
Askar tidak pernah bertarung tanpa memikirkan kepastian untuk menang, kecuali terpaksa, lebih tepatnya dia dipaksa bertarung untuk melindungi diri.
Tapi kali ini, lelaki kurus bernama Bo're itu memang sosok yang menyulitkan bagi Askar, antara Resla dan Bo're keduanya sama-sama menggunakan teknik beladiri tarian Phoenix.
Hanya saja jangkauan serangan Bo're jauh lebih luas, lebih lincah, dan sangat lentur, terlebih lagi dia adalah sosok lord alam monarch tahap akhir, jelas kekuatannya begitu mengerikan.
Dalam pertarungan yang mengandalkan kecepatan, Askar masih bisa mengimbangi dengan penciptaan ruang akselerasi dan membuka prediksi gerakan masa depan.
Semua kemampuan ini memang memberikan keuntungan bagi Askar, selihai apa pun Bo're mengayunkan lengan panjangnya itu, selama gerakannya terbaca oleh prediksi Askar maka tidaklah sulit.
Bahkan sebelumnya, pertarungan Askar melawan Quan Qian memberikan sebuah pelajaran penting, dimana untuk mengatasi musuh yang ahli dalam serangan beladiri, Askar harus membatasi setiap gerakan dari lawan.
Selama mereka tidak mendapat kesempatan untuk sebuah serangan telak kepada musuh, maka akan terbuat celah ketika dia mengganti gerakan.
Nyatanya Bo're pun melakukan itu, ketika teknik beladiri tarian Phoenix berpusat kepada serangan dari sisi samping serta tengah, dan Askar tidak memberi kelonggaran dalam pertahanannya.
Bo're melakukan sebuah kesalahan, dimana puluhan nafas Askar harus bertahan dari dua belati yang siap menghujan ke tubuh, kini lelaki tinggi kurus itu mengubah pola serangan.
Langkah kaki terlalu dekat dengan Askar, dan berniat melepaskan satu ayunan belati dari bawah, tapi inilah yang di tunggu oleh Askar.
Skill penciptaan ruang : akselerasi penuh.
Cepat Askar menghindar, tubuh berputar dan satu kaki melayang tepat menghantam kepala Bo're, tanpa bisa dia seimbangkan pijakan, saat itu juga Askar mengambil pergelangan tangannya.
Ditarik sekuat tenaga, melayang jatuh dengan kepala membentur keras ke tanah, sejak awal Askar menggunakan belati adalah untuk mengimbangi permainan senjata Bo're.
Hingga akhirnya, Askar mengalahkan Bo're agar tidak sempat menghindar adalah dengan mengunci tangan itu dan membenturkan kepalanya ke benda keras.
Benturan tubuh Bo're jelas menujukan kekuatan yang luar biasa, pangeran Ke'su sampai terkejut saat menyaksikan orang yang tujuk sebagai perwakilannya, kini tidak bergerak dengan kepala tertanam didalam tanah.
"Hebat, hebat sekali Askar, kini aku tahu kenapa Dewi Phoenix mengatakan kau itu istimewa." Ucap pangeran Ke'su yang bertepuk tangan mengapresiasi pertarungan Askar.
"Entah kenapa aku tidak menyukai pujian darimu." Balas askar dengan menujukan senyum mengejek.
__ADS_1
"Aku sendiri jelas tidak memujimu Askar, Kan'so majulah, dan singkirkan Bo're dia merusak pemandangan saja." Saut pangeran Ke'su yang sebenarnya kesal dengan kekalahan pengikutnya.
Sosok yang mampu bertahan dengan lawan dua tingkat di atas batas dirinya, bukan lah hal sederhana karena itu hampir mustahil dilakukan, tapi Askar bisa mengubah anggapan orang yang mustahil menjadi nyata.
Kemampuan Askar berada di luar perhitungan pangeran Ke'su, jika awalnya dia tidak mengikuti peringatan dari kakek Loe Teu Yiu jelas pertarungan kali ini akan mudah bagi Askar.
Lelaki bernama Kan'so bertubuh pendekar, pendek namun kekar, bahkan setiap bagian tubuh lelaki yang mungkin memiliki tinggi 1,5 meter bahkan sedikit lebih pendek lagi, terbentuk otot-otot layaknya binaragawan.
