
Sosok roh kontrak dengan kepala tiga dan tangan enam menujukan diri dalam kendali Remure Tianmu, orang-orang memang mendengar jika Tianmu adalah pemilik roh legendaris yang diberikan oleh keluarganya.
Tapi bukan berarti roh legendaris itu mudah dikendalikan, karena saat kehadirannya, energi berkobar kuat dan mendorong mundur Askar untuk menahan gelombang yang muncul.
Biar pun kekuatan Askar sudah naik berkali-kali lipat, tapi roh satu ini jelas berada di tingkat yang jauh lebih tinggi.
Sebuah serangan roh legendaris itu datang dengan tombak trisula di satu tangan, dan Askar menangkisnya secara langsung.
Hanya tombak itu membuat Askar berjuang keras menghentikan serangannya, tapi senjata lain pun datang dari sisi lain yang membuat Askar terpental jatuh.
Sangat jelas terlihat jika roh satu ini belum bisa dikendalikan secara sempurna, dimana makhluk itu terus menyerang membabi buta walau tidak ada siapa pun disana.
Terlebih lagi ...
"Apa kau sudah merasakan kekuatan roh kontrak legendaris milikku Askar." Tertawa Remure Tianmu dengan bangga.
"Kenapa kau bisa tertawa bangga sedangkan kau sendiri bertarung melawan rohmu sendiri." Ucap Askar sembari melihat Remure menangkis trisula yang sama seperti serangan kepada Askar.
Dan saat itu juga, kejadian yang sama menimpa Tianmu, dimana tubuhnya terlempar jauh hingga berguling beberapa kali.
"Ini bukan masalah besar." Masih bisa Tianmu menjawab perkataan Askar dengan tersenyum dipenuhi darah dalam mulutnya.
"Aku melihat kau tidak sedang baik-baik saja." Balas Askar merasa aneh melihat sikap Tianmu.
Kenyataannya kekuatan roh kontrak legendaris yang dimiliki oleh Remure Tianmu mengamuk, dimana dirinya masih belum diterima sebagai tuan secara di ACC.
Hanya karena kemampuan dari keluarga Tianmu saja yang berhasil menempatkan roh itu didalam tubuhnya, begitu pula jika keadaan diluar kendali akan kembali masuk secara paksa.
Askar hanya menganggap jika latar belakang keluarga Tianmu sendiri adalah ahli dalam bidang roh, karena mereka mampu menyegel paksa sosok roh sekuat ini.
Melihat serangan lain datang Askar segera menarik pedang besar dan menghempaskan ke tombak trisula yang sudah dekat di depan wajah.
__ADS_1
Roh kontrak bernama Rudolfo ini memiliki enam senjata yang dia gunakan dalam segala jenis serangan, entah itu jarak dekat atau pun jauh. Serangan fisik atau pun serangan energi.
Tentu bukan hal mudah untuk dia lawan sendirian, bahkan jika itu dia perkuat lagi semua kekuatan hingga tahap tertinggi yang dapat Askar capai.
"Aza El haramale, keluarlah." Askar pun mengeluarkan sebuah lingkaran prasasti.
Semua orang menyaksikan sendiri kalau Askar pun memiliki roh kontrak, mereka merasa penasaran akan seperti apa kehadiran partner yang menjadi lawan dari Rudolfo.
Satu sosok kecil bertanduk dengan kobaran api seperti nyala lilin lah yang muncul dari balik lingkaran prasasti itu.
"Apa kau baik-baik saja Askar, membawa makhluk tidak berdaya seperti itu dalam pertarungan."
"Kau bukan majikan yang baik, membuat roh kecil itu bertarung dengan roh legendaris."
"Sebaiknya aku pulang, daripada merasa iba jika roh mu ditelan habis olehnya."
Memang dalam segi penampilan aza El haramale tanpa kekuatan sejatinya, dia lebih mirip maskot kebun binatang dan siapa pun berpikir demikian.
