
Siang itu, Askar yang sedang duduk bersila dengan mata terpejam dan konsentrasi penuh memasuki wilayah alam bawah sadar.
Bertemu tiga makhluk perwujudan skill pemangsa, Askar cukup konsisten dan terus berkembang dalam menyerap kekuatan energi alam.
Walau pun jurang kekosongan untuk naik ke tingkat lord alam guru sangat besar, terlalu besar, bahkan tidak bisa terbayangkan besar jurang yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga puluhan tahun, hanya dengan meditasi biasa.
Rumit Askar membuka matanya di alam bawah sadar.
Tiga makhluk perwujudan tidak merasa aneh karena mereka pun menyadari setiap masalah yang sedang di hadapi oleh renkarnasi Asyura ini.
"Saat ini hampir mustahil naik ke tingkat lord alam monarch dalam waktu tiga tahun, biar pun sumber energi alam, di alam semesta atas sangat tebal, tapi masih belum cukup, terlebih energi kaisar akhir zaman hanya bisa aku serap ketika mencapai tingkat lord alam saint suci." Gumam Askar dalam masalahnya sendiri.
Ruang di jantung ilahi untuk menampung kekuatan kaisar akhir zaman, sudah terlalu penuh. Jika Askar ingin memperkuat jantung ilahi dirinya harus naik ke tingkat lord alam saint.
Karena tubuhnya akan di perbarui dengan status sebagai separuh dewa, tidak bisa Askar memaksakan diri demi menyerap energi kaisar akhir zaman.
Tapi jika itu Askar lakukan maka, seluruh energi manusia dan Asyura akan termakan, hingga energi kaisar akhir zaman mendominasi.
Ini cukup fatal, dan Askar tidak menginginkan pikirannya diambil alih seperti As sa'ah yang mengikuti takdir untuk menghancurkan jagat raya.
"Sepertinya kau dalam kebingungan Askar." Berkata Naga hitam yang jelas menurunkan kepalanya ke bawah untuk melihat Askar.
Askar yang masihlah seorang manusia, tentu tingginya hanya sebiji beras di hadapan naga hitam serta dua makhluk lain di alam bawah sadar.
Tapi bagaimana pun perwujudan ketiga makhluk memang sengaja Asyura ciptakan dengan menyerap jiwa mereka dengan skill pemangsa. Sehingga penampakan makhluk sebesar gunung, menujukan sebuah keagungan dari mereka semua.
Sejak skill pemangsa dibawa oleh Zilogia, naga hitam, Garuda emas dan singa merah tidak satu kali pun muncul, hanya ketika Askar mendapatkan skill pemangsa, ketiga makhluk ini datang dan membantu dirinya.
"Ya ... Bukankah kau seharusnya tahu apa yang aku khawatirkan, blackie." Balas Askar dengan tersenyum lemas karena merasa di sindir oleh naga hitam.
Blackie tertawa keras, seluruh ruang hitam di dalam alam bawah sadar bergetar karena begitu kuat.
"Jika kau tidak bisa membantuku menyelesaikan masalah, tidak perlu kau tertawa mengejekku blackie."
__ADS_1
"Askar, jika memang kau adalah Asyura, aku tidak pernah melihat dia terlalu khawatir seperti mu, sekali pun Asyura ragu hanya karena Lutos ngambek, dan menyelamatkan as sa'ah, setelah itu dia meyakinkan diri untuk melakukan semua yang dia mampu." Blackie jelas sekali menyindir Askar.
Makhluk ini terlalu santai, bahkan tidak menjadikan semua yang akan terjadi nanti sebagai masalah, walau pun begitu, jika Askar sampai tewas, maka mereka juga akan lenyap.
"Biar pun aku adalah renkarnasi Asyura, tapi saat ini aku adalah Askar, dan Askar yang sekarang, mengkhawatirkan kondisi keluarganya, jika Askar ini mati, maka bagaimana nasib semua keluarganya." Balas Askar merasa kesal sendiri karena ungkapan dari blackie.
"Bukan itu yang aku maksud Askar."
"Jadi ?."
"Ingatlah dirimu Askar, jangan merasa khawatir, lakukan yang terbaik, karena kekhawatiranmu itu, hanya akan menjadi beban untuk mencapai tujuan." Naga hitam yang terlihat sombong, siapa sangka menujukan keahliannya dalam memotivasi orang lain.
