
Dengan kegiatan Askar bersama Karlina itu, sebuah keuntungan didapat oleh Askar, dimana kekuatannya beranjak naik satu tingkat menuju lord alam setengah saint tahap awal.
Semakin besar tingkat Askar, semakin sedikit pula kemungkinan untuknya naik lebih tinggi, bahkan dengan meditasi gabungan jiwa bersama lord alam setengah saint tahap akhir, itu hanya membawanya satu tingkat.
Bisa dipastikan jika dia melakukannya dengan wanita lain yang jauh lebih lemah, itu tidak akan berpengaruh terhadap tingkat kekuatan milik Askar.
Setelah membenahi pakaian, Askar pun beranjak keluar, senyuman Karlina dia lihat begitu damai, kesembuhan Lelia tentu menjadi alasan.
"Askar kemarilah kita makan." Ucap Karlina yang sudah mempersiapkan semua makanan untuk adik-adiknya.
Seperti inilah kehidupan Karlina bersama tiga adik yang dia cintai, duduk bersama di atas meja, dengan makanan ala kadarnya, dan tersenyum puas penuh kebahagiaan.
Mereka bertiga adalah alasan Karlina untuk terus berjuang, mengikuti guru besar Watoi ke padepokan beladiri pedang semesta demi mengubah nasib sebagai orang terbuang.
Askar pun ikut menikmati waktu bersama mereka, sedangkan Lelia masih belum terbangun dari istirahat demi memulihkan kembali kondisi tubuh.
"Kakak, siapa kakak lelaki ini, kenapa dia tidur bersama kakak." Ucapnya Loyi dengan polos.
"Hmm aku juga memiliki pertanyaan yang sama Askar, kenapa kau datang kemari." Balik Karlina bertanya pula.
Askar memiliki alasannya, dan dia pun menjawab...."rumahku hancur, karena ada yang menyerang ku semalam, karena rumah Su yiu bersama teman yang lain, jadi aku kemari."
Karlina mengangguk paham, walau dia tidak bisa membayangkan, bagaimana mungkin ada orang yang berani memasuki wilayah para murid, sedangkan penjaga selalu waspada.
"Jadi begitu, Loyi, kakak lelaki ini sedang tidak punya rumah, jadi dia menumpang disini untuk sementara waktu." Ucap Karlina.
"Saat kau mengatakan itu, aku merasa seperti seorang tunawisma." Balas Askar.
"Nyatanya memang begitu, dan juga jika kau tidak kemari, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Lelia."
Sedikit rasa terimakasih kepada orang yang sudah menghancurkan rumah Askar, jika tidak, maka Askar tidak mungkin menyelamatkan Lelia.
"Aku penasaran, kenapa Lelia dalam kondisi kritis, apa terjadi sesuatu kepadanya." Askar bertanya untuk hal lain.
"Itu cerita yang cukup lama Askar, sekitar dua puluh tahun lalu."
"Tunggu, aku kira Lelia baru berusia 9 tahunan." potong Askar karena dia tidak menyangka jika Lelia jauh lebih tua dari dirinya.
__ADS_1
"Karena kerusakan tubuhnya itu, pertumbuhan Lelia menjadi terganggu, sehingga kau lihat, jika dia tidak beranjak dewasa walau usianya sudah cukup lama." perjelas Karina atas kondisi lelia.
"Aku mengerti, itu adalah akibat kerusakan tubuh yang dia alami, jadi apa penyebabnya."
"Sebuah pertarungan, antara penguasa naga dan penguasa raja binatang, dan korbannya adalah para penduduk planet terbuang, termasuk kedua orang tuaku dan juga Lelia." Berkata Karlina dengan tangan mengepal.
Saat Karlina mengucapkan itu, sorot matanya menunjukan dendam yang dalam, sebagaimana dia ingin membalas perbuatan dari mereka berdua.
"Jadi kau hanya bisa menyelamatkan Lelia dan itu pun dalam kondisi kritis." Ucap Askar.
"Bukan aku yang menyelamatkannya, tapi guru besar Watoi." Siapa sangka jika takdir memang mempertemukan watoi dengan Karlina.
Tidak ada informasi apa pun tentang pertarungan kedua penguasa alam semesta itu, dimana tidak ada alasan untuk semua orang memperhatikan planet terbuang.
Disana hanya ada orang-orang dari alam semesta kerajaan beladiri yang dianggap tidak berguna, jadi Varjo de hores tidak mempermasalahkan kejadian itu.
Bahkan mungkin, itu adalah bantuan untuk dia menyingkirkan para manusia terbuang tanpa harus turun tangan.