"Aku merasa klan Phoenix ini memiliki orang-orang yang unik." Ucap Askar dengan sedikit senyuman mengejek.
Bagaimana tidak, sebelumnya orang yang tinggi tapi kurus dan sekarang pendek namun tubuhnya kekar berotot, jika orang melihat pun akan merasa ngeri andai kena pukul tangan dari Kan'so.
"Baiklah kita mulai saja." Kakek Loe Teu Yiu tidak menunggu waktu.
"Tu... Tunggu sebentar, aku belum mempersiapkan diri kakek."
"Begitu kah ?."
Tapi kali ini lawan Askar cukup sabar, dia tidak asal bergerak menyerang seperti Bo're, dengan begitu Askar memiliki waktu untuk mengganti dua belati dengan senjata pedang berat.
Askar merasa yakin jika Kan'so bukan orang yang mengandalkan kecepatan, melainkan kekuatan, tapi sebatas apa dia mampu mengandalkan kekuatan miliknya.
Dengan begitu keputusan Askar menggunakan pedang berat adalah menganalisa batas Kan'so bersaing melawan kekuatan yang Askar gunakan.
"Aku sudah siap." Saut Askar dengan pedang di atas pundak.
"Silakan serang aku tuan Askar." Balas Kan'so tanpa ada keraguan.
Dia terlihat begitu percaya diri dengan fisiknya yang kuat, tapi Kan'so pun tidak tahu seberapa besar kekuatan fisik Askar.
Pembukaan gerbang ke empat masih aktif, walau satu tahap Kan'so yang lebih tinggi, seharusnya serangan pedang berat masih memberikan dampak ditubuhnya.
Tanpa ragu Askar mengayunkan pedang berat ke bagian perut berbentuk enam kotak persegi, dia tidak bergerak, mencoba menghindar atau pun mengeluarkan senjata untuk menangkis.
__ADS_1
Hanya ada lapisan energi yang menyebar dipermukaan kulit otot bagian perut, hantaman tidak terhindarkan, suara denting besi saling beradu membuat ledakan besar yang mengguncang tanah dibelakang Kan'so.
Segala benda terhempas oleh ledakan energi, tanah retak dan lelaki pendekar itu tidak bergeming, hanya terdorong setengah meter tanpa bekas luka.
"Kau bukan pemilik kekuatan pengeras tubuh, atau pun tubuh ilahi yang mengurangi kerusakan, tapi kekuatan fisik yang kau miliki jelas sangat luar biasa." Ucap Askar yang jelas terkejut.
"Anda terlalu memuji, memang aku sedikit bangga kepada fisikku, tapi yang jadi masalah bukan itu." B
"Jadi apa masalahnya."
"Karena aku memang tidak terkalahkan." Ucap Kan'so dengan bergaya tegas memamerkan setiap otot di tubuhnya.
Askar tidak pernah nyaman melihat orang-orang seperti Kan'so yang dengan bangga memamerkan tubuh penuh gelombang itu.
Bukan tanpa alasan, karena Askar masih menyukai wanita, jadi untuk apa kagum melihat tubuh laki-laki.
"Kalau begitu, biar aku yang menjadi kekalahan pertamamu." Tegas ucapan Askar.
Skill pemangsa gerbang ke lima murka penguasa.
Transformasi hukum kegelapan dan cahaya : golden darkness.
Dua cahaya, emas dan gelap saling tergabung didalam tubuh Askar, membentuk lapisan baju tempur yang tidak biasa.
Peningkatan energi membawa Askar kesetaraan sama dengan lord alam setengah saint tahap awal, tentunya ini sama seperti Kan'so, dan pedang berat pun ditambah menjadi lebih kuat lagi.
"Jika kau memiliki keyakinan, aku tidak akan menolak melawanmu, jadi majulah." Kan'so memang sopan, tapi dari sisi sopannya itu tersirat kebanggan diri yang tinggi.
Semua ini memang sengaja kakek Loe Teu Yiu lakukan untuk menambah pengalaman bertarung bagi Askar.
Jika dia merasa paling kuat dengan semua hal yang ada dalam tubuhnya, itu salah, karena jagat raya sangatlah luas, dan para ahli beladiri sangat menginginkan kekuatan itu.
Andaikan Askar terlalu gegabah dalam bertindak, maka semua yang akan terjadi akan membuatnya kalah.
__ADS_1