Jika memang benar, maka asal usul dari Aza El haramale berasal di alam semesta astral, walau tempat itu tidaklah ada secara nyata, melainkan dunia astral dalam dimensi maya.
"Tuan aku merasakan jika roh satu ini memiliki kekuatan roh penjaga kuno, anda sebaiknya berhati-hati." Ucap Aza El haramale yang merasakan energi disekitar.
"Aku memerintahkanmu untuk bertarung melawannya, tapi kenapa kau memberi peringatan kepadaku." Balas Askar.
"Aku kira anda membuatku keluar hanya untuk menujukan roh ini." Itu yang Aza katakan.
"Jika aku bisa mengalahkannya dengan mudah, aku tidak perlu repot-repot memanggilmu."
"Baiklah kalau begitu."
Dan ketika Aza El haramale menyerap energi Askar, tubuh kecil itu semakin membengkak besar menyamai roh Rudolfo dan lepaslah semua pikiran tentang rasa iba kepada Aza.
__ADS_1
Hanya saja dalam perbandingan kekuatan antara Aza dan Rudolfo, jelas memiliki kesenjangan yang sangat lebar, dimana roh kontrak milik Tianmu masih belun mau mengikuti tuannya.
Sehingga sosok itu tidak menyatu dan mengikuti tingkat kekuatan Remure Tianmu, masalah dari ini adalah pemberontakan yang Rudolfo lakukan.
Tapi ini menarik, Askar ingin tahu bagaimana keluarga Remure Tianmu mendapatkan roh kuno dari dunia astral.
Rudolfo memandangi Aza dengan sengit, seakan keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain, atau mungkin karena berasal dari kampung halaman yang sama, mereka ingin saling mengenal.
"Aza jika kau bisa menyelesaikan ini dengan berbicara, itu akan lebih baik." Berkata Askar saat dia menyadari sosok Rudolfo seakan tidak mau menyerang.
"Seharusnya dia masih menyadari tentang kehadiranku sebagai roh yang lebih tinggi." Aza menjawab dengan yakin.
Tianmu berdiri dengan tubuh penuh luka karena serangan Rudolfo, tapi saat roh kontrak yang dia miliki diam melihat Aza.
Tianmu melakukan hal lain... "Aku sudah berkorban banyak demi kau, Rudolfo dan sekarang kau menolak mematuhi perintah, Itu tidak bisa aku terima."
sebuah lingkaran prasasti muncul di tangan Remure Tianmu, kekuatan lain mengikat leher Rudolfo secara kuat, biar pun tubuhnya terus memberontak, lingkaran cahaya itu tidak lenyap.
"Lawan lelaki itu, bunuh dan hancurkan, jika tidak aku akan terus menyiksamu." Ancam Tianmu yang memiliki metode untuk memberi segel kepada sesosok roh.
Aza menyaksikan bagaimana bangsanya sendiri diperlakukan kasar, memang benar roh yang dibawa keluar atau terikat dengan manusia menujukan sistem tuan dan hamba.
Tapi antara itu mereka juga saling berbagi keuntungan, dimana roh mengabdi menyerahkan kekuatan demi tuan, dan tuan memberikan energi agar dia tetap diberikan kesadaran.
Hanya saja perbuatan yang di lakukan oleh Tianmu membuat Aza kesal, walau roh tidak memiliki tubuh, tapi mereka mempunyai pikiran, mereka tahu hidup untuk diri sendiri, dan Aza tidak bisa diam saja melihat hal ini.
"Tuan biar aku saja yang menghadapi orang ini." Berkata Aza dengan tatapan serius melihat Tianmu.
"Tapi Aza jangan kau bunuh dia, itu akan jadi masalah di padepokan." Askar jelas memberi peringatan.
"Aku mengerti tuan."
__ADS_1
Aza menujukan kekuatan dalam wujud nyata, dan berdiri menghadap Rudolfo yang mulai mengamuk tidak jelas karena melawan efek segel dari tianmu.