
Memang benar apa yang dikatakan oleh Suzong, kekalahan Lutos terlalu aneh, dia sangat kuat sebagai dewa sejati, bahkan saat itu Suzong dan ayahnya masih jauh dari kata mampu untuk sekedar melukai Dewi kematian.
Meski kekuatan Lutos hampir habis setelah melewati bermacam pertarungan melawan kaisar akhir zaman dan berulang kali mengubah realitas jagat raya.
1% kekuatan yang dia miliki masih bisa digunakan untuk menghancurkan satu alam semesta keabadian dengan mudah.
Askar mengakui itu.
Dari semua yang dikatakan oleh Suzong, Askar kini memikirkan kejadian saat kematian Lutos, jika memang benar adanya maka ada satu kekuatan dibalik tindakan mereka melawan para dewa awal penciptaan.
Tapi kini, pedang dewa pemangsa kematian Askar angkat tinggi, pembukaan skill pemangsa gerbang ke enam raja penguasa dia lepaskan, hingga ledakan energi yang muncul menggetarkan angkasa.
Suzong tidak merasa takut atas kekuatan Asyura, dia masih percaya jika dirinya masih jauh lebih kuat untuk melawan balik sang dewa pemangsa.
Di sisi lain Payou sadar bahwa kekuatan dewa pemangsa sangatlah luar biasa, kekuatan yang mampu melewati batas seorang dewa.
Walau untuk Suzong, Asyura yang ada dihadapannya saat ini, jauh, dan sangat jauh lebih lemah dari dewa pemangsa yang dia kenal.
"Sayang sekali, Asyura, aku memang mengharapkan kau untuk kembali ke alam semesta atas, dimana kehancuran jagat raya akan datang." Suzong mengoceh sendiri.
"Kau masih memikirkan tentang keselamatan jagat raya setelah tindakanmu ingin merebut kekuatan para dewa." Balas Askar yang masih mengingat kejadian di masa lalu.
"Kini aku sadar, saat kau mengatakan kepada kami, jika suatu hari nanti, akan ada pembalasan atas perbuatan yang telah kami lakukan."
"Dan aku sendiri yang akan menyelesaikan pembalasan itu."
Satu tarikan nafas panjang mengalirkan semua energi pembukaan skill pemangsa ke dalam pedang dewa pemangsa kematian.
Kilauan cahaya merah menyala terang membuat angkasa yang gelap kini menjadi merah kelam, sebuah serangan terkuat milik Askar untuk saat ini.
Rising dragon road.
Hukum kegelapan dan cahaya golden darkness.
__ADS_1
Gumpalan energi yang mulai bergabung membentuk perwujudan tiga makhluk emas gelap dari skill pemangsa, mengarah satu garis lurus kepada Suzong.
Tapi Suzong pun tidak tinggal diam, dimana tongkat ditangan bersiap memberi perlawanan sebagai lord alam keabadian tertinggi tahap akhir.
Mulut berkomat-kamit mengucapkan mantra dari teknik khusus saat Suzong membentuk sebuah lingkaran prasasti besar berwarna merah dibelakang tubuh.
Pembentukan jiwa : battle of Budha.
Dua perwujudan serangan dari makhluk raksasa sebesar planet saling dilepaskan, beradu kekuatan dan menciptakan suasana mengerikan yang bisa siapa pun lihat dari atas langit dunia mereka.
Dalam radius berpuluh juta kilometer, angkasa seakan terbelah menjadi dua bagian, merah dan emas, gelombang energi maha dahsyat dirasa ingin menghancurkan sebuah alam semesta.
Askar benar-benar merasakan efek balik yang mengguncang tubuhnya, cahaya dari pedang dewa pemangsa kematian semakin redup.
Jika ini masih berlanjut, tidak hanya tubuh Askar sendiri hancur menjadi debu tanpa sisa, tapi satu alam semesta akan binasa karena dua orang ini.
Di sisi lain... Suzong tidak bisa bertahan lama, darah keluar dari mulutnya, meski fisik lord alam keabadian jauh lebih kuat dari para lord alam biasa.
Dia akan mati saat inti kehidupan dalam tubuhnya dihancurkan, dan melihat bagaimana kekuatan Asyura ditunjukan, tersirat bahwa Suzong bisa saja tewas.