"Sebenarnya aku merasa aneh mendengar petuah-petuah itu darimu, blackie, tapi ya.... Apa yang kau katakan ada benarnya juga." Askar tidak bisa membantah apa pun.
"Mungkin aku cocok untuk menjadi komentator." Tegas perkataan blackie atas pujian Askar, terlebih dia tersenyum sendiri.
Tentu hanya satu hal yang menjadi keraguan Askar, dan itu adalah batas waktu dari ramalan bencana besar, dimana delapan belas tahun lagi, segel dimensi kekosongan waktu kaisar akan lepas.
Sedangkan enam dewa awal penciptaan sudah tidak ada, dan Askar adalah orang yang bertanggung jawab karena membawa takdir dewa pemangsa.
Saat dirinya hadir seluruh kota menjadi ramai, walau seperti biasa sudah ramai, tapi kali ini berbeda.
Para penduduk berkumpul, mereka terkejut, dan meninggalkan bisnis masing-masing demi melihat satu sosok yang menjadi lord di alam semesta kerajaan bawah.
Dia adalah Sam, penguasa alam semesta kerajaan bawah, pemimpin pemerintahan, dan orang yang menjaga rakyatnya dari ancaman.
"Itu tuan Sam, kenapa dia datang ke tempat ini."
"Entahlah, tapi nona Virnda pun ikut menjaganya."
"Tapi bukannya para kerajaan sedang terjadi masalah internal."
"Untuk apa kau mengurusi hal itu, selama kita baik-baik saja, tidak jadi masalah bukan."
__ADS_1
"Ya ada benarnya, tapi tidak mungkin kita ingin memiliki pemimpin yang tidak bertanggung jawab bukan."
Cukup baik setiap komentar dari orang-orang yang ada di kota Loyi, bagaimana pun kehidupan para penduduknya terlihat cukup makmur.
Semua merasa bahagia dan bangga terhadap Sam, karena itu, semua orang menyanjung kehadiran lord mereka.
Untuk beberapa tahun terakhir, kepemimpinan Sam jelas di akui oleh rakyatnya, pada awal dirinya adalah sosok penuh kerakusan akan kekuatan, menimbun banyak kristal energi dari pajak-pajak kerajaan.
Dan semua itu dia gunakan demi meningkatkan kekuatan, tapi pada akhirnya setelah perjalanan membagi jiwa, sifat Sam jauh berubah.
Tapi kini mereka berdua berhenti di depan penginapan seperti yang ditujukan oleh putri Nanda.
"Nah nona Virnda, kenapa Askar harus tinggal di penginapan yang sederhana ini." Ucap Sam dengan tatapan kurang tertarik.
"Kau lihai sekali dalam mencari kata-kata, padahal bisa saja kau mengatakan kecil, bobrok atau murahan seperti dulu." Sindir Virnda dengan tatapan sinis.
"Setidaknya aku ingin orang lain melihatku dengan segan dan sopan." Balas Sam sembari mengangkat kedua alisnya.
"Bilang saja kau hanya melakukan pencitraan." Berkata Virnda yang menujukan senyum mengejek.
"Seperti itulah." Jawab Sam dengan suara kecil.
Dan jelas kehadiran Sam menjadi perhatian semua tamu yang ada di dalam penginapan sederhana itu.
Secara sengaja sosok lelaki buntal datang dengan status sebagai pemilik penginapan untuk menyambut tamu penting saung datang.
"Tuan lord Sam yang agung, aku benar-benar bahagia karena anda datang ke tempat ini." Ucap pemilik penginapan dengan sanjungan.
"Aku hanya ingin mengunjungi salah satu kerabatku yang baru datang dari alam semesta lain." Berkata Sam mencoba bersikap sopan tanpa menujukan posisinya sebagai seorang penguasa.
"Kerabat ?, Tunggu sebentar tuan."
Tapi sebelum pemilik penginapan itu pergi, Sam segera menahannya untuk tidak perlu repot-repot mencari.
__ADS_1
"Tidak perlu, karena dia sudah datang sendiri." Ucap sam yang jelas merasakan kehadiran Askar dengan cepat.
(note : Minggu libur dulu ya kakak, karena bolak-balik hujan-hujanan mulu, jadi gak enak body kakak.)