PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tiga menit


__ADS_3

Suzong membawa Sano untuk duduk bersama, dia tidak memiliki niat apa pun hingga merugikan mantan dari penguasa bintang Taurus itu.


Akan tetapi Sano tetap menujukan sikap waspada, sebab dirinya tahu seberapa mengerikan kekuatan dari lord alam keabadian tertinggi seperti Suzong.


Satu jari dia angkat, sebuah gunung rata dengan tanah, sekalinya Suzong bersin, sebuah kota lenyap seketika.


"Santai saja, Sano, aku disini tidak mau membuat masalah denganmu, kau memiliki urusan sendiri, begitu juga untukku." Ucap Suzong yang memang dari sudut mana pun dia terlihat seperti anak remaja baru masuk SMP.


"Lantas kenapa anda menginginkan aku bercerita tentang tujuanku disini." Balas Sano dengan serius.


"Aku hanya ingin memastikan, bahwa kedatanganmu disini bukan karena Hydra memerintahkan untuk menghalangi tujuanku." Suzong cukup mudah tersenyum menanggapi sikap Sano.


Hubungan antara alam semesta keabadian dan alam semesta samudera bintang bukanlah sebuah musuh yang akan bertarung setiap kali mereka bertemu.


Untuk beberapa alasan memang kedua wilayah alam semesta yang berada jauh dan saling berseberangan antara jagat raya wilayah selatan dan Utara, tapi tetap saja satu sama lain menujukan persaingan.


Itu sama seperti yang diperhatikan oleh Sano sekarang, saat berhadapan dengan Payou dia pun menujukan raut tidak menyenangkan, bahkan jika tanpa adanya Suzong, sang penguasa alam semesta keabadian, mereka berdua sudah bertarung sejak awal.


Jelas ucapan kaki tangan dari Suzong membuka semua tujuan yang akan dia lakukan di alam semesta kerajaan beladiri adalah demi mengambil Silviana.


Sano bisa saja memenangkan pertarungan satu lawan satu dengan Payou, tapi sosok Suzong tentu tidak akan membiarkan dia bergerak bebas.


"Aku mengerti apa tujuan Hydra yang menginginkan Silviana, tapi kenapa dia hanya mengutusmu seorang diri." Suzong jelas mempertanyakan tujuan Hydra.


"Ini adalah penebusan dosa untukku." Lemas Sano mengingat kejadian itu.


"Apa yang kau perbuat."


"Aku membuat kesalahan, karena bertarung melawan dewa Davendra dan membuatnya marah, tuan Hydra memberikan kesempatan agar aku bisa kembali ke posisi ketua bintang Taurus." Jawab Sano.


Sontak saja Suzong terkejut, dia seketika menggebrak meja dihadapannya, siapa pun hampir jatuh untuk sekedar merasakan aura kuat yang keluar dari dalam tubuhnya.


Adapun Sano tubuh besar gemuk itu gemetar hebat, hanya dengan aliran aura Suzong, seakan mudah baginya membunuh siapa pun.


"Apa kau bodoh sampai-sampai membuat dewa Davendra marah." Tegas ucapan Suzong sembari menujuk ke hidung Sano.

__ADS_1


"Ya aku memang salah, tapi sampai sekarang aku tidak tahu kenapa anda dan tuan Hydra sangat segan dengan dewa satu itu." Taurus masih merasa bingung untuk sikap Hydra atau pun Suzong jika dikaitkan dengan dewa Davendra.


"Kau anak baru kemarin tidak tahu apa pun tentang kekuatan Davendra." Jawab Suzong dengan keras.


"Tapi yang aku tahu dewa Asyura adalah terkuat, sedangkan dewa Davendra tidak pernah tercatat sebagai sosok berpengaruh." Balas Sano seperti apa yang dia ketahui.


"Tidak, dewa Davendra adalah yang terkuat diantara semua dewa awal penciptaan lain, dulu antara aku, Hydra, Long Wang, dan para penguasa lain di jagat raya ada dalam kekuasaannya." Jawab Suzong dengan serius.


"Tunggu sebentar, aku tidak pernah mendengar kisah ini."


