaban naga hitam.
Menyaksikan aliran energi menyebar, blackie menunjukan senyum mengejek, tentu alasannya sederhana, dimana tindakan Feng Tianmu adalah percuma.
Ruang jiwa milik Askar adalah ruang tidak terbatas, meski seluruh kekuatan Feng Tianmu dikeluarkan, mustahil untuknya memenuhi seluruh ruangan ini.
Tanpa perlu menunggu lama, kaki naga hitam di angkat tinggi, satu injakan kaki berada tepat di atas kepala Feng Tianmu, meski sedikit dirasakan ada yang mengganjal.
Itu hanya karena Feng Tianmu berusaha menahan kaki naga hitam, tapi jelas perbedaan kekuatan antara mereka sangat besar, terlebih lagi di sini adalah wilayah dimensi kekuasaan mereka.
"Tidak mungkin, aku memiliki teknik untuk mengendalikan jiwa, tapi disini seakan semua ditekan kuat oleh tiga makhluk ini." Seakan tidak mau percaya dengan apa yang dia rasakan.
Segala bentuk kehidupan yang mencoba masuk dan berbuat seenaknya, mudah bagi pemilik wilayah untuk menghancurkan jiwa mereka disini.
__ADS_1
Hanya perlu sedikit kekuatan untuk blackie menekan kaki, dan pecah tubuh jiwa Feng Tianmu dihancurkan, tapi secara otomatis itu dikembalikan ke tubuh utamanya.
*******
Tubuh nyata Feng Tianmu terpental jauh, seteguk darah keluar dari mulutnya, aliran energi menjadi acak-acakan, tidak teratur dan tidak stabil, itu karena memasuki jiwa Askar secara paksa.
Siapa pun orang yang melihat jelas terkejut, termasuk Varjo dimana dia sendiri mengakui seberapa sulit melepaskan diri dari teknik penguncian roh milik klan Tianmu.
Satu-satunya cara yang dia ketahui hanya melawan jiwa Feng Tianmu dengan jiwanya sendiri di dalam alam bawah sadar, tapi kekuatan Feng Tianmu di sana sangatlah kuat.
Tapi tidak dilihat bagiamana Askar melakukannya, hanya saja itu bisa membuat Varjo merasa lega karena Askar bisa melepaskan diri sebelum jiwanya di kendalikan secara penuh.
Askar mengambil alih kembali kesadarannya, melihat kondisi Feng Tianmu yang hanya bisa tergeletak di lantai, dia pun berjalan mendekat sembari menarik pedang besar ditangan.
Pertarungan roh antara makhluk hijau dan Aza El halmare masih berlangsung dengan sengit, tapi tujuan Askar adalah mengalahkan sang majikan itu.
Hingga tepat dia berdiri disampingnya Feng Tianmu, berniat Askar melepaskan satu serangan telak di tubuhnya, tapi secercah cahaya datang dari langit.
Dimana memunculkan satu sosok gadis bergaun serba putih yang datang menghadang serangan Askar, dia bukan manusia, tapi sebuah roh dalam wujud khusus seperti seorang manusia.
"Wahai dewa Asyura aku minta untuk anda berhenti." Itu yang roh itu ucapkan.
Askar tidak bisa melihat wajah dibalik cadar sang roh yang datang, tapi mendengar suaranya, Askar tahu bahwa roh ini berbeda dari semua roh yang dia ketahui.
Dan dia pula tahu tentang indentitas yang dia sembunyikan sebagai dewa Asyura.
"Siapa kau ?."
"Aku adalah utusan dari Sea sou selia Ratu alam dunia ghaib." Ucapnya dengan suara ke dalam pikiran Askar.
"Kenapa kau mengangguku."
"Aku tidak bisa membiarkan Anda membunuh Feng Tianmu, karena dia adalah orang yang sangat berguna untuk kami." Itu menjadi alasan untuknya meminta.
Askar jelas memikirkan tentang perkataan utusan dari ratu roh dunia ghaib, karena disana pula berhubungan dengan Aza El halmare.
__ADS_1
"Baiklah, kau bisa membawanya, tapi katakan bahwa aku sudah melunasi hutang tentang keinginannya mengambil roh yang aku miliki." Tegas jawaban askar.
Dan sinar putih menyala terang melenyapkan kehadiran dari Feng Tianmu, serta makhluk hijau yang dia keluarkan.