
Ini jelas di luar dugaan dari Sano, Scorpio atau pun Aquarius, mereka benar-benar mengeluarkan semua kekuatan hanya untuk mengejar seekor kucing.
Melesat cepat melewati satu persatu alam semesta, hingga para penjaga perbatasan lubang hitam tidak mampu melihat siapa yang baru saja melintas masuk.
"Apa kau lihat tadi, siapa yang barusan lewat."
"Seekor kucing ?, Dan tiga ekor kera ?."
"Aku tidak pernah tahu, jika kucing bisa memiliki kemampuan terbang, dan untuk apa kera-kera itu mengejarnya."
"Mungkin permasalahan rumah tangga."
Lepas dari anggapan para penjaga perbatasan yang pasrah saja melihat empat makhluk itu berlalu lalang untuk kesekian kali di wilayah mereka.
Tentu para penjaga tidak ingin mengambil resiko untuk menahan laju gerakan yang begitu cepat, dan berbahaya jika mereka menghadangnya sebagai langsung.
Di sisi lain.... Sano tidak bisa mengejar omen, bahkan untuk satu jengkal sekali pun tidak mampu mendekat.
"Sano lepaskan serangan, biar nanti cari alasan saja jika terjadi sesuatu kepada Silviana." Tegas ucapan Scorpio yang merasa kesal.
"Tapi, bagiamana kalau sampai tewas." Sano jelas memperhitungkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
"Itu resiko, aku lebih kesal karena sekarang kita seperti sedang di permainkan oleh kucing ini." Balas Scorpio tanpa lagi perduli.
"Biar aku saja." Aquarius yang jelas memiliki serangan tidak berdampak besar bagi lawan.
Dalam kecepatan tinggi itu, salah satu penjaga gugusan utama, pasukan alam semesta samudera bintang, Aquarius mengalirkan energi elements air.
Skill elements air : Aqua of bow.
Sesosok bayangan gadis air membawa busur panah yang diarahkan menuju Omen, melesat tajam dan menghantam tubuhnya.
Gerakan Omen goyah, bola emas yang di pegang oleh ekornya itu terlepas, jatuh dan melayang pergi semakin jauh.
Ini menjadi kesempatan bagi Sano, dimana dia segera saja melesat dalam kecepatan tinggi untuk mengambil kembali bola emas yang lepas dari omen.
__ADS_1
Tapi Omen tidak begitu saja pasrah, tugas ini adalah dari tuannya, ditambah lagi Silviana adalah kawan yang dia kenal sejak lama, meski bertaruh nyawa Omen akan melakukannya tanpa ragu.
"Tidak akan aku biarkan kau mengambil nona silviana." Teriak Omen yang melaju dalam kecepatan tinggi demi mendahului Sano.
"Menyingkir kau dari jalanku, kucing kampung." Sano tidak membiarkan Omen menghalanginya.
Omen segera memunculkan sembilan kloning dari skill takdir sembilan nyawa, satu persatu mengarahkan serangan kepada Sano.
Hingga satu kali lagi, Sano gagal mengambil bola emas yang ditangkap oleh Omen kembali, meski begitu, dua orang itu, Scorpio dan Aquarius sudah bersiap dalam serangan lain.
Scorpions king : Poison of death.
Aquarius star : Trident at the end of the ocean.
Dua serangan cahaya gabungan dari kekuatan bintang dilepaskan ke arah Omen, jelas Omen melindungi bola emas dengan tubuhnya.
Bisa dipastikan jika Omen akan menerima luka berat, dan tidak semudah itu diregenerasikan secara langsung.
Hanya saja, belum sempat dua serangan itu menyentuh Omen, kehadiran makhluk lain datang menghentikan kekuatan mereka dengan mudah.
Mereka sadar bahwa tidak semudah itu serangan dari para pasukan binatang gugusan utama dihentikan, kecuali makhluk satu ini memiliki kekuatan yang tinggi.
"Pertarunganmu, yang aku lihat adalah kalian bertiga mengeroyok binatang kecil ini." Balas suara makhluk yang melindungi Omen menggelar di telinga.
Sebuah tekanan luar biasa menyebar dan membuat tubuh siapa pun di dekatnya menjadi kaku, hingga kepulan asap lenyap dan menampakan wujud dari sosok itu.