"Tentu saja, karena Davendra tidak pernah muncul di dalam catatan sejarah, dia mengendalikan jagat raya dari balik layar, dan kami semua takut dengan kekuatannya." Suzong pun menanggapi balik secara langsung.


Ini adalah berita baru yang diketahui oleh Sano, dia benar-benar salah memilih lawan, tanpa tahu siapa sosok Davendra, masih beruntung nyawanya belum lepas.


"Nah lupakan permasalahan itu, tapi bagaimana jika aku membantumu." Bertanya Suzong menawarkan sebuah bantuan kepada Sano.


"Apa yang bisa anda lakukan untuk membantuku."


"Aku akan membawa Silviana dan kau bisa membawanya, mudah bukan."


"Ya itu cukup mudah, tapi kenapa anda mau melakukan ini."


Sano diam sejenak, dia benar-benar memikirkan tentang rencana yang di berikan oleh penguasa alam semesta keabadian ini.


Tidak ada salahnya dia mengambil kesempatan yang akan mempermudah dalam tujuan, persoalan masa depan dan balas budi, tentu akan mudah jika dirinya sudah kembali menjabat sebagai ketua bintang Taurus.


"Jadi kapan anda akan membawa Silviana." Bertanya Sano menyetujui bantuan Suzong.


"Saat turnamen ini berakhir."


*******


Askar sudah mendapatkan tiga pedang yang menjadi target utama seleksi ketiga dari turnamen kerajaan beladiri.


Hanya tinggal satu pedang, dan keberadaan di wilayah selatan hutan neraka hijau ini, berada di sebuah puncak gunung.

__ADS_1


Tapi gunung yang dituju oleh Askar jelas berbeda dari gunung-gunung biasanya, terlebih untuk gunung yang disimpan dari balik baju seorang wanita.


Ada lebih dari dua puluh tanah yang menjulang tinggi, membentuk sebuah tiang besar menjulang hingga ke langit, bisa terbayang jarang tempuh untuk sampai ke puncak mungkin membutuhkan waktu dan mencari satu persatu sampai dia temukan.


Ditambah lagi sudah berkumpul banyak orang yang memang mengincar pedang diantara puncak dari beberapa gunung yang tidak tahu dimana.


"Askar bagaimana ini, mereka sudah terbang ke atas untuk mencari pedang itu." Karlina merasa kawatir jika ada orang lain yang mendapatkan pedang terakhir di wilayah selatan.


"Hmmm aku merasa jika kita naik itu akan membutuhkan waktu." Askar cukup serius memperhatikan.


"Memang berapa lama kau bisa naik ke atas." Bertanya Karlina.


"Tiga menit." Singkat saja jawaban Askar.


"Memang apa yang bisa kau gunakan untuk sekedar tiga menit." Balas kembali Karlina dengan kesal.


"Apa kau tahu, dalam tiga menit kita bisa bernafas sebayak 180 kali." Askar seakan tidak memiliki niat untuk naik ke atas gunung.


"Kau bisa melakukan itu saat terbang." Karlina tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh lelaki ini.


"Itu tetap percuma."


Tapi bukan berarti dia akan merelakan satu pedang itu begitu saja, Askar memiliki caranya sendiri demi mencapai tujuan.


Terlihat jelas sebuah rencana untuk Askar lakukan, dan memang Karlina merasa lega karena Askar tidak benar-benar membiarkan orang lain mendapatkannya.


"Lantas apa yang kau ingin lakukan Askar." Kini Fei sui sue pun angkat bicara.


"Cukup mudah." Singkat saja Askar menjawab.


Askar menarik sebuah pedang besar yang jauh lebih berat dari biasanya, hanya dengan menjatuhkan pedang ke tanah, sudah membuat guncangan yang bisa dirasakan oleh orang sekitar.


Skill pemangsa gerbang keempat kebangkitan penguasa.


Ledakan energi meningkatkan kekuatan Askar jauh lebih besar lagi, dan kini dirinya setara dengan lord alam awal keabadian tahap awal.

__ADS_1


Tanpa sedikit pun keraguan, Askar mengayunkan pedangnya ke sisi luar gunung, hingga retakan tanah membuat guncangan besar dan seketika itu juga runtuh.


(maaf untuk kemarin gak up, karena ada urusan , tapi kali ini kita ganti dengan 3 update.)


__ADS_2