"Tuan sebaiknya kita pergi, jika anda melanjutkan ini, anda tidak akan selamat." Ucap Payou yang berusaha keras untuk tetap bertahan.
Tapi tidak ada yang mau mengalah, hingga terbentuk retakan dimensi parsial dan satu titik lubang hitam ditengah-tengah dua serangan.
Dan satu sosok lain datang menghentikan pertarungan Askar dan Suzong, ya seekor dragonic yang nyata datang karena merasakan sensasi energi mereka.
"Cih, long Wei.... Payou kita pergi." Tanpa menunggu apa pun, dalam satu kesempatan itu, Suzong membuka lintasan dimensi.
Keduanya pergi, sedangkan meninggalkan Askar yang secara langsung mengarahkan pandangannya kepada seekor naga bergerak mendekat.
Hanya saja kondisi Askar tidak lagi bisa bergerak, melawan penguasa naga menjadi pilihan terburuk yang pernah dihadapi oleh Askar.
*******
__ADS_1
Sebuah bahtera angkasa datang melewati lubang hitam, mereka memasuki wilayah alam semesta bulan yang terbakar.
Jutaan kilometer dari tempat mereka sekarang, terjadi benturan dua gelombang energi dalam tingkat yang mengerikan.
Dimana Sirjo yang mengambil komando pasukan dalam mencari keberadaan Silviana, bisa tahu kalau kehadiran dua energi itu berasal dari sebuah pertarungan.
"Tuan Sirjo, apa kita akan terus maju dan melihat mereka." Salah satu bawahan memberi laporan.
"Pastikan kondisinya." Sirjo jelas penasaran.
"Jika kita maju lebih jauh, maka bisa dipastikan kita akan masuk kedalam zona berbahaya, ledakan dua energi itu bisa menghancurkan bahtera ini dan seluruh planet di sekitarnya." Balas satu orang itu dengan wajah khawatir.
Dalam diam Sirjo berpikir, tentang siapa dua orang yang bertarung di sana, bisa dipastikan jika mereka adalah orang dengan tingkat sudah melampaui lord alam saint.
Sedangkan di seluruh jagat raya para pemilik kekuatan lord alam keabadian sangatlah sedikit jumlahnya, tapi mereka yang pernah saling bertarung hanya dua orang.
"Apa penguasa alam Naga sedang bertarung dengan Loe Teu Yiu." Hanya terpikir dua sosok itu di benak Sirjo.
Karena kedua makhluk itu saja yang mampu memberikan rasa ketakutan, bagi siapa pun, saat hadirnya luapan energi besar dan dirasa akan menghancurkan alam semesta.
Semakin dekat mereka melihat, retakan dimensi terbentuk, ledakan Supernova akan terjadi, siapa pun di sekitar, entah planet-planet, atau macam kehidupan akan binasa.
Tapi sebuah keajaiban dimana ledakan besar itu perlahan menghilang, satu titik hitam menyerap energi yang harusnya menghancurkan mereka.
Dan disaat itulah, Sirjo menyaksikan sendiri, seekor dragonic terbang di angkasa, long Wei sang penguasa alam semesta naga.
Saat ini Sirjo paham, jika sebelumnya bukanlah pertarungan dari sang penguasa alam naga itu sendiri, melakukan orang lain.
"Jika bukan long Wei yang bertarung, lantas siapa mereka berdua itu." Gumam Sirjo penuh pertanyaan besar.
Menyaksikan kehadiran sosok penguasa naga, Sirjo tidak berani mendekat, dimana makhluk satu ini tidak akan membiarkan siapa pun hidup jika ada yang menggangu waktunya.
Tapi dari kejauhan Sirjo melihat satu orang yang melakukan pertarungan pergi, menyisakan lawan berziarah hitam keemasan dan long Wei di sana.
__ADS_1
"Tuan Sirjo, penguasa naga sudah pergi, dia membawa orang berzirah emas itu bersamanya." Ucap satu bawahan dengan jelas.
"Kita lanjutkan perjalanan, tugas kita mencari putri Silviana." Balas Sirjo yang membawa bahtera angkasa dalam kecepatan tinggi.