Lelaki tua berjanggut lurus, bertubuh kekar dan memiliki dua tanduk diatas kepalanya, bagi yang mengenal tentu menjadi ketakutan tersendiri.
Mulut Scorpio gemetar, tubuh menggigil dan tidak akan percaya jika bukan karena dia melihatnya secara langsung, bahwa sang penguasa naga telah datang.
"Tuan long Wei, ini bukan urusan anda, jadi untuk apa anda ikut campur." Angkat bicara Aquarius yang masih memiliki keberanian untuk menanggapi sosok penguasa naga.
"Apa kau tidak merasa kasihan, melawan binatang kecil yang sendirian ini dengan orang banyak, anak muda." Balas kembali long Wei untuk sekedar alasan.
Sedangkan ini menyangkut harga tawar menawar antara long Wei dan Askar, hanya untuk menyelamatkan seekor kucing tentu bukan masalah.
__ADS_1
"Yang aku tahu, kau tidak pernah perduli dengan urusan orang lain, tapi kau perduli jika menyangkut seekor kucing, apa ini sekedar lelucon." Scorpio pun berani angkat bicara.
"Tentu itu bukan jadi masalah, jika aku ingin menyelamatkan makhluk kecil ini, apa kalian keberatan." Tegas jawaban Long Wei yang menujukan sikap serius.
Scorpio segera muncul kebelakang, karena takut perkataannya menyinggung makhluk satu ini, jika terjadi pertarungan maka bisa dipastikan mereka bertiga tidak akan selamat.
"Tunggu sebentar, jika memang anda ingin membawa kucing itu, aku ingin bola emas yang dia bawa, diserahkan kepadaku." Sano tidak bisa membiarkan Omen pergi.
Bola emas berisi Silviana menjadi tujuannya, masa depannya dan juga hidupnya untuk dipertaruhkan dihadapan Hydra.
"Saudara kecil, bagiamana apa kau setuju menyerahkan bola emas itu kepadanya." Bertanya long Wei kepada Omen.
"Tidak akan, biar pun aku harus mati, aku tidak akan menyerahkan bola ini kepada kalian." Omen dengan keras menjawab.
"Kalian dengar itu, jadi tidak ada tawar menawar disini, jika kalian tidak terima maka berhadapan langsung denganku." Long Wei memberikan ancaman.
Tapi tidak ada yang berani menjawab, bahkan Sano berniat maju, segera di tahan oleh Aquarius, dimana pertarungan melawan penguasa naga, sama seperti memberikan nyawa secara cuma-cuma.
"Jangan gegabah, kau bisa selamat saat melawan dewa Davendra karena dia memiliki belas kasih, tapi long Wei berbeda, dia akan membunuhmu tanpa perlu alasan." Aquarius mencoba menahan Sano.
"Tapi jika begini, bagiamana dengan masa depanku." Balas Sano merasa kesal.
"Masa depan masih panjang, kau bisa mencari kesempatan lain untuk mengambil alih posisi gugusan bintang Taurus, tapi nyawa hanya satu-satunya, kau mati disini, masa depanmu akan lenyap selamanya."
"Sano kita biarkan ini, sebaiknya kita laporkan kepada tuan Hydra." Scorpio pun memiliki pemikiran yang sama dengan Aquarius.
Mereka tidak ingin mengambil resiko menjadi musuh bagi seorang penguasa naga, kekuatan antara mereka sangat berbanding terbalik, dan mustahil menang.
Sekarang mereka hanya bisa pasrah, dan mencoba mencari solusi kepada Hydra, hingga mau tidak mau, Sano harus mengurungkan niat mengambil Silviana.
"Baiklah tuan long Wei, kami akan pergi." jawab Scorpio.
"itu pilihan yang tepat, karena aku tidak ingin mengotori tanganku dengan darah dari orang-orang samudera bintang." balas Long Wei.
melihat senyum di wajah penguasa naga itu, dia menujukan niat yang serius, hingga rasa merinding menjalar ke seluruh tubuh, dimana makhluk satu ini sangatlah berbahaya.
__ADS_1
Bergegas mereka pergi meninggalkan Omen dan long Wei.
"Baiklah mari kita kembali ke tuanmu."