"Jadi apa kau ingin membalas dendam kepada mereka Karlina ?." Bertanya Askar karena memahami isi perasaan dari Karlina.
"Apa kau bercanda Askar." Sontak Karlina berkata dengan keras.
"Jika melawan penguasa raja binatang, suatu hari nanti mungkin bisa aku lakukan, tapi penguasa naga, itu mustahil." Jawab Karlina dengan pendapat sendiri.
"Kenapa mustahil." Askar menujukan raut wajah meremehkan dua penguasa itu.
"Kau tahu, dia adalah lord alam keabadian tertinggi tahap akhir, bagaimana mungkin aku mengalahkannya." Karlina berpikir demikian.
Mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh Karlina, penguasa naga termasuk dalam eksistensi terkuat di jagat raya.
Satu-satunya manusia, kecuali para dewa, yang mampu bersaing melawan long Wang, hanyalah tuan penguasa pedang, Loe Teu Yiu, tentu Karlina tidak bisa berharap lebih.
"Jika kakek Loe Teu Yiu mampu, kenapa kau tidak bisa ?." Berkata Askar menjadikan Loe Teu Yiu sebagai patokan.
"Entahlah soal itu, tapi melihat kesembuhan Lelia aku sudah sangat bersyukur, dan aku akan melakukan apa pun untuk membalas kebaikanmu Askar." Wajah cantik Karlina menujukan senyum indah
"Baiklah, kita lihat saja dimasa depan nanti." Askar membalas dengan mengelus pipi Karlina, dan dia pun tidak menolaknya.
__ADS_1
Setelah Askar melihat keadaan Lelia dan memberikan cahaya keajaiban hidup untuk mempercepat pemulihan tubuhnya.
Kini mereka berdua beranjak pergi, ke padepokan beladiri pedang semesta, dimana harusnya sekarang tiga perguruan lain sudah memulai latih tanding mereka.
Secara terang-terangan dan tanpa berpikir tentang pendapat orang lain, Askar membawa Karlina dengan tangan yang saling bergandengan.
Dimana saat ini semua orang sudah berkumpul di arena pertandingan yang ada di pelataran luar padepokan.
Pertandingan yang Askar lihat sekarang adalah dua orang dari akademi tujuh pedang dan istana beladiri surgawi saling beradu kekuatan.
"Askar, Karlina kenapa kalian baru datang." Guru besar Gorongo datang dengan cepat setelah melihat keduanya.
Coba Askar menjelaskan...."Kami berdua ada urusan lain, jadi...."
"Lupakan penjelasan itu, Karlina kau bersiaplah, setelah ini kau harus bertarung." Potong Gorongo dengan terburu-buru.
Untuk beberapa alasan, padepokan beladiri pedang semesta sedikit mengulur waktu karena Karlina belum datang.
"Guru besar Gorongo, kenapa anda begitu panik." Bertanya Askar karena tidak nyaman melihat wajah guru besar satu ini.
"Bagaimana tidak, karena Remure Tianmu kau kalahkan, dia ngambek dan tidak mau ikut bertarung." ucap Gorongo dengan menghembuskan nafas berat.
"Jadi orang kok begitu." Gumam Askar menyindir Remure Tianmu.
"Karena itu, aku hanya bisa mengandalkan Karlina, Fei sui sue dan su yiu, tapi sayangnya Fei sui sue dikalahkan oleh Payou." Semakin murung ekspresi Gorongo.
"Oh...." Askar cukup terkejut dengan kekuatan Payou.
Dia tahu jika Fei sui sue adalah salah satu murid top di padepokan beladiri pedang semesta, bahkan berada di atas Karlina, tapi siapa sangka Payou bisa mengalahkannya.
"Dan kami hanya bisa berharap kepada Karlina dan Su yiu." Lemas Gorongo seakan tidak memiliki keyakinan.
Askar secara sengaja memang mengajukan su yiu, karena dia memiliki kemampuan yang tentu bisa dipertanggungjawabkan.
Hanya saja harga diri padepokan beladiri pedang semesta di pertaruhkan jika mereka kalah melawan perguruan lain.
"Tenang saja, guru Gorongo ini belum berakhir." Askar mencoba untuk membuat Gorongo santai.
__ADS_1
"Tenang, tenang, tenang, jika kau mau bertarung mungkin aku bisa tenang, tapi kau tidak dalam kondisi baik." Tapi dia merasa kesal karena Askar terlalu santai.
Askar paham atas kekhawatiran Gorongo, tapi dia belum menyaksikan kemampuan su yiu, jadi Askar tidak perlu repot-repot bertarung, hanya untuk membela kehormatan padepokan.